{"id":3944,"date":"2024-01-23T14:48:07","date_gmt":"2024-01-23T14:48:07","guid":{"rendered":"https:\/\/temanmama.org\/?p=3944"},"modified":"2024-01-23T14:48:07","modified_gmt":"2024-01-23T14:48:07","slug":"sindrom-tourette-kenali-penyebab-dan-gejalanya-pada-anak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/temanmama.org\/?p=3944","title":{"rendered":"Sindrom Tourette: Kenali Penyebab dan Gejalanya pada Anak"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sindrom Tourette ialah penyakit gangguan saraf yang ditandai dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">tic<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, yaitu ucapan atau gerakan berulang yang tidak terkontrol. Kelainan ini umumnya dimulai saat anak berusia 2 &#8211; 15 tahun, dan lebih sering terjadi pada anak laki-laki dibandingkan dengan anak perempuan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kelainan ini biasanya akan membaik seiring dengan bertambahnya usia anak. Namun, anak yang menderita kondisi ini mungkin perlu menjalani pengobatan untuk mengatasi kondisi lain yang bisa terjadi bersama dengan sindrom Tourette, seperti misalnya ADHD atau gangguan tumbuh kembang.<\/span><\/p>\n<h3><strong>Penyebab Sindrom Tourette<\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hingga sekarang, penyebab kelainan ini masih belum belum diketahui dengan pasti. Tetapi, ada dugaan bahwa sindrom Tourette berhubungan dengan beberapa kondisi, seperti:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kelainan gen.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Gangguan yang dialami oleh ibu, seperti proses persalinan yang berlangsung lama, mengalami stres selama masa kehamilan, atau bayi lahir dengan berat badan rendah.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bayi mengalami kelainan pada zat kimia otak (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">neurotransmitter<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) serta struktur fungsi basal ganglia (ialah bagian otak yang mengendalikan gerak tubuh).<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, memiliki keluarga dengan riwayat penyakit sindrom Tourette juga bisa meningkatkan risiko terjadinya kelainan ini.<\/span><\/p>\n<h3><strong>Gejala Sindrom Tourette<\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Umumnya, gejala kelainan ini ditandai dengan adanya gerakan secara berulang yang tidak terkendali atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">tic<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Tic <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">bisa dikategorikan ke dalam ke dalam beberapa jenis, di antaranya:<\/span><\/p>\n<h4><strong>1. <i>Motor Tics<\/i><\/strong><\/h4>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Motor tics<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> ialah gerakan tidak terkendali dan dilakukan secara berulang. Kondisi ini bisa melibatkan kelompok otot tertentu saja (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">simple tics<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">), atau beberapa otot sekaligus (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">complex tics<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa gerakan yang termasuk ke dalam kategori <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">simple motor tics<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> ialah:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mengedipkan mata.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menggerak-gerakan mulut.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mengangkat bahu.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menggelengkan atau menganggukkan kepala.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa gerakan yang termasuk ke dalam kategori <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">complex motor tics<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> ialah:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Meniru gerakan suatu objek.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Melompat.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Memutar atau menekuk badan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Melangkah dalam pola tertentu.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mencium atau menyentuh suatu objek.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h4><strong>2. <i>Vocal Tics<\/i><\/strong><\/h4>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Vocal tics<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> ialah kondisi di mana penderitanya membuat suara dengan berulang-ulang. Sama halnya seperti <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">motor tics<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">vocal tics <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">juga dapat terjadi dalam bentuk <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">simple tics<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">complex tics.\u00a0<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa contoh <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">simple vocal tics<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> di antaranya, seperti:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berdeham.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Batuk.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bersuara seperti hewan, seperti menggonggong.