{"id":9589,"date":"2024-05-01T15:09:43","date_gmt":"2024-05-01T15:09:43","guid":{"rendered":"https:\/\/temanmama.org\/?p=9589"},"modified":"2024-05-01T15:09:43","modified_gmt":"2024-05-01T15:09:43","slug":"makanan-yang-bisa-menyebabkan-asi-berkurang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/temanmama.org\/?p=9589","title":{"rendered":"Makanan yang Bisa Menyebabkan ASI Berkurang"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Air susu ibu atau ASI merupakan sumber gizi utama bagi bayi yang baru lahir. Namun, tidak jarang para ibu menyusui mengalami kendala dalam memproduksi ASI yang cukup. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Nah<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, salah satu faktor yang dapat mempengaruhi produksi ASI adalah pola makan ibu. Pasalnya, beberapa jenis makanan bisa menjadi penyebab ASI berkurang, dan penting bagi para ibu menyusui untuk mengetahui hal ini agar bisa mengatasi masalah tersebut dengan cepat dan tepat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk membantu para ibu menyusui, berikut ialah beberapa makanan yang bisa menyebabkan ASI berkurang, di antaranya mulai dari:<\/span><\/p>\n<h4><strong>1. Karbohidrat Refined<\/strong><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Konsumsi karbohidrat refined, seperti roti putih, kue, dan gula-gula, dapat mempengaruhi kadar gula darah secara drastis. Penurunan gula darah yang cepat bisa mengganggu keseimbangan hormon prolaktin, yang bertanggung jawab atas produksi ASI. Karena itu, sebaiknya, ibu menyusui memilih karbohidrat kompleks yang lebih sehat, seperti roti gandum utuh, beras merah, dan oatmeal.<\/span><\/p>\n<h4><strong>2. Minuman Berkafein<\/strong><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kandungan kafein dalam minuman, seperti kopi, teh, dan minuman bersoda dapat memiliki efek diuretik, yang berarti dapat meningkatkan produksi urine dan mengurangi cairan dalam tubuh. Akibatnya, konsumsi berlebihan kafein juga dapat menyebabkan dehidrasi pada ibu menyusui, yang kemudian kondisi ini bisa mengurangi volume ASI yang dihasilkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Karena itu, disarankan bagi ibu menyusui untuk membatasi asupan kafein dan memilih alternatif yang lebih sehat, seperti air putih atau jus buah segar.<\/span><\/p>\n<h4><strong>3. Makanan dengan Tinggi Garam<\/strong><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Konsumsi makanan yang tinggi garam, seperti makanan olahan dan makanan cepat saji, dapat menyebabkan retensi air dalam tubuh. Akibatnya, hal ini bisa mengganggu keseimbangan cairan dalam tubuh dan akhirnya mempengaruhi produksi ASI. Maka dari itu, para ibu menyusui disarankan untuk memperhatikan asupan garam mereka dan memilih makanan yang rendah garam untuk mendukung kesehatan dan agar produksi ASI bisa optimal.<\/span><\/p>\n<h4><strong>4. Alkohol<\/strong><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Konsumsi alkohol dapat memiliki dampak negatif pada produksi ASI dan kesehatan bayi. Pasalnya alkohol bisa memasuki ASI dan mempengaruhi rasa serta aroma ASI, yang bisa membuat si kecil menolak untuk menyusu. Selain itu, alkohol juga dapat mengganggu produksi hormon oksitosin yang penting untuk pelepasan ASI.<\/span><\/p>\n<h4><strong>5. Makanan Berlemak Jenuh Tinggi<\/strong><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Makanan yang mengandung lemak jenuh tinggi, seperti makanan olahan yang mengandung minyak kelapa atau mentega, dapat mengganggu aliran darah ke payudara. Akibatnya, ini bisa mengurangi produksi ASI karena pasokan darah yang berkurang ke kelenjar susu. Karena itu, para ibu disarankan untuk memilih sumber lemak sehat, seperti alpukat, kacang-kacangan, dan minyak zaitun, untuk mendukung produksi ASI yang optimal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pola makan yang sehat dan seimbang sangat penting bagi ibu menyusui untuk mendukung produksi ASI yang optimal. Dengan memperhatikan asupan makanan dan memilih makanan yang lebih sehat dan bergizi, para ibu menyusui dapat membantu memastikan bahwa mereka memiliki ASI yang cukup dan berkualitas untuk mendukung tumbuh kembang bayi.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Air susu ibu atau ASI merupakan sumber gizi utama bagi bayi yang baru lahir. Namun, tidak jarang para ibu menyusui mengalami kendala dalam memproduksi ASI yang cukup. Nah, salah satu faktor yang dapat mempengaruhi produksi ASI adalah pola makan ibu. Pasalnya, beberapa jenis makanan bisa menjadi penyebab ASI berkurang, dan penting bagi para ibu menyusui &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":9588,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9],"tags":[],"class_list":["post-9589","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-menyusui"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.6 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Makanan yang Bisa Menyebabkan ASI Berkurang - TemanMama<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"1. Karbohidrat Refined, 2. Minuman Berkafein, 3. Makanan dengan Tinggi Garam, 4. Alkohol, 5. Makanan Berlemak Jenuh Tinggi. Selengkapnya cek di sini!