{"id":8925,"date":"2024-04-18T17:16:28","date_gmt":"2024-04-18T17:16:28","guid":{"rendered":"https:\/\/temanmama.org\/?p=8925"},"modified":"2024-04-18T17:16:28","modified_gmt":"2024-04-18T17:16:28","slug":"mengatasi-penyakit-kuning-pada-bayi-panduan-dan-perawatan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/temanmama.org\/?p=8925","title":{"rendered":"Mengatasi Penyakit Kuning pada Bayi: Panduan dan Perawatan"},"content":{"rendered":"<div class=\"flex flex-grow flex-col max-w-full\">\n<div class=\"min-h-[20px] text-message flex flex-col items-start gap-3 whitespace-pre-wrap break-words [.text-message+&amp;]:mt-5 overflow-x-auto\" dir=\"auto\" data-message-author-role=\"assistant\" data-message-id=\"23b6a8df-8c8f-4936-9412-34b78907a1a5\">\n<div class=\"markdown prose w-full break-words dark:prose-invert dark\">\n<p>Penyakit kuning, atau yang disebut juga sebagai <em>ikterus neonatorum<\/em>, adalah kondisi umum yang sering terjadi pada bayi baru lahir. Penyakit ini terjadi ketika kadar bilirubin dalam darah bayi meningkat, yang menyebabkan kulit dan mata bayi menjadi kuning. Meskipun biasanya tidak berbahaya, tetapi jika tidak diobati dengan tepat, penyakit kuning dapat menyebabkan komplikasi serius. Oleh karena itu, penting bagi orangtua untuk memahami penyebab, gejala, dan perawatan yang tepat untuk mengatasi penyakit kuning pada bayi.<\/p>\n<h3><strong>Penyebab Penyakit Kuning pada Bayi<\/strong><\/h3>\n<p>Penyebab utama penyakit kuning pada bayi adalah akumulasi bilirubin dalam darah. Bilirubin adalah zat yang dihasilkan oleh tubuh saat memecah sel darah merah yang sudah tua. Pada bayi baru lahir, hati belum sepenuhnya matang, sehingga mungkin belum efisien dalam memproses bilirubin dengan cepat. Selain itu, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko bayi mengalami penyakit kuning, antara lain:<\/p>\n<ol>\n<li>Kelahiran prematur.<\/li>\n<li>Perdarahan dalam rahim atau setelah lahir.<\/li>\n<li>Masalah pada sistem pencernaan yang membuat bayi sulit mengeluarkan bilirubin.<\/li>\n<li>Perbedaan golongan darah antara ibu dan bayi (incompatibilitas rhesus).<\/li>\n<li>Infeksi.<\/li>\n<\/ol>\n<h3><strong>Gejala Penyakit Kuning pada Bayi<\/strong><\/h3>\n<p>Tanda dan gejala penyakit kuning pada bayi meliputi:<\/p>\n<ol>\n<li>Kulit dan bagian putih mata bayi yang berwarna kuning.<\/li>\n<li>Bayi tampak lemas atau lesu.<\/li>\n<li>Penurunan nafsu makan.<\/li>\n<li>Urin bayi yang berwarna gelap.<\/li>\n<li>Kotoran bayi yang berwarna pucat.<\/li>\n<li>Bayi tampak rewel atau sulit tertidur.<\/li>\n<\/ol>\n<h3><strong>Perawatan dan Pengobatan<\/strong><\/h3>\n<p>Perawatan untuk penyakit kuning pada bayi tergantung pada tingkat keparahan dan penyebabnya. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengobati penyakit kuning pada bayi:<\/p>\n<ol>\n<li><strong>Pemberian Cahaya UV<\/strong>: Salah satu metode pengobatan yang umum untuk penyakit kuning pada bayi adalah terapi cahaya UV, juga dikenal sebagai fototerapi. Dalam terapi ini, bayi ditempatkan di bawah lampu khusus yang membantu mengubah bilirubin dalam darah menjadi bentuk yang mudah dikeluarkan dari tubuh.<\/li>\n<li><strong>Pemberian ASI<\/strong>: Menyusui secara teratur dapat membantu meningkatkan frekuensi buang air besar dan buang air kecil bayi, sehingga membantu mengeluarkan bilirubin dari tubuh.<\/li>\n<li><strong>Pemeriksaan Kesehatan<\/strong>: Dokter akan melakukan pemeriksaan rutin untuk memantau kadar bilirubin dalam darah bayi dan menentukan apakah perawatan tambahan diperlukan.<\/li>\n<li><strong>Transfusi Darah<\/strong>: Dalam kasus yang jarang terjadi, bayi mungkin memerlukan transfusi darah untuk mengurangi kadar bilirubin yang tinggi dalam darah.<\/li>\n<\/ol>\n<h3><strong>Pencegahan Penyakit Kuning pada Bayi<\/strong><\/h3>\n<p>Beberapa langkah pencegahan dapat membantu mengurangi risiko bayi mengalami penyakit kuning, antara lain:<\/p>\n<ol>\n<li>Menjaga bayi agar tetap terhidrasi dengan baik dengan memberikan ASI atau susu formula secara teratur.<\/li>\n<li>Memperhatikan gejala penyakit kuning dan segera berkonsultasi dengan dokter jika terjadi perubahan warna kulit atau mata bayi.<\/li>\n<li>Melakukan pemeriksaan rutin pada bayi oleh dokter atau bidan setelah kelahiran.<\/li>\n<\/ol>\n<p>Penyakit kuning pada bayi adalah kondisi umum yang sering terjadi dan biasanya dapat diobati dengan tepat. Namun, penting bagi orangtua untuk memahami gejala dan perawatan yang tepat agar dapat mengatasi penyakit kuning dengan efektif dan mencegah terjadinya komplikasi. Dengan perawatan yang tepat dan pemantauan yang teratur oleh dokter, sebagian besar bayi dapat pulih sepenuhnya dari penyakit kuning tanpa masalah jangka panjang.