{"id":7437,"date":"2024-03-22T15:55:29","date_gmt":"2024-03-22T15:55:29","guid":{"rendered":"https:\/\/temanmama.org\/?p=7437"},"modified":"2024-03-22T15:55:29","modified_gmt":"2024-03-22T15:55:29","slug":"mengenal-risiko-kehamilan-bayi-kembar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/temanmama.org\/?p=7437","title":{"rendered":"Mengenal Risiko Kehamilan Bayi Kembar"},"content":{"rendered":"<p data-id=\"1f6fa6c1-62f6-4e6d-851d-a05d4a764d50\" data-pm-slice=\"1 1 []\">Kehamilan bayi kembar adalah saat yang penuh kegembiraan bagi calon orangtua. Meskipun begitu, ada beberapa risiko yang perlu dipahami dan diperhatikan oleh ibu yang hamil bayi kembar di tengah kegembiraan tersebut. Memahami risiko-risiko ini sangat penting untuk persiapan yang optimal dan mengurangi kemungkinan komplikasi selama kehamilan. Berikut beberapa komplikasi kehamilan kembar yang dapat terjadi.<\/p>\n<div class=\"w-full text-token-text-primary\" data-testid=\"conversation-turn-3\">\n<div class=\"px-4 py-2 justify-center text-base md:gap-6 m-auto\">\n<div class=\"flex flex-1 text-base mx-auto gap-3 md:px-5 lg:px-1 xl:px-5 md:max-w-3xl lg:max-w-[40rem] xl:max-w-[48rem] group final-completion\">\n<div class=\"relative flex w-full flex-col agent-turn\">\n<div class=\"flex-col gap-1 md:gap-3\">\n<div class=\"flex flex-grow flex-col max-w-full\">\n<div class=\"min-h-[20px] text-message flex flex-col items-start gap-3 whitespace-pre-wrap break-words [.text-message+&amp;]:mt-5 overflow-x-auto\" data-message-author-role=\"assistant\" data-message-id=\"01426cd1-ed3c-4831-89ac-2303006f6849\">\n<div class=\"markdown prose w-full break-words dark:prose-invert dark\">\n<h4>1. <strong>Komplikasi Kesehatan<\/strong><\/h4>\n<p>Kehamilan bayi kembar dapat meningkatkan risiko terjadinya beberapa komplikasi kesehatan bagi calon ibu, seperti preeklamsia (tekanan darah tinggi), diabetes gestasional, dan anemia. Sang ibu yang mengandung bayi kembar juga lebih rentan terhadap penyakit pernapasan dan infeksi saluran kemih.<\/p>\n<h4>2. <strong>Kelahiran Prematur<\/strong><\/h4>\n<p>Kehamilan bayi kembar sering kali berujung pada kelahiran prematur, di mana bayi dilahirkan sebelum mencapai usia gestasi yang penuh (biasanya sekitar 37 minggu kehamilan). Kelahiran prematur dapat meningkatkan risiko komplikasi pada bayi, seperti gangguan pernapasan, masalah pendengaran, dan perkembangan yang tertunda.<\/p>\n<h4>3. <strong>Pertumbuhan Terganggu<\/strong><\/h4>\n<p>Dalam kehamilan bayi kembar, risiko pertumbuhan terganggu pada salah satu atau kedua bayi lebih tinggi. Hal ini dapat menyebabkan ketidakseimbangan berat badan antara bayi-bayi tersebut, yang bisa berdampak pada kesehatan mereka setelah dilahirkan.<\/p>\n<h4>4. <strong>Kehamilan Ganda<\/strong><\/h4>\n<p>Kehamilan ganda meningkatkan beban kerja jantung dan organ-organ tubuh lainnya pada ibu, sehingga meningkatkan risiko penyakit jantung dan pernapasan. Pada kehamilan ganda, ibu juga cenderung mengalami kenaikan berat badan yang lebih besar, yang bisa memperburuk masalah kesehatan yang sudah ada sebelumnya.<\/p>\n<h4>5. <strong>Kehamilan Ektopik<\/strong><\/h4>\n<p>Kehamilan ektopik, di mana telur janin berkembang di luar rahim, juga memiliki risiko lebih tinggi pada kehamilan bayi kembar. Kondisi ini sangat berbahaya dan memerlukan penanganan medis segera.<\/p>\n<h4>6. <strong>Tingkat Stres yang Lebih Tinggi<\/strong><\/h4>\n<p>Ibu yang mengandung bayi kembar cenderung mengalami tingkat stres yang lebih tinggi dibandingkan dengan kehamilan tunggal. Hal ini dapat memengaruhi kesehatan mental dan emosional ibu, serta mempengaruhi kesejahteraan keseluruhan keluarga.<\/p>\n<p><span class=\"css-96zuhp-word-diff\">Kehamilan <\/span><span class=\"css-96zuhp-word-diff\">kembar adalah anugerah yang luar biasa, tetapi <\/span><span class=\"css-96zuhp-word-diff css-1u4zuq6-word-added\">membutuhkan <\/span><span class=\"css-96zuhp-word-diff\">perhatian khusus karena risiko yang terkait dengannya. Penting bagi ibu yang mengandung <\/span><span class=\"css-96zuhp-word-diff css-1u4zuq6-word-added\">anak <\/span><span class=\"css-96zuhp-word-diff\">kembar untuk memperhatikan <\/span><span class=\"css-96zuhp-word-diff css-1u4zuq6-word-added\">kesehatannya<\/span><span class=\"css-96zuhp-word-diff\">, mengikuti <\/span><span class=\"css-96zuhp-word-diff css-1u4zuq6-word-added\">anjuran <\/span><span class=\"css-96zuhp-word-diff css-1u4zuq6-word-added\">dokter<\/span><span class=\"css-96zuhp-word-diff\">, dan melakukan kunjungan <\/span><span class=\"css-96zuhp-word-diff css-1u4zuq6-word-added\">pranatal <\/span><span class=\"css-96zuhp-word-diff\">secara teratur. Dengan pemantauan yang cermat dan perawatan yang tepat, banyak dari risiko <\/span><span class=\"css-96zuhp-word-diff css-1u4zuq6-word-added\">ini <\/span><span class=\"css-96zuhp-word-diff\">dapat diatasi atau <\/span><span class=\"css-96zuhp-word-diff\">dicegah, memungkinkan kelahiran <\/span><span class=\"css-96zuhp-word-diff css-1u4zuq6-word-added\">anak <\/span><span class=\"css-96zuhp-word-diff\">kembar yang sehat dan bahagia.<\/span><\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kehamilan bayi kembar adalah saat yang penuh kegembiraan bagi calon orangtua. Meskipun begitu, ada beberapa risiko yang perlu dipahami dan diperhatikan oleh ibu yang hamil bayi kembar di tengah kegembiraan tersebut. Memahami risiko-risiko ini sangat penting untuk persiapan yang optimal dan mengurangi kemungkinan komplikasi selama kehamilan. Berikut beberapa komplikasi kehamilan kembar yang dapat terjadi. 