{"id":2863,"date":"2024-01-03T01:10:00","date_gmt":"2024-01-03T01:10:00","guid":{"rendered":"https:\/\/temanmama.org\/?p=2863"},"modified":"2024-01-03T01:10:00","modified_gmt":"2024-01-03T01:10:00","slug":"mengenal-lebih-dekat-penyakit-batten-gangguan-genetik-yang-memengaruhi-anak-anak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/temanmama.org\/?p=2863","title":{"rendered":"Mengenal Lebih Dekat Penyakit Batten: Gangguan Genetik yang Memengaruhi Anak-Anak"},"content":{"rendered":"<p>Penyakit Batten, juga dikenal sebagai Neuronal Ceroid Lipofuscinosis (NCL), merupakan kelompok gangguan genetik langka yang secara khusus memengaruhi anak-anak. Ditemukan pertama kali oleh seorang ahli patologi Finlandia pada abad ke-20, penyakit ini mengacu pada sejumlah gangguan saraf yang memiliki dampak serius terhadap perkembangan fisik dan mental anak-anak.<\/p>\n<h2><strong>Penyebab dan Genetika<\/strong><\/h2>\n<p>Penyakit Batten bersifat genetik, diwariskan secara autosomal resesif, yang berarti kedua orang tua harus membawa gen yang bermasalah untuk menghasilkan keturunan yang terkena dampak. Gangguan ini terkait dengan mutasi dalam gen tertentu yang menghasilkan gangguan pada enzim yang berperan penting dalam metabolisme sel.<\/p>\n<h2><strong>Gejala dan Perkembangan<\/strong><\/h2>\n<p>Gejala penyakit Batten bervariasi tergantung pada jenisnya, tetapi umumnya mencakup kehilangan penglihatan, penurunan fungsi kognitif, kejang, dan penurunan kemampuan berbicara. Seiring berjalannya waktu, anak-anak yang terkena penyakit ini mengalami kemunduran dalam kemampuan motorik, sosial, dan kemandirian.<\/p>\n<h2><strong>Jenis-Jenis Penyakit Batten<\/strong><\/h2>\n<p><strong>Ada beberapa jenis penyakit Batten, termasuk:<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>CLN1 (Infantile NCL): Mulai terjadi pada usia dini, dengan gejala pertama seringkali muncul pada anak di bawah dua tahun.<\/li>\n<li>CLN2 (Late Infantile NCL): Umumnya terjadi pada anak-anak usia 2 hingga 4 tahun, dengan gejala yang mencakup kejang, gangguan motorik, dan penurunan kemampuan berbicara.<\/li>\n<li>CLN3 (Juvenile NCL): Muncul pada anak-anak usia 6 hingga 12 tahun, dengan gejala yang melibatkan penurunan kemampuan kognitif, kehilangan penglihatan, dan kejang.<\/li>\n<\/ul>\n<h2><strong>Diagnosis dan Perawatan<\/strong><\/h2>\n<p>Diagnosis penyakit Batten melibatkan serangkaian uji genetika, pemindaian otak, dan penilaian gejala klinis. Sayangnya, hingga saat ini, tidak ada pengobatan yang dapat menyembuhkan penyakit ini. Perawatan terutama bersifat suportif, bertujuan untuk meminimalkan gejala dan meningkatkan kualitas hidup anak-anak yang terkena.<\/p>\n<h2><strong>Dampak Emosional pada Keluarga<\/strong><\/h2>\n<p>Penyakit Batten tidak hanya memiliki dampak fisik pada anak-anak, tetapi juga memberikan beban emosional yang berat pada keluarga. Proses perawatan yang intensif dan perubahan dalam kemampuan anak dapat menimbulkan stres dan kesedihan yang mendalam.<\/p>\n<p>Penyakit Batten adalah kondisi genetik yang mengguncang keluarga dan menempatkan tantangan besar pada anak-anak yang terkena dampak. Meskipun penelitian dan upaya pengobatan terus dilakukan, pemahaman yang lebih baik tentang penyakit ini sangat penting untuk mendukung keluarga dan meningkatkan upaya pencegahan melalui pengujian genetik pra-konsepsi.<\/p>\n<p>Melalui pengetahuan dan dukungan yang lebih baik, diharapkan kita dapat membangun kesadaran tentang penyakit Batten dan mendukung upaya untuk menemukan terapi yang efektif guna mengatasi dampak yang serius pada kehidupan anak-anak yang terkena.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Penyakit Batten, juga dikenal sebagai Neuronal Ceroid Lipofuscinosis (NCL), merupakan kelompok gangguan genetik langka yang secara khusus memengaruhi anak-anak. Ditemukan pertama kali oleh seorang ahli patologi Finlandia pada abad ke-20, penyakit ini mengacu pada sejumlah gangguan saraf yang memiliki dampak serius terhadap perkembangan fisik dan mental anak-anak. Penyebab dan Genetika Penyakit Batten bersifat genetik, diwariskan &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":2864,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[12,7],"tags":[],"class_list":["post-2863","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-balita","category-kesehatan"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.6 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Mengenal Lebih Dekat Penyakit Batten: Gangguan Genetik yang Memengaruhi Anak-Anak - TemanMama<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Penyakit Batten, atau Neuronal Ceroid Lipofuscinosis (NCL), adalah gangguan genetik langka yang mempengaruhi anak-anak. Gejalanya meliputi kehilangan penglihatan, penurunan kognisi, dan kejang, dengan dampak serius pada kehidupan sehari-hari.