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/temanmama.org\/?p=9589\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Makanan yang Bisa Menyebabkan ASI Berkurang - TemanMama\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"1. Karbohidrat Refined, 2. Minuman Berkafein, 3. Makanan dengan Tinggi Garam, 4. Alkohol, 5. Makanan Berlemak Jenuh Tinggi. Selengkapnya cek di sini!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/temanmama.org\/?p=9589\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"TemanMama\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-05-01T15:09:43+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/WhatsApp-Image-2024-05-01-at-15.00.26.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1500\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1000\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"N0tty\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"N0tty\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=9589#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=9589\"},\"author\":{\"name\":\"N0tty\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/64b9e3ca99c6a26fc49b719086cf664c\"},\"headline\":\"Makanan yang Bisa Menyebabkan ASI Berkurang\",\"datePublished\":\"2024-05-01T15:09:43+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=9589\"},\"wordCount\":434,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=9589#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/WhatsApp-Image-2024-05-01-at-15.00.26.jpeg\",\"articleSection\":[\"Menyusui\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/temanmama.org\/?p=9589#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=9589\",\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=9589\",\"name\":\"Makanan yang Bisa Menyebabkan ASI Berkurang - TemanMama\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=9589#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=9589#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/WhatsApp-Image-2024-05-01-at-15.00.26.jpeg\",\"datePublished\":\"2024-05-01T15:09:43+00:00\",\"description\":\"1. Karbohidrat Refined, 2. Minuman Berkafein, 3. Makanan dengan Tinggi Garam, 4. Alkohol, 5. Makanan Berlemak Jenuh Tinggi. Selengkapnya cek di sini!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=9589#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/temanmama.org\/?p=9589\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=9589#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/WhatsApp-Image-2024-05-01-at-15.00.26.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/WhatsApp-Image-2024-05-01-at-15.00.26.jpeg\",\"width\":1500,\"height\":1000},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=9589#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/temanmama.org\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Makanan yang Bisa Menyebabkan ASI Berkurang\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#website\",\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/\",\"name\":\"TemanMama\",\"description\":\"TemanMama menyajikan informasi parenting, Ibu dan Anak, kehamilan seputar hubungan keluarga serta tips bermanfaat lainnya untuk Mama.\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#organization\"},\"alternateName\":\"Teman Mama & Info Seputar Parenting\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/temanmama.org\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#organization\",\"name\":\"TemanMama\",\"alternateName\":\"Teman Mama Parenting Keluarga\",\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/logo.png\",\"contentUrl\":\"http:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/logo.png\",\"width\":536,\"height\":239,\"caption\":\"TemanMama\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/64b9e3ca99c6a26fc49b719086cf664c\",\"name\":\"N0tty\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/99e6904fede8030975183a9cf70862ee7f280597b5621917dcb97037a703ffdb?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/99e6904fede8030975183a9cf70862ee7f280597b5621917dcb97037a703ffdb?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"N0tty\"},\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/?author=3\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Makanan yang Bisa Menyebabkan ASI Berkurang - TemanMama","description":"1. Karbohidrat Refined, 2. Minuman Berkafein, 3. Makanan dengan Tinggi Garam, 4. Alkohol, 5. Makanan Berlemak Jenuh Tinggi. Selengkapnya cek di sini!