1. &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":7436,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-7437","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kehamilan"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.6 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Mengenal Risiko Kehamilan Bayi Kembar - TemanMama<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Kehamilan kembar adalah anugerah yang luar biasa, tetapi membutuhkan perhatian khusus karena risiko yang terkait dengannya. Penting bagi ibu yang mengandung anak kembar untuk memperhatikan kesehatannya, mengikuti anjuran dokter, dan melakukan kunjungan pranatal secara teratur.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/temanmama.org\/?p=7437\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Mengenal Risiko Kehamilan Bayi Kembar - TemanMama\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Kehamilan kembar adalah anugerah yang luar biasa, tetapi membutuhkan perhatian khusus karena risiko yang terkait dengannya. Penting bagi ibu yang mengandung anak kembar untuk memperhatikan kesehatannya, mengikuti anjuran dokter, dan melakukan kunjungan pranatal secara teratur.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/temanmama.org\/?p=7437\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"TemanMama\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-03-22T15:55:29+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/GettyImages-1425825444-0836c3e43c1842bd8263c2883defc5c9.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1500\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1000\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"N0tty\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"N0tty\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=7437#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=7437\"},\"author\":{\"name\":\"N0tty\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/64b9e3ca99c6a26fc49b719086cf664c\"},\"headline\":\"Mengenal Risiko Kehamilan Bayi Kembar\",\"datePublished\":\"2024-03-22T15:55:29+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=7437\"},\"wordCount\":343,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=7437#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/GettyImages-1425825444-0836c3e43c1842bd8263c2883defc5c9.jpg\",\"articleSection\":[\"Kehamilan\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/temanmama.org\/?p=7437#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=7437\",\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=7437\",\"name\":\"Mengenal Risiko Kehamilan Bayi Kembar - TemanMama\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=7437#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=7437#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/GettyImages-1425825444-0836c3e43c1842bd8263c2883defc5c9.jpg\",\"datePublished\":\"2024-03-22T15:55:29+00:00\",\"description\":\"Kehamilan kembar adalah anugerah yang luar biasa, tetapi membutuhkan perhatian khusus karena risiko yang terkait dengannya. Penting bagi ibu yang mengandung anak kembar untuk memperhatikan kesehatannya, mengikuti anjuran dokter, dan melakukan kunjungan pranatal secara teratur.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=7437#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/temanmama.org\/?p=7437\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=7437#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/GettyImages-1425825444-0836c3e43c1842bd8263c2883defc5c9.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/GettyImages-1425825444-0836c3e43c1842bd8263c2883defc5c9.jpg\",\"width\":1500,\"height\":1000},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=7437#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/temanmama.org\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Mengenal Risiko Kehamilan Bayi Kembar\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#website\",\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/\",\"name\":\"TemanMama\",\"description\":\"TemanMama menyajikan informasi parenting, Ibu dan Anak, kehamilan seputar hubungan keluarga serta tips bermanfaat lainnya untuk Mama.\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#organization\"},\"alternateName\":\"Teman Mama & Info Seputar Parenting\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/temanmama.org\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#organization\",\"name\":\"TemanMama\",\"alternateName\":\"Teman Mama Parenting Keluarga\",\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/logo.png\",\"contentUrl\":\"http:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/logo.png\",\"width\":536,\"height\":239,\"caption\":\"TemanMama\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/64b9e3ca99c6a26fc49b719086cf664c\",\"name\":\"N0tty\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/99e6904fede8030975183a9cf70862ee7f280597b5621917dcb97037a703ffdb?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/99e6904fede8030975183a9cf70862ee7f280597b5621917dcb97037a703ffdb?