{"id":3163,"date":"2024-01-08T16:58:45","date_gmt":"2024-01-08T16:58:45","guid":{"rendered":"https:\/\/temanmama.org\/?p=3163"},"modified":"2024-01-08T16:58:45","modified_gmt":"2024-01-08T16:58:45","slug":"apa-itu-iktiosis-ketahui-penyebab-gejala-dan-pengobatannya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/temanmama.org\/?p=3163","title":{"rendered":"Apa Itu Iktiosis? Ketahui Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika kulit tidak mendapat kelembapan yang cukup, tekstur kulit dapat berubah menjadi kasar, kering, serta bersisik. Ciri-ciri kulit yang seperti ini dapat juga menjadi pertanda gejala iktiosis atau penyakit kulit ikan. Jika kondisi ini tidak segera ditangani, iktiosis bisa mengganggu fungsi kulit dalam mengatur suhu tubuh, mencegah dehidrasi, dan melindungi tubuh dari dehidrasi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk lebih jelasnya, berikut merupakan pengertian, penyebab, gejala, dan pengobatan iktiosis.<\/span><\/p>\n<h3><strong>Apa Itu Iktiosis?<\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Iktiosis ialah kelainan kulit yang membuat kulit menjadi kering, kasar, tebal, dan bersisik. Iktiosis terkadang juga disebut sebagai penyakit sisik ikan. Penyakit ini bisa muncul sejak lahir, namun pada sebagian kasus penyakit ini muncul ketika masa kanak-kanak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Iktiosis tidak sama dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">xerosis<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Pada <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">xerosis<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, lapisan terluar kulit cenderung kekurangan volume air. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Xerosis<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> juga biasanya terjadi karena iklim yang terlalu kerin dan kebiasaan mandi terlalu lama dengan air panas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sedangkan, iktiosis merupakan penyakit keturunan yang menyebabkan masalah pada pelepasan sel-sel kulit mati. Sehingga, sel-sel kulit mati menjadi menumpuk dan membuat kulit terlihat kering dan bersisik.<\/span><\/p>\n<h3><strong>Penyebab Iktiosis<\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Iktiosis diakibatkan oleh masalah pada proses regenerasi kulit yang dipicu karena hilangnya kelembapan kulit. Pada kondisi ini, proses pergantian dan pembentukan sel kulit mengalami gangguan sehingga membuat sel-sel kulit terus menumpuk. Akibatnya, kulit menjadi terus menebal dan menyerupai sisik ikan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penyebab iktiosis bisa dikategorikan berdasarkan kelompoknya, yaitu:<\/span><\/p>\n<h4><strong>1. Iktiosis yang diturunkan<\/strong><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Iktiosis jenis ini terjadi karena mutasi atau perubahan pada gen. Beberapa jenis iktiosis yang diakibatkan oleh perubahan genetik ialah:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"list-style-type: none;\">\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Iktiosis vulgaris.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Iktiosis harlequin.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">X-linked ichthyosis<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Congenital ichthyosiform erythroderma<\/span><\/i><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ul>\n<h4><strong>2. Iktiosis yang didapat<\/strong><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Iktiosis yang muncul ketika dewasa, biasanya disebabkan oleh kondisi medis tertentu, seperti:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penyakit ginjal.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hipotiroid.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Infeksi HIV.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sarkoidosis.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kanker jenis tertentu, seperti limfoma hodgkin dan leukemia.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Iktiosis juga bisa disebabkan oleh obat-obatan tertentu, seperti:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Asam nikonat.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Cimetidine.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Clofazimine.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hydroxyurea, vemurafenib, dan penghambat protease.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h3><strong>Gejala Iktiosis<\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gejala utama iktiosis ialah kulit tebal, kering, serta bersisik. Selain gejala ini, penderita iktiosis juga dapat mengalami gejala lainnya, seperti:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kulit tidak dapat mengeluarkan keringat.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kulit cenderung pecah-pecah dan mudah mengelupas.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kulit terlihat kemerahan dan terasa gatal.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kulit terasa kencang sehingga susah untuk digerakkan.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h3><strong>Pengobatan Iktiosis<\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sayangnya, iktiosis adalah kondisi yang tidak dapat disembuhkan. Tetapi, ada pengobatan yang bisa dilakukan untuk mencegah komplikasi serta meredakan keluhan, seperti:<\/span><\/p>\n<h4><strong>1. Perawatan Kulit<\/strong><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dokter biasanya akan memberikan lotion, krim, atau salep yang mengandung asam salisilat, asam alfa hidroksi, lanolin, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">propylene glycol<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">ceramide<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Berbagai zat atau kandungan tersebut bisa menjaga kelembapan kulit dan mengangkat sel kulit mati.