{"id":4157,"date":"2024-01-26T16:34:28","date_gmt":"2024-01-26T16:34:28","guid":{"rendered":"https:\/\/temanmama.org\/?p=4157"},"modified":"2024-01-26T16:34:28","modified_gmt":"2024-01-26T16:34:28","slug":"penyebab-bab-berdarah-pada-bayi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/temanmama.org\/?p=4157","title":{"rendered":"Penyebab BAB Berdarah pada Bayi"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">TemanMama mungkin akan langsung panik ketika melihat darah pada popok si kecil setelah ia buang air besar atau BAB. BAB berdarah pada si kecil tidak selalu menunjukkan gangguan medis yang berbahaya. Pada beberapa kondisi, ternyata hal ini sering ditemui kok, Mom.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perlu TemanMama ketahui, BAB berdarah pada bayi dapat diakibatkan oleh berbagai kondisi. Sebagian kondisi dapat sembuh dengan sendirinya dan bisa diatasi secara mandiri di rumah. Namun, pada kondisi lainnya, BAB berdarah mungkin saja merupakan gejala suatu penyakit. Karena itu, TemanMama perlu mengetahui faktor apa saja yang bisa membuat bayi mengalami BAB berdarah.<\/span><\/p>\n<h3><strong>Penyebab BAB Berdarah<\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berikut ialah beberapa faktor yang bisa menjadi penyebab bayi mengalami BAB berdarah.<\/span><\/p>\n<h4><strong>1. Asupan Makanan<\/strong><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sistem pencernaan bayi umumnya masih dalam fase perkembangan, sehingga minuman, makanan, ataupun obat tertentu yang dikonsumsi oleh bayi seringkali tidak bisa dicerna dengan sempurna oleh tubuhnya. Terkadang, hal ini yang membuat pada feses bayi ditemukan tekstur atau warna dari makanan yang baru saja dikonsumsi olehnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, jika TemanMama menemukan warna merah pada feses bayi, bisa saja si kecil baru mengkonsumsi buah naga atau tomat.<\/span><\/p>\n<h4><strong>2. Sembelit atau Fisura Ani<\/strong><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sembelit dapat dialami oleh semua bayi, tetapi lebih sering terjadi pada bayi yang baru mulai mengkonsumsi MPASI atau mengkonsumsi susu formula. Sembelit akan memaksa si kecil mengejan ketika BAB. Nah, tekanan yang terlalu ini dapat membuat robekan kecil atau luka pada area sekitar anus, dan dikenal dengan istilah fisura ani. Saat terjadi luka pada area anus, bercak darah bisa ditemukan pada feses bayi.<\/span><\/p>\n<h4><strong>3. Ruam Popok<\/strong><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat anak mengalami ruam popok, TemanMama juga bisa menemukan bercak darah pada feses si kecil. Pasalnya, kulit yang mengalami ruam popok juga bisa mengalami lecet dan luka.<\/span><\/p>\n<h4><strong>4. Infeksi Usus<\/strong><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada sebagian kasus, darah yang ditemukan pada feses bayi dapat menjadi tanda si kecil mengalami infeksi bakteri, virus, ataupun parasit. Infeksi ini bisa memicu peradangan usus yang kemudian menyebabkan BAB berdarah. Selain darah pada feses, infeksi usus juga bisa ditandai dengan BAB yang berlendir, diare, bayi menjadi sangat rewel, dan si kecil mengalami demam.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam semua kasus, diagnosis dan perawatan harus disesuaikan dengan kondisi yang dialami bayi. Mengabaikan BAB berdarah pada bayi dapat meninggalkan dampak serius. Karena itu mengambil tindakan medis yang tepat waktu sangat dibutuhkan.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>TemanMama mungkin akan langsung panik ketika melihat darah pada popok si kecil setelah ia buang air besar atau BAB. BAB berdarah pada si kecil tidak selalu menunjukkan gangguan medis yang berbahaya. Pada beberapa kondisi, ternyata hal ini sering ditemui kok, Mom. Perlu TemanMama ketahui, BAB berdarah pada bayi dapat diakibatkan oleh berbagai kondisi. Sebagian kondisi &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":4156,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[13,7],"tags":[],"class_list":["post-4157","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bayi","category-kesehatan"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.6 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Penyebab BAB Berdarah pada Bayi - TemanMama<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Beberapa faktor yang bisa menjadi penyebab bayi mengalami BAB berdarah, 1. Asupan Makanan, 2. Sembelit, 3. Ruam Popok, 4. Infeksi Usus. Cek di sini!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/temanmama.org\/?p=4157\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Penyebab BAB Berdarah pada Bayi - TemanMama\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Beberapa faktor yang bisa menjadi penyebab bayi mengalami BAB berdarah, 1. Asupan Makanan, 2. Sembelit, 3. Ruam Popok, 4. Infeksi Usus. Cek di sini!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/temanmama.org\/?p=4157\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"TemanMama\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-01-26T16:34:28+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/WhatsApp-Image-2024-01-26-at-09.35.52.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1280\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"944\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"N0tty\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"N0tty\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=4157#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=4157\"},\"author\":{\"name\":\"N0tty\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/64b9e3ca99c6a26fc49b719086cf664c\"},\"headline\":\"Penyebab BAB Berdarah pada Bayi\",\"datePublished\":\"2024-01-26T16:34:28+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=4157\"},\"wordCount\":363,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=4157#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/WhatsApp-Image-2024-01-26-at-09.35.52.jpeg\",\"articleSection\":[\"Bayi\",\"Kesehatan\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/temanmama.org\/?p=4157#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=4157\",\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=4157\",\"name\":\"Penyebab BAB Berdarah pada Bayi - TemanMama\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=4157#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=4157#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/WhatsApp-Image-2024-01-26-at-09.35.52.jpeg\",\"datePublished\":\"2024-01-26T16:34:28+00:00\",\"description\":\"Beberapa faktor yang bisa menjadi penyebab bayi mengalami BAB berdarah, 1. Asupan Makanan, 2. Sembelit, 3. Ruam Popok, 4. Infeksi Usus. Cek di sini!