{"id":3074,"date":"2024-01-06T19:15:09","date_gmt":"2024-01-06T19:15:09","guid":{"rendered":"https:\/\/temanmama.org\/?p=3074"},"modified":"2024-01-06T19:15:37","modified_gmt":"2024-01-06T19:15:37","slug":"3074-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/temanmama.org\/?p=3074","title":{"rendered":"Polidaktili: Memahami Kelainan Bawaan Tangan dan Kaki"},"content":{"rendered":"<p>Polidaktili adalah kelainan bawaan yang ditandai dengan adanya lebih dari jumlah jari yang normal pada tangan atau kaki manusia. Pada kondisi normal, jumlah jari bayi yang baru lahir sebanyak sepuluh. Namun, untuk beberapa kasus, bayi bisa terlahir dengan jumlah jari yang lebih banyak. Kondisi ini dapat terjadi secara genetik atau sebagai hasil dari faktor lingkungan selama perkembangan janin di dalam kandungan.<\/p>\n<h3><strong>Penyebab Polidaktili<\/strong><\/h3>\n<p>Polidaktili bisa disebabkan oleh kelainan genetik yang diwarisi dari salah satu atau kedua orang tua, atau muncul secara sporadis tanpa riwayat keluarga yang terkena kondisi serupa. Kondisi ini dapat berkaitan dengan berbagai kelainan genetik yang mempengaruhi perkembangan anggota tubuh janin.<\/p>\n<p>Polidaktili dapat terjadi pada masa kehamilan, tepatnya pada minggu ke-9 hingga ke-12. Pada masa itu, janin mulai mengalami proses pembentukan kaki dan tangan. Seiring bertambahnya usia kehamilan, akan terjadi pembelahan pada kaki dan tangan tersebut sehingga membentuk jari-jari di kaki dan tangan janin. Pada janin yang menderita polidaktili, proses pembelahan tersebut mengalami gangguan sehingga membentuk jari tambahan.<\/p>\n<h3><strong>Jenis-Jenis Polidaktili<\/strong><\/h3>\n<p>Polidaktili dapat terjadi dalam berbagai bentuk dan tingkat keparahan. Beberapa jenis utama polidaktili meliputi:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Polidaktili Preaksial<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p>Kondisi ini ditandai dengan jari jempol bercabang, baik tangan atau kaki. Jika berada di samping ibu jari tangan, ini disebut dengan radial polidaktili. Namun, jika berada di samping luar ibu jari kaki, ini disebut dengan tibialis polidaktili.<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Polidaktili Postaksial<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p>jenis ini adalah yang paling umum terjadi. Tambahan jari yang berada di samping posisi jari kelingking bisa disebut dengan postaxial polidaktili atau ulnar polidaktili.<\/p>\n<p>Penyebutan ulnar pada jenis ini dikarenakan jari tambahan berada di sisi kelingking tangan yang disebut sisi ulnaris. Sementara jika tambahan terdapat pada jari kelingking kaki, ini disebut sebagai fibular polidaktili.<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Polidaktili Sentral<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p>Sesuai dengan namanya, polidaktili sentral adalah jenis kelainan ketika jari tambahan yang dimiliki bayi berada di bagian tengah kelima jari.\u00a0 Kondisi ini terjadi pada bagian tengah jari tangan atau kaki.<\/p>\n<h3><strong>Diagnosis Polidaktili<\/strong><\/h3>\n<p>Biasanya, polidaktili dapat didiagnosis sejak lahir melalui pemeriksaan fisik bayi. Tes tambahan seperti pemindaian gambar (seperti sinar-X) mungkin dilakukan untuk menilai struktur jaringan yang terpengaruh. Dalam beberapa kasus, diagnosis ditegakkan saat janin masih dalam kandungan melalui pemeriksaan ultrasonografi.<\/p>\n<p>Pengobatan polidaktili tergantung pada tingkat keparahan dan dampaknya terhadap fungsi jari atau kaki. Tindakan operasi seringkali direkomendasikan untuk menghapus jari ekstra atau mengkoreksi struktur yang terpengaruh untuk memulihkan fungsi normal.<\/p>\n<p>Dokter juga dapat melakukan tes genetic pada orang tua untuk mendeteksi mutasi gen tertentu, terutama jika pasien memiliki riwayat kelainan genetik dalam keluarga. Setelah bayi dilahirkan biasanya dokter juga akan melihat struktur jari-jari bayi untuk melihat adanya kelainan atau tidak.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Polidaktili adalah kelainan bawaan yang ditandai dengan adanya lebih dari jumlah jari yang normal pada tangan atau kaki manusia. Pada kondisi normal, jumlah jari bayi yang baru lahir sebanyak sepuluh. Namun, untuk beberapa kasus, bayi bisa terlahir dengan jumlah jari yang lebih banyak. Kondisi ini dapat terjadi secara genetik atau sebagai hasil dari faktor lingkungan &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":3073,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[13,7],"tags":[],"class_list":["post-3074","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bayi","category-kesehatan"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.6 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Polidaktili: Memahami Kelainan Bawaan Tangan dan Kaki - TemanMama<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Polidaktili merupakan kelainan bawaan yang mempengaruhi jumlah jari pada tangan atau kaki. Meskipun mungkin tidak mengganggu fungsi dalam banyak kasus, kondisi ini memerlukan pemantauan medis dan tindakan korektif jika diperlukan. Perhatian, dukungan, dan pemahaman dari lingkungan sekitar sangat penting dalam membantu individu yang terkena polidaktili untuk merasa diterima dan dapat mengatasi tantangan yang mungkin timbul akibat kondisi tersebut.