BayiKesehatan

Kejang pada Bayi: Penyebab, Gejala, dan Tindakan Pertama

Kejang pada bayi dapat menjadi pengalaman yang menakutkan bagi orang tua. Kejang merupakan respons otak terhadap gangguan atau ketidaknormalan dalam sistem saraf. Berikut adalah informasi penting mengenai kejang pada bayi.

Penyebab Kejang pada Bayi

  1. Demam Tinggi: Kejang febril adalah jenis kejang yang umum terjadi pada bayi dan anak-anak ketika mereka mengalami demam tinggi.
  2. Infeksi: Infeksi pada otak atau tubuh secara umum dapat memicu kejang pada bayi.
  3. Gangguan Metabolik: Masalah metabolik seperti hipoglikemia atau ketosis dapat menyebabkan kejang pada bayi.
  4. Trauma: Cedera kepala atau trauma lainnya dapat memicu kejang pada bayi.
  5. Kelainan Otak: Beberapa kelainan struktural pada otak atau gangguan neurologis dapat menjadi penyebab kejang.

Gejala Kejang pada Bayi

  1. Gemetar: Bayi dapat mengalami gemetar atau kaku secara tiba-tiba.
  2. Hilang Kesadaran: Kejang sering kali disertai dengan hilang kesadaran sementara pada bayi.
  3. Mengeluarkan Busa dari Mulut: Pada beberapa kasus, bayi dapat mengeluarkan busa dari mulut selama kejang.
  4. Perubahan Warna Kulit: Kulit bayi dapat menjadi pucat atau biru selama kejang.

Tindakan Pertama

  1. Jaga Kepala Bayi: Pastikan kepala bayi dalam posisi yang aman selama kejang.
  2. Letakkan di Sisi: Letakkan bayi dalam posisi menyamping setelah kejang untuk mencegah muntah masuk ke saluran napas.
  3. Hubungi Dokter: Segera hubungi dokter atau layanan darurat jika kejang berlangsung lebih dari lima menit atau jika bayi mengalami kejang berulang.
  4. Kendalikan Demam: Jika kejang terjadi karena demam, usahakan menurunkan demam dengan cara yang benar seperti memberikan obat antipiretik sesuai petunjuk dokter.

Penting untuk diingat bahwa kejang pada bayi memerlukan perhatian medis segera. Setiap kasus dapat berbeda, dan diagnosa serta pengelolaan tergantung pada penyebab spesifik kejang pada bayi tersebut. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter untuk penanganan yang tepat dan mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai kondisi bayi Anda.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button