{"id":1945,"date":"2023-12-15T15:50:10","date_gmt":"2023-12-15T15:50:10","guid":{"rendered":"https:\/\/temanmama.org\/?p=1945"},"modified":"2023-12-15T15:50:10","modified_gmt":"2023-12-15T15:50:10","slug":"mengetahui-penyebab-kaki-o-pada-anak-dan-cara-mengobatinya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/temanmama.org\/?p=1945","title":{"rendered":"Mengetahui Penyebab Kaki O pada Anak dan Cara Mengobatinya"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam dunia medis, bentuk kaki anak yang seperti huruf O biasa terjadi pada bayi yang baru lahir sampai ia berusia satu tahun. Kaki O atau dalam istilah medis biasa disebut dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">genu varum<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> pada anak ialah kondisi di mana kedua tungkai kaki bayi terlihat melengkung keluar saat si kecil berdiri.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kondisi kaki O yang dialami anak biasanya akan normal atau sembuh dengan sendirinya saat anak menginjak usia 15 &#8211; 18 bulan. Akan tetapi, apabila kondisi kaki O pada si kecil tidak kunjung normal sampai ia berusia 2 tahun, TemanMama harus segera memeriksakan anak ke dokter. Sebab, kondisi ini bisa saja merupakan gejala awal suatu penyakit yang mengincar kesehatan anak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lantas, apa yang menjadi penyebab kaki anak berbentuk huruf O?<\/span><\/p>\n<h3><strong>Penyebab Kaki O pada Anak<\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berikut merupakan beberapa hal yang bisa menjadi penyebab anak mengalami kaki O.<\/span><\/p>\n<h5><strong>1. Rakitis<\/strong><\/h5>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Rakitis merupakan penyebab kaki O pada anak yang paling sering terjadi. Penyakit rakitis bisa terjadi akibat kurangnya asupan nutrisi, terlebih pada pertumbuhan tulang, seperti vitamin D, kalsium, dan fosfor.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penyakit rakitis paling sering ditemui di negara berkembang.<\/span><\/p>\n<h5><strong>2. Penyakit Blount<\/strong><\/h5>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penyakit blount biasa terjadi pada kalangan anak-anak dan remaja. Penyakit ini diakibatkan karena ketidaknormalan pertumbuhan lempeng atas tulang kering. Meski demikian, akan sulit menentukan apakah si kecil hanya mengalami kaki O biasa, atau terindikasi penyakit blount.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pasalnya, gejala penyakit blount baru akan terlihat saat pertumbuhan serta perkembangan kaki si kecil tidak kunjung normal hingga ia mulai beranjak remaja.<\/span><\/p>\n<h5><strong>3. Penyakit Paget<\/strong><\/h5>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penyebab kaki O melalui penyakit paget, umumnya sangat jarang terjadi pada anak-anak. Tetapi apabila terjadi,\u00a0 penyakit yang diakibatkan oleh kelainan metabolik ini akan membuat tulang si kecil tidak bisa tumbuh secara normal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain dapat mengakibatkan kaki O pada anak, penyakit ini juga dapat menimbulkan kelainan pada persendian.<\/span><\/p>\n<h5><strong>4. Dwarfisme<\/strong><\/h5>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dwarfisme adalah kelainan pertumbuhan jaringan tubuh yang menyebabkan penderitanya terlihat pendek. Dwarfisme bisa membuat tulang terserang gangguan yang disebut achondroplasia, sehingga menyebabkan kaki O pada si kecil.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain beberapa kondisi tersebut, kaki O juga dapat diakibatkan oleh berbagai faktor lainnya, seperti patah tulang yang tidak sembuh secara sempurna, perkembangan tulang yang abnormal, atau karena keracunan bahan kimia, seperti fluoride atau timbal.<\/span><\/p>\n<h3><strong>Pengobatan Kaki O pada Anak<\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seperti yang sudah disinggung sedikit di atas, bahwa kaki O umumnya dapat sembuh dengan sendirinya saat si kecil sudah berusia 2 tahun. Tetapi, apabila kaki O pada anak tidak kunjung normal setelah usia anak lebih dari 2 tahun, maka kondisi ini perlu segera dikonsultasikan dengan dokter.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berikut beberapa cara atau terapi yang TemanMama bisa lakukan untuk mengobati kaki O pada anak:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Latihan meluruskan otot pada daerah lutut hingga paha atas.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Latihan keseimbangan pada otot pinggul.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sering meluruskan kaki, dengan tujuan untuk mengurangi ketegangan tendon serta sendi pada kaki anak.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apabila setelah usia 2 tahun kaki O pada anak tidak kunjung normal, maka biasanya dokter akan memberikan penanganan pada si kecil, seperti:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Merekomendasikan pemakaian sepatu khusus.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Merekomendasikan pemakaian alat bantu penyangga kerangka (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">braces \/ casts<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">).<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Operasi, cara terakhir yang dapat dilakukan untuk memperbaiki bentuk tulang.