{"id":4499,"date":"2024-02-01T15:50:38","date_gmt":"2024-02-01T15:50:38","guid":{"rendered":"https:\/\/temanmama.org\/?p=4499"},"modified":"2024-02-01T17:04:30","modified_gmt":"2024-02-01T17:04:30","slug":"mengenali-conduct-disorder-pada-anak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/temanmama.org\/?p=4499","title":{"rendered":"Mengenali Conduct Disorder pada Anak"},"content":{"rendered":"<div class=\"flex-1 overflow-hidden\">\n<div class=\"react-scroll-to-bottom--css-vkhte-79elbk h-full\">\n<div class=\"react-scroll-to-bottom--css-vkhte-1n7m0yu\">\n<div class=\"flex flex-col pb-9 text-sm\">\n<div class=\"w-full text-token-text-primary\" data-testid=\"conversation-turn-3\">\n<div class=\"px-4 py-2 justify-center text-base md:gap-6 m-auto\">\n<div class=\"flex flex-1 text-base mx-auto gap-3 md:px-5 lg:px-1 xl:px-5 md:max-w-3xl lg:max-w-[40rem] xl:max-w-[48rem] group final-completion\">\n<div class=\"relative flex w-full flex-col lg:w-[calc(100%-115px)] agent-turn\">\n<div class=\"flex-col gap-1 md:gap-3\">\n<div class=\"flex flex-grow flex-col max-w-full\">\n<div class=\"min-h-[20px] text-message flex flex-col items-start gap-3 whitespace-pre-wrap break-words [.text-message+&amp;]:mt-5 overflow-x-auto\" data-message-author-role=\"assistant\" data-message-id=\"f1fcd0e6-b753-4466-85a6-e6a2f783c425\">\n<div class=\"markdown prose w-full break-words dark:prose-invert dark\">\n<p><em>Conduct disorder<\/em> mengacu pada sekelompok masalah perilaku dan emosional yang berulang dan persisten pada anak-anak dan remaja. Anak-anak dengan gangguan ini mengalami kesulitan dalam mengikuti aturan, menghormati hak orang lain, menunjukkan empati, dan berperilaku secara sosial dapat diterima. Mereka sering dianggap &#8220;buruk&#8221;, bukan sebagai orang yang mengalami gangguan mental. Beberapa faktor dapat menyebabkan seorang anak mengembangkan gangguan perilaku ini, termasuk kerusakan otak, pelecehan atau pengabaian anak, kerentanan genetik, kegagalan sekolah, dan pengalaman hidup traumatis.<\/p>\n<h3>Apa itu <em>Conduct Disorder<\/em>?<\/h3>\n<p>Conduct disorder adalah gangguan perilaku pada anak yang mencakup pola perilaku mengganggu, agresif, kasar, dan sulit mengikuti aturan. Umumnya terjadi pada remaja berusia 10\u201319 tahun, dan lebih sering dialami oleh anak laki-laki. Gangguan ini juga sering terkait dengan gangguan mental lainnya seperti ADHD, depresi, dan gangguan belajar.<\/p>\n<h3>Penyebab <em>Conduct Disorder<\/em><\/h3>\n<p>Meskipun penyebab pasti belum diketahui, conduct disorder dapat dipicu oleh beberapa faktor, seperti faktor genetik, biologis, lingkungan, psikologis, dan sosial. Riwayat keluarga dengan gangguan kejiwaan, pola asuh yang tidak tepat, serta gangguan mental pada anak dapat meningkatkan risiko conduct disorder.<\/p>\n<h3>Gejala <em>Conduct Disorder<\/em><\/h3>\n<p>Conduct disorder dapat dibagi menjadi tiga tingkatan: ringan, sedang, dan berat. Gejalanya mencakup tindakan agresif terhadap manusia dan hewan, merusak properti, penipuan, pencurian, dan pelanggaran serius. Diagnosis conduct disorder ditegakkan jika anak menunjukkan tiga gejala spesifik dalam kurun waktu tertentu.<\/p>\n<p>Anak-anak atau remaja dengan gangguan perilaku ini dapat menunjukkan beberapa perilaku berikut:<\/p>\n<h4><strong>1. Agresif Terhadap Orang lain dan Hewan<\/strong><\/h4>\n<ul>\n<li>Mem-bully, mengancam, atau mengintimidasi orang lain<\/li>\n<li>Senang menjadi kejam dan jahat pada orang lain<\/li>\n<li>Memulai perkelahian fisik<\/li>\n<li>Menggunakan senjata yang dapat menyebabkan cedera fisik serius pada orang lain (misalnya, tongkat, batu, botol pecah, pisau, atau senjata api)<\/li>\n<li>Kejam secara fisik terhadap orang atau hewan<\/li>\n<li>Mencuri dari orang lain sambil menyakiti mereka<\/li>\n<li>Memaksa seseorang melakukan aktivitas seksual<\/li>\n<li>Tidak menunjukkan penyesalan yang tulus setelah tindakan agresifnya<\/li>\n<li style=\"list-style-type: none;\"><\/li>\n<\/ul>\n<h4><strong>2. Merusak\/Menghancurkan Sesuatu<\/strong><\/h4>\n<ul>\n<li>Terlibat dengan sengaja dalam pembakaran dengan niat merusak<\/li>\n<li>Menghancurkan properti milik orang lain dengan sengaja<\/li>\n<li style=\"list-style-type: none;\">\n<ul>\n<li style=\"list-style-type: none;\"><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ul>\n<h4><strong>3. Kecurangan, Berbohong, atau Mencuri<\/strong><\/h4>\n<ul>\n<li>Membobol bangunan, rumah, atau mobil orang lain<\/li>\n<li>Berbohong untuk mendapatkan barang, atau keuntungan, atau untuk menghindari kewajiban<\/li>\n<li>Mencuri barang tanpa menghadapi korban (misalnya, mencuri barang di toko tanpa membongkar pintu)<\/li>\n<li style=\"list-style-type: none;\">\n<ul>\n<li style=\"list-style-type: none;\">\n<ul>\n<li style=\"list-style-type: none;\"><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ul>\n<h4><strong>4. Melanggar Aturan<\/strong><\/h4>\n<ul>\n<li>Sering keluar pada malam hari meskipun keberatan orang tua<\/li>\n<li>Melarikan diri dari rumah<\/li>\n<li>Sering tidak pulang<\/li>\n<li style=\"list-style-type: none;\">\n<ul>\n<li style=\"list-style-type: none;\">\n<ul>\n<li style=\"list-style-type: none;\">\n<ul>\n<li style=\"list-style-type: none;\"><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ul>\n<h3>Cara Mengatasi <em>Conduct Disorder<\/em><\/h3>\n<p>Jika tidak ditangani dengan tepat, <em>conduct disorder<\/em> dapat berdampak pada gangguan mental lainnya dan kinerja akademis anak. Beberapa metode pengobatan melibatkan psikoterapi, terapi keluarga, terapi grup, dan dalam kasus tertentu, konsumsi obat-obatan. Psikoterapi membantu anak mengendalikan emosi, sedangkan terapi keluarga meningkatkan hubungan keluarga. Terapi grup melibatkan interaksi dengan teman sebaya untuk mengembangkan keterampilan interpersonal.