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sedangkan, beberapa contoh <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">complex vocal tics<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> ialah, seperti:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mengulang perkataan orang lain atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">echophenomena<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mengulang perkataan sendiri atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">palilalia<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mengucapkan kata-kata vulgar dan kasar atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">koprolalia<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penting bagi orang tua untuk menyadari bahwa anak dengan sindrom Tourette tidak dapat mengendalikan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">tic <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">mereka. Dukungan, pemahaman, dan penanganan yang sesuai dapat membantu anak-anak mengatasi tantangan yang mungkin mereka hadapi seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan mereka.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sindrom Tourette ialah penyakit gangguan saraf yang ditandai dengan tic, yaitu ucapan atau gerakan berulang yang tidak terkontrol. Kelainan ini umumnya dimulai saat anak berusia 2 &#8211; 15 tahun, dan lebih sering terjadi pada anak laki-laki dibandingkan dengan anak perempuan.\u00a0 Kelainan ini biasanya akan membaik seiring dengan bertambahnya usia anak. Namun, anak yang menderita kondisi &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":3943,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7,11],"tags":[],"class_list":["post-3944","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kesehatan","category-tumbuh-kembang"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.6 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Sindrom Tourette: Kenali Penyebab dan Gejalanya pada Anak - TemanMama<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Sindrom Tourette ialah gangguan saraf yang ditandai dengan tic, yaitu ucapan atau gerakan berulang yang tidak terkontrol. Ketahui penyebab dan gejalanya!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/temanmama.org\/?p=3944\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Sindrom Tourette: Kenali Penyebab dan Gejalanya pada Anak - TemanMama\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Sindrom Tourette ialah gangguan saraf yang ditandai dengan tic, yaitu ucapan atau gerakan berulang yang tidak terkontrol. Ketahui penyebab dan gejalanya!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/temanmama.org\/?p=3944\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"TemanMama\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-01-23T14:48:07+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/WhatsApp-Image-2024-01-23-at-12.57.41.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1280\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"853\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"N0tty\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"N0tty\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=3944#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=3944\"},\"author\":{\"name\":\"N0tty\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/64b9e3ca99c6a26fc49b719086cf664c\"},\"headline\":\"Sindrom Tourette: Kenali Penyebab dan Gejalanya pada Anak\",\"datePublished\":\"2024-01-23T14:48:07+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=3944\"},\"wordCount\":385,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=3944#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/WhatsApp-Image-2024-01-23-at-12.57.41.jpeg\",\"articleSection\":[\"Kesehatan\",\"Tumbuh Kembang\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/temanmama.org\/?p=3944#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=3944\",\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=3944\",\"name\":\"Sindrom Tourette: Kenali Penyebab dan Gejalanya pada Anak - TemanMama\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=3944#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=3944#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/WhatsApp-Image-2024-01-23-at-12.57.41.jpeg\",\"datePublished\":\"2024-01-23T14:48:07+00:00\",\"description\":\"Sindrom Tourette ialah gangguan saraf yang ditandai dengan tic, yaitu ucapan atau gerakan berulang yang tidak terkontrol. Ketahui penyebab dan gejalanya!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=3944#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/temanmama.org\/?p=3944\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=3944#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/WhatsApp-Image-2024-01-23-at-12.57.41.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/WhatsApp-Image-2024-01-23-at-12.57.41.jpeg\",\"width\":1280,\"height\":853},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=3944#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/temanmama.org\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Sindrom Tourette: Kenali Penyebab dan Gejalanya pada Anak\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#website\",\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/\",\"name\":\"TemanMama\",\"description\":\"TemanMama menyajikan informasi parenting, Ibu dan Anak, kehamilan seputar hubungan keluarga serta tips bermanfaat lainnya untuk Mama.