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=4157#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/temanmama.org\/?p=4157\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=4157#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/WhatsApp-Image-2024-01-26-at-09.35.52.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/WhatsApp-Image-2024-01-26-at-09.35.52.jpeg\",\"width\":1280,\"height\":944},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=4157#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/temanmama.org\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Penyebab BAB Berdarah pada Bayi\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#website\",\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/\",\"name\":\"TemanMama\",\"description\":\"TemanMama menyajikan informasi parenting, Ibu dan Anak, kehamilan seputar hubungan keluarga serta tips bermanfaat lainnya untuk Mama.\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#organization\"},\"alternateName\":\"Teman Mama & Info Seputar Parenting\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/temanmama.org\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#organization\",\"name\":\"TemanMama\",\"alternateName\":\"Teman Mama Parenting Keluarga\",\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/logo.png\",\"contentUrl\":\"http:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/logo.png\",\"width\":536,\"height\":239,\"caption\":\"TemanMama\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/64b9e3ca99c6a26fc49b719086cf664c\",\"name\":\"N0tty\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/99e6904fede8030975183a9cf70862ee7f280597b5621917dcb97037a703ffdb?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/99e6904fede8030975183a9cf70862ee7f280597b5621917dcb97037a703ffdb?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"N0tty\"},\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/?author=3\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Penyebab BAB Berdarah pada Bayi - TemanMama","description":"Beberapa faktor yang bisa menjadi penyebab bayi mengalami BAB berdarah, 1. Asupan Makanan, 2. Sembelit, 3. Ruam Popok, 4. Infeksi Usus. Cek di sini!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/temanmama.org\/?p=4157","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Penyebab BAB Berdarah pada Bayi - TemanMama","og_description":"Beberapa faktor yang bisa menjadi penyebab bayi mengalami BAB berdarah, 1. Asupan Makanan, 2. Sembelit, 3. Ruam Popok, 4. Infeksi Usus. Cek di sini!","og_url":"https:\/\/temanmama.org\/?p=4157","og_site_name":"TemanMama","article_published_time":"2024-01-26T16:34:28+00:00","og_image":[{"width":1280,"height":944,"url":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/WhatsApp-Image-2024-01-26-at-09.35.52.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"N0tty","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"N0tty","Est. reading time":"2 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=4157#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=4157"},"author":{"name":"N0tty","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/64b9e3ca99c6a26fc49b719086cf664c"},"headline":"Penyebab BAB Berdarah pada Bayi","datePublished":"2024-01-26T16:34:28+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=4157"},"wordCount":363,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=4157#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/WhatsApp-Image-2024-01-26-at-09.35.52.jpeg","articleSection":["Bayi","Kesehatan"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/temanmama.org\/?p=4157#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=4157","url":"https:\/\/temanmama.org\/?p=4157","name":"Penyebab BAB Berdarah pada Bayi - TemanMama","isPartOf":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=4157#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=4157#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/WhatsApp-Image-2024-01-26-at-09.35.52.jpeg","datePublished":"2024-01-26T16:34:28+00:00","description":"Beberapa faktor yang bisa menjadi penyebab bayi mengalami BAB berdarah, 1. Asupan Makanan, 2. Sembelit, 3. Ruam Popok, 4. Infeksi Usus. Cek di sini!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=4157#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/temanmama.org\/?p=4157"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=4157#primaryimage","url":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/WhatsApp-Image-2024-01-26-at-09.35.52.jpeg","contentUrl":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/WhatsApp-Image-2024-01-26-at-09.35.52.jpeg","width":1280,"height":944},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=4157#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/temanmama.org\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Penyebab BAB Berdarah pada Bayi"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#website","url":"https:\/\/temanmama.org\/","name":"TemanMama","description":"TemanMama menyajikan informasi parenting, Ibu dan Anak, kehamilan seputar hubungan keluarga serta tips bermanfaat lainnya untuk Mama.","publisher":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/#organization"},"alternateName":"Teman Mama & Info Seputar Parenting","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/temanmama.org\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#organization","name":"TemanMama","alternateName":"Teman Mama Parenting Keluarga","url":"https:\/\/temanmama.org\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"http:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/logo.png","contentUrl":"http:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/logo.png","width":536,"height":239,"caption":"TemanMama"},"image":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/64b9e3ca99c6a26fc49b719086cf664c","name":"N0tty","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/99e6904fede8030975183a9cf70862ee7f280597b5621917dcb97037a703ffdb?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/99e6904fede8030975183a9cf70862ee7f280597b5621917dcb97037a703ffdb?s=96&d=mm&r=g","caption":"N0tty"},"url":"https:\/\/temanmama.org\/?author=3"}]}},"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4157","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=4157"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4157\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4158,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4157\/revisions\/4158"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/4156"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=4157"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=4157"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=4157"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}