KesehatanLife

Pengaruh Makanan Berlemak terhadap Otak: Kecanduan yang Mirip dengan Kokain

Studi terbaru dari Scripps Research Institute mengungkapkan bahwa makanan berlemak dapat memengaruhi otak, memicu perilaku makan kompulsif seperti kecanduan. Dalam penelitian pada tikus, ditemukan bahwa konsumsi makanan tinggi lemak dan berkalori tinggi menyebabkan perubahan otak yang mirip dengan respons kecanduan narkoba.

Dr. Paul J. Kenny, pemimpin penelitian, menjelaskan bahwa makanan berlemak dapat “mengunci” pusat kesenangan otak, mendorong makan kompulsif. Tikus yang diberi makan makanan berlemak secara berlebihan menunjukkan toleransi terhadap kenikmatan makanan, serupa dengan proses kecanduan narkoba.

Dopamin, neurotransmitter yang berperan dalam pusat kesenangan otak, diidentifikasi sebagai faktor kunci. Dr. Gene-Jack Wang dari Laboratorium Nasional Brookhaven Departemen Energi AS menghubungkan perubahan perilaku makan dengan evolusi makanan yang dimurnikan, serupa dengan efek narkoba seperti kokain.

Meskipun penelitian melibatkan tikus, hasilnya memberikan wawasan tentang kompleksitas hubungan antara makanan, otak, dan perilaku manusia. Faktor lingkungan, seperti ketersediaan makanan yang dimurnikan, juga memengaruhi kebiasaan makan. Temuan ini membuka pintu untuk pemahaman lebih lanjut dan potensi terapi baru terhadap kecanduan makanan dan obesitas.

Sebagai penutup, perlu ditekankan bahwa pola makan yang sehat tidak hanya berpengaruh pada tubuh tetapi juga pada kesehatan otak dan kesejahteraan keseluruhan. Temuan ini mengundang kita untuk merefleksikan kembali kebiasaan makan sehari-hari dan bagaimana kita dapat membentuk pola makan yang mendukung kesehatan otak dan tubuh secara keseluruhan.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button