{"id":1817,"date":"2023-12-13T16:18:08","date_gmt":"2023-12-13T16:18:08","guid":{"rendered":"https:\/\/temanmama.org\/?p=1817"},"modified":"2023-12-13T16:18:08","modified_gmt":"2023-12-13T16:18:08","slug":"hindari-orang-tua-yang-toxic-demi-kebaikanmu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/temanmama.org\/?p=1817","title":{"rendered":"Hindari Orang Tua yang Toxic Demi Kebaikanmu"},"content":{"rendered":"<p>Orang tua \u201ctoksik\u201d atau<em> toxic parents<\/em> biasanya egois, manipulatif, dan abai dari kewajibannya. Toxic parents cenderung tidak menghiraukan kondisi psikologis anak atas tindakan yang mereka lakukan. Orang tua yang toxic akan selalu membenarkan semua tindakannya. \u00a0Banyak hal yang menjadi pemicunya, misalnya karena stress, masalah psikologis, atau trauma yang tidak terbendung pada orang tua tersebut.<\/p>\n<h3><strong>Ciri-ciri orang tua toxic<\/strong><\/h3>\n<p>Orang tua yang toxic bisa terlihat dari cara pola asuhnya yang tidak wajar. Berikut beberapa ciri dari toxic parents.<\/p>\n<h5><strong>1. Melakukan Tindakan Kekerasan<\/strong><\/h5>\n<p>Orangtua Toxic cenderung melakukan tindakan kekerasan fisik atau verbal pada anak. Pelecehan fisik dan verbal. Pelecehan mungkin tidak selalu memukul, berteriak, mengancam, atau sesuatu yang sangat jelas. Anak mungkin mengalami pelecehan yang lebih halus seperti panggilan nama, pengalihan kesalahan, perlakuan diam-diam, dll.<\/p>\n<h5><strong>2. Bersikap Otoriter<\/strong><\/h5>\n<p>Bersikap Otoriter atau punya kontrol yang berlebihan. mengganggu privasi anak atau tidak mengizinkan anak membuat keputusan sendiri. Atau mungkin mereka terlalu kritis dan mengontrol keputusan anak, bahkan sebagai orang dewasa. Bahkan mungkin memegang waktu, uang, atau barang lain sebagai bidak dalam permainan manipulasi mereka.<\/p>\n<h5><strong>3. Perilaku Egois<\/strong><\/h5>\n<p>Tidak memperdulikan kebutuhan anak dan cenderung mengabaikan kewajiban sebagai orang tua. Toxic parent selalu mengutamakan kebutuhannya sendiri dan tidak mempertimbangkan kebutuhan maupun perasaan anak.<\/p>\n<h5><strong>4. Mempermasalahkan Hal Sepele<\/strong><\/h5>\n<p>Orangtua toxic cenderung akan selalu mempermasalahkan hal hal kecil. Kesalahan kecil yang dilakukan anak menjadi permasalahan yang dianggapnya besar dan menjadi penyebab masalah lainnya.<\/p>\n<p>Tindakan ini merupakan pola asuh negatif yang akan memengaruhi kehidupan anak ke depannya karena berpotensi merusak mental anak. Memang tidak mudah menghadapi orangtua yang toxic, perlu kesabaran agar tidak menyinggung perasaannya dan pada saat bersamaan tetap menghargai orangtua.<\/p>\n<h3>Menghadapi Toxic Parent<\/h3>\n<p>Seorang anak bisa melakukan beberapa hal untuk menghindari ketika memiliki orang tua yang toxic, yaitu<\/p>\n<h5><strong>1. Menetapkan ruang untuk diri sendiri<\/strong><\/h5>\n<p>Jika kamu berada dilingkungan keluarga yang toxic, ada baiknya kamu bisa sedikit mengasingkan diri agar kamu memiliki kesempatan untuk menenangkan hati dan pikiran. Hal ini perlu dilakukan untuk mengeluarkan energi negatif dari dalam hati dan mengembalikan <em>mood.<\/em><\/p>\n<h5><strong>2. Menetapkan batasan antara orangtua dengan anak<\/strong><\/h5>\n<p>Menetapkan batasan yang tegas antara orangtua dengan anak. Batasan ini meliputi fisik maupun emosional yang tidak bisa dilanggar. Apapun batasannya, sepenuhnya adalah hak kamu untuk menentukan.<\/p>\n<p>Jika orang tuamu melakukan kekerasan fisik, mengintimidasi, atau tidak mau menghormati batasan-batasanmu, ada baiknya kamu berbicara kepada seseorang yang mampu membantumu. Sebagai contoh, kamu bisa memberi tahu konselor sekolah, kerabat, atau guru yang dipercaya.<\/p>\n<h5><strong>3. Mencari dukungan <em>support system<\/em> yang tepat<\/strong><\/h5>\n<p>Jika kamu tidak bisa mendapatkan <em>support system<\/em> dari keluargamu, maka kamu bisa mencarinya dari orang-orang terdekatmu dari lingkungan eksternal yang mengerti, mendengarkan keluh kesahmu, dan mendukungmu.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Orang tua \u201ctoksik\u201d atau toxic parents biasanya egois, manipulatif, dan abai dari kewajibannya. Toxic parents cenderung tidak menghiraukan kondisi psikologis anak atas tindakan yang mereka lakukan. Orang tua yang toxic akan selalu membenarkan semua tindakannya. \u00a0Banyak hal yang menjadi pemicunya, misalnya karena stress, masalah psikologis, atau trauma yang tidak terbendung pada orang tua tersebut. Ciri-ciri &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":1816,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4,7],"tags":[],"class_list":["post-1817","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-keluarga","category-kesehatan"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.6 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Hindari Orang Tua yang Toxic Demi Kebaikanmu - TemanMama<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Orang tua \u201ctoksik\u201d atau toxic parents biasanya egois, manipulatif, dan abai dari kewajibannya. Toxic parents cenderung tidak menghiraukan kondisi psikologis anak atas tindakan yang mereka lakukan. Orang tua yang toxic akan selalu membenarkan semua tindakannya. \u00a0Banyak hal yang menjadi pemicunya, misalnya karena stress, masalah psikologis, atau trauma yang tidak terbendung pada orang tua tersebut.