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/temanmama.org\/?p=2863\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Mengenal Lebih Dekat Penyakit Batten: Gangguan Genetik yang Memengaruhi Anak-Anak - TemanMama\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Penyakit Batten, atau Neuronal Ceroid Lipofuscinosis (NCL), adalah gangguan genetik langka yang mempengaruhi anak-anak. Gejalanya meliputi kehilangan penglihatan, penurunan kognisi, dan kejang, dengan dampak serius pada kehidupan sehari-hari.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/temanmama.org\/?p=2863\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"TemanMama\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-01-03T01:10:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/images-54.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"400\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Momore\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Momore\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=2863#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=2863\"},\"author\":{\"name\":\"Momore\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/ba5bfbb2dd2f0a32727dd4575e75e216\"},\"headline\":\"Mengenal Lebih Dekat Penyakit Batten: Gangguan Genetik yang Memengaruhi Anak-Anak\",\"datePublished\":\"2024-01-03T01:10:00+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=2863\"},\"wordCount\":370,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=2863#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/images-54.jpeg\",\"articleSection\":[\"Balita\",\"Kesehatan\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/temanmama.org\/?p=2863#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=2863\",\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=2863\",\"name\":\"Mengenal Lebih Dekat Penyakit Batten: Gangguan Genetik yang Memengaruhi Anak-Anak - TemanMama\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=2863#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=2863#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/images-54.jpeg\",\"datePublished\":\"2024-01-03T01:10:00+00:00\",\"description\":\"Penyakit Batten, atau Neuronal Ceroid Lipofuscinosis (NCL), adalah gangguan genetik langka yang mempengaruhi anak-anak. Gejalanya meliputi kehilangan penglihatan, penurunan kognisi, dan kejang, dengan dampak serius pada kehidupan sehari-hari.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=2863#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/temanmama.org\/?p=2863\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=2863#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/images-54.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/images-54.jpeg\",\"width\":600,\"height\":400},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=2863#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/temanmama.org\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Mengenal Lebih Dekat Penyakit Batten: Gangguan Genetik yang Memengaruhi Anak-Anak\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#website\",\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/\",\"name\":\"TemanMama\",\"description\":\"TemanMama menyajikan informasi parenting, Ibu dan Anak, kehamilan seputar hubungan keluarga serta tips bermanfaat lainnya untuk Mama.\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#organization\"},\"alternateName\":\"Teman Mama & Info Seputar Parenting\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/temanmama.org\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#organization\",\"name\":\"TemanMama\",\"alternateName\":\"Teman Mama Parenting Keluarga\",\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/logo.png\",\"contentUrl\":\"http:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/logo.png\",\"width\":536,\"height\":239,\"caption\":\"TemanMama\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/ba5bfbb2dd2f0a32727dd4575e75e216\",\"name\":\"Momore\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6e56d3a9c2f84cc2c39e02aebd6a966edc0c8b44d9a1cd182ab38dda76fd79de?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6e56d3a9c2f84cc2c39e02aebd6a966edc0c8b44d9a1cd182ab38dda76fd79de?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Momore\"},\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/?author=2\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Mengenal Lebih Dekat Penyakit Batten: Gangguan Genetik yang Memengaruhi Anak-Anak - TemanMama","description":"Penyakit Batten, atau Neuronal Ceroid Lipofuscinosis (NCL), adalah gangguan genetik langka yang mempengaruhi anak-anak. Gejalanya meliputi kehilangan penglihatan, penurunan kognisi, dan kejang, dengan dampak serius pada kehidupan sehari-hari.