{"id":5589,"date":"2024-02-20T22:26:59","date_gmt":"2024-02-20T22:26:59","guid":{"rendered":"https:\/\/temanmama.org\/?p=5589"},"modified":"2024-02-19T22:41:30","modified_gmt":"2024-02-19T22:41:30","slug":"gejala-siswa-yang-mengalami-gangguan-emosional","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/temanmama.org\/?p=5589","title":{"rendered":"Gejala Siswa yang Mengalami Gangguan Emosional"},"content":{"rendered":"<p>Gangguan emosional dapat memiliki dampak yang signifikan pada perkembangan siswa di sekolah. Identifikasi gejala-gejala yang menandakan adanya gangguan emosional pada siswa dapat membantu guru dan staf sekolah untuk memberikan dukungan yang tepat dan membantu siswa dalam mencapai potensi mereka. Berikut adalah beberapa gejala yang dapat mengindikasikan bahwa seorang siswa sedang mengalami gangguan emosional:<\/p>\n<h4>1. <strong>Perubahan perilaku drastis:<\/strong><\/h4>\n<p>Siswa yang biasanya tenang atau antusias tiba-tiba menjadi pendiam atau agresif. Mereka mungkin menunjukkan perilaku yang tidak biasa seperti marah yang tidak proporsional atau menarik diri dari interaksi sosial.<\/p>\n<h4>2. <strong>Gangguan tidur dan makan:<\/strong><\/h4>\n<p>Perubahan pola tidur atau nafsu makan yang signifikan dapat menjadi indikator gangguan emosional. Siswa mungkin mengalami kesulitan tidur atau mengalami peningkatan atau penurunan berat badan yang tidak sehat.<\/p>\n<h4>3. <strong>Kesulitan berkonsentrasi:<\/strong><\/h4>\n<p>Siswa mungkin sulit fokus dalam kelas dan menunjukkan penurunan dalam kinerja akademik mereka. Mereka juga dapat menjadi lalai atau tidak tertarik pada aktivitas yang biasanya mereka nikmati.<\/p>\n<h4>4. <strong>Reaksi emosional yang berlebihan:<\/strong><\/h4>\n<p>Siswa dengan gangguan emosional cenderung merespons secara berlebihan terhadap situasi atau peristiwa kecil. Mereka mungkin menangis dengan mudah, marah secara tidak proporsional, atau menunjukkan gejala kecemasan yang kuat.<\/p>\n<h4>5. <strong>Isolasi sosial:<\/strong><\/h4>\n<p>Siswa mungkin menarik diri dari interaksi sosial dan menghindari teman-teman atau aktivitas sekolah. Mereka mungkin merasa kesepian atau sulit membangun hubungan interpersonal yang sehat.<\/p>\n<h4>6. <strong>Kehilangan minat pada aktivitas sehari-hari:<\/strong><\/h4>\n<p>Siswa dengan gangguan emosional dapat kehilangan minat pada aktivitas yang biasanya mereka sukai. Mereka mungkin menjadi apatis atau kehilangan motivasi untuk berpartisipasi dalam kegiatan sekolah atau hobi.<\/p>\n<h4>7. <strong>Perubahan mood yang drastis:<\/strong><\/h4>\n<p>Fluktuasi emosi yang tiba-tiba dan ekstrem, seperti dari kebahagiaan yang berlebihan menjadi kesedihan mendalam, dapat menjadi tanda gangguan emosional pada siswa.<\/p>\n<h4>8. <strong>Keluhan fisik yang sering:<\/strong><\/h4>\n<p>Beberapa siswa dengan gangguan emosional mungkin mengeluh tentang sakit kepala, sakit perut, atau gejala fisik lainnya tanpa penyebab medis yang jelas.<\/p>\n<h4>9. <strong>Perilaku merusak diri:<\/strong><\/h4>\n<p>Siswa mungkin mulai melakukan perilaku merusak diri seperti menyakiti diri sendiri, menghindari perawatan medis, atau mengambil risiko yang tidak perlu.<\/p>\n<h4>10. <strong>Ketidakmampuan untuk mengatur emosi:<\/strong><\/h4>\n<p>Siswa mungkin kesulitan dalam mengelola emosi mereka dan bereaksi secara impulsif tanpa mempertimbangkan konsekuensinya.<\/p>\n<h3>Mengatasi dan Memberikan Dukungan<\/h3>\n<p>Penting bagi sekolah dan staf pendidikan untuk memberikan dukungan yang adekuat kepada siswa yang mengalami gangguan emosional. Langkah-langkah yang dapat diambil meliputi:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Pengenalan Awal:<\/strong> Mengidentifikasi gejala sejak dini dan melibatkan konselor sekolah atau profesional kesehatan mental untuk evaluasi lebih lanjut.<\/li>\n<li><strong>Pendekatan yang Sensitif:<\/strong> Menghadapi siswa dengan empati dan pengertian, tanpa menghakimi atau menyalahkan.<\/li>\n<li><strong>Program Dukungan:<\/strong> Menyediakan program dukungan sosial dan emosional, seperti kelompok konseling atau kegiatan yang mengajarkan keterampilan regulasi emosi.<\/li>\n<li><strong>Kolaborasi dengan Orang Tua:<\/strong> Melibatkan orang tua dalam proses penanganan dan menyediakan sumber daya untuk mendukung siswa di rumah.<\/li>\n<li><strong>Intervensi Individu:<\/strong> Memberikan dukungan individu seperti konseling atau terapi untuk membantu siswa dalam mengatasi masalah mereka.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Dengan mendeteksi dan menangani gangguan emosional pada siswa secara tepat, sekolah dapat menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan emosional dan akademik yang sehat bagi semua siswa.