{"id":5666,"date":"2024-02-20T15:11:54","date_gmt":"2024-02-20T15:11:54","guid":{"rendered":"https:\/\/temanmama.org\/?p=5666"},"modified":"2024-02-20T15:11:54","modified_gmt":"2024-02-20T15:11:54","slug":"mengenali-tanda-tanda-demensia-pada-usia-20-an","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/temanmama.org\/?p=5666","title":{"rendered":"Mengenali Tanda-tanda Demensia pada Usia 20-an"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Demensia seringkali dianggap sebagai kondisi medis yang muncul di usia lanjut atau lansia. Padahal, faktanya penyakit ini juga bisa muncul pada usia yang jauh lebih muda, bahkan pada usia 20 tahunan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meskipun kasus demensia jarang terjadi pada usia muda, gejala demensia yang muncul pada usia muda bisa menjadi tanda dari kondisi medis yang lebih serius dan memerlukan perhatian yang cepat. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Nah<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, untuk lebih jelasnya, berikut ialah beberapa tanda demensia yang perlu Anda waspadai.<\/span><\/p>\n<h4><strong>1. Penurunan Kemampuan Kognitif<\/strong><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu tanda utama demensia pada usia 20-an adalah penurunan kemampuan kognitif. Ciri-cirinya ialah, seperti kesulitan dalam mengingat informasi baru, kesulitan dalam berpikir secara abstrak atau menyeluruh, dan kesulitan dalam menyelesaikan tugas sehari-hari yang sebelumnya mudah dilakukan.<\/span><\/p>\n<h4><strong>2. Perubahan <i>Mood<\/i><\/strong><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perubahan mendadak pada mood atau perilaku bisa menjadi tanda awal demensia pada usia muda. Beberapa tanda perubahan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">mood<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang terjadi bisa meliputi depresi, kecemasan berlebihan, atau perubahan kepribadian yang tidak biasa.<\/span><\/p>\n<h4><strong>3. Kesulitan Berkomunikasi<\/strong><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tanda-tanda demensia berikutnya pada usia 20-an ialah kesulitan dalam berkomunikasi. Seseorang yang mengalami demensia mungkin akan mengalami kesulitan dalam menemukan kata-kata yang tepat, kesulitan dalam mengucapkan kalimat yang jelas, atau kesulitan memahami kalimat yang diucapkan orang lain.<\/span><\/p>\n<h4><strong>4. Melakukan Hal yang Sama Berulang-ulang<\/strong><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pernahkah Anda tanpa sadar melakukan hal yang sama berulang kali? Jika iya, bisa jadi ini merupakan tanda awal dari penyakit demensia. Pasalnya, penderita demensia cenderung melakukan hal atau aktivitas yang sama berulang kali, seperti contohnya mengelap kaca jendela lebih dari sekali, karena ia tidak ingat bahwa sebetulnya ia baru saja membersihkannya.<\/span><\/p>\n<h4><strong>5. Linglung<\/strong><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perubahan memori yang terjadi pada penderita demensia dini bisa membuatnya terlihat linglung atau kebingungan. Terlebih jika ia mulai kesulitan menemukan kata yang pas atau mengenali wajah seseorang saat berbicara. Tanda-tanda linglung ini dapat terlihat dengan jelas saat penderitanya disapa oleh orang lain, tanpa ia kenal siapa orang yang baru saja menyapanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penting untuk diingat bahwa, meskipun tanda-tanda ini muncul pada kerabat atau diri sendiri, belum tentu tanda-tanda ini menunjukkan gejala demensia. Pasalnya, beberapa masalah, seperti stres berat, depresi, atau kekurangan nutrisi juga dapat menyebabkan gejala yang serupa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Karena itu, untuk mendapat diagnosis yang tepat terkait munculnya tanda-tanda demensia, sangat penting untuk mencari bantuan medis profesional. Dengan mendeteksi dini mengenai gejala demensia, hal ini dapat membantu mengendalikan gejalanya dan meningkatkan kualitas hidup penderitanya.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Demensia seringkali dianggap sebagai kondisi medis yang muncul di usia lanjut atau lansia. Padahal, faktanya penyakit ini juga bisa muncul pada usia yang jauh lebih muda, bahkan pada usia 20 tahunan. Meskipun kasus demensia jarang terjadi pada usia muda, gejala demensia yang muncul pada usia muda bisa menjadi tanda dari kondisi medis yang lebih serius &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":5665,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7],"tags":[],"class_list":["post-5666","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kesehatan"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.6 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Mengenali Tanda-tanda Demensia pada Usia 20-an - TemanMama<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Demensia sering dianggap sebagai penyakit yang muncul di usia lanjut, namun penyakit ini juga bisa muncul pada usia yang lebih muda. Kenali gejalanya di sini!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/temanmama.org\/?p=5666\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Mengenali Tanda-tanda Demensia pada Usia 20-an - TemanMama\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Demensia sering dianggap sebagai penyakit yang muncul di usia lanjut, namun penyakit ini juga bisa muncul pada usia yang lebih muda. Kenali gejalanya di sini!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/temanmama.org\/?p=5666\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"TemanMama\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-02-20T15:11:54+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp-Image-2024-02-20-at-17.04.50.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1280\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"854\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"N0tty\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"N0tty\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=5666#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=5666\"},\"author\":{\"name\":\"N0tty\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/64b9e3ca99c6a26fc49b719086cf664c\"},\"headline\":\"Mengenali Tanda-tanda Demensia pada Usia 20-an\",\"datePublished\":\"2024-02-20T15:11:54+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=5666\"},\"wordCount\":369,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=5666#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp-Image-2024-02-20-at-17.04.50.jpeg\",\"articleSection\":[\"Kesehatan\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/temanmama.org\/?p=5666#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=5666\",\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=5666\",\"name\":\"Mengenali Tanda-tanda Demensia pada Usia 20-an - TemanMama\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=5666#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=5666#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp-Image-2024-02-20-at-17.04.50.jpeg\",\"datePublished\":\"2024-02-20T15:11:54+00:00\",\"description\":\"Demensia sering dianggap sebagai penyakit yang muncul di usia lanjut, namun penyakit ini juga bisa muncul pada usia yang lebih muda. Kenali gejalanya di sini!