<\/p>\n<p><em>Conduct disorder<\/em> memerlukan penanganan yang tepat untuk mencegah dampaknya terhadap kualitas hidup anak dan keluarga. Bila anak menunjukkan gejala yang mencurigakan, segera konsultasikan dengan profesional kesehatan mental untuk diagnosis dan penanganan yang sesuai.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Conduct disorder mengacu pada sekelompok masalah perilaku dan emosional yang berulang dan persisten pada anak-anak dan remaja. Anak-anak dengan gangguan ini mengalami kesulitan dalam mengikuti aturan, menghormati hak orang lain, menunjukkan empati, dan berperilaku secara sosial dapat diterima. Mereka sering dianggap &#8220;buruk&#8221;, bukan sebagai orang yang mengalami gangguan mental. Beberapa faktor dapat menyebabkan seorang anak &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":4498,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"class_list":["post-4499","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-tumbuh-kembang"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.6 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Mengenali Conduct Disorder pada Anak - TemanMama<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Conduct disorder mengacu pada sekelompok masalah perilaku dan emosional yang berulang dan persisten pada anak-anak dan remaja. Anak-anak dengan gangguan ini mengalami kesulitan dalam mengikuti aturan.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/temanmama.org\/?p=4499\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Mengenali Conduct Disorder pada Anak - TemanMama\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Conduct disorder mengacu pada sekelompok masalah perilaku dan emosional yang berulang dan persisten pada anak-anak dan remaja. Anak-anak dengan gangguan ini mengalami kesulitan dalam mengikuti aturan.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/temanmama.org\/?p=4499\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"TemanMama\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-02-01T15:50:38+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-02-01T17:04:30+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/hq720.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"686\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"386\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"N0tty\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"N0tty\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=4499#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=4499\"},\"author\":{\"name\":\"N0tty\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/64b9e3ca99c6a26fc49b719086cf664c\"},\"headline\":\"Mengenali Conduct Disorder pada Anak\",\"datePublished\":\"2024-02-01T15:50:38+00:00\",\"dateModified\":\"2024-02-01T17:04:30+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=4499\"},\"wordCount\":459,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=4499#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/hq720.jpg\",\"articleSection\":[\"Tumbuh Kembang\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/temanmama.org\/?p=4499#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=4499\",\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=4499\",\"name\":\"Mengenali Conduct Disorder pada Anak - TemanMama\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=4499#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=4499#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/hq720.jpg\",\"datePublished\":\"2024-02-01T15:50:38+00:00\",\"dateModified\":\"2024-02-01T17:04:30+00:00\",\"description\":\"Conduct disorder mengacu pada sekelompok masalah perilaku dan emosional yang berulang dan persisten pada anak-anak dan remaja. Anak-anak dengan gangguan ini mengalami kesulitan dalam mengikuti aturan.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=4499#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/temanmama.org\/?p=4499\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=4499#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/hq720.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/hq720.jpg\",\"width\":686,\"height\":386},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=4499#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/temanmama.org\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Mengenali Conduct Disorder pada Anak\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#website\",\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/\",\"name\":\"TemanMama\",\"description\":\"TemanMama menyajikan informasi parenting, Ibu dan Anak, kehamilan seputar hubungan keluarga serta tips bermanfaat lainnya untuk Mama.\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#organization\"},\"alternateName\":\"Teman Mama & Info Seputar Parenting\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/temanmama.org\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#organization\",\"name\":\"TemanMama\",\"alternateName\":\"Teman Mama Parenting Keluarga\",\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/logo.png\",\"contentUrl\":\"http:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/logo.png\",\"width\":536,\"height\":239,\"caption\":\"TemanMama\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/64b9e3ca99c6a26fc49b719086cf664c\",\"name\":\"N0tty\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/99e6904fede8030975183a9cf70862ee7f280597b5621917dcb97037a703ffdb?