{"id":3208,"date":"2024-01-09T15:33:30","date_gmt":"2024-01-09T15:33:30","guid":{"rendered":"https:\/\/temanmama.org\/?p=3208"},"modified":"2024-01-09T15:40:12","modified_gmt":"2024-01-09T15:40:12","slug":"penyebab-dan-gejala-usus-pada-anak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/temanmama.org\/?p=3208","title":{"rendered":"Penyebab dan Gejala Usus pada Anak"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">TemanMama harus waspada bila melihat anak merasakan sakit perut yang tidak tertahankan. Sebab, gejala tersebut bisa menjadi pertanda bahwa si kecil mengalami usus buntu. Kondisi ini perlu segera diperiksakan ke dokter supaya anak bisa mendapat penanganan medis yang tepat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Usus buntu ialah organ kecil yang melekat pada usus besar di sisi kanan bawah rongga perut. Sama seperti bagian tubuh lainnya, usus buntu juga dapat terinfeksi serta mengalami peradangan. Masalah medis yang biasa dikenal dengan penyakit usus buntu atau apendisitis ini umumnya lebih sering terjadi pada anak-anak usia 5 hingga 16 tahun.<\/span><\/p>\n<h3><strong>Penyebab Usus Buntu pada Anak<\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sama seperti pada orang dewasa, terjadinya penyakit usus buntu pada anak-anak kerap kali diakibatkan oleh sumbatan pada usus buntu. Sumbatan ini dapat disebabkan oleh adanya lendir atau cairan usus, tinja yang keras, serta pembengkakan kelenjar getah bening atau infeksi parasit di usus.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat usus buntu tersumbat, bakteri bisa berkembang biak dan tumbuh hingga membuat usus buntu membengkak dan meradang. Lama-kelamaan, usus buntu yang bengkak ini bisa pecah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain karena sumbatan di usus buntu, penyakit usus buntu pada anak juga bisa diakibatkan oleh gangguan pada aliran darah di usus buntu atau terpuntirnya usus buntu.<\/span><\/p>\n<h3><strong>Gejala Usus Buntu pada Anak<\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gejala usus buntu yang dialami setiap anak umumnya berbeda-beda. Tetapi, biasanya anak yang terkena usus buntu akan merasakan beberapa gejala seperti ini, di antaranya:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Anak merasakan nyeri perut di area pusar yang menjalar ke sisi kanan bawah perut selama beberapa jam.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nyeri di sisi kanan bawah perut akan semakin sakit jika perut disentuh atau jika anak batuk, bergerak, atau bersin.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Anak mengalami gangguan pencernaan, seperti sembelit dan diare.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Anak mengalami demam, mual, dan muntah.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Perut anak cenderung kembung.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nafsu makan anak berkurang.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Anak terlihat kesakitan dan rewel.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apabila penyakit usus buntu tidak segera ditangani dengan tepat, maka hal ini berisiko bisa menyebabkan pecahnya usus buntu. Jika usus buntu sampai pecah, kotoran dan kuman yang berada di dalam usus buntu akan masuk ke rongga perut, sehingga hal ini bisa menimbulkan infeksi serta peradangan yang luas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Usus buntu pecah dapat terjadi sekitar 48 &#8211; 72 jam setelah anak pertama kali merasakan gejala usus buntu. Pecahnya usus buntu ini dapat mengakibatkan peritonitis yang bisa mengancam nyawa anak, karena itu kondisi ini harus segera ditangani oleh dokter di rumah sakit.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Oleh sebab itu, bila si kecil menunjukkan gejala-gejala penyakit usus buntu, segeralah bawa anak ke dokter sebelum kondisinya memburuk.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>TemanMama harus waspada bila melihat anak merasakan sakit perut yang tidak tertahankan. Sebab, gejala tersebut bisa menjadi pertanda bahwa si kecil mengalami usus buntu. Kondisi ini perlu segera diperiksakan ke dokter supaya anak bisa mendapat penanganan medis yang tepat. Usus buntu ialah organ kecil yang melekat pada usus besar di sisi kanan bawah rongga perut. &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":3210,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7],"tags":[],"class_list":["post-3208","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kesehatan"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.6 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Penyebab dan Gejala Usus pada Anak - TemanMama<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Jika penyakit usus buntu tidak segera ditangani dengan tepat, hal ini berisiko bisa menyebabkan pecahnya usus buntu. Ketahui penyebab dan gejalanya di sini!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/temanmama.org\/?p=3208\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Penyebab dan Gejala Usus pada Anak - TemanMama\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Jika penyakit usus buntu tidak segera ditangani dengan tepat, hal ini berisiko bisa menyebabkan pecahnya usus buntu. Ketahui penyebab dan gejalanya di sini!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/temanmama.org\/?p=3208\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"TemanMama\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-01-09T15:33:30+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-01-09T15:40:12+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/image.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1243\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"700\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"N0tty\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"N0tty\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=3208#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=3208\"},\"author\":{\"name\":\"N0tty\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/64b9e3ca99c6a26fc49b719086cf664c\"},\"headline\":\"Penyebab dan Gejala Usus pada Anak\",\"datePublished\":\"2024-01-09T15:33:30+00:00\",\"dateModified\":\"2024-01-09T15:40:12+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=3208\"},\"wordCount\":391,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=3208#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/image.jpg\",\"articleSection\":[\"Kesehatan\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/temanmama.org\/?p=3208#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=3208\",\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=3208\",\"name\":\"Penyebab dan Gejala Usus pada Anak - TemanMama\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=3208#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=3208#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/image.jpg\",\"datePublished\":\"2024-01-09T15:33:30+00:00\",\"dateModified\":\"2024-01-09T15:40:12+00:00\",\"description\":\"Jika penyakit usus buntu tidak segera ditangani dengan tepat, hal ini berisiko bisa menyebabkan pecahnya usus buntu. Ketahui penyebab dan gejalanya di sini!