{"id":2364,"date":"2023-12-23T18:06:54","date_gmt":"2023-12-23T18:06:54","guid":{"rendered":"https:\/\/temanmama.org\/?p=2364"},"modified":"2023-12-23T18:06:54","modified_gmt":"2023-12-23T18:06:54","slug":"apakah-anak-anak-bisa-terkena-katarak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/temanmama.org\/?p=2364","title":{"rendered":"Apakah Anak-anak Bisa Terkena Katarak?"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Katarak merupakan kondisi yang biasanya sering dialami oleh lansia atau seseorang yang usianya sudah di atas 60 tahun. Akan tetapi, tidak hanya menyerang lansia, katarak juga dapat dialami oleh anak-anak. Katarak yang dialami oleh si kecil bisa menyebabkan gangguan penglihatan, bahkan hingga bisa menyebabkan kebutaan pada anak. Oleh sebab itu, kondisi ini harus segera ditangani secepat mungkin.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Katarak pada si kecil biasanya diakibatkan oleh cacat bawaan sejak lahir atau kelainan kongenital. Untuk itu, kondisi ini juga biasa dikenal dengan istilah katarak kongenital.<\/span><\/p>\n<h3><strong>Tanda-tanda Katarak pada Anak<\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Karena katarak adalah cacat lahir, katarak pada bayi serta anak bisa dideteksi sedini mungkin, bahkan bisa dideteksi sejak si kecil baru dilahirkan. Berikut merupakan beberapa tanda atau gejala yang bisa menunjukkan bahwa si kecil terkena katarak, antara lain:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pupil mata bayi terlihat keputihan atau keabu-abuan jika disinari.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak tanggap atau kurang responsif terhadap benda yang bergerak di depan matanya.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Anak menjadi rewel saat melihat cahaya terang.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Gerakan mata nistagmus atau tidak wajar.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h3><strong>Penyebab Katarak pada si Kecil<\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Katarak pada si kecil biasanya terjadi akibat gangguan pada pembentukan lensa mata ketika anak masih berada di dalam kandungan. Hal ini juga dapat diakibatkan oleh beberapa kondisi, seperti:<\/span><\/p>\n<h4><strong>1. Infeksi dalam Kandungan<\/strong><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Infeksi selama kehamilan, misalnya akibat cacar air, rubella, toksoplasmosis, serta sifilis bisa mengakibatkan janin terlahir dengan cacat bawaan, termasuk katarak.<\/span><\/p>\n<h4><strong>2. Sindrom Down<\/strong><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sindrom down atau down sindrom ditandai dengan masalah tumbuh kembang serta kelainan fisik, misalnya seperti penyakit jantung bawaan atau kelainan pada organ tubuh tertentu lainnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bayi yang terlahir dengan down sindrom umumnya juga mengalami kelainan pada mata, seperti katarak, hipermetropi, astigmatisme, dan miopi.<\/span><\/p>\n<h4><strong>3. Faktor Keturunan<\/strong><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Faktor keturunan juga memiliki pengaruh yang cukup besar. Apabila TemanMama, ayah, atau keluarga kandung lainnya ada yang mempunyai riwayat penyakit katarak, si kecil juga mempunyai risiko yang lebih tinggi untuk mengalami katarak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain karena kelainan bawaan sejak anak di dalam kandungan, katarak pada anak juga bisa terjadi karena komplikasi dari penyakit mata, seperti diabetes, cedera yang pernah dialami pada mata, dan akibat terapi radiasi atau mengkonsumsi obat kortikosteroid dalam jangka panjang.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Katarak merupakan kondisi yang biasanya sering dialami oleh lansia atau seseorang yang usianya sudah di atas 60 tahun. Akan tetapi, tidak hanya menyerang lansia, katarak juga dapat dialami oleh anak-anak. Katarak yang dialami oleh si kecil bisa menyebabkan gangguan penglihatan, bahkan hingga bisa menyebabkan kebutaan pada anak. Oleh sebab itu, kondisi ini harus segera ditangani &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":2363,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7],"tags":[],"class_list":["post-2364","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kesehatan"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.6 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Apakah Anak-anak Bisa Terkena Katarak? - TemanMama<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Tidak hanya menyerang lansia, katarak juga dapat dialami oleh anak-anak. Katarak yang dialami oleh anak bisa menyebabkan gangguan penglihatan, dan kebutaan.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/temanmama.org\/?p=2364\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Apakah Anak-anak Bisa Terkena Katarak? - TemanMama\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tidak hanya menyerang lansia, katarak juga dapat dialami oleh anak-anak. Katarak yang dialami oleh anak bisa menyebabkan gangguan penglihatan, dan kebutaan.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/temanmama.org\/?p=2364\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"TemanMama\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-12-23T18:06:54+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/WhatsApp-Image-2023-12-23-at-11.02.58.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1280\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"869\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"N0tty\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"N0tty\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=2364#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=2364\"},\"author\":{\"name\":\"N0tty\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/64b9e3ca99c6a26fc49b719086cf664c\"},\"headline\":\"Apakah Anak-anak Bisa Terkena Katarak?\",\"datePublished\":\"2023-12-23T18:06:54+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=2364\"},\"wordCount\":336,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=2364#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/WhatsApp-Image-2023-12-23-at-11.02.58.jpeg\",\"articleSection\":[\"Kesehatan\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/temanmama.org\/?p=2364#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=2364\",\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=2364\",\"name\":\"Apakah Anak-anak Bisa Terkena Katarak? - TemanMama\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=2364#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=2364#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/WhatsApp-Image-2023-12-23-at-11.02.58.jpeg\",\"datePublished\":\"2023-12-23T18:06:54+00:00\",\"description\":\"Tidak hanya menyerang lansia, katarak juga dapat dialami oleh anak-anak. Katarak yang dialami oleh anak bisa menyebabkan gangguan penglihatan, dan kebutaan.