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"N0tty\"},\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/?author=3\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Mengenal Risiko Kehamilan Bayi Kembar - TemanMama","description":"Kehamilan kembar adalah anugerah yang luar biasa, tetapi membutuhkan perhatian khusus karena risiko yang terkait dengannya. Penting bagi ibu yang mengandung anak kembar untuk memperhatikan kesehatannya, mengikuti anjuran dokter, dan melakukan kunjungan pranatal secara teratur.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/temanmama.org\/?p=7437","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Mengenal Risiko Kehamilan Bayi Kembar - TemanMama","og_description":"Kehamilan kembar adalah anugerah yang luar biasa, tetapi membutuhkan perhatian khusus karena risiko yang terkait dengannya. Penting bagi ibu yang mengandung anak kembar untuk memperhatikan kesehatannya, mengikuti anjuran dokter, dan melakukan kunjungan pranatal secara teratur.","og_url":"https:\/\/temanmama.org\/?p=7437","og_site_name":"TemanMama","article_published_time":"2024-03-22T15:55:29+00:00","og_image":[{"width":1500,"height":1000,"url":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/GettyImages-1425825444-0836c3e43c1842bd8263c2883defc5c9.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"N0tty","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"N0tty","Est. reading time":"2 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=7437#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=7437"},"author":{"name":"N0tty","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/64b9e3ca99c6a26fc49b719086cf664c"},"headline":"Mengenal Risiko Kehamilan Bayi Kembar","datePublished":"2024-03-22T15:55:29+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=7437"},"wordCount":343,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=7437#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/GettyImages-1425825444-0836c3e43c1842bd8263c2883defc5c9.jpg","articleSection":["Kehamilan"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/temanmama.org\/?p=7437#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=7437","url":"https:\/\/temanmama.org\/?p=7437","name":"Mengenal Risiko Kehamilan Bayi Kembar - TemanMama","isPartOf":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=7437#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=7437#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/GettyImages-1425825444-0836c3e43c1842bd8263c2883defc5c9.jpg","datePublished":"2024-03-22T15:55:29+00:00","description":"Kehamilan kembar adalah anugerah yang luar biasa, tetapi membutuhkan perhatian khusus karena risiko yang terkait dengannya. Penting bagi ibu yang mengandung anak kembar untuk memperhatikan kesehatannya, mengikuti anjuran dokter, dan melakukan kunjungan pranatal secara teratur.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=7437#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/temanmama.org\/?p=7437"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=7437#primaryimage","url":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/GettyImages-1425825444-0836c3e43c1842bd8263c2883defc5c9.jpg","contentUrl":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/GettyImages-1425825444-0836c3e43c1842bd8263c2883defc5c9.jpg","width":1500,"height":1000},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=7437#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/temanmama.org\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Mengenal Risiko Kehamilan Bayi Kembar"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#website","url":"https:\/\/temanmama.org\/","name":"TemanMama","description":"TemanMama menyajikan informasi parenting, Ibu dan Anak, kehamilan seputar hubungan keluarga serta tips bermanfaat lainnya untuk Mama.","publisher":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/#organization"},"alternateName":"Teman Mama & Info Seputar Parenting","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/temanmama.org\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#organization","name":"TemanMama","alternateName":"Teman Mama Parenting Keluarga","url":"https:\/\/temanmama.org\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"http:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/logo.png","contentUrl":"http:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/logo.png","width":536,"height":239,"caption":"TemanMama"},"image":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/64b9e3ca99c6a26fc49b719086cf664c","name":"N0tty","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/99e6904fede8030975183a9cf70862ee7f280597b5621917dcb97037a703ffdb?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/99e6904fede8030975183a9cf70862ee7f280597b5621917dcb97037a703ffdb?s=96&d=mm&r=g","caption":"N0tty"},"url":"https:\/\/temanmama.org\/?author=3"}]}},"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7437","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=7437"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7437\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7438,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7437\/revisions\/7438"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/7436"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=7437"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=7437"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=7437"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}