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terdapat beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menghindari kaki O pada anak, mulai dari mencukupi asupan vitamin D, menjaga berat badan ideal, serta mengkonsumsi makanan bergizi.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam dunia medis, bentuk kaki anak yang seperti huruf O biasa terjadi pada bayi yang baru lahir sampai ia berusia satu tahun. Kaki O atau dalam istilah medis biasa disebut dengan genu varum pada anak ialah kondisi di mana kedua tungkai kaki bayi terlihat melengkung keluar saat si kecil berdiri.\u00a0 Kondisi kaki O yang dialami &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":1944,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[12,13,7],"tags":[],"class_list":["post-1945","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-balita","category-bayi","category-kesehatan"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.6 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Mengetahui Penyebab Kaki O pada Anak dan Cara Mengobatinya - TemanMama<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Rakitis merupakan penyebab kaki O pada anak yang paling sering terjadi. Penyakit rakitis bisa terjadi akibat kurangnya asupan nutrisi pada pertumbuhan tulang.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/temanmama.org\/?p=1945\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Mengetahui Penyebab Kaki O pada Anak dan Cara Mengobatinya - TemanMama\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Rakitis merupakan penyebab kaki O pada anak yang paling sering terjadi. Penyakit rakitis bisa terjadi akibat kurangnya asupan nutrisi pada pertumbuhan tulang.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/temanmama.org\/?p=1945\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"TemanMama\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-12-15T15:50:10+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/WhatsApp-Image-2023-12-15-at-22.42.03.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1280\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"853\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"N0tty\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"N0tty\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=1945#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=1945\"},\"author\":{\"name\":\"N0tty\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/64b9e3ca99c6a26fc49b719086cf664c\"},\"headline\":\"Mengetahui Penyebab Kaki O pada Anak dan Cara Mengobatinya\",\"datePublished\":\"2023-12-15T15:50:10+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=1945\"},\"wordCount\":512,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=1945#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/WhatsApp-Image-2023-12-15-at-22.42.03.jpeg\",\"articleSection\":[\"Balita\",\"Bayi\",\"Kesehatan\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/temanmama.org\/?p=1945#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=1945\",\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=1945\",\"name\":\"Mengetahui Penyebab Kaki O pada Anak dan Cara Mengobatinya - TemanMama\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=1945#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=1945#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/WhatsApp-Image-2023-12-15-at-22.42.03.jpeg\",\"datePublished\":\"2023-12-15T15:50:10+00:00\",\"description\":\"Rakitis merupakan penyebab kaki O pada anak yang paling sering terjadi. Penyakit rakitis bisa terjadi akibat kurangnya asupan nutrisi pada pertumbuhan tulang.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=1945#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/temanmama.org\/?p=1945\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=1945#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/WhatsApp-Image-2023-12-15-at-22.42.03.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/WhatsApp-Image-2023-12-15-at-22.42.03.jpeg\",\"width\":1280,\"height\":853},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=1945#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/temanmama.org\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Mengetahui Penyebab Kaki O pada Anak dan Cara Mengobatinya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#website\",\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/\",\"name\":\"TemanMama\",\"description\":\"TemanMama menyajikan informasi parenting, Ibu dan Anak, kehamilan seputar hubungan keluarga serta tips bermanfaat lainnya untuk Mama.\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#organization\"},\"alternateName\":\"Teman Mama & Info Seputar Parenting\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/temanmama.org\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#organization\",\"name\":\"TemanMama\",\"alternateName\":\"Teman Mama Parenting Keluarga\",\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/logo.png\",\"contentUrl\":\"http:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/logo.png\",\"width\":536,\"height\":239,\"caption\":\"TemanMama\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/64b9e3ca99c6a26fc49b719086cf664c\",\"name\":\"N0tty\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/99e6904fede8030975183a9cf70862ee7f280597b5621917dcb97037a703ffdb?