{"id":3809,"date":"2024-01-21T15:40:25","date_gmt":"2024-01-21T15:40:25","guid":{"rendered":"https:\/\/temanmama.org\/?p=3809"},"modified":"2024-01-21T15:40:25","modified_gmt":"2024-01-21T15:40:25","slug":"middle-child-syndrome-memahami-karakteristik-anak-tengah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/temanmama.org\/?p=3809","title":{"rendered":"Middle Child Syndrome: Memahami Karakteristik Anak Tengah"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Anak pertama seringkali dijadikan pedoman atau bahkan pemimpin di dalam keluarga, sementara anak terakhir atau anak bungsu ialah anak yang paling dimanja dan disayang. Lalu, bagaimana dengan anak tengah? Anak tengah seringkali menjadi bagian keluarga yang terabaikan atau dilupakan, sehingga muncul istilah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">middle child syndrome<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Middle child syndrome<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> ialah istilah untuk mendeskripsikan kondisi psikologi anak tengah yang kerap merasa sedikit tersingkir di antara kedua saudara kandungnya. Meskipun bukan suatu gangguan mental, karakteristik ini bisa mempengaruhi perkembangan sosial dan emosional anak.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, berikut ialah beberapa fakta karakteristik anak tengah atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">middle child syndrome<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<h4><strong>1. Perasaan Tersingkirkan<\/strong><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Anak tengah seringkali merasa terabaikan atau tersingkirkan karena mereka tidak mendapatkan perhatian yang sama seperti anak sulung atau si bungsu. Kehadiran mereka di tengah-tengah membuat mereka seringkali harus bersaing untuk mendapatkan perhatian dari orang tua.<\/span><\/p>\n<h4><strong>2. Keterampilan Sosial yang Kuat<\/strong><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk mendapatkan perhatian, anak tengah seringkali mengembangkan keterampilan sosial yang kuat. Hal ini membuat mereka menjadi lebih pandai dalam berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain sebagai cara untuk menarik perhatian.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, kehidupan yang berada di tengah saudara membuat anak tengah menjadi lebih fleksibel dan toleran terhadap perbedaan. Mereka belajar untuk beradaptasi dengan situasi dan menjadi mediator dalam konflik keluarga.<\/span><\/p>\n<h4><strong>3. Tantangan dalam Hubungan Sosial<\/strong><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meskipun memiliki keterampilan sosial yang baik, anak tengah dapat memiliki tantangan dalam membangun hubungan sosial yang mendalam. Anak tengah mungkin akan merasa sulit untuk membuka diri atau mempercayai orang lain sepenuhnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Anak tengah juga seringkali mencari identitas mereka sendiri di tengah-tengah saudara yang memiliki peran yang sudah ditetapkan. Proses pencarian identitas ini dapat berlangsung hingga dewasa.<\/span><\/p>\n<h4><strong>4. Rasa Kemandirian yang Tinggi<\/strong><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk mengatasi perasaan terabaikan, anak tengah seringkali mengembangkan rasa kemandirian yang tinggi. Mereka belajar untuk mengendalikan diri sendiri dan menjadi lebih mandiri dalam mengambil keputusan.<\/span><\/p>\n<h4><strong>5. Kecenderungan Memilih Karir yang Kreatif<\/strong><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa penelitian menunjukkan bahwa anak tengah cenderung memilih karir yang kreatif atau di bidang seni. Hal ini bisa jadi dikarenakan anak tengah mencari cara untuk lebih menonjol dan bisa mengekspresikan diri di tengah kompetisi antar saudara.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meskipun <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">middle child syndrome<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> bukan suatu gangguan mental, namun kesadaran orang tua terhadap kebutuhan dan perasaan anak tengah dapat membantu mengurangi dampak negatifnya. Memberikan perhatian, membangun komunikasi terbuka, dan memastikan bahwa setiap anak merasa dihargai ialah kunci untuk mendukung perkembangan anak tengah dengan baik.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Anak pertama seringkali dijadikan pedoman atau bahkan pemimpin di dalam keluarga, sementara anak terakhir atau anak bungsu ialah anak yang paling dimanja dan disayang. Lalu, bagaimana dengan anak tengah? Anak tengah seringkali menjadi bagian keluarga yang terabaikan atau dilupakan, sehingga muncul istilah middle child syndrome. Middle child syndrome ialah istilah untuk mendeskripsikan kondisi psikologi anak &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":3808,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4,6],"tags":[],"class_list":["post-3809","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-keluarga","category-life"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.6 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Middle Child Syndrome: Memahami Karakteristik Anak Tengah - TemanMama<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"1. Perasaan Tersingkirkan, 2. Keterampilan Sosial yang Kuat, 3. Tantangan dalam Hubungan Sosial, 4. Mandiri, 5. Memilih Karir dalam Bidang Kreatif.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/temanmama.org\/?p=3809\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Middle Child Syndrome: Memahami Karakteristik Anak Tengah - TemanMama\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"1. Perasaan Tersingkirkan, 2. Keterampilan Sosial yang Kuat, 3. Tantangan dalam Hubungan Sosial, 4. Mandiri, 5. Memilih Karir dalam Bidang Kreatif.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/temanmama.org\/?p=3809\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"TemanMama\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-01-21T15:40:25+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/WhatsApp-Image-2024-01-20-at-16.21.07.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1280\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"851\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"N0tty\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"N0tty\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=3809#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=3809\"},\"author\":{\"name\":\"N0tty\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/64b9e3ca99c6a26fc49b719086cf664c\"},\"headline\":\"Middle Child Syndrome: Memahami Karakteristik Anak Tengah\",\"datePublished\":\"2024-01-21T15:40:25+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=3809\"},\"wordCount\":374,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=3809#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/WhatsApp-Image-2024-01-20-at-16.21.07.jpeg\",\"articleSection\":[\"Keluarga\",\"Life\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/temanmama.org\/?p=3809#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=3809\",\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=3809\",\"name\":\"Middle Child Syndrome: Memahami Karakteristik Anak Tengah - TemanMama\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=3809#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=3809#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/WhatsApp-Image-2024-01-20-at-16.21.07.jpeg\",\"datePublished\":\"2024-01-21T15:40:25+00:00\",\"description\":\"1. Perasaan Tersingkirkan, 2. Keterampilan Sosial yang Kuat, 3. Tantangan dalam Hubungan Sosial, 4. Mandiri, 5. Memilih Karir dalam Bidang Kreatif.