Kesehatan

Memahami Bipolar pada Anak: Penyebab dan Ciri-cirinya

Bipolar ialah gangguan mental yang menyebabkan perubahan suasana hati, konsentrasi, ataupun energi pada penderitanya. Meskipun biasanya gangguan ini sering dikaitkan dengan orang dewasa, namun nyatanya gangguan ini juga dapat dialami oleh anak-anak.

Untuk lebih jelasnya, di artikel ini kita akan membahas mengenai penyebab dan ciri-ciri bipolar pada anak.

Penyebab Bipolar pada Anak

Ada beberapa faktor yang diduga bisa meningkatkan risiko seorang anak mengalami gangguan bipolar, di antaranya:

1. Genetik atau Riwayat Keluarga

Anak yang memiliki riwayat keluarga dengan gangguan bipolar memiliki risiko lebih tinggi mengalami kondisi ini. Faktor genetik berpengaruh besar terhadap perkembangan bipolar pada anak.

2. Kelainan Fungsi Otak

Di dalam otak, terdapat senyawa kimia yang berfungsi sebagai penghantar rangsangan ke sel saraf di seluruh bagian tubuh, ialah neurotransmitter. Apabila jumlah neurotransmitter kurang, sistem pengendali aktivitas otak tidak bisa berfungsi sebagaimana seharusnya, termasuk bagian otak yang mengatur perilaku dan emosi.

3. Perubahan Lingkungan

Stres atau trauma yang pernah dialami oleh anak bisa menjadi pemicu gangguan bipolar. Beberapa trauma, seperti perceraian orang tua, ditinggalkan salah satu orang tua karena meninggal, dan pengalaman traumatis lainnya dapat mempengaruhi keseimbangan mental anak.

Ciri-ciri Anak Mengalami Bipolar

Gejala atau ciri-ciri bipolar yang dialami oleh anak cenderung sulit dikenali. Tetapi, setidaknya ada beberapa ciri umum gejala bipolar, seperti:

1. Mood Swing yang Ekstrem

Anak-anak dengan gangguan bipolar mungkin akan mengalami perubahan suasana hati yang drastis, seperti bisa tiba-tiba menjadi sangat sedih, padahal beberapa saat sebelumnya terlihat sangat ceria.

2. Energi Berlebihan

Anak yang mengalami gangguan bipolar cenderung memiliki energi yang berlebihan dan sulit untuk ditenangkan. Kondisi ini, biasanya juga diikuti dengan tindakan yang agresif, impulsif, bahkan hingga bisa melakukan penyerangan.

3. Gangguan Tidur

Anak dengan gangguan bipolar juga cenderung mengalami perubahan pola tidur, seperti insomnia atau hipersomnia. Gangguan tidur ini bisa memperburuk gejala bipolar pada anak, dan bisa menyebabkan anak menjadi kesulitan untuk fokus dan berkonsentrasi.

Memahami penyebab dan ciri-ciri bipolar pada anak sangat penting untuk mendeteksi kondisi ini sejak dini. Meskipun bipolar pada anak bisa menjadi tantangan, namun dengan pengendalian yang tepat, seperti melalui terapi dan dukungan keluarga, hal ini bisa membantu anak menjalani kehidupan yang normal dan produktif.

Jika TemanMama memiliki kekhawatiran mengenai kesehatan mental anak, segera berkonsultasi dengan dokter agar mendapat diagnosis yang tepat dan anak mendapat penanganan medis lebih lanjut.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button