{"id":4322,"date":"2024-01-29T14:14:40","date_gmt":"2024-01-29T14:14:40","guid":{"rendered":"https:\/\/temanmama.org\/?p=4322"},"modified":"2024-01-29T14:14:40","modified_gmt":"2024-01-29T14:14:40","slug":"active-sleep-pada-bayi-pengertian-ciri-dan-apakah-berbahaya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/temanmama.org\/?p=4322","title":{"rendered":"Active Sleep pada Bayi: Pengertian, Ciri, dan Apakah Berbahaya?"},"content":{"rendered":"<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Active sleep<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> atau tidur aktif merupakan fase tidur yang umum terjadi pada bayi. Kondisi ini adalah bagian dari siklus tidur bayi yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan dan perkembangan mereka.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk lebih jelasnya, yuk Mom pahami lebih lanjut mengenai active sleep pada bayi, ciri-cirinya, serta apakah fase ini bisa dianggap berbahaya.<\/span><\/p>\n<h3><strong>Apa Itu <em>Active Sleep<\/em>?<\/strong><\/h3>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Active sleep<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> merupakan salah satu fase tidur bayi yang umumnya terjadi pada neonatus, yaitu di mana bayi berusia 0 &#8211; 2 bulan. Fase ini juga dikenal sebagai REM atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Rapid Eye Movement Sleep<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, yang ditandai dengan gerakan mata yang cepat dan aktif.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada fase<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> active sleep<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, otak bayi aktif akan bergerak dan bekerja secara kognitif dengan intensitas yang tinggi. Selama fase ini, bayi mungkin akan terlihat rewel, menggerak-gerakkan tangan dan kaki, atau bahkan mengeluarkan suara-suara kecil. Meskipun seolah-olah bayi terlihat terjaga,namun sebenarnya si kecil dalam keadaan tidur yang sangat dalam.<\/span><\/p>\n<h3><strong>Ciri-ciri <em>Active Sleep<\/em> pada Bayi<\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berikut ialah beberapa ciri-ciri yang dapat dikenali saat bayi berada dalam fase <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">active sleep<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">:<\/span><\/p>\n<h4><strong>1. Gerakan Mata Cepat (<i>Rapid Eye Movement<\/i> \/ Rem)<\/strong><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bayi yang berada dalam fase <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">active sleep<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> akan menunjukkan gerakan mata cepat secara teratur. Fase ini berhubungan dengan mimpi dan proses konsolidasi memori yang penting untuk perkembangan otak.<\/span><\/p>\n<h4><strong>2. Aktivitas Fisik yang Intensif<\/strong><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selama fase <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">active sleep<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, si kecil akan melakukan gerakan fisik yang intensif, seperti menggerakkan lengan, kaki, atau bahkan berkedip secara aktif. Aktivitas ini secara tidak langsung membantu melatih otot dan sistem saraf bayi.<\/span><\/p>\n<h4><strong>3. Ekspresi Wajah yang Berubah-ubah<\/strong><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Wajah si kecil mungkin akan menunjukkan ekspresi yang beragam selama <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">active sleep<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Mereka bisa menunjukkan ekspresi wajah yang tersenyum, atau bahkan mengekspresikan gerakan-gerakan imitatif yang menggambarkan pemrosesan informasi yang terjadi dalam otak bayi.<\/span><\/p>\n<h4><strong>Apakah <em>Active Sleep<\/em> Berbahaya?<\/strong><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagian besar ahli kesehatan anak setuju bahwa <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">active sleep<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> pada bayi tidak berbahaya. Pasalnya, fase ini merupakan bagian normal dari perkembangan tidur mereka. Meskipun terkadang bayi terlihat gelisah atau rewel selama fase ini, hal ini sebenarnya adalah respon otak yang normal dan membantu dalam proses perkembangan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mitos yang perlu dihindari oleh TemanMama adalah anggapan bahwa <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">active sleep<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dapat menyebabkan bayi kurang tidur atau terganggu. Sebaliknya, fase ini sebenarnya penting untuk stimulasi otak dan perkembangan saraf bayi.<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Active sleep<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> pada bayi adalah fase tidur yang normal dan penting untuk perkembangan mereka. Sementara itu, beberapa ciri-ciri <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">active sleep<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> mungkin membuat TemanMama merasa cemas. Namun, penting untuk diingat bahwa fase ini sejatinya mendukung pertumbuhan otak dan sistem saraf bayi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan pemahaman yang baik dan pengelolaan yang tepat, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">active sleep <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dapat menjadi bagian alami dari fase perjalanan tidur bayi yang sehat.