<\/span><\/p>\n<h4><strong>2. Obat-obatan<\/strong><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada penderita iktiosis yang tergolong parah, dokter umumnya akan meresepkan obat-obatan, seperti:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Retinoid, yaitu obat untuk memperbaiki tampilan kulit dan mengurangi produksi sel-sel kulit mati.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Antibiotik, yaitu obat untuk mengatasi infeksi yang terjadi di kulit penderita iktiosis.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jika kulit tidak mendapat kelembapan yang cukup, tekstur kulit dapat berubah menjadi kasar, kering, serta bersisik. Ciri-ciri kulit yang seperti ini dapat juga menjadi pertanda gejala iktiosis atau penyakit kulit ikan. Jika kondisi ini tidak segera ditangani, iktiosis bisa mengganggu fungsi kulit dalam mengatur suhu tubuh, mencegah dehidrasi, dan melindungi tubuh dari dehidrasi. Untuk lebih &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":3162,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7],"tags":[],"class_list":["post-3163","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kesehatan"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.6 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Apa Itu Iktiosis? Ketahui Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya - TemanMama<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Iktiosis ialah kelainan kulit yang membuat kulit menjadi kering, kasar, tebal, dan bersisik. Iktiosis terkadang juga disebut sebagai penyakit sisik ikan.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/temanmama.org\/?p=3163\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Apa Itu Iktiosis? Ketahui Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya - TemanMama\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Iktiosis ialah kelainan kulit yang membuat kulit menjadi kering, kasar, tebal, dan bersisik. Iktiosis terkadang juga disebut sebagai penyakit sisik ikan.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/temanmama.org\/?p=3163\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"TemanMama\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-01-08T16:58:45+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/WhatsApp-Image-2024-01-07-at-21.50.19.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1280\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"853\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"N0tty\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"N0tty\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=3163#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=3163\"},\"author\":{\"name\":\"N0tty\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/64b9e3ca99c6a26fc49b719086cf664c\"},\"headline\":\"Apa Itu Iktiosis? Ketahui Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya\",\"datePublished\":\"2024-01-08T16:58:45+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=3163\"},\"wordCount\":438,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=3163#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/WhatsApp-Image-2024-01-07-at-21.50.19.jpeg\",\"articleSection\":[\"Kesehatan\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/temanmama.org\/?p=3163#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=3163\",\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=3163\",\"name\":\"Apa Itu Iktiosis? Ketahui Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya - TemanMama\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=3163#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=3163#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/WhatsApp-Image-2024-01-07-at-21.50.19.jpeg\",\"datePublished\":\"2024-01-08T16:58:45+00:00\",\"description\":\"Iktiosis ialah kelainan kulit yang membuat kulit menjadi kering, kasar, tebal, dan bersisik. Iktiosis terkadang juga disebut sebagai penyakit sisik ikan.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=3163#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/temanmama.org\/?p=3163\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=3163#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/WhatsApp-Image-2024-01-07-at-21.50.19.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/WhatsApp-Image-2024-01-07-at-21.50.19.jpeg\",\"width\":1280,\"height\":853},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=3163#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/temanmama.org\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Apa Itu Iktiosis? Ketahui Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#website\",\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/\",\"name\":\"TemanMama\",\"description\":\"TemanMama menyajikan informasi parenting, Ibu dan Anak, kehamilan seputar hubungan keluarga serta tips bermanfaat lainnya untuk Mama.\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#organization\"},\"alternateName\":\"Teman Mama & Info Seputar Parenting\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/temanmama.org\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#organization\",\"name\":\"TemanMama\",\"alternateName\":\"Teman Mama Parenting Keluarga\",\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/logo.png\",\"contentUrl\":\"http:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/logo.png\",\"width\":536,\"height\":239,\"caption\":\"TemanMama\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/64b9e3ca99c6a26fc49b719086cf664c\",\"name\":\"N0tty\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/99e6904fede8030975183a9cf70862ee7f280597b5621917dcb97037a703ffdb?