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/99e6904fede8030975183a9cf70862ee7f280597b5621917dcb97037a703ffdb?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"N0tty\"},\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/?author=3\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Mengetahui Penyebab Kaki O pada Anak dan Cara Mengobatinya - TemanMama","description":"Rakitis merupakan penyebab kaki O pada anak yang paling sering terjadi. Penyakit rakitis bisa terjadi akibat kurangnya asupan nutrisi pada pertumbuhan tulang.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/temanmama.org\/?p=1945","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Mengetahui Penyebab Kaki O pada Anak dan Cara Mengobatinya - TemanMama","og_description":"Rakitis merupakan penyebab kaki O pada anak yang paling sering terjadi. Penyakit rakitis bisa terjadi akibat kurangnya asupan nutrisi pada pertumbuhan tulang.","og_url":"https:\/\/temanmama.org\/?p=1945","og_site_name":"TemanMama","article_published_time":"2023-12-15T15:50:10+00:00","og_image":[{"width":1280,"height":853,"url":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/WhatsApp-Image-2023-12-15-at-22.42.03.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"N0tty","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"N0tty","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=1945#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=1945"},"author":{"name":"N0tty","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/64b9e3ca99c6a26fc49b719086cf664c"},"headline":"Mengetahui Penyebab Kaki O pada Anak dan Cara Mengobatinya","datePublished":"2023-12-15T15:50:10+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=1945"},"wordCount":512,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=1945#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/WhatsApp-Image-2023-12-15-at-22.42.03.jpeg","articleSection":["Balita","Bayi","Kesehatan"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/temanmama.org\/?p=1945#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=1945","url":"https:\/\/temanmama.org\/?p=1945","name":"Mengetahui Penyebab Kaki O pada Anak dan Cara Mengobatinya - TemanMama","isPartOf":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=1945#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=1945#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/WhatsApp-Image-2023-12-15-at-22.42.03.jpeg","datePublished":"2023-12-15T15:50:10+00:00","description":"Rakitis merupakan penyebab kaki O pada anak yang paling sering terjadi. Penyakit rakitis bisa terjadi akibat kurangnya asupan nutrisi pada pertumbuhan tulang.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=1945#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/temanmama.org\/?p=1945"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=1945#primaryimage","url":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/WhatsApp-Image-2023-12-15-at-22.42.03.jpeg","contentUrl":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/WhatsApp-Image-2023-12-15-at-22.42.03.jpeg","width":1280,"height":853},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=1945#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/temanmama.org\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Mengetahui Penyebab Kaki O pada Anak dan Cara Mengobatinya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#website","url":"https:\/\/temanmama.org\/","name":"TemanMama","description":"TemanMama menyajikan informasi parenting, Ibu dan Anak, kehamilan seputar hubungan keluarga serta tips bermanfaat lainnya untuk Mama.","publisher":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/#organization"},"alternateName":"Teman Mama & Info Seputar Parenting","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/temanmama.org\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#organization","name":"TemanMama","alternateName":"Teman Mama Parenting Keluarga","url":"https:\/\/temanmama.org\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"http:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/logo.png","contentUrl":"http:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/logo.png","width":536,"height":239,"caption":"TemanMama"},"image":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/64b9e3ca99c6a26fc49b719086cf664c","name":"N0tty","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/99e6904fede8030975183a9cf70862ee7f280597b5621917dcb97037a703ffdb?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/99e6904fede8030975183a9cf70862ee7f280597b5621917dcb97037a703ffdb?s=96&d=mm&r=g","caption":"N0tty"},"url":"https:\/\/temanmama.org\/?author=3"}]}},"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1945","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1945"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1945\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1946,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1945\/revisions\/1946"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/1944"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1945"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1945"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1945"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}