{"id":3806,"date":"2024-01-21T15:18:45","date_gmt":"2024-01-21T15:18:45","guid":{"rendered":"https:\/\/temanmama.org\/?p=3806"},"modified":"2024-01-21T15:18:45","modified_gmt":"2024-01-21T15:18:45","slug":"rakitis-pada-anak-kenali-penyebab-dan-gejalanya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/temanmama.org\/?p=3806","title":{"rendered":"Rakitis pada Anak: Kenali Penyebab dan Gejalanya"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Rakitis ialah penyakit tulang yang jarang terjadi namun dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak-anak. Kondisi ini disebabkan oleh defisiensi vitamin D, kalsium, dan fosfor yang berperan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan tulang si kecil. Pada anak-anak, tulang yang tidak cukup mineral ini bisa menjadi lunak dan menyebabkan gejala rakitis.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Rakitis sendiri biasa terjadi pada anak yang masih berusia 6 bulan hingga 3 tahun, sebab pada usia ini struktur tulang anak masih menjalani proses pertumbuhan.<\/span><\/p>\n<h3><strong>Penyebab Rakitis pada Anak<\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berikut ialah beberapa penyebab rakitis pada anak, mulai dari:<\/span><\/p>\n<h4><strong>1. Kekurangan Vitamin D<\/strong><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu penyebab utama rakitis ialah anak kekurangan vitamin D. Vitamin D diperlukan untuk menyerap kalsium dan fosfor dalam tubuh. Anak-anak yang tidak mendapatkan cukup sinar matahari atau jarang mengkonsumsi makanan yang mengandung vitamin D lebih rentan mengalami rakitis.<\/span><\/p>\n<h4><strong>2. Polusi Udara<\/strong><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lingkungan yang terpapar polusi udara dapat menghambat produksi vitamin D oleh kulit ketika sedang berjemur di bawah sinar matahari. Anak-anak yang tinggal di daerah dengan polusi udara tinggi mungkin lebih rentan terhadap kekurangan vitamin D.<\/span><\/p>\n<h4><strong>3. Pola Makan yang Tidak Seimbang<\/strong><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Anak yang jarang mengkonsumsi makanan yang mengandung kalsium dan fosfor dapat menyebabkan gangguan dalam pembentukan tulang. Sehingga, anak-anak yang kurang mendapat nutrisi ini lebih berisiko mengalami rakitis.<\/span><\/p>\n<h3><strong>Gejala Rakitis pada Anak<\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berikut ialah beberapa gejala rakitis yang dialami anak.<\/span><\/p>\n<h4><strong>1. Nyeri Tulang dan Otot<\/strong><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Anak yang menderita rakitis sering mengalami nyeri tulang dan otot. Mereka mungkin terlihat tidak nyaman atau kerap menunjukkan ketidaknyamanan saat bergerak.<\/span><\/p>\n<h4><strong>2. Tulang Menjadi Rapuh<\/strong><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gejala rakitis berikutnya ialah kekuatan tulang anak menurun atau tulang menjadi rapuh. Kondisi ini membuat anak yang menderita rakitis lebih rentan mengalami patah tulang (fraktur).<\/span><\/p>\n<h4><strong>3. Menderita Masalah Gigi<\/strong><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Rakitis dapat membuat enamel gigi anak menjadi lebih rapuh. Akibatnya, hal ini juga membuat gigi si kecil banyak yang berlubang, bahkan bisa membuat giginya menjadi hancur.<\/span><\/p>\n<h4><strong>4. Keterlambatan Pertumbuhan<\/strong><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Anak yang menderita rakitis mungkin mengalami keterlambatan pertumbuhan. Pertumbuhan tulang yang terhambat dapat mempengaruhi tinggi badan dan ukuran tubuh anak secara keseluruhan, sehingga hal ini membuat penderita rakitis mempunyai tubuh yang lebih pendek dibandingkan dengan anak-anak yang normal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pencegahan rakitis melalui asupan nutrisi yang cukup, berjemur di bawah sinar matahari, dan perawatan medis yang tepat dapat membantu mengurangi risiko rakitis pada anak-anak. Selain itu, edukasi mengenai pentingnya pola makan sehat dan aktivitas fisik yang rutin juga perlu ditingkatkan untuk mencegah penyakit rakitis di kalangan anak-anak.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Rakitis ialah penyakit tulang yang jarang terjadi namun dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak-anak. Kondisi ini disebabkan oleh defisiensi vitamin D, kalsium, dan fosfor yang berperan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan tulang si kecil. Pada anak-anak, tulang yang tidak cukup mineral ini bisa menjadi lunak dan menyebabkan gejala rakitis. Rakitis sendiri biasa terjadi pada anak &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":3805,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7],"tags":[],"class_list":["post-3806","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kesehatan"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.6 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Rakitis pada Anak: Kenali Penyebab dan Gejalanya - TemanMama<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Rakitis biasa terjadi pada anak yang masih berusia 6 bulan hingga 3 tahun, sebab pada usia ini struktur tulang anak masih menjalani proses pertumbuhan.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/temanmama.org\/?p=3806\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Rakitis pada Anak: Kenali Penyebab dan Gejalanya - TemanMama\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Rakitis biasa terjadi pada anak yang masih berusia 6 bulan hingga 3 tahun, sebab pada usia ini struktur tulang anak masih menjalani proses pertumbuhan.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/temanmama.org\/?p=3806\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"TemanMama\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-01-21T15:18:45+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/WhatsApp-Image-2024-01-20-at-17.42.39.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1280\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"851\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"N0tty\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"N0tty\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=3806#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=3806\"},\"author\":{\"name\":\"N0tty\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/64b9e3ca99c6a26fc49b719086cf664c\"},\"headline\":\"Rakitis pada Anak: Kenali Penyebab dan Gejalanya\",\"datePublished\":\"2024-01-21T15:18:45+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=3806\"},\"wordCount\":384,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=3806#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/WhatsApp-Image-2024-01-20-at-17.42.39.jpeg\",\"articleSection\":[\"Kesehatan\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/temanmama.org\/?p=3806#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=3806\",\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=3806\",\"name\":\"Rakitis pada Anak: Kenali Penyebab dan Gejalanya - TemanMama\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=3806#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=3806#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/WhatsApp-Image-2024-01-20-at-17.42.39.jpeg\",\"datePublished\":\"2024-01-21T15:18:45+00:00\",\"description\":\"Rakitis biasa terjadi pada anak yang masih berusia 6 bulan hingga 3 tahun, sebab pada usia ini struktur tulang anak masih menjalani proses pertumbuhan.