{"id":4389,"date":"2024-01-30T14:20:05","date_gmt":"2024-01-30T14:20:05","guid":{"rendered":"https:\/\/temanmama.org\/?p=4389"},"modified":"2024-01-30T14:20:05","modified_gmt":"2024-01-30T14:20:05","slug":"faktor-apa-saja-yang-bisa-membuat-anak-stres","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/temanmama.org\/?p=4389","title":{"rendered":"Faktor Apa Saja yang Bisa Membuat Anak Stres"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Siapa bilang anak-anak tidak bisa mengalami stres? Tidak hanya orang dewasa, anak-anak juga bisa mengalami stres <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">lho<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, Mom. Gejala stres yang dialami si kecil memang tidak mudah dikenali. Beberapa anak yang mengalami stres mungkin saja tidak menunjukkan keluhan atau gejala yang spesifik. Tapi, ada beberapa tanda yang dapat menjadi indikasi anak mengalami stres, seperti emosi berubah-ubah, sulit tidur, tidak fokus saat belajar, atau kurang nafsu makan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Stres pada anak tidak bisa dianggap remeh. Pasalnya, hal ini bisa berdampak terhadap tumbuh kembang mereka yang menjadi tidak optimal. Karena itu, penting bagi orang tua untuk mengetahui faktor apa saja yang membuat anak mengalami stres, agar masalah ini bisa diatasi dengan tepat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berikut ialah beberapa penyebab stres pada anak, mulai dari:<\/span><\/p>\n<h4><strong>1. Tuntutan Akademis Berlebihan<\/strong><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penting untuk diingat, bahwa setiap anak memiliki kecepatan belajar yang berbeda. Tuntutan akademis yang berlebihan, seperti tekanan untuk mencapai nilai tertinggi atau mengejar prestasi tanpa henti, dapat membuat anak menjadi stres.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Karena itu, untuk menghindari stres yang bisa dialami anak-anak, orang tua perlu memberikan dukungan, mendengarkan kebutuhan anak, dan mendorong pola belajar yang sehat.<\/span><\/p>\n<h4><strong>2. Masalah Keluarga<\/strong><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Konflik dalam keluarga, perceraian orang tua, atau ketidakharmonisan dalam rumah tangga dapat memberikan dampak negatif pada kesejahteraan emosional anak, sehingga hal ini menyebabkan stres pada anak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Anak-anak seringkali tidak memiliki cara yang baik untuk mengatasi konflik di rumah. Karena itu, penting bagi orang tua untuk memastikan anak-anak merasa didengar setiap keluhan dan kebutuhannya.<\/span><\/p>\n<h4><strong>3. Mengalami Tekanan Sosial<\/strong><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Anak-anak seringkali merasakan tekanan sosial dari teman sebayanya. Rasa ingin diterima dan tidak ingin dicap sebagai berbeda dapat menyebabkan stres pada anak. Penting bagi setiap orang tua untuk mendukung perkembangan sosial anak dan mengajarkan keterampilan interpersonal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, membangun kepercayaan diri pada anak adalah kunci untuk membantu mereka mengatasi tekanan sosial.<\/span><\/p>\n<h4><strong>4. Overstimulasi Media<\/strong><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Paparan berlebihan dari media, baik itu dari tayangan televisi atau konten-konten di berbagai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">platform<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> sosial media, terutama konten yang tidak sesuai untuk usia anak, hal ini dapat menjadi faktor yang menyebabkan anak mengalami stres.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Orang tua perlu mengawasi dan mengontrol waktu yang dihabiskan anak di depan layar gadget, serta memastikan bahwa konten yang ditampilkan sesuai dengan usia anak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan mengetahui beberapa faktor ini, diharapkan dapat membantu orang tua dalam menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan anak-anak tanpa memberikan tekanan yang berlebihan.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Siapa bilang anak-anak tidak bisa mengalami stres? Tidak hanya orang dewasa, anak-anak juga bisa mengalami stres lho, Mom. Gejala stres yang dialami si kecil memang tidak mudah dikenali. Beberapa anak yang mengalami stres mungkin saja tidak menunjukkan keluhan atau gejala yang spesifik. Tapi, ada beberapa tanda yang dapat menjadi indikasi anak mengalami stres, seperti emosi &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":4388,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7,11],"tags":[],"class_list":["post-4389","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kesehatan","category-tumbuh-kembang"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.6 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Faktor Apa Saja yang Bisa Membuat Anak Stres - TemanMama<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Beberapa penyebab stres pada anak, 1. Tuntutan Akademis Berlebihan, 2. Masalah Keluarga, 3. Tekanan Sosial, 4. Overstimulasi Media. Selengkapnya di sini!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/temanmama.org\/?p=4389\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Faktor Apa Saja yang Bisa Membuat Anak Stres - TemanMama\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Beberapa penyebab stres pada anak, 1. Tuntutan Akademis Berlebihan, 2. Masalah Keluarga, 3. Tekanan Sosial, 4. Overstimulasi Media. Selengkapnya di sini!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/temanmama.org\/?p=4389\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"TemanMama\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-01-30T14:20:05+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/WhatsApp-Image-2024-01-30-at-10.50.20.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1280\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"847\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"N0tty\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"N0tty\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=4389#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=4389\"},\"author\":{\"name\":\"N0tty\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/64b9e3ca99c6a26fc49b719086cf664c\"},\"headline\":\"Faktor Apa Saja yang Bisa Membuat Anak Stres\",\"datePublished\":\"2024-01-30T14:20:05+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=4389\"},\"wordCount\":374,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=4389#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/WhatsApp-Image-2024-01-30-at-10.50.20.jpeg\",\"articleSection\":[\"Kesehatan\",\"Tumbuh Kembang\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/temanmama.org\/?p=4389#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=4389\",\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=4389\",\"name\":\"Faktor Apa Saja yang Bisa Membuat Anak Stres - TemanMama\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=4389#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=4389#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/WhatsApp-Image-2024-01-30-at-10.50.20.jpeg\",\"datePublished\":\"2024-01-30T14:20:05+00:00\",\"description\":\"Beberapa penyebab stres pada anak, 1. Tuntutan Akademis Berlebihan, 2. Masalah Keluarga, 3. Tekanan Sosial, 4. Overstimulasi Media. Selengkapnya di sini!