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Active sleep atau tidur aktif merupakan fase tidur yang umum terjadi pada bayi. Kondisi ini adalah bagian dari siklus tidur bayi yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan dan perkembangan mereka. Untuk lebih jelasnya, yuk Mom pahami lebih lanjut mengenai active sleep pada bayi, ciri-cirinya, serta apakah fase ini bisa dianggap berbahaya. Apa Itu Active Sleep? &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":4321,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[13],"tags":[],"class_list":["post-4322","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bayi"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.6 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Active Sleep pada Bayi: Pengertian, Ciri, dan Apakah Berbahaya? - TemanMama<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Active sleep merupakan salah satu fase tidur bayi yang umumnya terjadi pada neonatus, yaitu di mana bayi berusia 0 - 2 bulan. Selengkapnya cek di sini!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/temanmama.org\/?p=4322\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Active Sleep pada Bayi: Pengertian, Ciri, dan Apakah Berbahaya? - TemanMama\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Active sleep merupakan salah satu fase tidur bayi yang umumnya terjadi pada neonatus, yaitu di mana bayi berusia 0 - 2 bulan. Selengkapnya cek di sini!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/temanmama.org\/?p=4322\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"TemanMama\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-01-29T14:14:40+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/WhatsApp-Image-2024-01-29-at-10.16.22.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1280\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"853\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"N0tty\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"N0tty\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=4322#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=4322\"},\"author\":{\"name\":\"N0tty\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/64b9e3ca99c6a26fc49b719086cf664c\"},\"headline\":\"Active Sleep pada Bayi: Pengertian, Ciri, dan Apakah Berbahaya?\",\"datePublished\":\"2024-01-29T14:14:40+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=4322\"},\"wordCount\":422,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=4322#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/WhatsApp-Image-2024-01-29-at-10.16.22.jpeg\",\"articleSection\":[\"Bayi\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/temanmama.org\/?p=4322#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=4322\",\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=4322\",\"name\":\"Active Sleep pada Bayi: Pengertian, Ciri, dan Apakah Berbahaya? - TemanMama\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=4322#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=4322#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/WhatsApp-Image-2024-01-29-at-10.16.22.jpeg\",\"datePublished\":\"2024-01-29T14:14:40+00:00\",\"description\":\"Active sleep merupakan salah satu fase tidur bayi yang umumnya terjadi pada neonatus, yaitu di mana bayi berusia 0 - 2 bulan. Selengkapnya cek di sini!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=4322#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/temanmama.org\/?p=4322\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=4322#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/WhatsApp-Image-2024-01-29-at-10.16.22.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/WhatsApp-Image-2024-01-29-at-10.16.22.jpeg\",\"width\":1280,\"height\":853},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=4322#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/temanmama.org\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Active Sleep pada Bayi: Pengertian, Ciri, dan Apakah Berbahaya?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#website\",\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/\",\"name\":\"TemanMama\",\"description\":\"TemanMama menyajikan informasi parenting, Ibu dan Anak, kehamilan seputar hubungan keluarga serta tips bermanfaat lainnya untuk Mama.\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#organization\"},\"alternateName\":\"Teman Mama & Info Seputar Parenting\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/temanmama.org\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#organization\",\"name\":\"TemanMama\",\"alternateName\":\"Teman Mama Parenting Keluarga\",\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/logo.png\",\"contentUrl\":\"http:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/logo.png\",\"width\":536,\"height\":239,\"caption\":\"TemanMama\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/64b9e3ca99c6a26fc49b719086cf664c\",\"name\":\"N0tty\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/99e6904fede8030975183a9cf70862ee7f280597b5621917dcb97037a703ffdb?