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=3806#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/temanmama.org\/?p=3806\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=3806#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/WhatsApp-Image-2024-01-20-at-17.42.39.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/WhatsApp-Image-2024-01-20-at-17.42.39.jpeg\",\"width\":1280,\"height\":851},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=3806#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/temanmama.org\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Rakitis pada Anak: Kenali Penyebab dan Gejalanya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#website\",\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/\",\"name\":\"TemanMama\",\"description\":\"TemanMama menyajikan informasi parenting, Ibu dan Anak, kehamilan seputar hubungan keluarga serta tips bermanfaat lainnya untuk Mama.\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#organization\"},\"alternateName\":\"Teman Mama & Info Seputar Parenting\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/temanmama.org\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#organization\",\"name\":\"TemanMama\",\"alternateName\":\"Teman Mama Parenting Keluarga\",\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/logo.png\",\"contentUrl\":\"http:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/logo.png\",\"width\":536,\"height\":239,\"caption\":\"TemanMama\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/64b9e3ca99c6a26fc49b719086cf664c\",\"name\":\"N0tty\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/99e6904fede8030975183a9cf70862ee7f280597b5621917dcb97037a703ffdb?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/99e6904fede8030975183a9cf70862ee7f280597b5621917dcb97037a703ffdb?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"N0tty\"},\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/?author=3\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Rakitis pada Anak: Kenali Penyebab dan Gejalanya - TemanMama","description":"Rakitis biasa terjadi pada anak yang masih berusia 6 bulan hingga 3 tahun, sebab pada usia ini struktur tulang anak masih menjalani proses pertumbuhan.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/temanmama.org\/?p=3806","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Rakitis pada Anak: Kenali Penyebab dan Gejalanya - TemanMama","og_description":"Rakitis biasa terjadi pada anak yang masih berusia 6 bulan hingga 3 tahun, sebab pada usia ini struktur tulang anak masih menjalani proses pertumbuhan.","og_url":"https:\/\/temanmama.org\/?p=3806","og_site_name":"TemanMama","article_published_time":"2024-01-21T15:18:45+00:00","og_image":[{"width":1280,"height":851,"url":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/WhatsApp-Image-2024-01-20-at-17.42.39.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"N0tty","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"N0tty","Est. reading time":"2 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=3806#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=3806"},"author":{"name":"N0tty","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/64b9e3ca99c6a26fc49b719086cf664c"},"headline":"Rakitis pada Anak: Kenali Penyebab dan Gejalanya","datePublished":"2024-01-21T15:18:45+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=3806"},"wordCount":384,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=3806#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/WhatsApp-Image-2024-01-20-at-17.42.39.jpeg","articleSection":["Kesehatan"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/temanmama.org\/?p=3806#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=3806","url":"https:\/\/temanmama.org\/?p=3806","name":"Rakitis pada Anak: Kenali Penyebab dan Gejalanya - TemanMama","isPartOf":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=3806#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=3806#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/WhatsApp-Image-2024-01-20-at-17.42.39.jpeg","datePublished":"2024-01-21T15:18:45+00:00","description":"Rakitis biasa terjadi pada anak yang masih berusia 6 bulan hingga 3 tahun, sebab pada usia ini struktur tulang anak masih menjalani proses pertumbuhan.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=3806#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/temanmama.org\/?p=3806"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=3806#primaryimage","url":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/WhatsApp-Image-2024-01-20-at-17.42.39.jpeg","contentUrl":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/WhatsApp-Image-2024-01-20-at-17.42.39.jpeg","width":1280,"height":851},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=3806#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/temanmama.org\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Rakitis pada Anak: Kenali Penyebab dan Gejalanya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#website","url":"https:\/\/temanmama.org\/","name":"TemanMama","description":"TemanMama menyajikan informasi parenting, Ibu dan Anak, kehamilan seputar hubungan keluarga serta tips bermanfaat lainnya untuk Mama.","publisher":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/#organization"},"alternateName":"Teman Mama & Info Seputar Parenting","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/temanmama.org\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#organization","name":"TemanMama","alternateName":"Teman Mama Parenting Keluarga","url":"https:\/\/temanmama.org\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"http:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/logo.png","contentUrl":"http:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/logo.png","width":536,"height":239,"caption":"TemanMama"},"image":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/64b9e3ca99c6a26fc49b719086cf664c","name":"N0tty","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/99e6904fede8030975183a9cf70862ee7f280597b5621917dcb97037a703ffdb?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/99e6904fede8030975183a9cf70862ee7f280597b5621917dcb97037a703ffdb?s=96&d=mm&r=g","caption":"N0tty"},"url":"https:\/\/temanmama.org\/?author=3"}]}},"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3806","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=3806"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3806\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3807,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3806\/revisions\/3807"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/3805"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=3806"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=3806"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=3806"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}