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=2364#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/temanmama.org\/?p=2364\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=2364#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/WhatsApp-Image-2023-12-23-at-11.02.58.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/WhatsApp-Image-2023-12-23-at-11.02.58.jpeg\",\"width\":1280,\"height\":869},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=2364#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/temanmama.org\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Apakah Anak-anak Bisa Terkena Katarak?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#website\",\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/\",\"name\":\"TemanMama\",\"description\":\"TemanMama menyajikan informasi parenting, Ibu dan Anak, kehamilan seputar hubungan keluarga serta tips bermanfaat lainnya untuk Mama.\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#organization\"},\"alternateName\":\"Teman Mama & Info Seputar Parenting\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/temanmama.org\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#organization\",\"name\":\"TemanMama\",\"alternateName\":\"Teman Mama Parenting Keluarga\",\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/logo.png\",\"contentUrl\":\"http:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/logo.png\",\"width\":536,\"height\":239,\"caption\":\"TemanMama\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/64b9e3ca99c6a26fc49b719086cf664c\",\"name\":\"N0tty\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/99e6904fede8030975183a9cf70862ee7f280597b5621917dcb97037a703ffdb?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/99e6904fede8030975183a9cf70862ee7f280597b5621917dcb97037a703ffdb?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"N0tty\"},\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/?author=3\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Apakah Anak-anak Bisa Terkena Katarak? - TemanMama","description":"Tidak hanya menyerang lansia, katarak juga dapat dialami oleh anak-anak. Katarak yang dialami oleh anak bisa menyebabkan gangguan penglihatan, dan kebutaan.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/temanmama.org\/?p=2364","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Apakah Anak-anak Bisa Terkena Katarak? - TemanMama","og_description":"Tidak hanya menyerang lansia, katarak juga dapat dialami oleh anak-anak. Katarak yang dialami oleh anak bisa menyebabkan gangguan penglihatan, dan kebutaan.","og_url":"https:\/\/temanmama.org\/?p=2364","og_site_name":"TemanMama","article_published_time":"2023-12-23T18:06:54+00:00","og_image":[{"width":1280,"height":869,"url":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/WhatsApp-Image-2023-12-23-at-11.02.58.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"N0tty","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"N0tty","Est. reading time":"2 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=2364#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=2364"},"author":{"name":"N0tty","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/64b9e3ca99c6a26fc49b719086cf664c"},"headline":"Apakah Anak-anak Bisa Terkena Katarak?","datePublished":"2023-12-23T18:06:54+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=2364"},"wordCount":336,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=2364#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/WhatsApp-Image-2023-12-23-at-11.02.58.jpeg","articleSection":["Kesehatan"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/temanmama.org\/?p=2364#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=2364","url":"https:\/\/temanmama.org\/?p=2364","name":"Apakah Anak-anak Bisa Terkena Katarak? - TemanMama","isPartOf":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=2364#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=2364#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/WhatsApp-Image-2023-12-23-at-11.02.58.jpeg","datePublished":"2023-12-23T18:06:54+00:00","description":"Tidak hanya menyerang lansia, katarak juga dapat dialami oleh anak-anak. Katarak yang dialami oleh anak bisa menyebabkan gangguan penglihatan, dan kebutaan.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=2364#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/temanmama.org\/?p=2364"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=2364#primaryimage","url":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/WhatsApp-Image-2023-12-23-at-11.02.58.jpeg","contentUrl":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/WhatsApp-Image-2023-12-23-at-11.02.58.jpeg","width":1280,"height":869},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=2364#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/temanmama.org\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Apakah Anak-anak Bisa Terkena Katarak?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#website","url":"https:\/\/temanmama.org\/","name":"TemanMama","description":"TemanMama menyajikan informasi parenting, Ibu dan Anak, kehamilan seputar hubungan keluarga serta tips bermanfaat lainnya untuk Mama.","publisher":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/#organization"},"alternateName":"Teman Mama & Info Seputar Parenting","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/temanmama.org\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#organization","name":"TemanMama","alternateName":"Teman Mama Parenting Keluarga","url":"https:\/\/temanmama.org\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"http:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/logo.png","contentUrl":"http:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/logo.png","width":536,"height":239,"caption":"TemanMama"},"image":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/64b9e3ca99c6a26fc49b719086cf664c","name":"N0tty","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/99e6904fede8030975183a9cf70862ee7f280597b5621917dcb97037a703ffdb?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/99e6904fede8030975183a9cf70862ee7f280597b5621917dcb97037a703ffdb?s=96&d=mm&r=g","caption":"N0tty"},"url":"https:\/\/temanmama.org\/?author=3"}]}},"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2364","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=2364"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2364\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2365,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2364\/revisions\/2365"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/2363"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=2364"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=2364"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=2364"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}