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/temanmama.org\/?p=3074\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Polidaktili: Memahami Kelainan Bawaan Tangan dan Kaki - TemanMama\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Polidaktili merupakan kelainan bawaan yang mempengaruhi jumlah jari pada tangan atau kaki. Meskipun mungkin tidak mengganggu fungsi dalam banyak kasus, kondisi ini memerlukan pemantauan medis dan tindakan korektif jika diperlukan. Perhatian, dukungan, dan pemahaman dari lingkungan sekitar sangat penting dalam membantu individu yang terkena polidaktili untuk merasa diterima dan dapat mengatasi tantangan yang mungkin timbul akibat kondisi tersebut.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/temanmama.org\/?p=3074\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"TemanMama\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-01-06T19:15:09+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-01-06T19:15:37+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/6VDFz9gEbFCS5Gg4S8xUJVdX.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"385\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"166\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"N0tty\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"N0tty\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=3074#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=3074\"},\"author\":{\"name\":\"N0tty\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/64b9e3ca99c6a26fc49b719086cf664c\"},\"headline\":\"Polidaktili: Memahami Kelainan Bawaan Tangan dan Kaki\",\"datePublished\":\"2024-01-06T19:15:09+00:00\",\"dateModified\":\"2024-01-06T19:15:37+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=3074\"},\"wordCount\":420,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=3074#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/6VDFz9gEbFCS5Gg4S8xUJVdX.png\",\"articleSection\":[\"Bayi\",\"Kesehatan\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/temanmama.org\/?p=3074#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=3074\",\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=3074\",\"name\":\"Polidaktili: Memahami Kelainan Bawaan Tangan dan Kaki - TemanMama\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=3074#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=3074#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/6VDFz9gEbFCS5Gg4S8xUJVdX.png\",\"datePublished\":\"2024-01-06T19:15:09+00:00\",\"dateModified\":\"2024-01-06T19:15:37+00:00\",\"description\":\"Polidaktili merupakan kelainan bawaan yang mempengaruhi jumlah jari pada tangan atau kaki. Meskipun mungkin tidak mengganggu fungsi dalam banyak kasus, kondisi ini memerlukan pemantauan medis dan tindakan korektif jika diperlukan. Perhatian, dukungan, dan pemahaman dari lingkungan sekitar sangat penting dalam membantu individu yang terkena polidaktili untuk merasa diterima dan dapat mengatasi tantangan yang mungkin timbul akibat kondisi tersebut.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=3074#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/temanmama.org\/?p=3074\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=3074#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/6VDFz9gEbFCS5Gg4S8xUJVdX.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/6VDFz9gEbFCS5Gg4S8xUJVdX.png\",\"width\":385,\"height\":166},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=3074#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/temanmama.org\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Polidaktili: Memahami Kelainan Bawaan Tangan dan Kaki\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#website\",\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/\",\"name\":\"TemanMama\",\"description\":\"TemanMama menyajikan informasi parenting, Ibu dan Anak, kehamilan seputar hubungan keluarga serta tips bermanfaat lainnya untuk Mama.\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#organization\"},\"alternateName\":\"Teman Mama & Info Seputar Parenting\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/temanmama.org\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#organization\",\"name\":\"TemanMama\",\"alternateName\":\"Teman Mama Parenting Keluarga\",\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/logo.png\",\"contentUrl\":\"http:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/logo.png\",\"width\":536,\"height\":239,\"caption\":\"TemanMama\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/64b9e3ca99c6a26fc49b719086cf664c\",\"name\":\"N0tty\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/99e6904fede8030975183a9cf70862ee7f280597b5621917dcb97037a703ffdb?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/99e6904fede8030975183a9cf70862ee7f280597b5621917dcb97037a703ffdb?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"N0tty\"},\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/?author=3\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Polidaktili: Memahami Kelainan Bawaan Tangan dan Kaki - TemanMama","description":"Polidaktili merupakan kelainan bawaan yang mempengaruhi jumlah jari pada tangan atau kaki. Meskipun mungkin tidak mengganggu fungsi dalam banyak kasus, kondisi ini memerlukan pemantauan medis dan tindakan korektif jika diperlukan. Perhatian, dukungan, dan pemahaman dari lingkungan sekitar sangat penting dalam membantu individu yang terkena polidaktili untuk merasa diterima dan dapat mengatasi tantangan yang mungkin timbul akibat kondisi tersebut.