Kesehatan

Apakah Anak-anak Bisa Terkena Katarak?

Katarak merupakan kondisi yang biasanya sering dialami oleh lansia atau seseorang yang usianya sudah di atas 60 tahun. Akan tetapi, tidak hanya menyerang lansia, katarak juga dapat dialami oleh anak-anak. Katarak yang dialami oleh si kecil bisa menyebabkan gangguan penglihatan, bahkan hingga bisa menyebabkan kebutaan pada anak. Oleh sebab itu, kondisi ini harus segera ditangani secepat mungkin.

Katarak pada si kecil biasanya diakibatkan oleh cacat bawaan sejak lahir atau kelainan kongenital. Untuk itu, kondisi ini juga biasa dikenal dengan istilah katarak kongenital.

Tanda-tanda Katarak pada Anak

Karena katarak adalah cacat lahir, katarak pada bayi serta anak bisa dideteksi sedini mungkin, bahkan bisa dideteksi sejak si kecil baru dilahirkan. Berikut merupakan beberapa tanda atau gejala yang bisa menunjukkan bahwa si kecil terkena katarak, antara lain:

  • Pupil mata bayi terlihat keputihan atau keabu-abuan jika disinari.
  • Tidak tanggap atau kurang responsif terhadap benda yang bergerak di depan matanya.
  • Anak menjadi rewel saat melihat cahaya terang.
  • Gerakan mata nistagmus atau tidak wajar.

Penyebab Katarak pada si Kecil

Katarak pada si kecil biasanya terjadi akibat gangguan pada pembentukan lensa mata ketika anak masih berada di dalam kandungan. Hal ini juga dapat diakibatkan oleh beberapa kondisi, seperti:

1. Infeksi dalam Kandungan

Infeksi selama kehamilan, misalnya akibat cacar air, rubella, toksoplasmosis, serta sifilis bisa mengakibatkan janin terlahir dengan cacat bawaan, termasuk katarak.

2. Sindrom Down

Sindrom down atau down sindrom ditandai dengan masalah tumbuh kembang serta kelainan fisik, misalnya seperti penyakit jantung bawaan atau kelainan pada organ tubuh tertentu lainnya.

Bayi yang terlahir dengan down sindrom umumnya juga mengalami kelainan pada mata, seperti katarak, hipermetropi, astigmatisme, dan miopi.

3. Faktor Keturunan

Faktor keturunan juga memiliki pengaruh yang cukup besar. Apabila TemanMama, ayah, atau keluarga kandung lainnya ada yang mempunyai riwayat penyakit katarak, si kecil juga mempunyai risiko yang lebih tinggi untuk mengalami katarak.

Selain karena kelainan bawaan sejak anak di dalam kandungan, katarak pada anak juga bisa terjadi karena komplikasi dari penyakit mata, seperti diabetes, cedera yang pernah dialami pada mata, dan akibat terapi radiasi atau mengkonsumsi obat kortikosteroid dalam jangka panjang.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button