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<div class=\"mt-1 flex gap-3 empty:hidden\">\n<div class=\"text-xs flex items-center justify-center gap-1 self-center visible\"><\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Penyakit kuning, atau yang disebut juga sebagai ikterus neonatorum, adalah kondisi umum yang sering terjadi pada bayi baru lahir. Penyakit ini terjadi ketika kadar bilirubin dalam darah bayi meningkat, yang menyebabkan kulit dan mata bayi menjadi kuning. Meskipun biasanya tidak berbahaya, tetapi jika tidak diobati dengan tepat, penyakit kuning dapat menyebabkan komplikasi serius. Oleh karena &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":8924,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[13],"tags":[],"class_list":["post-8925","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bayi"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.6 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Mengatasi Penyakit Kuning pada Bayi: Panduan dan Perawatan - TemanMama<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Penyakit kuning pada bayi adalah kondisi umum yang sering terjadi dan biasanya dapat diobati dengan tepat. Namun, penting bagi orangtua untuk memahami gejala dan perawatan yang tepat agar dapat mengatasi penyakit kuning dengan efektif dan mencegah terjadinya komplikasi.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/temanmama.org\/?p=8925\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Mengatasi Penyakit Kuning pada Bayi: Panduan dan Perawatan - TemanMama\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Penyakit kuning pada bayi adalah kondisi umum yang sering terjadi dan biasanya dapat diobati dengan tepat. Namun, penting bagi orangtua untuk memahami gejala dan perawatan yang tepat agar dapat mengatasi penyakit kuning dengan efektif dan mencegah terjadinya komplikasi.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/temanmama.org\/?p=8925\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"TemanMama\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-04-18T17:16:28+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/img_2fchQ3r.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1000\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"500\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"N0tty\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"N0tty\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=8925#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=8925\"},\"author\":{\"name\":\"N0tty\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/64b9e3ca99c6a26fc49b719086cf664c\"},\"headline\":\"Mengatasi Penyakit Kuning pada Bayi: Panduan dan Perawatan\",\"datePublished\":\"2024-04-18T17:16:28+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=8925\"},\"wordCount\":475,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=8925#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/img_2fchQ3r.jpg\",\"articleSection\":[\"Bayi\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/temanmama.org\/?p=8925#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=8925\",\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=8925\",\"name\":\"Mengatasi Penyakit Kuning pada Bayi: Panduan dan Perawatan - TemanMama\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=8925#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=8925#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/img_2fchQ3r.jpg\",\"datePublished\":\"2024-04-18T17:16:28+00:00\",\"description\":\"Penyakit kuning pada bayi adalah kondisi umum yang sering terjadi dan biasanya dapat diobati dengan tepat. Namun, penting bagi orangtua untuk memahami gejala dan perawatan yang tepat agar dapat mengatasi penyakit kuning dengan efektif dan mencegah terjadinya komplikasi.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=8925#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/temanmama.org\/?p=8925\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=8925#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/img_2fchQ3r.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/img_2fchQ3r.jpg\",\"width\":1000,\"height\":500},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=8925#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/temanmama.org\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Mengatasi Penyakit Kuning pada Bayi: Panduan dan Perawatan\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#website\",\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/\",\"name\":\"TemanMama\",\"description\":\"TemanMama menyajikan informasi parenting, Ibu dan Anak, kehamilan seputar hubungan keluarga serta tips bermanfaat lainnya untuk Mama.\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#organization\"},\"alternateName\":\"Teman Mama & Info Seputar Parenting\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/temanmama.org\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#organization\",\"name\":\"TemanMama\",\"alternateName\":\"Teman Mama Parenting Keluarga\",\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/logo.png\",\"contentUrl\":\"http:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/logo.png\",\"width\":536,\"height\":239,\"caption\":\"TemanMama\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/64b9e3ca99c6a26fc49b719086cf664c\",\"name\":\"N0tty\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/99e6904fede8030975183a9cf70862ee7f280597b5621917dcb97037a703ffdb?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/99e6904fede8030975183a9cf70862ee7f280597b5621917dcb97037a703ffdb?