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Gangguan emosional dapat memiliki dampak yang signifikan pada perkembangan siswa di sekolah. Identifikasi gejala-gejala yang menandakan adanya gangguan emosional pada siswa dapat membantu guru dan staf sekolah untuk memberikan dukungan yang tepat dan membantu siswa dalam mencapai potensi mereka. Berikut adalah beberapa gejala yang dapat mengindikasikan bahwa seorang siswa sedang mengalami gangguan emosional: 1. Perubahan &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":5604,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7,11],"tags":[],"class_list":["post-5589","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kesehatan","category-tumbuh-kembang"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.6 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Gejala Siswa yang Mengalami Gangguan Emosional - TemanMama<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Gangguan emosional pada siswa dapat terlihat dari perubahan perilaku, kesulitan konsentrasi, isolasi sosial, dan reaksi emosional yang berlebihan. Penting untuk memberikan dukungan sensitif dan program intervensi yang tepat.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/temanmama.org\/?p=5589\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Gejala Siswa yang Mengalami Gangguan Emosional - TemanMama\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Gangguan emosional pada siswa dapat terlihat dari perubahan perilaku, kesulitan konsentrasi, isolasi sosial, dan reaksi emosional yang berlebihan. Penting untuk memberikan dukungan sensitif dan program intervensi yang tepat.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/temanmama.org\/?p=5589\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"TemanMama\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-02-20T22:26:59+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/Getty_girl_eye_roll_LARGE_dlewis33-56a13ec33df78cf77268bd18.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"750\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"498\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Momore\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Momore\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=5589#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=5589\"},\"author\":{\"name\":\"Momore\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/ba5bfbb2dd2f0a32727dd4575e75e216\"},\"headline\":\"Gejala Siswa yang Mengalami Gangguan Emosional\",\"datePublished\":\"2024-02-20T22:26:59+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=5589\"},\"wordCount\":468,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=5589#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/Getty_girl_eye_roll_LARGE_dlewis33-56a13ec33df78cf77268bd18.webp\",\"articleSection\":[\"Kesehatan\",\"Tumbuh Kembang\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/temanmama.org\/?p=5589#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=5589\",\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=5589\",\"name\":\"Gejala Siswa yang Mengalami Gangguan Emosional - TemanMama\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=5589#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=5589#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/Getty_girl_eye_roll_LARGE_dlewis33-56a13ec33df78cf77268bd18.webp\",\"datePublished\":\"2024-02-20T22:26:59+00:00\",\"description\":\"Gangguan emosional pada siswa dapat terlihat dari perubahan perilaku, kesulitan konsentrasi, isolasi sosial, dan reaksi emosional yang berlebihan. Penting untuk memberikan dukungan sensitif dan program intervensi yang tepat.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=5589#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/temanmama.org\/?p=5589\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=5589#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/Getty_girl_eye_roll_LARGE_dlewis33-56a13ec33df78cf77268bd18.webp\",\"contentUrl\":\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/Getty_girl_eye_roll_LARGE_dlewis33-56a13ec33df78cf77268bd18.webp\",\"width\":750,\"height\":498},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=5589#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/temanmama.org\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Gejala Siswa yang Mengalami Gangguan Emosional\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#website\",\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/\",\"name\":\"TemanMama\",\"description\":\"TemanMama menyajikan informasi parenting, Ibu dan Anak, kehamilan seputar hubungan keluarga serta tips bermanfaat lainnya untuk Mama.\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#organization\"},\"alternateName\":\"Teman Mama & Info Seputar Parenting\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/temanmama.org\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#organization\",\"name\":\"TemanMama\",\"alternateName\":\"Teman Mama Parenting Keluarga\",\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/logo.png\",\"contentUrl\":\"http:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/logo.png\",\"width\":536,\"height\":239,\"caption\":\"TemanMama\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/ba5bfbb2dd2f0a32727dd4575e75e216\",\"name\":\"Momore\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6e56d3a9c2f84cc2c39e02aebd6a966edc0c8b44d9a1cd182ab38dda76fd79de?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6e56d3a9c2f84cc2c39e02aebd6a966edc0c8b44d9a1cd182ab38dda76fd79de?