{"id":422,"date":"2023-11-19T03:36:45","date_gmt":"2023-11-19T03:36:45","guid":{"rendered":"https:\/\/temanmama.org\/?p=422"},"modified":"2024-01-23T16:01:44","modified_gmt":"2024-01-23T16:01:44","slug":"mengenal-sindrom-baby-blues-setelah-melahirkan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/temanmama.org\/?p=422","title":{"rendered":"Mengenal sindrom Baby Blues setelah melahirkan"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Baby blues adalah masalah psikologis yang biasa dijumpai oleh ibu pasca melahirkan. Pengertian lain baby blues merupakan kondisi yang di mana seorang ibu mengalami depresi ringan setelah melahirkan. Meskipun terkadang dianggap sepele, kondisi ini dapat berpengaruh negatif baik bagi si ibu maupun bayinya apabila hal ini diabaikan dan tidak segera ditangani.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kondisi baby blues syndrome bisa membuat si ibu menjadi lebih sensitif dan emosional, seperti mudah marah, sedih, cemas, sering menangis, sulit tidur, kurang nafsu makan, serta sulit konsentrasi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Biasanya, gejala baby blues akan memburuk di hari ke 3 &#8211; 4 pasca melahirkan dan kondisi ini akan berlangsung selama 14 hari. Dan apabila setelah 2 minggu kondisi baby blues tidak kunjung membaik, maka si ibu perlu untuk segera berkonsultasi dengan dokter yang ahli di bidang ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lantas, apa yang menyebabkan seorang ibu bisa terkena baby blues syndrome setelah melahirkan?<\/span><\/p>\n<h3><strong>Penyebab Syndrome Baby Blues<\/strong><\/h3>\n<h4><strong>1. Sulit beradaptasi<\/strong><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penyebab pertama kenapa seorang ibu bisa terkena baby blues yaitu kesulitan untuk beradaptasi dari kehidupan sebelum dan setelah menjadi seorang ibu. Tentu menjadi seorang ibu memiliki tugas dan tanggung jawab besar yang harus dijalani.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak sedikit seseorang yang baru menjadi ibu merasa kewalahan untuk mengurus kebutuhan si kecil sendirian, pasalnya ini adalah pengalaman yang baru mereka rasakan.<\/span><\/p>\n<h4><strong>2. Perubahan Hormon<\/strong><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sesudah melahirkan, seorang ibu akan mengalami perubahan kadar hormon yang cukup signifikan. Selama periode ini, kadar hormon estrogen dan progesteron seorang ibu akan menurun. Sehingga hal ini bisa memicu perubahan kondisi suasana hati dan perasaan mudah tertekan serta lelah.<\/span><\/p>\n<h4><strong>3. Kurang tidur<\/strong><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jam tidur bayi baru lahir yang tidak teratur kerap kali menyebabkan si ibu terbangun terus di malam hari. Kurangnya waktu tidur yang dialami ibu lama kelamaan akan membuat ibu menjadi kelelahan dan tidak nyaman. Hal ini yang menjadi pemicu baby blues syndrome.<\/span><\/p>\n<h4><strong>4. Memiliki histori gangguan kesehatan mental<\/strong><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Wanita yang memiliki histori gangguan kesehatan mental, mempunyai risiko yang lebih besar terkena baby blues syndrome. Apalagi jika riwayat gangguan kesehatan mentalnya, seperti bipolar, gangguan cemas, dan depresi.<\/span><\/p>\n<h3><strong>Cara mengatasi Baby Blues<\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Biasanya baby blues akan sembuh dalam kurun waktu 2 minggu. Walaupun begitu, kondisi ini harus tetap dikendalikan supaya tidak terjadi dalam jangka waktu yang lama. Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi baby blues, sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<h4><strong>1. Bercerita pada keluarga<\/strong><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk meredakan gejala baby blues, bercerita dengan orang terdekat seperti sahabat atau keluarga akan meringankan beban pikiran seorang ibu. Jadi, jangan ragu untuk bercerita apabila sedang ada masalah.<\/span><\/p>\n<h4><strong>2. Istirahat yang cukup<\/strong><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kurang istirahat adalah salah satu pemicu baby blues. Karena itu, manfaatkan waktu tidur si kecil untuk ibu bisa beristirahat juga. Dan apabila TemanMama merasa kelelahan ketika mengurus sang buah hati, jangan ragu untuk meminta bantuan pasangan.<\/span><\/p>\n<h4><strong>3. Rutin olahraga<\/strong><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Olahraga secara rutin bisa mengatasi baby blues. Dengan olahraga, kegelisahan ibu bisa teralihkan sekaligus dapat meningkatkan suasana hati serta kualitas tidur.<\/span><\/p>\n<h4><strong>4. Konsultasi dengan dokter<\/strong><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Cara terakhir, TemanMama dapat berkonsultasi dengan psikolog atau dokter untuk mengurangi gejala baby blues yang sedang dirasakan, terlebih apabila gejala ini tidak kunjung hilang setelah beberapa minggu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di tengah rasa bahagia dengan kehadiran si kecil, baby blues pasti terasa sangat tidak nyaman dan tidak wajar bagi Anda. Tetapi ini adalah hal yang wajar dan juga banyak dialami oleh ibu-ibu lain. Untuk menghadapi situasi ini, Anda memerlukan banyak dukungan support dari orang-orang terdekat.