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"N0tty\"},\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/?author=3\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Mengatasi Penyakit Kuning pada Bayi: Panduan dan Perawatan - TemanMama","description":"Penyakit kuning pada bayi adalah kondisi umum yang sering terjadi dan biasanya dapat diobati dengan tepat. Namun, penting bagi orangtua untuk memahami gejala dan perawatan yang tepat agar dapat mengatasi penyakit kuning dengan efektif dan mencegah terjadinya komplikasi.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/temanmama.org\/?p=8925","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Mengatasi Penyakit Kuning pada Bayi: Panduan dan Perawatan - TemanMama","og_description":"Penyakit kuning pada bayi adalah kondisi umum yang sering terjadi dan biasanya dapat diobati dengan tepat. Namun, penting bagi orangtua untuk memahami gejala dan perawatan yang tepat agar dapat mengatasi penyakit kuning dengan efektif dan mencegah terjadinya komplikasi.","og_url":"https:\/\/temanmama.org\/?p=8925","og_site_name":"TemanMama","article_published_time":"2024-04-18T17:16:28+00:00","og_image":[{"width":1000,"height":500,"url":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/img_2fchQ3r.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"N0tty","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"N0tty","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=8925#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=8925"},"author":{"name":"N0tty","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/64b9e3ca99c6a26fc49b719086cf664c"},"headline":"Mengatasi Penyakit Kuning pada Bayi: Panduan dan Perawatan","datePublished":"2024-04-18T17:16:28+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=8925"},"wordCount":475,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=8925#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/img_2fchQ3r.jpg","articleSection":["Bayi"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/temanmama.org\/?p=8925#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=8925","url":"https:\/\/temanmama.org\/?p=8925","name":"Mengatasi Penyakit Kuning pada Bayi: Panduan dan Perawatan - TemanMama","isPartOf":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=8925#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=8925#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/img_2fchQ3r.jpg","datePublished":"2024-04-18T17:16:28+00:00","description":"Penyakit kuning pada bayi adalah kondisi umum yang sering terjadi dan biasanya dapat diobati dengan tepat. Namun, penting bagi orangtua untuk memahami gejala dan perawatan yang tepat agar dapat mengatasi penyakit kuning dengan efektif dan mencegah terjadinya komplikasi.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=8925#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/temanmama.org\/?p=8925"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=8925#primaryimage","url":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/img_2fchQ3r.jpg","contentUrl":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/img_2fchQ3r.jpg","width":1000,"height":500},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=8925#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/temanmama.org\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Mengatasi Penyakit Kuning pada Bayi: Panduan dan Perawatan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#website","url":"https:\/\/temanmama.org\/","name":"TemanMama","description":"TemanMama menyajikan informasi parenting, Ibu dan Anak, kehamilan seputar hubungan keluarga serta tips bermanfaat lainnya untuk Mama.","publisher":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/#organization"},"alternateName":"Teman Mama & Info Seputar Parenting","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/temanmama.org\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#organization","name":"TemanMama","alternateName":"Teman Mama Parenting Keluarga","url":"https:\/\/temanmama.org\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"http:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/logo.png","contentUrl":"http:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/logo.png","width":536,"height":239,"caption":"TemanMama"},"image":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/64b9e3ca99c6a26fc49b719086cf664c","name":"N0tty","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/99e6904fede8030975183a9cf70862ee7f280597b5621917dcb97037a703ffdb?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/99e6904fede8030975183a9cf70862ee7f280597b5621917dcb97037a703ffdb?s=96&d=mm&r=g","caption":"N0tty"},"url":"https:\/\/temanmama.org\/?author=3"}]}},"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8925","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=8925"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8925\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8926,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8925\/revisions\/8926"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/8924"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=8925"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=8925"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=8925"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}