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/temanmama.org\/?p=1817\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Hindari Orang Tua yang Toxic Demi Kebaikanmu - TemanMama\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Orang tua \u201ctoksik\u201d atau toxic parents biasanya egois, manipulatif, dan abai dari kewajibannya. Toxic parents cenderung tidak menghiraukan kondisi psikologis anak atas tindakan yang mereka lakukan. Orang tua yang toxic akan selalu membenarkan semua tindakannya. \u00a0Banyak hal yang menjadi pemicunya, misalnya karena stress, masalah psikologis, atau trauma yang tidak terbendung pada orang tua tersebut.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/temanmama.org\/?p=1817\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"TemanMama\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-12-13T16:18:08+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/screaming_toxic_parent-1296x728-header.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1155\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"648\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"N0tty\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"N0tty\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=1817#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=1817\"},\"author\":{\"name\":\"N0tty\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/64b9e3ca99c6a26fc49b719086cf664c\"},\"headline\":\"Hindari Orang Tua yang Toxic Demi Kebaikanmu\",\"datePublished\":\"2023-12-13T16:18:08+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=1817\"},\"wordCount\":424,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=1817#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/screaming_toxic_parent-1296x728-header.webp\",\"articleSection\":[\"Keluarga\",\"Kesehatan\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/temanmama.org\/?p=1817#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=1817\",\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=1817\",\"name\":\"Hindari Orang Tua yang Toxic Demi Kebaikanmu - TemanMama\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=1817#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=1817#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/screaming_toxic_parent-1296x728-header.webp\",\"datePublished\":\"2023-12-13T16:18:08+00:00\",\"description\":\"Orang tua \u201ctoksik\u201d atau toxic parents biasanya egois, manipulatif, dan abai dari kewajibannya. Toxic parents cenderung tidak menghiraukan kondisi psikologis anak atas tindakan yang mereka lakukan. Orang tua yang toxic akan selalu membenarkan semua tindakannya. \u00a0Banyak hal yang menjadi pemicunya, misalnya karena stress, masalah psikologis, atau trauma yang tidak terbendung pada orang tua tersebut.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=1817#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/temanmama.org\/?p=1817\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=1817#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/screaming_toxic_parent-1296x728-header.webp\",\"contentUrl\":\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/screaming_toxic_parent-1296x728-header.webp\",\"width\":1155,\"height\":648},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=1817#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/temanmama.org\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Hindari Orang Tua yang Toxic Demi Kebaikanmu\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#website\",\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/\",\"name\":\"TemanMama\",\"description\":\"TemanMama menyajikan informasi parenting, Ibu dan Anak, kehamilan seputar hubungan keluarga serta tips bermanfaat lainnya untuk Mama.\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#organization\"},\"alternateName\":\"Teman Mama & Info Seputar Parenting\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/temanmama.org\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#organization\",\"name\":\"TemanMama\",\"alternateName\":\"Teman Mama Parenting Keluarga\",\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/logo.png\",\"contentUrl\":\"http:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/logo.png\",\"width\":536,\"height\":239,\"caption\":\"TemanMama\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/64b9e3ca99c6a26fc49b719086cf664c\",\"name\":\"N0tty\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/99e6904fede8030975183a9cf70862ee7f280597b5621917dcb97037a703ffdb?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/99e6904fede8030975183a9cf70862ee7f280597b5621917dcb97037a703ffdb?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"N0tty\"},\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/?author=3\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Hindari Orang Tua yang Toxic Demi Kebaikanmu - TemanMama","description":"Orang tua \u201ctoksik\u201d atau toxic parents biasanya egois, manipulatif, dan abai dari kewajibannya. Toxic parents cenderung tidak menghiraukan kondisi psikologis anak atas tindakan yang mereka lakukan. Orang tua yang toxic akan selalu membenarkan semua tindakannya. \u00a0Banyak hal yang menjadi pemicunya, misalnya karena stress, masalah psikologis, atau trauma yang tidak terbendung pada orang tua tersebut.