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Baby blues adalah masalah psikologis yang biasa dijumpai oleh ibu pasca melahirkan. Pengertian lain baby blues merupakan kondisi yang di mana seorang ibu mengalami depresi ringan setelah melahirkan. Meskipun terkadang dianggap sepele, kondisi ini dapat berpengaruh negatif baik bagi si ibu maupun bayinya apabila hal ini diabaikan dan tidak segera ditangani. Kondisi baby blues syndrome &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":424,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7,8],"tags":[19,78,44,34,80,18,72],"class_list":["post-422","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kesehatan","category-melahirkan","tag-bunda","tag-info","tag-istri","tag-melahirkan","tag-psikologis","tag-tips","tag-unik"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.6 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Mengenal sindrom Baby Blues setelah melahirkan - TemanMama<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"baby blues akan memburuk di hari ke 3 - 4... Lantas, apa yang menyebabkan seorang ibu bisa terkena baby blues syndrome setelah melahirkan\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/temanmama.org\/?p=422\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Mengenal sindrom Baby Blues setelah melahirkan - TemanMama\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"baby blues akan memburuk di hari ke 3 - 4... Lantas, apa yang menyebabkan seorang ibu bisa terkena baby blues syndrome setelah melahirkan\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/temanmama.org\/?p=422\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"TemanMama\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-11-19T03:36:45+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-01-23T16:01:44+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/baby-blues.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1080\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"684\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"N0tty\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"N0tty\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=422#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=422\"},\"author\":{\"name\":\"N0tty\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/64b9e3ca99c6a26fc49b719086cf664c\"},\"headline\":\"Mengenal sindrom Baby Blues setelah melahirkan\",\"datePublished\":\"2023-11-19T03:36:45+00:00\",\"dateModified\":\"2024-01-23T16:01:44+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=422\"},\"wordCount\":529,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=422#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/baby-blues.jpg\",\"keywords\":[\"bunda\",\"info\",\"Istri\",\"Melahirkan\",\"psikologis\",\"tips\",\"Unik\"],\"articleSection\":[\"Kesehatan\",\"Melahirkan\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/temanmama.org\/?p=422#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=422\",\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=422\",\"name\":\"Mengenal sindrom Baby Blues setelah melahirkan - TemanMama\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=422#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=422#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/baby-blues.jpg\",\"datePublished\":\"2023-11-19T03:36:45+00:00\",\"dateModified\":\"2024-01-23T16:01:44+00:00\",\"description\":\"baby blues akan memburuk di hari ke 3 - 4... Lantas, apa yang menyebabkan seorang ibu bisa terkena baby blues syndrome setelah melahirkan\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=422#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/temanmama.org\/?p=422\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=422#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/baby-blues.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/baby-blues.jpg\",\"width\":1080,\"height\":684},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=422#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/temanmama.org\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Mengenal sindrom Baby Blues setelah melahirkan\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#website\",\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/\",\"name\":\"TemanMama\",\"description\":\"TemanMama menyajikan informasi parenting, Ibu dan Anak, kehamilan seputar hubungan keluarga serta tips bermanfaat lainnya untuk Mama.\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#organization\"},\"alternateName\":\"Teman Mama & Info Seputar Parenting\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/temanmama.org\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#organization\",\"name\":\"TemanMama\",\"alternateName\":\"Teman Mama Parenting Keluarga\",\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/logo.png\",\"contentUrl\":\"http:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/logo.png\",\"width\":536,\"height\":239,\"caption\":\"TemanMama\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/64b9e3ca99c6a26fc49b719086cf664c\",\"name\":\"N0tty\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/99e6904fede8030975183a9cf70862ee7f280597b5621917dcb97037a703ffdb?