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/99e6904fede8030975183a9cf70862ee7f280597b5621917dcb97037a703ffdb?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"N0tty\"},\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/?author=3\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Active Sleep pada Bayi: Pengertian, Ciri, dan Apakah Berbahaya? - TemanMama","description":"Active sleep merupakan salah satu fase tidur bayi yang umumnya terjadi pada neonatus, yaitu di mana bayi berusia 0 - 2 bulan. Selengkapnya cek di sini!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/temanmama.org\/?p=4322","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Active Sleep pada Bayi: Pengertian, Ciri, dan Apakah Berbahaya? - TemanMama","og_description":"Active sleep merupakan salah satu fase tidur bayi yang umumnya terjadi pada neonatus, yaitu di mana bayi berusia 0 - 2 bulan. Selengkapnya cek di sini!","og_url":"https:\/\/temanmama.org\/?p=4322","og_site_name":"TemanMama","article_published_time":"2024-01-29T14:14:40+00:00","og_image":[{"width":1280,"height":853,"url":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/WhatsApp-Image-2024-01-29-at-10.16.22.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"N0tty","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"N0tty","Est. reading time":"2 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=4322#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=4322"},"author":{"name":"N0tty","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/64b9e3ca99c6a26fc49b719086cf664c"},"headline":"Active Sleep pada Bayi: Pengertian, Ciri, dan Apakah Berbahaya?","datePublished":"2024-01-29T14:14:40+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=4322"},"wordCount":422,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=4322#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/WhatsApp-Image-2024-01-29-at-10.16.22.jpeg","articleSection":["Bayi"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/temanmama.org\/?p=4322#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=4322","url":"https:\/\/temanmama.org\/?p=4322","name":"Active Sleep pada Bayi: Pengertian, Ciri, dan Apakah Berbahaya? - TemanMama","isPartOf":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=4322#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=4322#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/WhatsApp-Image-2024-01-29-at-10.16.22.jpeg","datePublished":"2024-01-29T14:14:40+00:00","description":"Active sleep merupakan salah satu fase tidur bayi yang umumnya terjadi pada neonatus, yaitu di mana bayi berusia 0 - 2 bulan. Selengkapnya cek di sini!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=4322#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/temanmama.org\/?p=4322"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=4322#primaryimage","url":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/WhatsApp-Image-2024-01-29-at-10.16.22.jpeg","contentUrl":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/WhatsApp-Image-2024-01-29-at-10.16.22.jpeg","width":1280,"height":853},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=4322#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/temanmama.org\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Active Sleep pada Bayi: Pengertian, Ciri, dan Apakah Berbahaya?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#website","url":"https:\/\/temanmama.org\/","name":"TemanMama","description":"TemanMama menyajikan informasi parenting, Ibu dan Anak, kehamilan seputar hubungan keluarga serta tips bermanfaat lainnya untuk Mama.","publisher":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/#organization"},"alternateName":"Teman Mama & Info Seputar Parenting","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/temanmama.org\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#organization","name":"TemanMama","alternateName":"Teman Mama Parenting Keluarga","url":"https:\/\/temanmama.org\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"http:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/logo.png","contentUrl":"http:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/logo.png","width":536,"height":239,"caption":"TemanMama"},"image":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/64b9e3ca99c6a26fc49b719086cf664c","name":"N0tty","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/99e6904fede8030975183a9cf70862ee7f280597b5621917dcb97037a703ffdb?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/99e6904fede8030975183a9cf70862ee7f280597b5621917dcb97037a703ffdb?s=96&d=mm&r=g","caption":"N0tty"},"url":"https:\/\/temanmama.org\/?author=3"}]}},"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4322","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=4322"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4322\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4323,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4322\/revisions\/4323"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/4321"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=4322"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=4322"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=4322"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}