{"id":2446,"date":"2023-12-26T16:16:22","date_gmt":"2023-12-26T16:16:22","guid":{"rendered":"https:\/\/temanmama.org\/?p=2446"},"modified":"2023-12-26T16:16:22","modified_gmt":"2023-12-26T16:16:22","slug":"ketahui-perbedaan-autisme-dan-down-syndrom","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/temanmama.org\/?p=2446","title":{"rendered":"Ketahui Perbedaan Autisme dan Down Syndrom"},"content":{"rendered":"<p>Autisme dan <em>Down syndrom<\/em> adalah dua kondisi medis yang sering kali membingungkan bagi banyak orang. Keduanya berhubungan dengan perkembangan individu dan memengaruhi cara seseorang berinteraksi dengan dunia di sekitarnya.<\/p>\n<p>Kebanyakan orang yang belum mengetahuinya seringkali terbalik menyebut down sindrom dan autism ataupun menganggap bahwa keduanya sama. Namun, ada perbedaan yang signifikan antara kedua kondisi ini baik dari segi penyebab dan karakteristiknya.<\/p>\n<h3><strong>Penyebab Autisme dan <em>Down Syndrom<\/em><\/strong><\/h3>\n<h4><strong>Autisme<\/strong><\/h4>\n<p>Autisme adalah gangguan perkembangan neurologis yang memengaruhi perilaku, interaksi sosial, dan komunikasi seseorang. Individu dengan autisme sering menunjukkan pola perilaku yang terbatas, minat yang sangat spesifik, kesulitan dalam berkomunikasi, serta kesulitan dalam menafsirkan dan merespons interaksi sosial.<\/p>\n<p>Meskipun penyebab pasti autisme belum sepenuhnya dipahami, ada faktor genetik dan lingkungan yang diduga berperan. Riset mendukung adanya kombinasi faktor genetik dan lingkungan yang berkontribusi pada perkembangan autisme.<\/p>\n<h4><strong>Down Syndrom<\/strong><\/h4>\n<p><em>Down syndrom<\/em> adalah kondisi genetik yang disebabkan oleh keberadaan tambahan salinan penuh atau sebagian kromosom 21. sesorang dengan <em>down syndrom<\/em> cenderung memiliki ciri fisik tertentu, seperti wajah yang khas, serta seringkali memiliki tantangan dalam pengembangan intelektual dan fisik.<\/p>\n<p>Kondisi ini disebabkan oleh kelebihan materi genetik pada kromosom 21, biasanya disebabkan oleh kesalahan selama pembelahan sel reproduksi. Ini menyebabkan adanya tambahan kromosom 21 pada sel anak yang baru terbentuk.<\/p>\n<h3><strong>Karakteristik<\/strong><\/h3>\n<p>Pengidap autisme \u00a0memiliki gangguan perilaku yang muncul sejak lahir, tetapi penyebabnya tidak diketahui secara pasti. Anak autis mengalami kesulitan belajar bahasa dan keterampilan sosial yang berkaitan dengan lingkungan, dan mungkin juga agresif. Namun untuk ciri fisiknya, mereka terlihat seperti orang normal pada umumnya.<\/p>\n<p>Sedangkan <em>down syndrome<\/em> menyebabkan pengidapnya memiliki ciri tampilan fisik yang khas, serta keterbelakangan intelektual yang bervariasi, yang bisa menyebabkan kecacatan dalam belajar. Disamping itu, kemungkinan gangguan kesehatan seperti masalah jantung.<\/p>\n<p>Meski demikian, kemampuan atau potensi anak yang mengidap autisme maupun <em>down syndrome<\/em> bisa dilatih.<\/p>\n<p>Kedua kondisi ini memang bukanlah penyakit yang ada obatnya. Namun ada beberapa cara atau terapi yang dapat diberikan guna mendukung perkembangan baik mereka yang mengidap down syndrome atau autis.<\/p>\n<p>Untuk para orang tua yang memiliki anak dengan kondisi tersebut diperlukan kesabaran yang sangat tinggi dalam menghadapi dan menerapkan pola asuh untuk mereka.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Autisme dan Down syndrom adalah dua kondisi medis yang sering kali membingungkan bagi banyak orang. Keduanya berhubungan dengan perkembangan individu dan memengaruhi cara seseorang berinteraksi dengan dunia di sekitarnya. Kebanyakan orang yang belum mengetahuinya seringkali terbalik menyebut down sindrom dan autism ataupun menganggap bahwa keduanya sama. Namun, ada perbedaan yang signifikan antara kedua kondisi ini &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":2445,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[12,13,7,11],"tags":[],"class_list":["post-2446","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-balita","category-bayi","category-kesehatan","category-tumbuh-kembang"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.6 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Ketahui Perbedaan Autisme dan Down Syndrom - TemanMama<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Kebanyakan orang yang belum mengetahuinya seringkali terbalik menyebut down sindrom dan autism ataupun menganggap bahwa keduanya sama. Namun, ada perbedaan yang signifikan antara kedua kondisi ini baik dari segi penyebab dan karakteristiknya.