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=5666#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/temanmama.org\/?p=5666\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=5666#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp-Image-2024-02-20-at-17.04.50.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp-Image-2024-02-20-at-17.04.50.jpeg\",\"width\":1280,\"height\":854},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=5666#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/temanmama.org\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Mengenali Tanda-tanda Demensia pada Usia 20-an\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#website\",\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/\",\"name\":\"TemanMama\",\"description\":\"TemanMama menyajikan informasi parenting, Ibu dan Anak, kehamilan seputar hubungan keluarga serta tips bermanfaat lainnya untuk Mama.\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#organization\"},\"alternateName\":\"Teman Mama & Info Seputar Parenting\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/temanmama.org\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#organization\",\"name\":\"TemanMama\",\"alternateName\":\"Teman Mama Parenting Keluarga\",\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/logo.png\",\"contentUrl\":\"http:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/logo.png\",\"width\":536,\"height\":239,\"caption\":\"TemanMama\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/64b9e3ca99c6a26fc49b719086cf664c\",\"name\":\"N0tty\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/99e6904fede8030975183a9cf70862ee7f280597b5621917dcb97037a703ffdb?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/99e6904fede8030975183a9cf70862ee7f280597b5621917dcb97037a703ffdb?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"N0tty\"},\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/?author=3\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Mengenali Tanda-tanda Demensia pada Usia 20-an - TemanMama","description":"Demensia sering dianggap sebagai penyakit yang muncul di usia lanjut, namun penyakit ini juga bisa muncul pada usia yang lebih muda. Kenali gejalanya di sini!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/temanmama.org\/?p=5666","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Mengenali Tanda-tanda Demensia pada Usia 20-an - TemanMama","og_description":"Demensia sering dianggap sebagai penyakit yang muncul di usia lanjut, namun penyakit ini juga bisa muncul pada usia yang lebih muda. Kenali gejalanya di sini!","og_url":"https:\/\/temanmama.org\/?p=5666","og_site_name":"TemanMama","article_published_time":"2024-02-20T15:11:54+00:00","og_image":[{"width":1280,"height":854,"url":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp-Image-2024-02-20-at-17.04.50.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"N0tty","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"N0tty","Est. reading time":"2 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=5666#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=5666"},"author":{"name":"N0tty","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/64b9e3ca99c6a26fc49b719086cf664c"},"headline":"Mengenali Tanda-tanda Demensia pada Usia 20-an","datePublished":"2024-02-20T15:11:54+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=5666"},"wordCount":369,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=5666#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp-Image-2024-02-20-at-17.04.50.jpeg","articleSection":["Kesehatan"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/temanmama.org\/?p=5666#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=5666","url":"https:\/\/temanmama.org\/?p=5666","name":"Mengenali Tanda-tanda Demensia pada Usia 20-an - TemanMama","isPartOf":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=5666#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=5666#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp-Image-2024-02-20-at-17.04.50.jpeg","datePublished":"2024-02-20T15:11:54+00:00","description":"Demensia sering dianggap sebagai penyakit yang muncul di usia lanjut, namun penyakit ini juga bisa muncul pada usia yang lebih muda. Kenali gejalanya di sini!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=5666#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/temanmama.org\/?p=5666"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=5666#primaryimage","url":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp-Image-2024-02-20-at-17.04.50.jpeg","contentUrl":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp-Image-2024-02-20-at-17.04.50.jpeg","width":1280,"height":854},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=5666#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/temanmama.org\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Mengenali Tanda-tanda Demensia pada Usia 20-an"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#website","url":"https:\/\/temanmama.org\/","name":"TemanMama","description":"TemanMama menyajikan informasi parenting, Ibu dan Anak, kehamilan seputar hubungan keluarga serta tips bermanfaat lainnya untuk Mama.","publisher":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/#organization"},"alternateName":"Teman Mama & Info Seputar Parenting","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/temanmama.org\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#organization","name":"TemanMama","alternateName":"Teman Mama Parenting Keluarga","url":"https:\/\/temanmama.org\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"http:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/logo.png","contentUrl":"http:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/logo.png","width":536,"height":239,"caption":"TemanMama"},"image":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/64b9e3ca99c6a26fc49b719086cf664c","name":"N0tty","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/99e6904fede8030975183a9cf70862ee7f280597b5621917dcb97037a703ffdb?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/99e6904fede8030975183a9cf70862ee7f280597b5621917dcb97037a703ffdb?s=96&d=mm&r=g","caption":"N0tty"},"url":"https:\/\/temanmama.org\/?author=3"}]}},"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5666","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=5666"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5666\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5667,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5666\/revisions\/5667"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/5665"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=5666"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=5666"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=5666"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}