Kesehatan

Akromegali: Ketika Pertumbuhan Berlebihan Mengubah Fisik Seseorang

Akromegali adalah kondisi langka yang terjadi ketika kelenjar pituitari di otak menghasilkan terlalu banyak hormon pertumbuhan. Ini menyebabkan pertumbuhan berlebihan pada berbagai bagian tubuh, terutama pada tangan, kaki, wajah, dan tengkorak.

Pada anak-anak kelebihan hormon pertumbuhan pada anak-anak dinamakan gigantisme dan kondisi ini mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan, kelainan ini tergolong sangat jarang terjadi pada anak-anak. Pada orang dewasa, akromegali sering kali ditemukan saat usia paruh baya.

Apa yang Menyebabkan Akromegali?

Penyebab utama akromegali adalah tumor jinak pada kelenjar pituitari yang disebut adenoma. Tumor ini memicu kelenjar pituitari untuk menghasilkan terlalu banyak hormon pertumbuhan. Meskipun langka, kondisi ini juga bisa disebabkan oleh tumor di daerah tubuh lain yang menghasilkan hormon pertumbuhan atau hormon yang serupa.

Gejala yang Harus Diwaspadai

Gejala akromegali berkembang secara perlahan selama bertahun-tahun, membuatnya sulit untuk didiagnosis pada tahap awal. Beberapa gejala yang umumnya terkait dengan akromegali meliputi:

  1. Peningkatan ukuran tangan dan kaki.
  2. Perubahan bentuk wajah, seperti hidung yang lebih besar, bibir yang tebal, dan gigi yang terpisah.
  3. Kehilangan penglihatan atau gangguan penglihatan karena tekanan pada saraf optik.
  4. Sakit kepala.
  5. Kelelahan dan lemah otot.
  6. Keringat berlebih.

Diagnosis dan Pengobatan

Untuk mendiagnosis akromegali, dokter mungkin akan melakukan berbagai tes, termasuk tes darah untuk mengukur kadar hormon, pemindaian pencitraan seperti MRI untuk melihat adanya tumor, dan tes fungsi kelenjar pituitari. Jika terdiagnosis dengan akromegali, pengobatan biasanya bertujuan untuk mengendalikan kadar hormon pertumbuhan dan mengurangi gejala.

  1. Pembedahan: Pilihan pertama dalam pengobatan adalah pembedahan untuk mengangkat tumor pada kelenjar pituitari.
  2. Terapi Obat: Jika pembedahan tidak memungkinkan atau tidak efektif, dokter mungkin akan merekomendasikan terapi obat untuk mengontrol produksi hormon pertumbuhan.
  3. Radioterapi: Radioterapi dapat menjadi pilihan jika tumor tidak dapat diangkat dengan pembedahan atau obat-obatan.

Meskipun terlihat seperti perubahan fisik yang tidak mengancam jiwa, akromegali memiliki konsekuensi serius jika tidak diobati. Tekanan darah tinggi, penyakit jantung, diabetes, dan gangguan tidur adalah beberapa komplikasi yang dapat muncul dari kondisi ini. Selain itu, risiko kematian juga meningkat jika akromegali tidak ditangani dengan benar.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button