\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#organization\"},\"alternateName\":\"Teman Mama & Info Seputar Parenting\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/temanmama.org\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#organization\",\"name\":\"TemanMama\",\"alternateName\":\"Teman Mama Parenting Keluarga\",\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/logo.png\",\"contentUrl\":\"http:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/logo.png\",\"width\":536,\"height\":239,\"caption\":\"TemanMama\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/64b9e3ca99c6a26fc49b719086cf664c\",\"name\":\"N0tty\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/99e6904fede8030975183a9cf70862ee7f280597b5621917dcb97037a703ffdb?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/99e6904fede8030975183a9cf70862ee7f280597b5621917dcb97037a703ffdb?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"N0tty\"},\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/?author=3\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Sindrom Tourette: Kenali Penyebab dan Gejalanya pada Anak - TemanMama","description":"Sindrom Tourette ialah gangguan saraf yang ditandai dengan tic, yaitu ucapan atau gerakan berulang yang tidak terkontrol. Ketahui penyebab dan gejalanya!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/temanmama.org\/?p=3944","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Sindrom Tourette: Kenali Penyebab dan Gejalanya pada Anak - TemanMama","og_description":"Sindrom Tourette ialah gangguan saraf yang ditandai dengan tic, yaitu ucapan atau gerakan berulang yang tidak terkontrol. Ketahui penyebab dan gejalanya!","og_url":"https:\/\/temanmama.org\/?p=3944","og_site_name":"TemanMama","article_published_time":"2024-01-23T14:48:07+00:00","og_image":[{"width":1280,"height":853,"url":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/WhatsApp-Image-2024-01-23-at-12.57.41.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"N0tty","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"N0tty","Est. reading time":"2 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=3944#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=3944"},"author":{"name":"N0tty","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/64b9e3ca99c6a26fc49b719086cf664c"},"headline":"Sindrom Tourette: Kenali Penyebab dan Gejalanya pada Anak","datePublished":"2024-01-23T14:48:07+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=3944"},"wordCount":385,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=3944#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/WhatsApp-Image-2024-01-23-at-12.57.41.jpeg","articleSection":["Kesehatan","Tumbuh Kembang"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/temanmama.org\/?p=3944#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=3944","url":"https:\/\/temanmama.org\/?p=3944","name":"Sindrom Tourette: Kenali Penyebab dan Gejalanya pada Anak - TemanMama","isPartOf":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=3944#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=3944#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/WhatsApp-Image-2024-01-23-at-12.57.41.jpeg","datePublished":"2024-01-23T14:48:07+00:00","description":"Sindrom Tourette ialah gangguan saraf yang ditandai dengan tic, yaitu ucapan atau gerakan berulang yang tidak terkontrol. Ketahui penyebab dan gejalanya!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=3944#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/temanmama.org\/?p=3944"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=3944#primaryimage","url":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/WhatsApp-Image-2024-01-23-at-12.57.41.jpeg","contentUrl":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/WhatsApp-Image-2024-01-23-at-12.57.41.jpeg","width":1280,"height":853},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=3944#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/temanmama.org\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Sindrom Tourette: Kenali Penyebab dan Gejalanya pada Anak"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#website","url":"https:\/\/temanmama.org\/","name":"TemanMama","description":"TemanMama menyajikan informasi parenting, Ibu dan Anak, kehamilan seputar hubungan keluarga serta tips bermanfaat lainnya untuk Mama.","publisher":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/#organization"},"alternateName":"Teman Mama & Info Seputar Parenting","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/temanmama.org\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#organization","name":"TemanMama","alternateName":"Teman Mama Parenting Keluarga","url":"https:\/\/temanmama.org\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"http:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/logo.png","contentUrl":"http:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/logo.png","width":536,"height":239,"caption":"TemanMama"},"image":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/64b9e3ca99c6a26fc49b719086cf664c","name":"N0tty","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/99e6904fede8030975183a9cf70862ee7f280597b5621917dcb97037a703ffdb?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/99e6904fede8030975183a9cf70862ee7f280597b5621917dcb97037a703ffdb?s=96&d=mm&r=g","caption":"N0tty"},"url":"https:\/\/temanmama.org\/?author=3"}]}},"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3944","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=3944"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3944\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3945,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3944\/revisions\/3945"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/3943"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=3944"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=3944"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=3944"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}