Keluarga

Mom Shaming: Mengetahui Pengertian dan Ciri-ciri Perilaku

Dalam masyarakat modern saat ini, menjadi seorang ibu bukanlah tugas yang mudah. Selain bertanggung jawab atas kesejahteraan anak-anak mereka, ibu juga seringkali harus menghadapi tekanan dan harapan yang tinggi dari lingkungan sekitar. Salah satu fenomena yang semakin meresahkan adalah mom shaming atau penilaian negatif terhadap pilihan dan tindakan seorang ibu.

Mom shaming seringkali terjadi secara tidak langsung, namun hal ini bisa memiliki dampak yang besar terhadap kesehatan mental dan emosional seorang ibu.

Apa Itu Mom Shaming?

Mom shaming adalah fenomena di mana seorang ibu dihakimi atau dikritik oleh orang lain, terutama oleh sesama ibu, atas berbagai pilihan yang dia buat dalam mengasuh anak-anaknya. Kritikan ini bisa dari metode menyusui, pemilihan makanan untuk anak, bahkan hingga keputusan untuk bekerja atau tinggal di rumah bersama anak-anak.

Mom shaming dapat terjadi secara langsung, misalnya melalui komentar yang tidak sopan atau merendahkan, namun juga bisa terjadi secara tidak langsung, seperti melalui media sosial atau gosip di antara lingkungan sekitar.

Ciri-ciri Perilaku Mom Shaming

Berikut ini ialah beberapa ciri-ciri yang menunjukkan perilaku mom shaming, di antaranya:

1. Memberikan Penilaian Tidak Konstruktif

Salah satu ciri perilaku mom shaming adalah adanya penilaian yang tidak konstruktif terhadap pilihan yang dibuat oleh seorang ibu. Misalnya, mengomentari tentang cara seorang ibu menyusui anaknya di tempat umum tanpa memperhatikan situasi atau konteks yang mungkin ada di baliknya.

2. Menghakimi Berdasarkan Standar Pribadi

Orang yang melakukan mom shaming cenderung mengukur pilihan ibu lain berdasarkan standar pribadi yang mereka tetapkan sendiri. Pelaku mom shaming mungkin merasa bahwa cara mereka mengasuh anak merupakan cara yang terbaik, karena itu mereka mencoba mengevaluasi pilihan ibu lain dengan kacamata yang sama.

3. Penggunaan Kata-kata Merendahkan

Mom shaming seringkali disertai dengan penggunaan kata-kata merendahkan atau menghakimi. Ini bisa berupa komentar sinis, meme yang menghina, atau bahkan gosip di antara kelompok teman.

4. Penggunaan Media Sosial untuk Mengkritik

Dalam era media sosial, mom shaming seringkali terjadi di platform, seperti Facebook, Instagram, atau X. Orang dapat dengan mudah memberikan komentar negatif atau menyebarkan gosip tentang pilihan ibu lain dalam cara mengasuh anaknya, tanpa memikirkan dampaknya.

Penting untuk diingat bahwa setiap ibu memiliki hak dalam membuat keputusan terbaik untuk dirinya sendiri dan keluarganya, tanpa takut akan penilaian atau kritik dari orang lain. Dukungan, empati, dan pengertian satu sama lain adalah kunci untuk menciptakan lingkungan yang mendukung bagi semua ibu.

Mom shaming bukanlah perilaku yang tepat atau membangun. Sebagai masyarakat, kita perlu berusaha untuk lebih memahami dan mendukung satu sama lain dalam peran sebagai orang tua. Dengan mengurangi perilaku mom shaming, kita dapat menciptakan lingkungan yang lebih positif dan inklusif bagi semua orang tua dan anak-anak.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button