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=3809#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/temanmama.org\/?p=3809\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=3809#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/WhatsApp-Image-2024-01-20-at-16.21.07.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/WhatsApp-Image-2024-01-20-at-16.21.07.jpeg\",\"width\":1280,\"height\":851},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=3809#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/temanmama.org\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Middle Child Syndrome: Memahami Karakteristik Anak Tengah\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#website\",\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/\",\"name\":\"TemanMama\",\"description\":\"TemanMama menyajikan informasi parenting, Ibu dan Anak, kehamilan seputar hubungan keluarga serta tips bermanfaat lainnya untuk Mama.\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#organization\"},\"alternateName\":\"Teman Mama & Info Seputar Parenting\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/temanmama.org\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#organization\",\"name\":\"TemanMama\",\"alternateName\":\"Teman Mama Parenting Keluarga\",\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/logo.png\",\"contentUrl\":\"http:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/logo.png\",\"width\":536,\"height\":239,\"caption\":\"TemanMama\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/64b9e3ca99c6a26fc49b719086cf664c\",\"name\":\"N0tty\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/99e6904fede8030975183a9cf70862ee7f280597b5621917dcb97037a703ffdb?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/99e6904fede8030975183a9cf70862ee7f280597b5621917dcb97037a703ffdb?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"N0tty\"},\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/?author=3\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Middle Child Syndrome: Memahami Karakteristik Anak Tengah - TemanMama","description":"1. Perasaan Tersingkirkan, 2. Keterampilan Sosial yang Kuat, 3. Tantangan dalam Hubungan Sosial, 4. Mandiri, 5. Memilih Karir dalam Bidang Kreatif.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/temanmama.org\/?p=3809","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Middle Child Syndrome: Memahami Karakteristik Anak Tengah - TemanMama","og_description":"1. Perasaan Tersingkirkan, 2. Keterampilan Sosial yang Kuat, 3. Tantangan dalam Hubungan Sosial, 4. Mandiri, 5. Memilih Karir dalam Bidang Kreatif.","og_url":"https:\/\/temanmama.org\/?p=3809","og_site_name":"TemanMama","article_published_time":"2024-01-21T15:40:25+00:00","og_image":[{"width":1280,"height":851,"url":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/WhatsApp-Image-2024-01-20-at-16.21.07.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"N0tty","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"N0tty","Est. reading time":"2 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=3809#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=3809"},"author":{"name":"N0tty","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/64b9e3ca99c6a26fc49b719086cf664c"},"headline":"Middle Child Syndrome: Memahami Karakteristik Anak Tengah","datePublished":"2024-01-21T15:40:25+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=3809"},"wordCount":374,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=3809#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/WhatsApp-Image-2024-01-20-at-16.21.07.jpeg","articleSection":["Keluarga","Life"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/temanmama.org\/?p=3809#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=3809","url":"https:\/\/temanmama.org\/?p=3809","name":"Middle Child Syndrome: Memahami Karakteristik Anak Tengah - TemanMama","isPartOf":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=3809#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=3809#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/WhatsApp-Image-2024-01-20-at-16.21.07.jpeg","datePublished":"2024-01-21T15:40:25+00:00","description":"1. Perasaan Tersingkirkan, 2. Keterampilan Sosial yang Kuat, 3. Tantangan dalam Hubungan Sosial, 4. Mandiri, 5. Memilih Karir dalam Bidang Kreatif.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=3809#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/temanmama.org\/?p=3809"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=3809#primaryimage","url":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/WhatsApp-Image-2024-01-20-at-16.21.07.jpeg","contentUrl":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/WhatsApp-Image-2024-01-20-at-16.21.07.jpeg","width":1280,"height":851},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=3809#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/temanmama.org\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Middle Child Syndrome: Memahami Karakteristik Anak Tengah"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#website","url":"https:\/\/temanmama.org\/","name":"TemanMama","description":"TemanMama menyajikan informasi parenting, Ibu dan Anak, kehamilan seputar hubungan keluarga serta tips bermanfaat lainnya untuk Mama.","publisher":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/#organization"},"alternateName":"Teman Mama & Info Seputar Parenting","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/temanmama.org\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#organization","name":"TemanMama","alternateName":"Teman Mama Parenting Keluarga","url":"https:\/\/temanmama.org\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"http:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/logo.png","contentUrl":"http:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/logo.png","width":536,"height":239,"caption":"TemanMama"},"image":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/64b9e3ca99c6a26fc49b719086cf664c","name":"N0tty","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/99e6904fede8030975183a9cf70862ee7f280597b5621917dcb97037a703ffdb?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/99e6904fede8030975183a9cf70862ee7f280597b5621917dcb97037a703ffdb?s=96&d=mm&r=g","caption":"N0tty"},"url":"https:\/\/temanmama.org\/?author=3"}]}},"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3809","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=3809"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3809\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3810,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3809\/revisions\/3810"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/3808"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=3809"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=3809"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=3809"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}