{"id":1719,"date":"2023-12-12T15:57:55","date_gmt":"2023-12-12T15:57:55","guid":{"rendered":"https:\/\/temanmama.org\/?p=1719"},"modified":"2023-12-12T15:57:55","modified_gmt":"2023-12-12T15:57:55","slug":"mempertahankan-pernikahan-yang-tidak-harmonis-demi-anak-bijak-atau-tidak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/temanmama.org\/?p=1719","title":{"rendered":"Mempertahankan Pernikahan yang Tidak Harmonis Demi Anak, Bijak atau Tidak?"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setiap pasangan suami istri, pastinya berharap bisa hidup bersama-sama sampai maut memisahkannya. Akan tetapi, pada kenyataannya tidak ada pasangan suami istri yang luput dari problematika atau masalah pernikahan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Masalah ekonomi, perbedaan pendapat, perselingkuhan, serta berbagai macam masalah lainnya dapat membuat pasangan saling bertengkar dan menjadi tidak harmonis lagi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat pertengkaran rumah tangga sudah sering terjadi dan tidak ada titik tengahnya, maka seringkali perceraian menjadi pilihan terakhir. Tetapi, perceraian bukanlah satu hal yang mudah untuk dilakukan. Banyak pertimbangan yang harus dipikirkan kembali, apalagi jika pasangan tersebut sudah memiliki anak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lantas, apakah mempertahankan pernikahan yang sudah tidak harmonis demi anak itu pilihan bijak? Atau perceraian adalah jalan keluar terakhir? Simak selengkapnya di sini.<\/span><\/p>\n<h3><strong>Bertahan atau Berpisah?<\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada banyak masalah pernikahan yang bisa dialami oleh pasangan suami istri. Namun, tidak sedikit pasangan yang hanya membuat satu pelanggaran, tetapi memberi dampak yang cukup serius, seperti perselingkuhan, penggunaan narkoba, alkohol, dan lain sebagainya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berikut ini merupakan beberapa masalah yang sering menjadi pemicu pasangan untuk memutuskan bercerai, seperti:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kekerasan dalam rumah tangga.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Selingkuh atau tidak setia.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pemborosan dalam rumah tangga.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Egois dan mudah emosi.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pasangan sering berbohong.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu pasangan enggan berhubungan seks.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meskipun begitu, terdapat sebagian pasangan yang tidak ingin bercerai. Mereka memiliki beberapa alasan kenapa tidak ingin bercerai, di antaranya:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa pasangan mempertahankan pernikahan karena anak, meskipun pernikahan sudah tidak harmonis.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Takut akan kesepian.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Enggan untuk pindah rumah, karena sudah banyak waktu dan uang yang diinvestasikan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Enggan mengeluarkan uang untuk proses perceraian.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apabila Anda bingung untuk mengambil keputusan yang mana, sebaiknya ketahui dulu dampak dari perceraian dan dampak mempertahankan pernikahan yang sudah tidak harmonis.<\/span><\/p>\n<h3><strong>Dampak Perceraian<\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perceraian bisa membawa perubahan besar dalam kehidupan anak-anak, berapapun umur mereka. Selain itu, perceraian juga dapat mengguncang psikologis anak. Anak-anak melihat orang tuanya memutus komitmen pernikahan mereka, anak-anak juga harus beradaptasi untuk bolak-balik ke dua rumah yang berbeda, dan lain sebagainya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sedangkan dampak perceraian untuk diri sendiri berkaitan dengan kesehatan mental. Kebanyakan, orang yang bercerai terutama dari sisi wanita, mereka takut untuk menjalin hubungan yang baru karena trauma dengan kegagalan pernikahan yang pernah dialaminya.<\/span><\/p>\n<h3><strong>Dampak Mempertahankan Pernikahan demi Anak<\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sedangkan, mempertahankan pernikahan yang sudah tidak harmonis demi anak pun tidak dapat dikatakan sebagai keputusan yang bijak. Anak-anak cenderung mengikuti atau meniru apa yang ia lihat dalam hubungan orang tuanya, sehingga anak-anak bisa belajar hal yang salah mengenai pernikahan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Anak akan berpikir bahwa pernikahan adalah hal yang tidak menyenangkan, tetapi lebih mengarah ke traumatis. Bahkan, hal ini bisa membuat anak sulit menjalin hubungan saat ia sudah dewasa nantinya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sedangkan, dampak mempertahankan pernikahan demi anak bagi pasangan itu sendiri dapat memicu terjadinya stres hingga depresi, baik pada ayah ataupun ibu. Bahkan, kondisi seperti ini malah bisa memicu terjadinya perselingkuhan. Dan akhirnya, rumah tangga pun menjadi tidak sehat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kesimpulannya, baik bercerai ataupun mempertahankan pernikahan yang sudah tidak harmonis demi anak, dua-duanya mempunyai dampak negatif. Jadi, pertimbangkanlah dengan sangat cermat keputusan mana yang terbaik bagi Anda dan bagi anak-anak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apabila Anda masih bingung dalam mengambil keputusan, Anda dan pasangan bisa berkunjung bersama ke psikolog atau ke konsultan pernikahan.