{"id":4072,"date":"2024-01-25T14:18:27","date_gmt":"2024-01-25T14:18:27","guid":{"rendered":"https:\/\/temanmama.org\/?p=4072"},"modified":"2024-01-25T14:18:27","modified_gmt":"2024-01-25T14:18:27","slug":"makanan-yang-perlu-dihindari-anak-dengan-kondisi-adhd","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/temanmama.org\/?p=4072","title":{"rendered":"Makanan yang Perlu Dihindari Anak dengan Kondisi ADHD"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Anak dengan kondisi ADHD atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">attention deficit hyperactivity disorder<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> membutuhkan pola asuh dan perhatian yang khusus. Satu dari begitu banyak hal yang harus diperhatikan ialah pola makannya. Orang tua harus mengetahui apa saja makanan yang tidak disarankan untuk anak dengan kondisi ADHD. Pasalnya, makanan dapat berpengaruh pada tingkat energi, fokus, dan kesehatan anak secara keseluruhan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Oleh karena itu, sangat penting bagi orang tua untuk memahami jenis makanan yang sebaiknya dihindari demi mendukung kesejahteraan anak-anak dengan ADHD. Lantas, apa saja makanan yang sebaiknya dihindari? Berikut penjelasan lengkapnya.<\/span><\/p>\n<h4><strong>1. Permen atau Produk Olahan Tinggi Gula<\/strong><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mengkonsumsi permen dapat membuat anak ADHD menjadi lebih aktif atau mengalami <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">sugar rush<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Sebab, makanan tinggi gula dapat menyebabkan lonjakan energi yang tinggi, dan diikuti juga dengan penurunan energi yang drastis. Karena itu, makanan jenis ini dikhawatirkan membuat si kecil akan lebih sulit untuk mengendalikan perilakunya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hindarilah memberikan minuman bersoda, permen, ataupun makanan ringan yang manis lainnya pada anak yang menderita ADHD.<\/span><\/p>\n<h4><strong>2. Minuman dan Makanan yang Mengandung Pemanis Buatan<\/strong><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Minuman dan makanan dalam kemasan, seperti minuman ringan atau sereal, biasanya mengandung pemanis buatan. Memberikan anak ADHD jenis minuman atau makanan ini juga akan membuat mereka semakin aktif. Karena itu, TemanMama harus lebih cermat dalam memilih produk minuman dan makanan dalam kemasan demi membatasi asupan pemanis buatan pada anak dengan kondisi ADHD.<\/span><\/p>\n<h4><strong>3. Makanan Tinggi MSG<\/strong><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">MSG atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">monosodium glutamat<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> sering digunakan sebagai penyedap rasa dalam makanan olahan, dan kandungan ini dapat berdampak negatif pada anak dengan ADHD. Karena itu, TemanMama perlu menghindari pemberian makanan instan, makanan cepat saji, dan produk olahan makanan lainnya yang mengandung MSG pada anak.<\/span><\/p>\n<h4><strong>4. Makanan Mengandung Pewarna dan Pengawet Buatan<\/strong><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa anak dengan ADHD sangat rentan terhadap reaksi pewarna dan pengawet buatan pada makanan. Untuk itu, makanan yang mengandung pewarna buatan atau bahan kimia tambahan sebaiknya dihindari oleh anak, karena hal ini dapat memicu gejala hiperaktif pada sebagian anak dengan ADHD.<\/span><\/p>\n<h4><strong>5. Kafein<\/strong><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mengkonsumsi minuman ataupun makanan yang mengandung kafein juga harus dihindari oleh anak ADHD. Beberapa minuman dan makanan yang mengandung kafein ialah, seperti kopi, coklat, minuman bersoda, dan teh.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menjadi orang tua dari anak yang menderita ADHD memang mempunyai tantangan tersendiri. Tetapi, jangan pernah menyerah ya, Mom! Perhatikan pemberian makanan untuk si kecil, dan jalani terapi atau pengobatan yang dianjurkan oleh dokter dengan rutin.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Anak dengan kondisi ADHD atau attention deficit hyperactivity disorder membutuhkan pola asuh dan perhatian yang khusus. Satu dari begitu banyak hal yang harus diperhatikan ialah pola makannya. Orang tua harus mengetahui apa saja makanan yang tidak disarankan untuk anak dengan kondisi ADHD. Pasalnya, makanan dapat berpengaruh pada tingkat energi, fokus, dan kesehatan anak secara keseluruhan. &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":4071,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7],"tags":[],"class_list":["post-4072","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kesehatan"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.6 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Makanan yang Perlu Dihindari Anak dengan Kondisi ADHD - TemanMama<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"1. Produk Olahan Tinggi Gula, 2. Makanan yang Mengandung Pemanis Buatan, 3. Makanan Tinggi MSG, 4. Makanan Mengandung Pengawet Buatan, 5. Kafein.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/temanmama.org\/?p=4072\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Makanan yang Perlu Dihindari Anak dengan Kondisi ADHD - TemanMama\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"1. Produk Olahan Tinggi Gula, 2. Makanan yang Mengandung Pemanis Buatan, 3. Makanan Tinggi MSG, 4. Makanan Mengandung Pengawet Buatan, 5. Kafein.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/temanmama.org\/?p=4072\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"TemanMama\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-01-25T14:18:27+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/WhatsApp-Image-2024-01-25-at-11.13.16.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"853\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"713\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"N0tty\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"N0tty\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=4072#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=4072\"},\"author\":{\"name\":\"N0tty\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/64b9e3ca99c6a26fc49b719086cf664c\"},\"headline\":\"Makanan yang Perlu Dihindari Anak dengan Kondisi ADHD\",\"datePublished\":\"2024-01-25T14:18:27+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=4072\"},\"wordCount\":378,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=4072#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/WhatsApp-Image-2024-01-25-at-11.13.16.jpeg\",\"articleSection\":[\"Kesehatan\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/temanmama.org\/?p=4072#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=4072\",\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=4072\",\"name\":\"Makanan yang Perlu Dihindari Anak dengan Kondisi ADHD - TemanMama\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=4072#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=4072#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/WhatsApp-Image-2024-01-25-at-11.13.16.jpeg\",\"datePublished\":\"2024-01-25T14:18:27+00:00\",\"description\":\"1. Produk Olahan Tinggi Gula, 2. Makanan yang Mengandung Pemanis Buatan, 3. Makanan Tinggi MSG, 4. Makanan Mengandung Pengawet Buatan, 5. Kafein.