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/99e6904fede8030975183a9cf70862ee7f280597b5621917dcb97037a703ffdb?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"N0tty\"},\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/?author=3\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Apa Itu Iktiosis? Ketahui Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya - TemanMama","description":"Iktiosis ialah kelainan kulit yang membuat kulit menjadi kering, kasar, tebal, dan bersisik. Iktiosis terkadang juga disebut sebagai penyakit sisik ikan.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/temanmama.org\/?p=3163","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Apa Itu Iktiosis? Ketahui Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya - TemanMama","og_description":"Iktiosis ialah kelainan kulit yang membuat kulit menjadi kering, kasar, tebal, dan bersisik. Iktiosis terkadang juga disebut sebagai penyakit sisik ikan.","og_url":"https:\/\/temanmama.org\/?p=3163","og_site_name":"TemanMama","article_published_time":"2024-01-08T16:58:45+00:00","og_image":[{"width":1280,"height":853,"url":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/WhatsApp-Image-2024-01-07-at-21.50.19.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"N0tty","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"N0tty","Est. reading time":"2 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=3163#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=3163"},"author":{"name":"N0tty","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/64b9e3ca99c6a26fc49b719086cf664c"},"headline":"Apa Itu Iktiosis? Ketahui Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya","datePublished":"2024-01-08T16:58:45+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=3163"},"wordCount":438,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=3163#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/WhatsApp-Image-2024-01-07-at-21.50.19.jpeg","articleSection":["Kesehatan"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/temanmama.org\/?p=3163#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=3163","url":"https:\/\/temanmama.org\/?p=3163","name":"Apa Itu Iktiosis? Ketahui Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya - TemanMama","isPartOf":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=3163#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=3163#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/WhatsApp-Image-2024-01-07-at-21.50.19.jpeg","datePublished":"2024-01-08T16:58:45+00:00","description":"Iktiosis ialah kelainan kulit yang membuat kulit menjadi kering, kasar, tebal, dan bersisik. Iktiosis terkadang juga disebut sebagai penyakit sisik ikan.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=3163#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/temanmama.org\/?p=3163"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=3163#primaryimage","url":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/WhatsApp-Image-2024-01-07-at-21.50.19.jpeg","contentUrl":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/WhatsApp-Image-2024-01-07-at-21.50.19.jpeg","width":1280,"height":853},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=3163#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/temanmama.org\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Apa Itu Iktiosis? Ketahui Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#website","url":"https:\/\/temanmama.org\/","name":"TemanMama","description":"TemanMama menyajikan informasi parenting, Ibu dan Anak, kehamilan seputar hubungan keluarga serta tips bermanfaat lainnya untuk Mama.","publisher":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/#organization"},"alternateName":"Teman Mama & Info Seputar Parenting","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/temanmama.org\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#organization","name":"TemanMama","alternateName":"Teman Mama Parenting Keluarga","url":"https:\/\/temanmama.org\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"http:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/logo.png","contentUrl":"http:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/logo.png","width":536,"height":239,"caption":"TemanMama"},"image":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/64b9e3ca99c6a26fc49b719086cf664c","name":"N0tty","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/99e6904fede8030975183a9cf70862ee7f280597b5621917dcb97037a703ffdb?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/99e6904fede8030975183a9cf70862ee7f280597b5621917dcb97037a703ffdb?s=96&d=mm&r=g","caption":"N0tty"},"url":"https:\/\/temanmama.org\/?author=3"}]}},"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3163","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=3163"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3163\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3164,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3163\/revisions\/3164"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/3162"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=3163"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=3163"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=3163"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}