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/temanmama.org\/?p=2863","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Mengenal Lebih Dekat Penyakit Batten: Gangguan Genetik yang Memengaruhi Anak-Anak - TemanMama","og_description":"Penyakit Batten, atau Neuronal Ceroid Lipofuscinosis (NCL), adalah gangguan genetik langka yang mempengaruhi anak-anak. Gejalanya meliputi kehilangan penglihatan, penurunan kognisi, dan kejang, dengan dampak serius pada kehidupan sehari-hari.","og_url":"https:\/\/temanmama.org\/?p=2863","og_site_name":"TemanMama","article_published_time":"2024-01-03T01:10:00+00:00","og_image":[{"width":600,"height":400,"url":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/images-54.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Momore","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Momore","Est. reading time":"2 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=2863#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=2863"},"author":{"name":"Momore","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/ba5bfbb2dd2f0a32727dd4575e75e216"},"headline":"Mengenal Lebih Dekat Penyakit Batten: Gangguan Genetik yang Memengaruhi Anak-Anak","datePublished":"2024-01-03T01:10:00+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=2863"},"wordCount":370,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=2863#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/images-54.jpeg","articleSection":["Balita","Kesehatan"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/temanmama.org\/?p=2863#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=2863","url":"https:\/\/temanmama.org\/?p=2863","name":"Mengenal Lebih Dekat Penyakit Batten: Gangguan Genetik yang Memengaruhi Anak-Anak - TemanMama","isPartOf":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=2863#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=2863#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/images-54.jpeg","datePublished":"2024-01-03T01:10:00+00:00","description":"Penyakit Batten, atau Neuronal Ceroid Lipofuscinosis (NCL), adalah gangguan genetik langka yang mempengaruhi anak-anak. Gejalanya meliputi kehilangan penglihatan, penurunan kognisi, dan kejang, dengan dampak serius pada kehidupan sehari-hari.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=2863#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/temanmama.org\/?p=2863"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=2863#primaryimage","url":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/images-54.jpeg","contentUrl":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/images-54.jpeg","width":600,"height":400},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=2863#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/temanmama.org\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Mengenal Lebih Dekat Penyakit Batten: Gangguan Genetik yang Memengaruhi Anak-Anak"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#website","url":"https:\/\/temanmama.org\/","name":"TemanMama","description":"TemanMama menyajikan informasi parenting, Ibu dan Anak, kehamilan seputar hubungan keluarga serta tips bermanfaat lainnya untuk Mama.","publisher":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/#organization"},"alternateName":"Teman Mama & Info Seputar Parenting","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/temanmama.org\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#organization","name":"TemanMama","alternateName":"Teman Mama Parenting Keluarga","url":"https:\/\/temanmama.org\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"http:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/logo.png","contentUrl":"http:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/logo.png","width":536,"height":239,"caption":"TemanMama"},"image":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/ba5bfbb2dd2f0a32727dd4575e75e216","name":"Momore","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6e56d3a9c2f84cc2c39e02aebd6a966edc0c8b44d9a1cd182ab38dda76fd79de?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6e56d3a9c2f84cc2c39e02aebd6a966edc0c8b44d9a1cd182ab38dda76fd79de?s=96&d=mm&r=g","caption":"Momore"},"url":"https:\/\/temanmama.org\/?author=2"}]}},"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2863","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=2863"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2863\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2865,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2863\/revisions\/2865"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/2864"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=2863"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=2863"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=2863"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}