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/99e6904fede8030975183a9cf70862ee7f280597b5621917dcb97037a703ffdb?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"N0tty\"},\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/?author=3\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Mengenal sindrom Baby Blues setelah melahirkan - TemanMama","description":"baby blues akan memburuk di hari ke 3 - 4... Lantas, apa yang menyebabkan seorang ibu bisa terkena baby blues syndrome setelah melahirkan","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/temanmama.org\/?p=422","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Mengenal sindrom Baby Blues setelah melahirkan - TemanMama","og_description":"baby blues akan memburuk di hari ke 3 - 4... Lantas, apa yang menyebabkan seorang ibu bisa terkena baby blues syndrome setelah melahirkan","og_url":"https:\/\/temanmama.org\/?p=422","og_site_name":"TemanMama","article_published_time":"2023-11-19T03:36:45+00:00","article_modified_time":"2024-01-23T16:01:44+00:00","og_image":[{"width":1080,"height":684,"url":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/baby-blues.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"N0tty","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"N0tty","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=422#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=422"},"author":{"name":"N0tty","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/64b9e3ca99c6a26fc49b719086cf664c"},"headline":"Mengenal sindrom Baby Blues setelah melahirkan","datePublished":"2023-11-19T03:36:45+00:00","dateModified":"2024-01-23T16:01:44+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=422"},"wordCount":529,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=422#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/baby-blues.jpg","keywords":["bunda","info","Istri","Melahirkan","psikologis","tips","Unik"],"articleSection":["Kesehatan","Melahirkan"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/temanmama.org\/?p=422#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=422","url":"https:\/\/temanmama.org\/?p=422","name":"Mengenal sindrom Baby Blues setelah melahirkan - TemanMama","isPartOf":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=422#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=422#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/baby-blues.jpg","datePublished":"2023-11-19T03:36:45+00:00","dateModified":"2024-01-23T16:01:44+00:00","description":"baby blues akan memburuk di hari ke 3 - 4... Lantas, apa yang menyebabkan seorang ibu bisa terkena baby blues syndrome setelah melahirkan","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=422#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/temanmama.org\/?p=422"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=422#primaryimage","url":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/baby-blues.jpg","contentUrl":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/baby-blues.jpg","width":1080,"height":684},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=422#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/temanmama.org\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Mengenal sindrom Baby Blues setelah melahirkan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#website","url":"https:\/\/temanmama.org\/","name":"TemanMama","description":"TemanMama menyajikan informasi parenting, Ibu dan Anak, kehamilan seputar hubungan keluarga serta tips bermanfaat lainnya untuk Mama.","publisher":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/#organization"},"alternateName":"Teman Mama & Info Seputar Parenting","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/temanmama.org\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#organization","name":"TemanMama","alternateName":"Teman Mama Parenting Keluarga","url":"https:\/\/temanmama.org\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"http:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/logo.png","contentUrl":"http:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/logo.png","width":536,"height":239,"caption":"TemanMama"},"image":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/64b9e3ca99c6a26fc49b719086cf664c","name":"N0tty","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/99e6904fede8030975183a9cf70862ee7f280597b5621917dcb97037a703ffdb?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/99e6904fede8030975183a9cf70862ee7f280597b5621917dcb97037a703ffdb?s=96&d=mm&r=g","caption":"N0tty"},"url":"https:\/\/temanmama.org\/?author=3"}]}},"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/422","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=422"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/422\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3947,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/422\/revisions\/3947"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/424"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=422"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=422"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=422"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}