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Setiap pasangan suami istri, pastinya berharap bisa hidup bersama-sama sampai maut memisahkannya. Akan tetapi, pada kenyataannya tidak ada pasangan suami istri yang luput dari problematika atau masalah pernikahan. Masalah ekonomi, perbedaan pendapat, perselingkuhan, serta berbagai macam masalah lainnya dapat membuat pasangan saling bertengkar dan menjadi tidak harmonis lagi. Saat pertengkaran rumah tangga sudah sering terjadi &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":1718,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4,10],"tags":[],"class_list":["post-1719","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-keluarga","category-pernikahan"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.6 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Mempertahankan Pernikahan yang Tidak Harmonis Demi Anak, Bijak atau Tidak? - TemanMama<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Mempertahankan pernikahan yang sudah tidak harmonis demi anak pun tidak dapat dikatakan sebagai keputusan yang bijak. Anak-anak cenderung mengikuti atau meniru apa yang ia lihat dalam hubungan orang tuanya, sehingga anak-anak bisa belajar hal yang salah mengenai pernikahan.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/temanmama.org\/?p=1719\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Mempertahankan Pernikahan yang Tidak Harmonis Demi Anak, Bijak atau Tidak? - TemanMama\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Mempertahankan pernikahan yang sudah tidak harmonis demi anak pun tidak dapat dikatakan sebagai keputusan yang bijak. Anak-anak cenderung mengikuti atau meniru apa yang ia lihat dalam hubungan orang tuanya, sehingga anak-anak bisa belajar hal yang salah mengenai pernikahan.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/temanmama.org\/?p=1719\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"TemanMama\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-12-12T15:57:55+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/WhatsApp-Image-2023-12-12-at-16.15.26.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1280\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"853\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"N0tty\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"N0tty\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=1719#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=1719\"},\"author\":{\"name\":\"N0tty\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/64b9e3ca99c6a26fc49b719086cf664c\"},\"headline\":\"Mempertahankan Pernikahan yang Tidak Harmonis Demi Anak, Bijak atau Tidak?\",\"datePublished\":\"2023-12-12T15:57:55+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=1719\"},\"wordCount\":506,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=1719#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/WhatsApp-Image-2023-12-12-at-16.15.26.jpeg\",\"articleSection\":[\"Keluarga\",\"Pernikahan\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/temanmama.org\/?p=1719#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=1719\",\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=1719\",\"name\":\"Mempertahankan Pernikahan yang Tidak Harmonis Demi Anak, Bijak atau Tidak? - TemanMama\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=1719#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=1719#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/WhatsApp-Image-2023-12-12-at-16.15.26.jpeg\",\"datePublished\":\"2023-12-12T15:57:55+00:00\",\"description\":\"Mempertahankan pernikahan yang sudah tidak harmonis demi anak pun tidak dapat dikatakan sebagai keputusan yang bijak. Anak-anak cenderung mengikuti atau meniru apa yang ia lihat dalam hubungan orang tuanya, sehingga anak-anak bisa belajar hal yang salah mengenai pernikahan.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=1719#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/temanmama.org\/?p=1719\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=1719#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/WhatsApp-Image-2023-12-12-at-16.15.26.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/WhatsApp-Image-2023-12-12-at-16.15.26.jpeg\",\"width\":1280,\"height\":853},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=1719#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/temanmama.org\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Mempertahankan Pernikahan yang Tidak Harmonis Demi Anak, Bijak atau Tidak?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#website\",\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/\",\"name\":\"TemanMama\",\"description\":\"TemanMama menyajikan informasi parenting, Ibu dan Anak, kehamilan seputar hubungan keluarga serta tips bermanfaat lainnya untuk Mama.\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#organization\"},\"alternateName\":\"Teman Mama & Info Seputar Parenting\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/temanmama.org\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#organization\",\"name\":\"TemanMama\",\"alternateName\":\"Teman Mama Parenting Keluarga\",\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/logo.png\",\"contentUrl\":\"http:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/logo.png\",\"width\":536,\"height\":239,\"caption\":\"TemanMama\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/64b9e3ca99c6a26fc49b719086cf664c\",\"name\":\"N0tty\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/99e6904fede8030975183a9cf70862ee7f280597b5621917dcb97037a703ffdb?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/99e6904fede8030975183a9cf70862ee7f280597b5621917dcb97037a703ffdb?