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/temanmama.org\/?p=1817","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Hindari Orang Tua yang Toxic Demi Kebaikanmu - TemanMama","og_description":"Orang tua \u201ctoksik\u201d atau toxic parents biasanya egois, manipulatif, dan abai dari kewajibannya. Toxic parents cenderung tidak menghiraukan kondisi psikologis anak atas tindakan yang mereka lakukan. Orang tua yang toxic akan selalu membenarkan semua tindakannya. \u00a0Banyak hal yang menjadi pemicunya, misalnya karena stress, masalah psikologis, atau trauma yang tidak terbendung pada orang tua tersebut.","og_url":"https:\/\/temanmama.org\/?p=1817","og_site_name":"TemanMama","article_published_time":"2023-12-13T16:18:08+00:00","og_image":[{"width":1155,"height":648,"url":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/screaming_toxic_parent-1296x728-header.webp","type":"image\/webp"}],"author":"N0tty","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"N0tty","Est. reading time":"2 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=1817#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=1817"},"author":{"name":"N0tty","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/64b9e3ca99c6a26fc49b719086cf664c"},"headline":"Hindari Orang Tua yang Toxic Demi Kebaikanmu","datePublished":"2023-12-13T16:18:08+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=1817"},"wordCount":424,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=1817#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/screaming_toxic_parent-1296x728-header.webp","articleSection":["Keluarga","Kesehatan"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/temanmama.org\/?p=1817#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=1817","url":"https:\/\/temanmama.org\/?p=1817","name":"Hindari Orang Tua yang Toxic Demi Kebaikanmu - TemanMama","isPartOf":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=1817#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=1817#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/screaming_toxic_parent-1296x728-header.webp","datePublished":"2023-12-13T16:18:08+00:00","description":"Orang tua \u201ctoksik\u201d atau toxic parents biasanya egois, manipulatif, dan abai dari kewajibannya. Toxic parents cenderung tidak menghiraukan kondisi psikologis anak atas tindakan yang mereka lakukan. Orang tua yang toxic akan selalu membenarkan semua tindakannya. \u00a0Banyak hal yang menjadi pemicunya, misalnya karena stress, masalah psikologis, atau trauma yang tidak terbendung pada orang tua tersebut.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=1817#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/temanmama.org\/?p=1817"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=1817#primaryimage","url":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/screaming_toxic_parent-1296x728-header.webp","contentUrl":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/screaming_toxic_parent-1296x728-header.webp","width":1155,"height":648},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=1817#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/temanmama.org\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Hindari Orang Tua yang Toxic Demi Kebaikanmu"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#website","url":"https:\/\/temanmama.org\/","name":"TemanMama","description":"TemanMama menyajikan informasi parenting, Ibu dan Anak, kehamilan seputar hubungan keluarga serta tips bermanfaat lainnya untuk Mama.","publisher":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/#organization"},"alternateName":"Teman Mama & Info Seputar Parenting","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/temanmama.org\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#organization","name":"TemanMama","alternateName":"Teman Mama Parenting Keluarga","url":"https:\/\/temanmama.org\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"http:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/logo.png","contentUrl":"http:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/logo.png","width":536,"height":239,"caption":"TemanMama"},"image":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/64b9e3ca99c6a26fc49b719086cf664c","name":"N0tty","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/99e6904fede8030975183a9cf70862ee7f280597b5621917dcb97037a703ffdb?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/99e6904fede8030975183a9cf70862ee7f280597b5621917dcb97037a703ffdb?s=96&d=mm&r=g","caption":"N0tty"},"url":"https:\/\/temanmama.org\/?author=3"}]}},"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1817","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1817"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1817\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1818,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1817\/revisions\/1818"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/1816"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1817"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1817"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1817"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}