BayiKesehatan

Bahaya Tetanus Neonatorum pada Bayi Baru Lahir!

Tetanus neonatorum ialah penyakit tetanus yang terjadi pada bayi baru lahir. Tingkat kematian yang disebabkan oleh tetanus neonatorum sangat tinggi, karena itu pencegahannya lebih diutamakan dibandingkan dengan pengobatannya. Kondisi medis ini seringkali ditemukan di daerah pedesaan yang di mana fasilitas serta tenaga medisnya masih cukup terbatas.

Lalu, apa yang menyebabkan bayi baru lahir mengalami tetanus neonatorum? Berikut uraian selengkapnya.

Apa Itu Tetanus Neonatorum?

Tetanus neonatorum merupakan penyakit tetanus yang menyerang bayi baru lahir. Sebenarnya, penyakit ini dapat menyerang bayi pada usia berapa pun, tetapi kategori kelompok yang paling rentan terserang penyakit ini ialah kelompok bayi yang baru lahir.

Secara umum, tetanus ialah penyakit infeksi yang diakibatkan oleh bakteri Clostridium tetani. Bakteri ini sering ditemukan di debu, tanah, dan kotoran hewan. Bakteri Clostridium tetani bisa menginfeksi bayi melalui luka sobekan, goresan, ataupun luka tusukan yang diakibatkan oleh benda-benda yang terkontaminasi bakteri ini.

Penyebab Infeksi Tetanus Neonatorum

Pada bayi baru lahir, infeksi tetanus neonatorum terjadi karena bakteri ini masuk ke dalam tubuh bayi melalui proses persalinan yang tidak bersih atau higienis, seperti memotong tali pusat bayi dengan alat-alat yang tidak steril.

Risiko bayi terserang tetanus neonatorum juga bisa meningkat bila ibunya tidak terlindungi oleh vaksin TT (tetanus toxoid) selama periode kehamilan. Risiko meningkat ini juga bukan hanya terjadi pada bayi, namun juga pada ibu.

Beberapa faktor lain yang bisa meningkatkan risiko terinfeksi tetanus neonatorum, seperti:

  • Proses persalinan dilakukan di luar layanan fasilitas kesehatan, seperti di rumah.
  • Memiliki history tetanus neonatorum pada anak sebelumnya.
  • Adanya kontaminasi tanah atau lumpur yang berpotensi menularkan bakteri Clostridium tetani pada lokasi atau alat yang digunakan untuk proses persalinan.

Gejala Tetanus Neonatorum

Beberapa gejala yang bisa muncul apabila bayi terinfeksi tetanus neonatorum, di antaranya seperti:

  • Otot wajah dan rahang bayi mengencang atau tegang pada hari ke 2 – 3 usah kelahiran.
  • Mulut bayi menjadi kaku seperti terkunci, sehingga bayi tidak dapat menyusu.
  • Muncul nanah pada bagian tubuh bayi, tepatnya di tali pusat.
  • Bayi mengalami kejang yang dipicu oleh rangsangan suara, sentuhan, dan cahaya.
  • Otot-otot tubuh bayi menjadi kaku, sehingga mengakibatkan tubuh bayi menjadi tegang dan terlihat melengkung ke belakang.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button