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"N0tty\"},\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/?author=3\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Mempertahankan Pernikahan yang Tidak Harmonis Demi Anak, Bijak atau Tidak? - TemanMama","description":"Mempertahankan pernikahan yang sudah tidak harmonis demi anak pun tidak dapat dikatakan sebagai keputusan yang bijak. Anak-anak cenderung mengikuti atau meniru apa yang ia lihat dalam hubungan orang tuanya, sehingga anak-anak bisa belajar hal yang salah mengenai pernikahan.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/temanmama.org\/?p=1719","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Mempertahankan Pernikahan yang Tidak Harmonis Demi Anak, Bijak atau Tidak? - TemanMama","og_description":"Mempertahankan pernikahan yang sudah tidak harmonis demi anak pun tidak dapat dikatakan sebagai keputusan yang bijak. Anak-anak cenderung mengikuti atau meniru apa yang ia lihat dalam hubungan orang tuanya, sehingga anak-anak bisa belajar hal yang salah mengenai pernikahan.","og_url":"https:\/\/temanmama.org\/?p=1719","og_site_name":"TemanMama","article_published_time":"2023-12-12T15:57:55+00:00","og_image":[{"width":1280,"height":853,"url":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/WhatsApp-Image-2023-12-12-at-16.15.26.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"N0tty","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"N0tty","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=1719#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=1719"},"author":{"name":"N0tty","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/64b9e3ca99c6a26fc49b719086cf664c"},"headline":"Mempertahankan Pernikahan yang Tidak Harmonis Demi Anak, Bijak atau Tidak?","datePublished":"2023-12-12T15:57:55+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=1719"},"wordCount":506,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=1719#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/WhatsApp-Image-2023-12-12-at-16.15.26.jpeg","articleSection":["Keluarga","Pernikahan"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/temanmama.org\/?p=1719#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=1719","url":"https:\/\/temanmama.org\/?p=1719","name":"Mempertahankan Pernikahan yang Tidak Harmonis Demi Anak, Bijak atau Tidak? - TemanMama","isPartOf":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=1719#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=1719#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/WhatsApp-Image-2023-12-12-at-16.15.26.jpeg","datePublished":"2023-12-12T15:57:55+00:00","description":"Mempertahankan pernikahan yang sudah tidak harmonis demi anak pun tidak dapat dikatakan sebagai keputusan yang bijak. Anak-anak cenderung mengikuti atau meniru apa yang ia lihat dalam hubungan orang tuanya, sehingga anak-anak bisa belajar hal yang salah mengenai pernikahan.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=1719#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/temanmama.org\/?p=1719"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=1719#primaryimage","url":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/WhatsApp-Image-2023-12-12-at-16.15.26.jpeg","contentUrl":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/WhatsApp-Image-2023-12-12-at-16.15.26.jpeg","width":1280,"height":853},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=1719#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/temanmama.org\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Mempertahankan Pernikahan yang Tidak Harmonis Demi Anak, Bijak atau Tidak?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#website","url":"https:\/\/temanmama.org\/","name":"TemanMama","description":"TemanMama menyajikan informasi parenting, Ibu dan Anak, kehamilan seputar hubungan keluarga serta tips bermanfaat lainnya untuk Mama.","publisher":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/#organization"},"alternateName":"Teman Mama & Info Seputar Parenting","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/temanmama.org\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#organization","name":"TemanMama","alternateName":"Teman Mama Parenting Keluarga","url":"https:\/\/temanmama.org\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"http:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/logo.png","contentUrl":"http:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/logo.png","width":536,"height":239,"caption":"TemanMama"},"image":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/64b9e3ca99c6a26fc49b719086cf664c","name":"N0tty","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/99e6904fede8030975183a9cf70862ee7f280597b5621917dcb97037a703ffdb?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/99e6904fede8030975183a9cf70862ee7f280597b5621917dcb97037a703ffdb?s=96&d=mm&r=g","caption":"N0tty"},"url":"https:\/\/temanmama.org\/?author=3"}]}},"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1719","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1719"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1719\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1720,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1719\/revisions\/1720"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/1718"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1719"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1719"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1719"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}