Kesehatan

Mengetahui Penyakit Apa Saja yang Ditandai dengan Telat Haid

Telat haid bisa menjadi tanda awal dari berbagai masalah kesehatan yang perlu diperhatikan. Meskipun terkadang telat haid bisa menjadi hal yang normal, terutama pada wanita yang mengalami perubahan siklus menstruasi, namun telat haid juga dapat menjadi gejala dari kondisi medis yang lebih serius.

Lantas, apa saja kondisi medis yang ditandai dengan telat haid? Nah, dalam artikel ini kita akan menjelaskan mengenai beberapa penyakit yang ditandai dengan telat haid atau menstruasi.

1. Sindrom Ovarium Polikistik (PCOS)

Sindrom ovarium polikistik atau PCOS ialah salah satu penyebab umum telat haid pada wanita. Kondisi ini terjadi ketika kelenjar adrenal atau ovarium menghasilkan hormon yang tidak seimbang, sehingga mengganggu ovulasi. Akibatnya, hal ini bisa menyebabkan telat haid, infertilitas, dan masalah kesehatan lainnya, seperti resistensi insulin dan risiko diabetes tipe 2 meningkat.

2. Hipotiroidisme

Hipotiroidisme adalah kondisi di mana kelenjar tiroid tidak menghasilkan cukup hormon tiroid. Hormon tiroid yang rendah dapat mengganggu siklus menstruasi dan kemudian menyebabkan telat haid. Gejala lain dari hipotiroidisme ialah, seperti kelelahan, penambahan berat badan, dan kulit kering.

3. Amenorrhea

Amenorrhea ialah salah satu masalah reproduksi pada wanita. Gejala kondisi medis ini ditandai dengan tidak mengalami menstruasi atau haid meski sudah memasuki siklus menstruasi. Amenorrhea sendiri terdapat dua jenis, yakni primer dan sekunder.

Amenorrhea primer ialah kondisi saat seorang wanita belum pernah mengalami haid walaupun usianya sudah lebih dari 16 tahun. Sementara itu, amenorrhea sekunder ialah jika seorang wanita di usia suburnya dan sedang tidak dalam kondisi hamil, tidak lagi mengalami menstruasi selama 3 – 6 bulan sejak dari siklus menstruasi terakhirnya.

4. Polip Rahim

Penyakit berikutnya yang ditandai dengan telat atau terlambat haid adalah polip rahim. Polip rahim ialah pertumbuhan jaringan yang tidak normal di dalam rahim. Kondisi ini dapat menyebabkan pendarahan tidak teratur dan telat haid.

5. Tumor Rahim atau Ovarium

Kondisi medis seperti tumor, baik di rahim atau ovarium, seperti fibroid atau kista, dapat mempengaruhi siklus menstruasi dan menyebabkan telat haid. Ini bisa terjadi karena tumor dapat mengganggu produksi hormon ataupun mempengaruhi organ reproduksi secara fisik.

Telat haid merupakan hal yang umum terjadi, terutama jika terjadi sekali atau dua kali dalam setahun dan tidak disertai gejala lain yang mengkhawatirkan. Namun, jika telat haid terjadi secara teratur atau disertai dengan gejala yang mengganggu, penting untuk berkonsultasi dengan dokter untuk menentukan penyebabnya agar bisa mendapat penanganan medis yang tepat.

Mengetahui penyakit-penyakit yang dapat ditandai dengan telat haid adalah langkah awal untuk memahami kondisi kesehatan Anda dengan lebih baik. Semoga, artikel ini bisa menambah referensi TemanMama terkait kesehatan, ya!

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button