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=4072#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/temanmama.org\/?p=4072\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=4072#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/WhatsApp-Image-2024-01-25-at-11.13.16.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/WhatsApp-Image-2024-01-25-at-11.13.16.jpeg\",\"width\":853,\"height\":713},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=4072#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/temanmama.org\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Makanan yang Perlu Dihindari Anak dengan Kondisi ADHD\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#website\",\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/\",\"name\":\"TemanMama\",\"description\":\"TemanMama menyajikan informasi parenting, Ibu dan Anak, kehamilan seputar hubungan keluarga serta tips bermanfaat lainnya untuk Mama.\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#organization\"},\"alternateName\":\"Teman Mama & Info Seputar Parenting\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/temanmama.org\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#organization\",\"name\":\"TemanMama\",\"alternateName\":\"Teman Mama Parenting Keluarga\",\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/logo.png\",\"contentUrl\":\"http:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/logo.png\",\"width\":536,\"height\":239,\"caption\":\"TemanMama\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/64b9e3ca99c6a26fc49b719086cf664c\",\"name\":\"N0tty\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/99e6904fede8030975183a9cf70862ee7f280597b5621917dcb97037a703ffdb?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/99e6904fede8030975183a9cf70862ee7f280597b5621917dcb97037a703ffdb?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"N0tty\"},\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/?author=3\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Makanan yang Perlu Dihindari Anak dengan Kondisi ADHD - TemanMama","description":"1. Produk Olahan Tinggi Gula, 2. Makanan yang Mengandung Pemanis Buatan, 3. Makanan Tinggi MSG, 4. Makanan Mengandung Pengawet Buatan, 5. Kafein.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/temanmama.org\/?p=4072","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Makanan yang Perlu Dihindari Anak dengan Kondisi ADHD - TemanMama","og_description":"1. Produk Olahan Tinggi Gula, 2. Makanan yang Mengandung Pemanis Buatan, 3. Makanan Tinggi MSG, 4. Makanan Mengandung Pengawet Buatan, 5. Kafein.","og_url":"https:\/\/temanmama.org\/?p=4072","og_site_name":"TemanMama","article_published_time":"2024-01-25T14:18:27+00:00","og_image":[{"width":853,"height":713,"url":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/WhatsApp-Image-2024-01-25-at-11.13.16.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"N0tty","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"N0tty","Est. reading time":"2 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=4072#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=4072"},"author":{"name":"N0tty","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/64b9e3ca99c6a26fc49b719086cf664c"},"headline":"Makanan yang Perlu Dihindari Anak dengan Kondisi ADHD","datePublished":"2024-01-25T14:18:27+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=4072"},"wordCount":378,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=4072#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/WhatsApp-Image-2024-01-25-at-11.13.16.jpeg","articleSection":["Kesehatan"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/temanmama.org\/?p=4072#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=4072","url":"https:\/\/temanmama.org\/?p=4072","name":"Makanan yang Perlu Dihindari Anak dengan Kondisi ADHD - TemanMama","isPartOf":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=4072#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=4072#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/WhatsApp-Image-2024-01-25-at-11.13.16.jpeg","datePublished":"2024-01-25T14:18:27+00:00","description":"1. Produk Olahan Tinggi Gula, 2. Makanan yang Mengandung Pemanis Buatan, 3. Makanan Tinggi MSG, 4. Makanan Mengandung Pengawet Buatan, 5. Kafein.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=4072#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/temanmama.org\/?p=4072"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=4072#primaryimage","url":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/WhatsApp-Image-2024-01-25-at-11.13.16.jpeg","contentUrl":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/WhatsApp-Image-2024-01-25-at-11.13.16.jpeg","width":853,"height":713},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=4072#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/temanmama.org\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Makanan yang Perlu Dihindari Anak dengan Kondisi ADHD"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#website","url":"https:\/\/temanmama.org\/","name":"TemanMama","description":"TemanMama menyajikan informasi parenting, Ibu dan Anak, kehamilan seputar hubungan keluarga serta tips bermanfaat lainnya untuk Mama.","publisher":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/#organization"},"alternateName":"Teman Mama & Info Seputar Parenting","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/temanmama.org\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#organization","name":"TemanMama","alternateName":"Teman Mama Parenting Keluarga","url":"https:\/\/temanmama.org\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"http:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/logo.png","contentUrl":"http:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/logo.png","width":536,"height":239,"caption":"TemanMama"},"image":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/64b9e3ca99c6a26fc49b719086cf664c","name":"N0tty","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/99e6904fede8030975183a9cf70862ee7f280597b5621917dcb97037a703ffdb?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/99e6904fede8030975183a9cf70862ee7f280597b5621917dcb97037a703ffdb?s=96&d=mm&r=g","caption":"N0tty"},"url":"https:\/\/temanmama.org\/?author=3"}]}},"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4072","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=4072"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4072\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4073,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4072\/revisions\/4073"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/4071"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=4072"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=4072"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=4072"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}