{"id":6657,"date":"2024-03-09T03:19:54","date_gmt":"2024-03-09T03:19:54","guid":{"rendered":"https:\/\/temanmama.org\/?p=6657"},"modified":"2024-03-09T03:19:54","modified_gmt":"2024-03-09T03:19:54","slug":"gejala-keguguran-embrio-gemelli","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/temanmama.org\/?p=6657","title":{"rendered":"Gejala Keguguran  Embrio Gemelli"},"content":{"rendered":"<p>Keguguran embrio gemelli, adalah kondisi di mana embrio atau janin berhenti berkembang tetapi tidak diikuti dengan pendarahan. Ini bisa menjadi pengalaman yang menghancurkan bagi wanita yang sedang hamil, karena seringkali tidak ada tanda-tanda fisik yang jelas bahwa kehamilan telah berakhir.<\/p>\n<h4>Apa itu\u00a0Keguguran Embrio Gemelli?<\/h4>\n<p>Keguguran embrio gemelli terjadi ketika embrio atau janin berhenti berkembang di dalam rahim, tetapi tubuh masih mempertahankan kehamilan. Ini berarti bahwa tanda-tanda keguguran, seperti pendarahan atau kontraksi, mungkin tidak terjadi secara alami, dan kehamilan dapat terus terasa seperti normal.<\/p>\n<h4>Gejala Keguguran Embrio Gemelli<\/h4>\n<ol>\n<li><strong>Pengurangan Gejala Kehamilan<\/strong>: Salah satu tanda pertama keguguran terlewatkan adalah pengurangan atau hilangnya gejala kehamilan seperti mual, muntah, dan payudara yang nyeri atau membesar.<\/li>\n<li><strong>Pembengkakan Rahim<\/strong>: Meskipun janin berhenti berkembang, rahim dapat tetap tumbuh, menyebabkan perasaan pembengkakan atau keberatan di daerah perut bagian bawah.<\/li>\n<li><strong>Pendarahan Ringan atau Noda<\/strong>: Pendarahan yang ringan atau noda mungkin terjadi, tetapi ini tidak sebanyak atau seberat pendarahan yang terjadi dalam keguguran biasa. Pendarahan ini bisa berlangsung beberapa hari atau minggu.<\/li>\n<li><strong>Hilangnya Detak Jantung Janin<\/strong>: Pada pemeriksaan ultrasonografi, tidak ada detak jantung janin yang terdeteksi, meskipun usia kehamilan sudah cukup maju.<\/li>\n<li><strong>Penurunan Tingkat Hormon Kehamilan<\/strong>: Ketika kehamilan tidak berkembang dengan baik, tingkat hormon kehamilan (hCG) dalam darah dapat menurun. Hal ini dapat terdeteksi melalui tes darah.<\/li>\n<li><strong>Tidak Adanya Pertumbuhan Janin pada Pemeriksaan Ultrasonografi Berulang<\/strong>: Jika janin berhenti berkembang, ukuran janin tidak akan bertambah sesuai dengan usia kehamilan yang diharapkan saat dilakukan pemeriksaan ultrasonografi.<\/li>\n<li><strong>Perasaan Intuisi atau Ketidaknyamanan<\/strong>: Beberapa wanita mungkin merasa intuitif bahwa ada sesuatu yang tidak beres dalam kehamilan mereka, meskipun tidak ada gejala fisik yang jelas.<\/li>\n<\/ol>\n<h4>Kapan Harus Menghubungi Dokter<\/h4>\n<p>Jika Anda mengalami salah satu dari gejala di atas atau memiliki perasaan bahwa sesuatu tidak beres dalam kehamilan Anda, sangat penting untuk segera berkonsultasi dengan dokter atau bidan Anda. Mereka dapat melakukan pemeriksaan untuk memastikan kondisi kehamilan Anda dan memberikan perawatan yang tepat sesuai kebutuhan.<\/p>\n<p>Keguguran embrio gemelli adalah pengalaman yang sulit secara emosional, tetapi penting untuk diingat bahwa Anda tidak sendirian. Berbicara dengan pasangan, keluarga, atau teman dekat dapat memberikan dukungan yang berharga selama masa sulit ini. Selain itu, mencari dukungan dari kelompok pendukung atau konselor juga dapat membantu Anda mengatasi perasaan dan emosi yang muncul selama proses pemulihan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Keguguran embrio gemelli, adalah kondisi di mana embrio atau janin berhenti berkembang tetapi tidak diikuti dengan pendarahan. Ini bisa menjadi pengalaman yang menghancurkan bagi wanita yang sedang hamil, karena seringkali tidak ada tanda-tanda fisik yang jelas bahwa kehamilan telah berakhir. Apa itu\u00a0Keguguran Embrio Gemelli? Keguguran embrio gemelli terjadi ketika embrio atau janin berhenti berkembang di &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":6658,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3,7],"tags":[],"class_list":["post-6657","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kehamilan","category-kesehatan"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.6 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Gejala Keguguran Embrio Gemelli - TemanMama<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Keguguran embrio gemelli, adalah kondisi di mana embrio atau janin berhenti berkembang tetapi tidak diikuti dengan pengecoran alami.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/temanmama.org\/?p=6657\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Gejala Keguguran Embrio Gemelli - TemanMama\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Keguguran embrio gemelli, adalah kondisi di mana embrio atau janin berhenti berkembang tetapi tidak diikuti dengan pengecoran alami.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/temanmama.org\/?p=6657\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"TemanMama\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-03-09T03:19:54+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/GettyImages-948571802-5b3a105146e0fb003741a545.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"750\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"501\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Momore\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Momore\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=6657#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=6657\"},\"author\":{\"name\":\"Momore\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/ba5bfbb2dd2f0a32727dd4575e75e216\"},\"headline\":\"Gejala Keguguran Embrio Gemelli\",\"datePublished\":\"2024-03-09T03:19:54+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=6657\"},\"wordCount\":368,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=6657#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/GettyImages-948571802-5b3a105146e0fb003741a545.webp\",\"articleSection\":[\"Kehamilan\",\"Kesehatan\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/temanmama.org\/?p=6657#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=6657\",\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=6657\",\"name\":\"Gejala Keguguran Embrio Gemelli - TemanMama\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=6657#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=6657#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/GettyImages-948571802-5b3a105146e0fb003741a545.webp\",\"datePublished\":\"2024-03-09T03:19:54+00:00\",\"description\":\"Keguguran embrio gemelli, adalah kondisi di mana embrio atau janin berhenti berkembang tetapi tidak diikuti dengan pengecoran alami.