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Momore\"},\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/?author=2\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Gejala Siswa yang Mengalami Gangguan Emosional - TemanMama","description":"Gangguan emosional pada siswa dapat terlihat dari perubahan perilaku, kesulitan konsentrasi, isolasi sosial, dan reaksi emosional yang berlebihan. Penting untuk memberikan dukungan sensitif dan program intervensi yang tepat.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/temanmama.org\/?p=5589","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Gejala Siswa yang Mengalami Gangguan Emosional - TemanMama","og_description":"Gangguan emosional pada siswa dapat terlihat dari perubahan perilaku, kesulitan konsentrasi, isolasi sosial, dan reaksi emosional yang berlebihan. Penting untuk memberikan dukungan sensitif dan program intervensi yang tepat.","og_url":"https:\/\/temanmama.org\/?p=5589","og_site_name":"TemanMama","article_published_time":"2024-02-20T22:26:59+00:00","og_image":[{"width":750,"height":498,"url":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/Getty_girl_eye_roll_LARGE_dlewis33-56a13ec33df78cf77268bd18.webp","type":"image\/webp"}],"author":"Momore","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Momore","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=5589#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=5589"},"author":{"name":"Momore","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/ba5bfbb2dd2f0a32727dd4575e75e216"},"headline":"Gejala Siswa yang Mengalami Gangguan Emosional","datePublished":"2024-02-20T22:26:59+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=5589"},"wordCount":468,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=5589#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/Getty_girl_eye_roll_LARGE_dlewis33-56a13ec33df78cf77268bd18.webp","articleSection":["Kesehatan","Tumbuh Kembang"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/temanmama.org\/?p=5589#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=5589","url":"https:\/\/temanmama.org\/?p=5589","name":"Gejala Siswa yang Mengalami Gangguan Emosional - TemanMama","isPartOf":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=5589#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=5589#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/Getty_girl_eye_roll_LARGE_dlewis33-56a13ec33df78cf77268bd18.webp","datePublished":"2024-02-20T22:26:59+00:00","description":"Gangguan emosional pada siswa dapat terlihat dari perubahan perilaku, kesulitan konsentrasi, isolasi sosial, dan reaksi emosional yang berlebihan. Penting untuk memberikan dukungan sensitif dan program intervensi yang tepat.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=5589#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/temanmama.org\/?p=5589"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=5589#primaryimage","url":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/Getty_girl_eye_roll_LARGE_dlewis33-56a13ec33df78cf77268bd18.webp","contentUrl":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/Getty_girl_eye_roll_LARGE_dlewis33-56a13ec33df78cf77268bd18.webp","width":750,"height":498},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=5589#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/temanmama.org\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Gejala Siswa yang Mengalami Gangguan Emosional"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#website","url":"https:\/\/temanmama.org\/","name":"TemanMama","description":"TemanMama menyajikan informasi parenting, Ibu dan Anak, kehamilan seputar hubungan keluarga serta tips bermanfaat lainnya untuk Mama.","publisher":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/#organization"},"alternateName":"Teman Mama & Info Seputar Parenting","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/temanmama.org\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#organization","name":"TemanMama","alternateName":"Teman Mama Parenting Keluarga","url":"https:\/\/temanmama.org\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"http:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/logo.png","contentUrl":"http:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/logo.png","width":536,"height":239,"caption":"TemanMama"},"image":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/ba5bfbb2dd2f0a32727dd4575e75e216","name":"Momore","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6e56d3a9c2f84cc2c39e02aebd6a966edc0c8b44d9a1cd182ab38dda76fd79de?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6e56d3a9c2f84cc2c39e02aebd6a966edc0c8b44d9a1cd182ab38dda76fd79de?s=96&d=mm&r=g","caption":"Momore"},"url":"https:\/\/temanmama.org\/?author=2"}]}},"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5589","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=5589"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5589\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5590,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5589\/revisions\/5590"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/5604"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=5589"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=5589"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=5589"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}