Kehamilan

Kenali Air Ketuban Pecah dan Tanda-tandanya

Ibu hamil seringkali susah untuk mendeteksi air ketuban yang pecah. Terlebih jika ini merupakan kehamilan yang pertama. Selama hamil, janin dikelilingi serta dilindungi oleh membran atau kantung yang berisi air ketuban. Air ketuban umumnya berwarna kuning, namun ada juga yang terlihat bercampur dengan sedikit darah.

Ketika hamil, air ketuban dapat pecah secara tiba-tiba, baik pecah pada tepat waktu (menjelang persalinan) ataupun pecah sebelum usia kehamilan cukup bulan untuk melahirkan. Apabila mengalami ketuban pecah, ibu hamil perlu segera ke dokter untuk mendapat penanganan medis, walaupun belum waktunya melahirkan.

Air ketuban mempunyai peran yang sangat penting di dalam kandungan, mulai dari melindungi janin dari benturan, menjaga suhu tubuh yang optimal untuk janin, mendukung perkembangan organ tubuh janin, dan memberikan ruang untuk pergerakan janin.

Memahami Pecahnya Air Ketuban

Air ketuban pecah bisa terjadi dengan tiba-tiba tanpa disadari oleh ibu hamil. Ciri-ciri air ketuban pecah yang normal ialah berwarna bening, cairan yang dikeluarkan tidak berbau, atau bisa bercampur dengan sedikit darah.

Ketuban pecah biasanya menjadi pertanda bumil akan segera melahirkan. Tetapi, bila ketuban sudah pecah namun bumil tidak kunjung merasakan tanda-tanda akan melahirkan dalam waktu 24 jam, biasanya dokter akan merekomendasikan tindakan induksi.

Tujuan metode induksi ini ialah untuk mempercepat proses persalinan serta mengurangi risiko bayi mengalami komplikasi, seperti misalnya infeksi.

Tanda-tanda Pecahnya Air Ketuban

Berikut merupakan beberapa tanda air ketuban pecah yang dapat dirasakan oleh bumil, seperti:

1. Air Ketuban Menetes

Sebagian ibu hamil mengeluarkan air ketuban menetes sedikit demi sedikit ke kaki. Tetesan air ketuban yang keluar dari vagina umumnya terasa hangat. Merembesnya air ketuban ketika pecah juga sering membuat rok atau celana yang dikenakan oleh bumil tiba-tiba menjadi basah.

2. Terasa Seperti Ada Letupan

Saat air ketuban pecah, beberapa bumil merasakan sensasi seperti letupan, yaitu seperti ada yang mengetuk membran ketuban, setelah itu pecah, dan kemudian ada air yang menyembur.

3. Air Ketuban Mengalir

Sebagian ibu hamil mengeluarkan air ketuban dengan mengalir atau mengucur deras hingga membasahi lantai. Air ketuban yang pecah seperti ini juga dapat membuat bumil menjadi terbangun di tengah tidurnya.

4. Pecahnya Air Ketuban Diikuti dengan Kontraksi

Air ketuban yang pecah biasanya terjadi menjelang persalinan. Hal ini dapat dirasakan bersamaan dengan tanda-tanda persalinan lain, seperti keluarnya lendir diikuti darah melalui vagina dan kontraksi yang semakin lama semakin kencang.

5. Tidak Terasa Apa-apa

Sebagian ibu hamil terkadang tidak menyadari pecahnya air ketuban. Ada yang memang benar-benar tidak merasakannya sama sekali serta ada juga yang tidak mengetahuinya karena sudah mendapat biusĀ  epidural. Bahkan, ada ibu hamil yang mengalami kondisi seperti ini tetap bisa beraktivitas seperti biasa.

Demikian penjelasan mengenai memahami pecahnya air ketuban dan tanda-tandanya. Kondisi ini bisa terjadi begitu cepat, sehingga setelah TemanMama mengetahui informasi terkait air ketuban yang pecah, semoga artikel ini bisa membantu persiapan TemanMama dan Ayah menuju persalinan nantinya, ya.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button