{"id":2649,"date":"2023-12-29T16:52:05","date_gmt":"2023-12-29T16:52:05","guid":{"rendered":"https:\/\/temanmama.org\/?p=2649"},"modified":"2023-12-29T16:52:05","modified_gmt":"2023-12-29T16:52:05","slug":"mengenal-glaukoma-kongenital-yang-bisa-terjadi-pada-anak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/temanmama.org\/?p=2649","title":{"rendered":"Mengenal Glaukoma Kongenital yang Bisa Terjadi pada Anak"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam kondisi sehat, bola mata terdiri atas cairan bening yang terus bergerak atau mengalir serta kemudian diserap oleh saluran di dalamnya. Cairan ini berperan untuk memberikan nutrisi ke seluruh jaringan mata.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apabila saluran dalam bola mata tersumbat atau tidak berfungsi dengan baik, cairan tersebut bisa menumpuk serta dapat meningkatkan tekanan pada bola mata. Ketika tekanan di dalam bola mata terlalu tinggi, kondisi ini lama-kelamaan bisa merusak saraf mata. Hal inilah yang menjadi pemicu terjadinya penyakit glaukoma.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penyakit glaukoma umumnya dialami oleh orang dewasa dan lansia. Tetapi, pada beberapa kondisi, glaukoma juga bisa dialami oleh bayi dan biasa dikenal sebagai glaukoma kongenital.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Glaukoma kongenital ialah salah satu jenis cacat mata bawaan yang bisa menyebabkan kerusakan pada mata bayi. Kerusakan pada mata ini dapat memicu gangguan penglihatan, bahkan hingga kebutaan.<\/span><\/p>\n<h3><strong>Penyebab dan Gejala Glaukoma Kongenital<\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sayangnya, hingga saat ini penyebab glaukoma kongenital belum diketahui secara pasti. Akan tetapi, beberapa faktor seperti riwayat penyakit orang tua yang menderita glaukoma sejak lahir, diyakini bisa meningkatkan risiko bayi terlahir dengan penyakit glaukoma.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, terdapat beberapa gejala yang bisa muncul pada bayi sebagai indikasi dari penyakit mata ini, di antaranya seperti:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"list-style-type: none;\">\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kerap mengeluarkan air mata.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Fotofobia atau sensitif terhadap cahaya.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sering menutup satu atau kedua matanya, terlebih ketika sedang berada di tempat yang terang.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Blefarospasme<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> atau kelopak mata bayi sering berkedut.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kornea mata si kecil tampak keruh.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Satu atau kedua mata si kecil terlihat lebih besar dari ukuran normal.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mata bayi cenderung merah.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apabila si kecil mengalami salah satu atau lebih dari gejala-gejala tersebut, TemanMama dianjurkan untuk segera membawa anak ke rumah sakit atau dokter supaya bisa segera dilakukan pemeriksaan dan anak mendapat penanganan medis yang tepat.<\/span><\/p>\n<h3><strong>Pengobatan Glaukoma Kongenital pada Anak<\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk mendiagnosis glaukoma kongenital pada anak, dokter perlu melakukan pemeriksaan terhadap matanya secara menyeluruh. Pemeriksaan ini meliputi pergerakan bola mata bayi, pengukuran tekanan bola mata, serta kondisi saraf mata si kecil.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apabila hasil pemeriksaan menyatakan bayi menderita glaukoma, ada beberapa penanganan yang bisa dilakukan dokter, seperti operasi dan pemberian obat-obatan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penanganan utama glaukoma kongenital ialah operasi. Namun, apabila kondisi si kecil tidak memungkinkan untuk menjalani operasi, dokter akan memberikan obat-obatan terlebih dahulu untuk mengontrol tekanan dalam bola mata bayi.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam kondisi sehat, bola mata terdiri atas cairan bening yang terus bergerak atau mengalir serta kemudian diserap oleh saluran di dalamnya. Cairan ini berperan untuk memberikan nutrisi ke seluruh jaringan mata. Apabila saluran dalam bola mata tersumbat atau tidak berfungsi dengan baik, cairan tersebut bisa menumpuk serta dapat meningkatkan tekanan pada bola mata. Ketika tekanan &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":2648,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[12,13,7],"tags":[],"class_list":["post-2649","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-balita","category-bayi","category-kesehatan"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.6 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Mengenal Glaukoma Kongenital yang Bisa Terjadi pada Anak - TemanMama<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Penyakit glaukoma umumnya dialami oleh orang dewasa dan lansia. Tapi di kondisi tertentu, glaukoma juga bisa dialami oleh anak-anak, dikenal dengan glaukoma kongenital.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/temanmama.org\/?p=2649\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Mengenal Glaukoma Kongenital yang Bisa Terjadi pada Anak - TemanMama\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Penyakit glaukoma umumnya dialami oleh orang dewasa dan lansia. Tapi di kondisi tertentu, glaukoma juga bisa dialami oleh anak-anak, dikenal dengan glaukoma kongenital.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/temanmama.org\/?p=2649\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"TemanMama\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-12-29T16:52:05+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/WhatsApp-Image-2023-12-29-at-13.55.39.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1280\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"853\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"N0tty\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"N0tty\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=2649#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=2649\"},\"author\":{\"name\":\"N0tty\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/64b9e3ca99c6a26fc49b719086cf664c\"},\"headline\":\"Mengenal Glaukoma Kongenital yang Bisa Terjadi pada Anak\",\"datePublished\":\"2023-12-29T16:52:05+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=2649\"},\"wordCount\":364,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=2649#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/WhatsApp-Image-2023-12-29-at-13.55.39.jpeg\",\"articleSection\":[\"Balita\",\"Bayi\",\"Kesehatan\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/temanmama.org\/?p=2649#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=2649\",\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=2649\",\"name\":\"Mengenal Glaukoma Kongenital yang Bisa Terjadi pada Anak - TemanMama\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=2649#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=2649#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/WhatsApp-Image-2023-12-29-at-13.55.39.jpeg\",\"datePublished\":\"2023-12-29T16:52:05+00:00\",\"description\":\"Penyakit glaukoma umumnya dialami oleh orang dewasa dan lansia. Tapi di kondisi tertentu, glaukoma juga bisa dialami oleh anak-anak, dikenal dengan glaukoma kongenital.