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/temanmama.org\/?p=9589","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Makanan yang Bisa Menyebabkan ASI Berkurang - TemanMama","og_description":"1. Karbohidrat Refined, 2. Minuman Berkafein, 3. Makanan dengan Tinggi Garam, 4. Alkohol, 5. Makanan Berlemak Jenuh Tinggi. Selengkapnya cek di sini!","og_url":"https:\/\/temanmama.org\/?p=9589","og_site_name":"TemanMama","article_published_time":"2024-05-01T15:09:43+00:00","og_image":[{"width":1500,"height":1000,"url":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/WhatsApp-Image-2024-05-01-at-15.00.26.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"N0tty","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"N0tty","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=9589#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=9589"},"author":{"name":"N0tty","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/64b9e3ca99c6a26fc49b719086cf664c"},"headline":"Makanan yang Bisa Menyebabkan ASI Berkurang","datePublished":"2024-05-01T15:09:43+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=9589"},"wordCount":434,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=9589#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/WhatsApp-Image-2024-05-01-at-15.00.26.jpeg","articleSection":["Menyusui"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/temanmama.org\/?p=9589#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=9589","url":"https:\/\/temanmama.org\/?p=9589","name":"Makanan yang Bisa Menyebabkan ASI Berkurang - TemanMama","isPartOf":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=9589#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=9589#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/WhatsApp-Image-2024-05-01-at-15.00.26.jpeg","datePublished":"2024-05-01T15:09:43+00:00","description":"1. Karbohidrat Refined, 2. Minuman Berkafein, 3. Makanan dengan Tinggi Garam, 4. Alkohol, 5. Makanan Berlemak Jenuh Tinggi. Selengkapnya cek di sini!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=9589#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/temanmama.org\/?p=9589"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=9589#primaryimage","url":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/WhatsApp-Image-2024-05-01-at-15.00.26.jpeg","contentUrl":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/WhatsApp-Image-2024-05-01-at-15.00.26.jpeg","width":1500,"height":1000},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=9589#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/temanmama.org\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Makanan yang Bisa Menyebabkan ASI Berkurang"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#website","url":"https:\/\/temanmama.org\/","name":"TemanMama","description":"TemanMama menyajikan informasi parenting, Ibu dan Anak, kehamilan seputar hubungan keluarga serta tips bermanfaat lainnya untuk Mama.","publisher":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/#organization"},"alternateName":"Teman Mama & Info Seputar Parenting","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/temanmama.org\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#organization","name":"TemanMama","alternateName":"Teman Mama Parenting Keluarga","url":"https:\/\/temanmama.org\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"http:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/logo.png","contentUrl":"http:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/logo.png","width":536,"height":239,"caption":"TemanMama"},"image":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/64b9e3ca99c6a26fc49b719086cf664c","name":"N0tty","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/99e6904fede8030975183a9cf70862ee7f280597b5621917dcb97037a703ffdb?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/99e6904fede8030975183a9cf70862ee7f280597b5621917dcb97037a703ffdb?s=96&d=mm&r=g","caption":"N0tty"},"url":"https:\/\/temanmama.org\/?author=3"}]}},"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9589","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=9589"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9589\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9590,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9589\/revisions\/9590"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/9588"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=9589"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=9589"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=9589"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}