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/temanmama.org\/?p=2446\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Ketahui Perbedaan Autisme dan Down Syndrom - TemanMama\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Kebanyakan orang yang belum mengetahuinya seringkali terbalik menyebut down sindrom dan autism ataupun menganggap bahwa keduanya sama. Namun, ada perbedaan yang signifikan antara kedua kondisi ini baik dari segi penyebab dan karakteristiknya.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/temanmama.org\/?p=2446\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"TemanMama\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-12-26T16:16:22+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/12ec1449-3c47-467c-b973-545ba52a46f4_169-1024x577-1.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1024\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"577\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"N0tty\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"N0tty\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=2446#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=2446\"},\"author\":{\"name\":\"N0tty\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/64b9e3ca99c6a26fc49b719086cf664c\"},\"headline\":\"Ketahui Perbedaan Autisme dan Down Syndrom\",\"datePublished\":\"2023-12-26T16:16:22+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=2446\"},\"wordCount\":345,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=2446#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/12ec1449-3c47-467c-b973-545ba52a46f4_169-1024x577-1.jpeg\",\"articleSection\":[\"Balita\",\"Bayi\",\"Kesehatan\",\"Tumbuh Kembang\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/temanmama.org\/?p=2446#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=2446\",\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=2446\",\"name\":\"Ketahui Perbedaan Autisme dan Down Syndrom - TemanMama\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=2446#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=2446#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/12ec1449-3c47-467c-b973-545ba52a46f4_169-1024x577-1.jpeg\",\"datePublished\":\"2023-12-26T16:16:22+00:00\",\"description\":\"Kebanyakan orang yang belum mengetahuinya seringkali terbalik menyebut down sindrom dan autism ataupun menganggap bahwa keduanya sama. Namun, ada perbedaan yang signifikan antara kedua kondisi ini baik dari segi penyebab dan karakteristiknya.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=2446#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/temanmama.org\/?p=2446\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=2446#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/12ec1449-3c47-467c-b973-545ba52a46f4_169-1024x577-1.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/12ec1449-3c47-467c-b973-545ba52a46f4_169-1024x577-1.jpeg\",\"width\":1024,\"height\":577},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=2446#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/temanmama.org\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Ketahui Perbedaan Autisme dan Down Syndrom\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#website\",\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/\",\"name\":\"TemanMama\",\"description\":\"TemanMama menyajikan informasi parenting, Ibu dan Anak, kehamilan seputar hubungan keluarga serta tips bermanfaat lainnya untuk Mama.\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#organization\"},\"alternateName\":\"Teman Mama & Info Seputar Parenting\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/temanmama.org\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#organization\",\"name\":\"TemanMama\",\"alternateName\":\"Teman Mama Parenting Keluarga\",\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/logo.png\",\"contentUrl\":\"http:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/logo.png\",\"width\":536,\"height\":239,\"caption\":\"TemanMama\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/64b9e3ca99c6a26fc49b719086cf664c\",\"name\":\"N0tty\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/99e6904fede8030975183a9cf70862ee7f280597b5621917dcb97037a703ffdb?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/99e6904fede8030975183a9cf70862ee7f280597b5621917dcb97037a703ffdb?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"N0tty\"},\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/?author=3\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Ketahui Perbedaan Autisme dan Down Syndrom - TemanMama","description":"Kebanyakan orang yang belum mengetahuinya seringkali terbalik menyebut down sindrom dan autism ataupun menganggap bahwa keduanya sama. Namun, ada perbedaan yang signifikan antara kedua kondisi ini baik dari segi penyebab dan karakteristiknya.