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=4389#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/temanmama.org\/?p=4389\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=4389#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/WhatsApp-Image-2024-01-30-at-10.50.20.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/WhatsApp-Image-2024-01-30-at-10.50.20.jpeg\",\"width\":1280,\"height\":847},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=4389#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/temanmama.org\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Faktor Apa Saja yang Bisa Membuat Anak Stres\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#website\",\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/\",\"name\":\"TemanMama\",\"description\":\"TemanMama menyajikan informasi parenting, Ibu dan Anak, kehamilan seputar hubungan keluarga serta tips bermanfaat lainnya untuk Mama.\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#organization\"},\"alternateName\":\"Teman Mama & Info Seputar Parenting\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/temanmama.org\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#organization\",\"name\":\"TemanMama\",\"alternateName\":\"Teman Mama Parenting Keluarga\",\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/logo.png\",\"contentUrl\":\"http:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/logo.png\",\"width\":536,\"height\":239,\"caption\":\"TemanMama\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/64b9e3ca99c6a26fc49b719086cf664c\",\"name\":\"N0tty\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/99e6904fede8030975183a9cf70862ee7f280597b5621917dcb97037a703ffdb?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/99e6904fede8030975183a9cf70862ee7f280597b5621917dcb97037a703ffdb?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"N0tty\"},\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/?author=3\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Faktor Apa Saja yang Bisa Membuat Anak Stres - TemanMama","description":"Beberapa penyebab stres pada anak, 1. Tuntutan Akademis Berlebihan, 2. Masalah Keluarga, 3. Tekanan Sosial, 4. Overstimulasi Media. Selengkapnya di sini!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/temanmama.org\/?p=4389","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Faktor Apa Saja yang Bisa Membuat Anak Stres - TemanMama","og_description":"Beberapa penyebab stres pada anak, 1. Tuntutan Akademis Berlebihan, 2. Masalah Keluarga, 3. Tekanan Sosial, 4. Overstimulasi Media. Selengkapnya di sini!","og_url":"https:\/\/temanmama.org\/?p=4389","og_site_name":"TemanMama","article_published_time":"2024-01-30T14:20:05+00:00","og_image":[{"width":1280,"height":847,"url":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/WhatsApp-Image-2024-01-30-at-10.50.20.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"N0tty","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"N0tty","Est. reading time":"2 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=4389#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=4389"},"author":{"name":"N0tty","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/64b9e3ca99c6a26fc49b719086cf664c"},"headline":"Faktor Apa Saja yang Bisa Membuat Anak Stres","datePublished":"2024-01-30T14:20:05+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=4389"},"wordCount":374,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=4389#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/WhatsApp-Image-2024-01-30-at-10.50.20.jpeg","articleSection":["Kesehatan","Tumbuh Kembang"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/temanmama.org\/?p=4389#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=4389","url":"https:\/\/temanmama.org\/?p=4389","name":"Faktor Apa Saja yang Bisa Membuat Anak Stres - TemanMama","isPartOf":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=4389#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=4389#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/WhatsApp-Image-2024-01-30-at-10.50.20.jpeg","datePublished":"2024-01-30T14:20:05+00:00","description":"Beberapa penyebab stres pada anak, 1. Tuntutan Akademis Berlebihan, 2. Masalah Keluarga, 3. Tekanan Sosial, 4. Overstimulasi Media. Selengkapnya di sini!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=4389#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/temanmama.org\/?p=4389"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=4389#primaryimage","url":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/WhatsApp-Image-2024-01-30-at-10.50.20.jpeg","contentUrl":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/WhatsApp-Image-2024-01-30-at-10.50.20.jpeg","width":1280,"height":847},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=4389#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/temanmama.org\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Faktor Apa Saja yang Bisa Membuat Anak Stres"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#website","url":"https:\/\/temanmama.org\/","name":"TemanMama","description":"TemanMama menyajikan informasi parenting, Ibu dan Anak, kehamilan seputar hubungan keluarga serta tips bermanfaat lainnya untuk Mama.","publisher":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/#organization"},"alternateName":"Teman Mama & Info Seputar Parenting","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/temanmama.org\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#organization","name":"TemanMama","alternateName":"Teman Mama Parenting Keluarga","url":"https:\/\/temanmama.org\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"http:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/logo.png","contentUrl":"http:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/logo.png","width":536,"height":239,"caption":"TemanMama"},"image":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/64b9e3ca99c6a26fc49b719086cf664c","name":"N0tty","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/99e6904fede8030975183a9cf70862ee7f280597b5621917dcb97037a703ffdb?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/99e6904fede8030975183a9cf70862ee7f280597b5621917dcb97037a703ffdb?s=96&d=mm&r=g","caption":"N0tty"},"url":"https:\/\/temanmama.org\/?author=3"}]}},"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4389","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=4389"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4389\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4390,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4389\/revisions\/4390"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/4388"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=4389"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=4389"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=4389"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}