BayiKesehatan

Beberapa Gangguan Kesehatan yang Rentan Terjadi pada Bayi

Sebagai orang tua, TemanMama pasti merasa cemas ketika si kecil terlihat rewel dan menangis tanpa henti. Sebab, hal ini dapat menjadi pertanda bahwa si kecil sedang dalam keadaan sakit.

Bayi yang sedang dalam kondisi sakit terkadang sulit dikenali karena ia belum dapat berbicara.

Akan tetapi, ada beberapa gejala yang dapat menjadi petunjuk bahwa si kecil sedang merasa sakit, di antaranya seperti demam, bayi terlihat pucat serta lemas, muncul ruam pada kulit, dan tangan serta kaki bayi terasa dingin.

Selain itu, orang tua perlu mengetahui beberapa gejala lain yang menunjukkan si kecil sedang sakit, agar ia bisa segera mendapatkan penanganan medis.

Beberapa Gejala Saat Bayi Sakit

Bayi yang usianya masih di bawah 1 tahun, sistem kekebalan tubuhnya masih belum terbentuk sempurna. Hal inilah yang menjadi alasan bayi lebih rawan jatuh sakit.

Namun, ada beberapa gejala yang bisa memberitahu TemanMama bahwa bayi sedang sakit, mulai dari:

  • Muncul ruam pada kulit bayi.
  • Bayi cenderung tidak mau makan atau menyusu.
  • Suhu tubuh bayi meningkat atau demam.
  • Wajah bayi terlihat pucat.
  • Muntah.
  • Bayi cenderung jarang buang air kecil.
  • Bayi mengalami sesak nafas atau nafasnya berbunyi.
  • Tangan serta kaki bayi terlihat pucat dan terasa dingin.
  • Kejang.

Gangguan Kesehatan yang Rentan pada Bayi

Berikut ini merupakan beberapa gangguan kesehatan yang rentan terjadi pada bayi, seperti:

1. Diare

Gangguan kesehatan yang cukup rentan terjadi pada bayi ialah diare. Diare adalah gangguan pencernaan yang bisa diakibatkan oleh beberapa faktor, mulai dari alergi makanan, infeksi virus, hingga mengkonsumsi makanan yang tercemar kuman dan menyebabkan keracunan.

Diare yang dialami bayi bisa dikenali dengan tekstur tinja yang lebih cair, warnanya lebih gelap, serta baunya cukup menyengat.

2. ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan)

ISPA adalah infeksi pada saluran pernapasan yang umumnya diikuti dengan gejala pilek, batuk, dan demam. Penyakit ini sangat gampang menular, terlebih pada kalangan bayi dan anak-anak. Beberapa contoh penyakit ISPA di antaranya, seperti influenza, bronkiolitis, dan sinusitis.

Biasanya, ISPA yang diakibatkan dari infeksi virus bisa sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan khusus.

3. Sembelit

Sembelit yang dialami si kecil dapat ditandai dengan perutnya yang kembung, frekuensi bayi BAB kurang dari 2 minggu sekali, kotoran yang keras serta kering, dan si kecil terlihat kesakitan hingga menangis saat buang air besar.

Biasanya, sembelit pada si kecil diakibatkan dari konsumsi susu formula yang berlebihan atau terlalu sering, bayi terbiasa mengkonsumsi makanan padat rendah serat, dan kurangnya asupan cairan pada tubuh bayi.

4. Diaper Rash atau Ruam Popok

Diaper rash adalah salah satu gangguan kesehatan yang cukup rentan terjadi pada bayi, terlebih apabila popoknya jarang atau bahkan terlalu lama digantinya. Saat bayi mengalami diaper rash atau ruam popok, bayi cenderung akan lebih rewel karena kulit di sekitar paha atau selangkangannya menjadi iritasi, bentol-bentol, dan membuatnya terasa gatal.

5. Demam

Sebenarnya, demam bukanlah suatu penyakit, tetapi merupakan salah satu tanda atau gejala yang menunjukkan bahwa sistem kekebalan tubuh bayi sedang aktif melawan infeksi virus atau bakteri penyebab penyakit.

Walaupun demam tidak selalu berbahaya, tetapi apabila demam pada bayi diikuti oleh gejala lain, seperti muntah, sulit bernafas, hingga bayi mengalami kejang, maka TemanMama harus mewaspadainya dan segera membawa si kecil ke dokter, ya.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button