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/temanmama.org\/?p=3074","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Polidaktili: Memahami Kelainan Bawaan Tangan dan Kaki - TemanMama","og_description":"Polidaktili merupakan kelainan bawaan yang mempengaruhi jumlah jari pada tangan atau kaki. Meskipun mungkin tidak mengganggu fungsi dalam banyak kasus, kondisi ini memerlukan pemantauan medis dan tindakan korektif jika diperlukan. Perhatian, dukungan, dan pemahaman dari lingkungan sekitar sangat penting dalam membantu individu yang terkena polidaktili untuk merasa diterima dan dapat mengatasi tantangan yang mungkin timbul akibat kondisi tersebut.","og_url":"https:\/\/temanmama.org\/?p=3074","og_site_name":"TemanMama","article_published_time":"2024-01-06T19:15:09+00:00","article_modified_time":"2024-01-06T19:15:37+00:00","og_image":[{"width":385,"height":166,"url":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/6VDFz9gEbFCS5Gg4S8xUJVdX.png","type":"image\/png"}],"author":"N0tty","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"N0tty","Est. reading time":"2 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=3074#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=3074"},"author":{"name":"N0tty","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/64b9e3ca99c6a26fc49b719086cf664c"},"headline":"Polidaktili: Memahami Kelainan Bawaan Tangan dan Kaki","datePublished":"2024-01-06T19:15:09+00:00","dateModified":"2024-01-06T19:15:37+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=3074"},"wordCount":420,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=3074#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/6VDFz9gEbFCS5Gg4S8xUJVdX.png","articleSection":["Bayi","Kesehatan"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/temanmama.org\/?p=3074#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=3074","url":"https:\/\/temanmama.org\/?p=3074","name":"Polidaktili: Memahami Kelainan Bawaan Tangan dan Kaki - TemanMama","isPartOf":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=3074#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=3074#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/6VDFz9gEbFCS5Gg4S8xUJVdX.png","datePublished":"2024-01-06T19:15:09+00:00","dateModified":"2024-01-06T19:15:37+00:00","description":"Polidaktili merupakan kelainan bawaan yang mempengaruhi jumlah jari pada tangan atau kaki. Meskipun mungkin tidak mengganggu fungsi dalam banyak kasus, kondisi ini memerlukan pemantauan medis dan tindakan korektif jika diperlukan. Perhatian, dukungan, dan pemahaman dari lingkungan sekitar sangat penting dalam membantu individu yang terkena polidaktili untuk merasa diterima dan dapat mengatasi tantangan yang mungkin timbul akibat kondisi tersebut.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=3074#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/temanmama.org\/?p=3074"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=3074#primaryimage","url":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/6VDFz9gEbFCS5Gg4S8xUJVdX.png","contentUrl":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/6VDFz9gEbFCS5Gg4S8xUJVdX.png","width":385,"height":166},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=3074#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/temanmama.org\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Polidaktili: Memahami Kelainan Bawaan Tangan dan Kaki"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#website","url":"https:\/\/temanmama.org\/","name":"TemanMama","description":"TemanMama menyajikan informasi parenting, Ibu dan Anak, kehamilan seputar hubungan keluarga serta tips bermanfaat lainnya untuk Mama.","publisher":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/#organization"},"alternateName":"Teman Mama & Info Seputar Parenting","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/temanmama.org\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#organization","name":"TemanMama","alternateName":"Teman Mama Parenting Keluarga","url":"https:\/\/temanmama.org\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"http:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/logo.png","contentUrl":"http:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/logo.png","width":536,"height":239,"caption":"TemanMama"},"image":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/64b9e3ca99c6a26fc49b719086cf664c","name":"N0tty","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/99e6904fede8030975183a9cf70862ee7f280597b5621917dcb97037a703ffdb?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/99e6904fede8030975183a9cf70862ee7f280597b5621917dcb97037a703ffdb?s=96&d=mm&r=g","caption":"N0tty"},"url":"https:\/\/temanmama.org\/?author=3"}]}},"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3074","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=3074"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3074\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3077,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3074\/revisions\/3077"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/3073"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=3074"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=3074"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=3074"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}