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/temanmama.org\/?p=2446","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Ketahui Perbedaan Autisme dan Down Syndrom - TemanMama","og_description":"Kebanyakan orang yang belum mengetahuinya seringkali terbalik menyebut down sindrom dan autism ataupun menganggap bahwa keduanya sama. Namun, ada perbedaan yang signifikan antara kedua kondisi ini baik dari segi penyebab dan karakteristiknya.","og_url":"https:\/\/temanmama.org\/?p=2446","og_site_name":"TemanMama","article_published_time":"2023-12-26T16:16:22+00:00","og_image":[{"width":1024,"height":577,"url":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/12ec1449-3c47-467c-b973-545ba52a46f4_169-1024x577-1.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"N0tty","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"N0tty","Est. reading time":"2 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=2446#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=2446"},"author":{"name":"N0tty","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/64b9e3ca99c6a26fc49b719086cf664c"},"headline":"Ketahui Perbedaan Autisme dan Down Syndrom","datePublished":"2023-12-26T16:16:22+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=2446"},"wordCount":345,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=2446#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/12ec1449-3c47-467c-b973-545ba52a46f4_169-1024x577-1.jpeg","articleSection":["Balita","Bayi","Kesehatan","Tumbuh Kembang"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/temanmama.org\/?p=2446#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=2446","url":"https:\/\/temanmama.org\/?p=2446","name":"Ketahui Perbedaan Autisme dan Down Syndrom - TemanMama","isPartOf":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=2446#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=2446#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/12ec1449-3c47-467c-b973-545ba52a46f4_169-1024x577-1.jpeg","datePublished":"2023-12-26T16:16:22+00:00","description":"Kebanyakan orang yang belum mengetahuinya seringkali terbalik menyebut down sindrom dan autism ataupun menganggap bahwa keduanya sama. Namun, ada perbedaan yang signifikan antara kedua kondisi ini baik dari segi penyebab dan karakteristiknya.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=2446#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/temanmama.org\/?p=2446"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=2446#primaryimage","url":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/12ec1449-3c47-467c-b973-545ba52a46f4_169-1024x577-1.jpeg","contentUrl":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/12ec1449-3c47-467c-b973-545ba52a46f4_169-1024x577-1.jpeg","width":1024,"height":577},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=2446#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/temanmama.org\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Ketahui Perbedaan Autisme dan Down Syndrom"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#website","url":"https:\/\/temanmama.org\/","name":"TemanMama","description":"TemanMama menyajikan informasi parenting, Ibu dan Anak, kehamilan seputar hubungan keluarga serta tips bermanfaat lainnya untuk Mama.","publisher":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/#organization"},"alternateName":"Teman Mama & Info Seputar Parenting","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/temanmama.org\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#organization","name":"TemanMama","alternateName":"Teman Mama Parenting Keluarga","url":"https:\/\/temanmama.org\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"http:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/logo.png","contentUrl":"http:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/logo.png","width":536,"height":239,"caption":"TemanMama"},"image":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/64b9e3ca99c6a26fc49b719086cf664c","name":"N0tty","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/99e6904fede8030975183a9cf70862ee7f280597b5621917dcb97037a703ffdb?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/99e6904fede8030975183a9cf70862ee7f280597b5621917dcb97037a703ffdb?s=96&d=mm&r=g","caption":"N0tty"},"url":"https:\/\/temanmama.org\/?author=3"}]}},"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2446","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=2446"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2446\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2447,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2446\/revisions\/2447"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/2445"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=2446"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=2446"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=2446"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}