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/99e6904fede8030975183a9cf70862ee7f280597b5621917dcb97037a703ffdb?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"N0tty\"},\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/?author=3\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Mengenali Conduct Disorder pada Anak - TemanMama","description":"Conduct disorder mengacu pada sekelompok masalah perilaku dan emosional yang berulang dan persisten pada anak-anak dan remaja. Anak-anak dengan gangguan ini mengalami kesulitan dalam mengikuti aturan.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/temanmama.org\/?p=4499","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Mengenali Conduct Disorder pada Anak - TemanMama","og_description":"Conduct disorder mengacu pada sekelompok masalah perilaku dan emosional yang berulang dan persisten pada anak-anak dan remaja. Anak-anak dengan gangguan ini mengalami kesulitan dalam mengikuti aturan.","og_url":"https:\/\/temanmama.org\/?p=4499","og_site_name":"TemanMama","article_published_time":"2024-02-01T15:50:38+00:00","article_modified_time":"2024-02-01T17:04:30+00:00","og_image":[{"width":686,"height":386,"url":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/hq720.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"N0tty","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"N0tty","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=4499#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=4499"},"author":{"name":"N0tty","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/64b9e3ca99c6a26fc49b719086cf664c"},"headline":"Mengenali Conduct Disorder pada Anak","datePublished":"2024-02-01T15:50:38+00:00","dateModified":"2024-02-01T17:04:30+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=4499"},"wordCount":459,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=4499#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/hq720.jpg","articleSection":["Tumbuh Kembang"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/temanmama.org\/?p=4499#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=4499","url":"https:\/\/temanmama.org\/?p=4499","name":"Mengenali Conduct Disorder pada Anak - TemanMama","isPartOf":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=4499#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=4499#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/hq720.jpg","datePublished":"2024-02-01T15:50:38+00:00","dateModified":"2024-02-01T17:04:30+00:00","description":"Conduct disorder mengacu pada sekelompok masalah perilaku dan emosional yang berulang dan persisten pada anak-anak dan remaja. Anak-anak dengan gangguan ini mengalami kesulitan dalam mengikuti aturan.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=4499#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/temanmama.org\/?p=4499"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=4499#primaryimage","url":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/hq720.jpg","contentUrl":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/hq720.jpg","width":686,"height":386},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=4499#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/temanmama.org\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Mengenali Conduct Disorder pada Anak"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#website","url":"https:\/\/temanmama.org\/","name":"TemanMama","description":"TemanMama menyajikan informasi parenting, Ibu dan Anak, kehamilan seputar hubungan keluarga serta tips bermanfaat lainnya untuk Mama.","publisher":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/#organization"},"alternateName":"Teman Mama & Info Seputar Parenting","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/temanmama.org\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#organization","name":"TemanMama","alternateName":"Teman Mama Parenting Keluarga","url":"https:\/\/temanmama.org\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"http:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/logo.png","contentUrl":"http:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/logo.png","width":536,"height":239,"caption":"TemanMama"},"image":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/64b9e3ca99c6a26fc49b719086cf664c","name":"N0tty","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/99e6904fede8030975183a9cf70862ee7f280597b5621917dcb97037a703ffdb?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/99e6904fede8030975183a9cf70862ee7f280597b5621917dcb97037a703ffdb?s=96&d=mm&r=g","caption":"N0tty"},"url":"https:\/\/temanmama.org\/?author=3"}]}},"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4499","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=4499"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4499\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4508,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4499\/revisions\/4508"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/4498"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=4499"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=4499"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=4499"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}