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=6657#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/temanmama.org\/?p=6657\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=6657#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/GettyImages-948571802-5b3a105146e0fb003741a545.webp\",\"contentUrl\":\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/GettyImages-948571802-5b3a105146e0fb003741a545.webp\",\"width\":750,\"height\":501},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=6657#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/temanmama.org\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Gejala Keguguran Embrio Gemelli\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#website\",\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/\",\"name\":\"TemanMama\",\"description\":\"TemanMama menyajikan informasi parenting, Ibu dan Anak, kehamilan seputar hubungan keluarga serta tips bermanfaat lainnya untuk Mama.\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#organization\"},\"alternateName\":\"Teman Mama & Info Seputar Parenting\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/temanmama.org\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#organization\",\"name\":\"TemanMama\",\"alternateName\":\"Teman Mama Parenting Keluarga\",\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/logo.png\",\"contentUrl\":\"http:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/logo.png\",\"width\":536,\"height\":239,\"caption\":\"TemanMama\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/ba5bfbb2dd2f0a32727dd4575e75e216\",\"name\":\"Momore\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6e56d3a9c2f84cc2c39e02aebd6a966edc0c8b44d9a1cd182ab38dda76fd79de?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6e56d3a9c2f84cc2c39e02aebd6a966edc0c8b44d9a1cd182ab38dda76fd79de?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Momore\"},\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/?author=2\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Gejala Keguguran Embrio Gemelli - TemanMama","description":"Keguguran embrio gemelli, adalah kondisi di mana embrio atau janin berhenti berkembang tetapi tidak diikuti dengan pengecoran alami.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/temanmama.org\/?p=6657","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Gejala Keguguran Embrio Gemelli - TemanMama","og_description":"Keguguran embrio gemelli, adalah kondisi di mana embrio atau janin berhenti berkembang tetapi tidak diikuti dengan pengecoran alami.","og_url":"https:\/\/temanmama.org\/?p=6657","og_site_name":"TemanMama","article_published_time":"2024-03-09T03:19:54+00:00","og_image":[{"width":750,"height":501,"url":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/GettyImages-948571802-5b3a105146e0fb003741a545.webp","type":"image\/webp"}],"author":"Momore","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Momore","Est. reading time":"2 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=6657#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=6657"},"author":{"name":"Momore","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/ba5bfbb2dd2f0a32727dd4575e75e216"},"headline":"Gejala Keguguran Embrio Gemelli","datePublished":"2024-03-09T03:19:54+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=6657"},"wordCount":368,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=6657#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/GettyImages-948571802-5b3a105146e0fb003741a545.webp","articleSection":["Kehamilan","Kesehatan"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/temanmama.org\/?p=6657#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=6657","url":"https:\/\/temanmama.org\/?p=6657","name":"Gejala Keguguran Embrio Gemelli - TemanMama","isPartOf":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=6657#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=6657#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/GettyImages-948571802-5b3a105146e0fb003741a545.webp","datePublished":"2024-03-09T03:19:54+00:00","description":"Keguguran embrio gemelli, adalah kondisi di mana embrio atau janin berhenti berkembang tetapi tidak diikuti dengan pengecoran alami.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=6657#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/temanmama.org\/?p=6657"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=6657#primaryimage","url":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/GettyImages-948571802-5b3a105146e0fb003741a545.webp","contentUrl":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/GettyImages-948571802-5b3a105146e0fb003741a545.webp","width":750,"height":501},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=6657#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/temanmama.org\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Gejala Keguguran Embrio Gemelli"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#website","url":"https:\/\/temanmama.org\/","name":"TemanMama","description":"TemanMama menyajikan informasi parenting, Ibu dan Anak, kehamilan seputar hubungan keluarga serta tips bermanfaat lainnya untuk Mama.","publisher":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/#organization"},"alternateName":"Teman Mama & Info Seputar Parenting","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/temanmama.org\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#organization","name":"TemanMama","alternateName":"Teman Mama Parenting Keluarga","url":"https:\/\/temanmama.org\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"http:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/logo.png","contentUrl":"http:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/logo.png","width":536,"height":239,"caption":"TemanMama"},"image":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/ba5bfbb2dd2f0a32727dd4575e75e216","name":"Momore","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6e56d3a9c2f84cc2c39e02aebd6a966edc0c8b44d9a1cd182ab38dda76fd79de?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6e56d3a9c2f84cc2c39e02aebd6a966edc0c8b44d9a1cd182ab38dda76fd79de?s=96&d=mm&r=g","caption":"Momore"},"url":"https:\/\/temanmama.org\/?author=2"}]}},"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6657","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=6657"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6657\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6659,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6657\/revisions\/6659"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/6658"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=6657"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=6657"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=6657"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}