Kesehatan

Penanganan Sindrom Asperger

Sindrom Asperger ialah gangguan perkembangan yang mempengaruhi cara berkomunikasi, perilaku, serta kemampuan anak dalam berinteraksi dengan lingkungan sosial. Sindrom Asperger juga merupakan bentuk spektrum autisme. Gejala atau tanda kelainan ini umumnya mulai akan terlihat pada anak saat ia memasuki usia 3 – 5 tahun.

Sampai saat ini, penyebab sindrom Asperger sebenarnya belum diketahui dengan pasti. Tetapi, terdapat beberapa faktor yang diyakini dapat menjadi pemicu sindrom ini, seperti infeksi virus, faktor genetik, mengalami kelainan di otak, atau akibat paparan bahan kimia. Selain itu, beberapa penelitian juga menyebutkan bahwa sindrom Asperger lebih banyak dialami oleh anak laki-laki dibandingkan dengan anak perempuan.

Meskipun tidak ada obat untuk sindrom ini, namun ada beberapa penanganan yang dapat membantu meringankan gejala dan bisa meningkatkan kualitas hidup anak yang menderita sindrom ini, di antaranya seperti:

1. Terapi Perilaku

Terapi perilaku bertujuan untuk mendukung perubahan pola berpikir pada anak yang menderita sindrom Asperger, sehingga ia bisa mengendalikan perilaku tidak wajar dan emosi yang sering dilakukan berulang kali. Terapi ini juga bisa membantu mengatasi depresi, kecemasan, serta tantangan pribadi lainnya atau kesulitan dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

2. Latihan Keterampilan Sosial

Latihan keterampilan sosial dilakukan untuk menangani masalah interaksi sosial pada anak dengan gangguan sindrom ini. Latihan ini bertujuan untuk melatih kemampuan anak dalam berinteraksi dengan orang lain serta untuk menunjukkan ekspresinya. Melalui latihan ini, terapis akan melatih anak untuk menunjukkan rasa empati, melakukan kontak mata saat berbicara, dan melakukan kerja sama dalam kelompok.

3. Terapi Okupasi

Terapi okupasi bertujuan untuk meningkatkan kemampuan motorik anak demi memperbaiki koordinasi tubuhnya. Dengan begitu, si kecil bisa menjalani kegiatan sehari-hari dengan lebih efisien, seperti cara berjalan dengan sikap yang benar.

4. Terapi Bicara dan Bahasa

Melalui latihan ini, terapis akan membantu meningkatkan keterampilan komunikasi verbal dan non-verbal anak. Atau singkatnya, terapi ini bertujuan untuk mengasah kemampuan komunikasi pengidap sindrom Asperger, mulai dari belajar cara menggunakan intonasi yang tepat ketika berbicara, hingga belajar mengenali arti dari bahasa tubuh yang dilakukan oleh lawan bicaranya.

Penting untuk diingat bahwa setiap anak dengan sindrom Asperger memiliki perilaku yang berbeda-beda, sehingga dalam melakukan langkah penanganan harus disesuaikan dengan kebutuhan mereka secara spesifik. Dengan perawatan yang cepat dan tepat, anak yang menderita sindrom Asperger juga dapat menjalani proses tumbuh kembang dengan lebih baik dan menyenangkan.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button