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=3208#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/temanmama.org\/?p=3208\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=3208#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/image.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/image.jpg\",\"width\":1243,\"height\":700},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=3208#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/temanmama.org\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Penyebab dan Gejala Usus pada Anak\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#website\",\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/\",\"name\":\"TemanMama\",\"description\":\"TemanMama menyajikan informasi parenting, Ibu dan Anak, kehamilan seputar hubungan keluarga serta tips bermanfaat lainnya untuk Mama.\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#organization\"},\"alternateName\":\"Teman Mama & Info Seputar Parenting\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/temanmama.org\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#organization\",\"name\":\"TemanMama\",\"alternateName\":\"Teman Mama Parenting Keluarga\",\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/logo.png\",\"contentUrl\":\"http:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/logo.png\",\"width\":536,\"height\":239,\"caption\":\"TemanMama\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/64b9e3ca99c6a26fc49b719086cf664c\",\"name\":\"N0tty\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/99e6904fede8030975183a9cf70862ee7f280597b5621917dcb97037a703ffdb?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/99e6904fede8030975183a9cf70862ee7f280597b5621917dcb97037a703ffdb?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"N0tty\"},\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/?author=3\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Penyebab dan Gejala Usus pada Anak - TemanMama","description":"Jika penyakit usus buntu tidak segera ditangani dengan tepat, hal ini berisiko bisa menyebabkan pecahnya usus buntu. Ketahui penyebab dan gejalanya di sini!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/temanmama.org\/?p=3208","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Penyebab dan Gejala Usus pada Anak - TemanMama","og_description":"Jika penyakit usus buntu tidak segera ditangani dengan tepat, hal ini berisiko bisa menyebabkan pecahnya usus buntu. Ketahui penyebab dan gejalanya di sini!","og_url":"https:\/\/temanmama.org\/?p=3208","og_site_name":"TemanMama","article_published_time":"2024-01-09T15:33:30+00:00","article_modified_time":"2024-01-09T15:40:12+00:00","og_image":[{"width":1243,"height":700,"url":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/image.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"N0tty","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"N0tty","Est. reading time":"2 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=3208#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=3208"},"author":{"name":"N0tty","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/64b9e3ca99c6a26fc49b719086cf664c"},"headline":"Penyebab dan Gejala Usus pada Anak","datePublished":"2024-01-09T15:33:30+00:00","dateModified":"2024-01-09T15:40:12+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=3208"},"wordCount":391,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=3208#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/image.jpg","articleSection":["Kesehatan"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/temanmama.org\/?p=3208#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=3208","url":"https:\/\/temanmama.org\/?p=3208","name":"Penyebab dan Gejala Usus pada Anak - TemanMama","isPartOf":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=3208#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=3208#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/image.jpg","datePublished":"2024-01-09T15:33:30+00:00","dateModified":"2024-01-09T15:40:12+00:00","description":"Jika penyakit usus buntu tidak segera ditangani dengan tepat, hal ini berisiko bisa menyebabkan pecahnya usus buntu. Ketahui penyebab dan gejalanya di sini!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=3208#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/temanmama.org\/?p=3208"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=3208#primaryimage","url":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/image.jpg","contentUrl":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/image.jpg","width":1243,"height":700},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=3208#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/temanmama.org\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Penyebab dan Gejala Usus pada Anak"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#website","url":"https:\/\/temanmama.org\/","name":"TemanMama","description":"TemanMama menyajikan informasi parenting, Ibu dan Anak, kehamilan seputar hubungan keluarga serta tips bermanfaat lainnya untuk Mama.","publisher":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/#organization"},"alternateName":"Teman Mama & Info Seputar Parenting","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/temanmama.org\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#organization","name":"TemanMama","alternateName":"Teman Mama Parenting Keluarga","url":"https:\/\/temanmama.org\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"http:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/logo.png","contentUrl":"http:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/logo.png","width":536,"height":239,"caption":"TemanMama"},"image":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/64b9e3ca99c6a26fc49b719086cf664c","name":"N0tty","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/99e6904fede8030975183a9cf70862ee7f280597b5621917dcb97037a703ffdb?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/99e6904fede8030975183a9cf70862ee7f280597b5621917dcb97037a703ffdb?s=96&d=mm&r=g","caption":"N0tty"},"url":"https:\/\/temanmama.org\/?author=3"}]}},"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3208","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=3208"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3208\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3209,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3208\/revisions\/3209"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/3210"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=3208"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=3208"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=3208"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}