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=2649#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/temanmama.org\/?p=2649\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=2649#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/WhatsApp-Image-2023-12-29-at-13.55.39.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/WhatsApp-Image-2023-12-29-at-13.55.39.jpeg\",\"width\":1280,\"height\":853},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=2649#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/temanmama.org\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Mengenal Glaukoma Kongenital yang Bisa Terjadi pada Anak\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#website\",\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/\",\"name\":\"TemanMama\",\"description\":\"TemanMama menyajikan informasi parenting, Ibu dan Anak, kehamilan seputar hubungan keluarga serta tips bermanfaat lainnya untuk Mama.\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#organization\"},\"alternateName\":\"Teman Mama & Info Seputar Parenting\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/temanmama.org\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#organization\",\"name\":\"TemanMama\",\"alternateName\":\"Teman Mama Parenting Keluarga\",\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/logo.png\",\"contentUrl\":\"http:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/logo.png\",\"width\":536,\"height\":239,\"caption\":\"TemanMama\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/64b9e3ca99c6a26fc49b719086cf664c\",\"name\":\"N0tty\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/99e6904fede8030975183a9cf70862ee7f280597b5621917dcb97037a703ffdb?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/99e6904fede8030975183a9cf70862ee7f280597b5621917dcb97037a703ffdb?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"N0tty\"},\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/?author=3\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Mengenal Glaukoma Kongenital yang Bisa Terjadi pada Anak - TemanMama","description":"Penyakit glaukoma umumnya dialami oleh orang dewasa dan lansia. Tapi di kondisi tertentu, glaukoma juga bisa dialami oleh anak-anak, dikenal dengan glaukoma kongenital.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/temanmama.org\/?p=2649","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Mengenal Glaukoma Kongenital yang Bisa Terjadi pada Anak - TemanMama","og_description":"Penyakit glaukoma umumnya dialami oleh orang dewasa dan lansia. Tapi di kondisi tertentu, glaukoma juga bisa dialami oleh anak-anak, dikenal dengan glaukoma kongenital.","og_url":"https:\/\/temanmama.org\/?p=2649","og_site_name":"TemanMama","article_published_time":"2023-12-29T16:52:05+00:00","og_image":[{"width":1280,"height":853,"url":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/WhatsApp-Image-2023-12-29-at-13.55.39.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"N0tty","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"N0tty","Est. reading time":"2 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=2649#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=2649"},"author":{"name":"N0tty","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/64b9e3ca99c6a26fc49b719086cf664c"},"headline":"Mengenal Glaukoma Kongenital yang Bisa Terjadi pada Anak","datePublished":"2023-12-29T16:52:05+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=2649"},"wordCount":364,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=2649#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/WhatsApp-Image-2023-12-29-at-13.55.39.jpeg","articleSection":["Balita","Bayi","Kesehatan"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/temanmama.org\/?p=2649#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=2649","url":"https:\/\/temanmama.org\/?p=2649","name":"Mengenal Glaukoma Kongenital yang Bisa Terjadi pada Anak - TemanMama","isPartOf":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=2649#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=2649#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/WhatsApp-Image-2023-12-29-at-13.55.39.jpeg","datePublished":"2023-12-29T16:52:05+00:00","description":"Penyakit glaukoma umumnya dialami oleh orang dewasa dan lansia. Tapi di kondisi tertentu, glaukoma juga bisa dialami oleh anak-anak, dikenal dengan glaukoma kongenital.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=2649#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/temanmama.org\/?p=2649"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=2649#primaryimage","url":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/WhatsApp-Image-2023-12-29-at-13.55.39.jpeg","contentUrl":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/WhatsApp-Image-2023-12-29-at-13.55.39.jpeg","width":1280,"height":853},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=2649#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/temanmama.org\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Mengenal Glaukoma Kongenital yang Bisa Terjadi pada Anak"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#website","url":"https:\/\/temanmama.org\/","name":"TemanMama","description":"TemanMama menyajikan informasi parenting, Ibu dan Anak, kehamilan seputar hubungan keluarga serta tips bermanfaat lainnya untuk Mama.","publisher":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/#organization"},"alternateName":"Teman Mama & Info Seputar Parenting","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/temanmama.org\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#organization","name":"TemanMama","alternateName":"Teman Mama Parenting Keluarga","url":"https:\/\/temanmama.org\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"http:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/logo.png","contentUrl":"http:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/logo.png","width":536,"height":239,"caption":"TemanMama"},"image":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/64b9e3ca99c6a26fc49b719086cf664c","name":"N0tty","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/99e6904fede8030975183a9cf70862ee7f280597b5621917dcb97037a703ffdb?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/99e6904fede8030975183a9cf70862ee7f280597b5621917dcb97037a703ffdb?s=96&d=mm&r=g","caption":"N0tty"},"url":"https:\/\/temanmama.org\/?author=3"}]}},"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2649","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=2649"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2649\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2650,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2649\/revisions\/2650"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/2648"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=2649"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=2649"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=2649"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}