{"id":1716,"date":"2023-12-12T15:53:33","date_gmt":"2023-12-12T15:53:33","guid":{"rendered":"https:\/\/temanmama.org\/?p=1716"},"modified":"2023-12-12T15:53:33","modified_gmt":"2023-12-12T15:53:33","slug":"dampak-psikologis-yang-bisa-dirasakan-anak-yang-mengalami-broken-home","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/temanmama.org\/?p=1716","title":{"rendered":"Dampak Psikologis yang Bisa Dirasakan Anak yang Mengalami Broken Home"},"content":{"rendered":"<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Broken home<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> merupakan istilah yang bisa diartikan sebagai anak-anak dengan orang tua yang bercerai atau keluarganya yang berantakan. Hal ini bisa berdampak serius terhadap kondisi psikologis anak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Anak-anak yang berasal dari keluarga <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">broken home<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> lebih mungkin mengalami masalah psikologis daripada anak-anak yang orang tuanya rukun dan tinggal bersama-sama. Keluarga yang tercerai-berai atau berantakan bisa membuat situasi di dalam rumah penuh dengan konflik dan membuat anak menjadi tidak nyaman.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dampak yang dirasakan anak <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">broken home<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> berbeda-beda atas perceraian orang tuanya. Hal ini bisa tergantung dari usia anak saat orang tuanya berpisah, gender anak, kepribadian atau karakter anak, serta hubungan anak dengan orang tuanya.<\/span><\/p>\n<h3><strong>Dampak Keluarga Broken Home Terhadap Psikologis Anak<\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa penelitian menunjukkan bahwa perceraian orang tua bisa menimbulkan dampak yang cukup serius terhadap kondisi psikologis anak. Selain itu, pecahnya struktur keluarga juga bisa menimbulkan dampak psikologis jangka panjang pada anak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berikut ini merupakan beberapa dampak psikologis yang bisa dialami oleh anak <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">broken home<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, mulai dari:<\/span><\/p>\n<h5><strong>1. Gangguan Emosional<\/strong><\/h5>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perceraian orang tua akan sangat mempengaruhi kondisi emosional anak. Perasaan sedih, marah, bingung, kehilangan, takut, semua emosional ini bercampur aduk dirasakan oleh anak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perasaan bingung harus memilih untuk tinggal dengan ibu atau ayah, dan juga anak akan merasakan kehilangan salah satu sosok atau peran orang tua, serta anak bisa merasa bahwa ia tidak dicintai lagi oleh orang tuanya.<\/span><\/p>\n<h5><strong>2. Gangguan Perilaku<\/strong><\/h5>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Biasanya, beberapa anak <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">broken home<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> akan merasakan suasana hati yang tidak menentu atau suasana hati yang sering berubah (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">mood swing<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">). Sehingga, beberapa dari mereka akan enggan untuk bersosialisasi, menarik diri dari pergaulan, dan kurang percaya diri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perceraian orang tua juga ikut andil dalam mendorong perilaku antisosial pada anak. Selain itu, anak yang berasal dari keluarga <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">broken home<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dapat berisiko menjadi anak yang agresif, nakal, suka berbohong dan berbuat kasar, hingga senang berkelahi dengan teman-temannya.<\/span><\/p>\n<h5><strong>3. Masalah Mental<\/strong><\/h5>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain karena hubungan orang tua dan anak yang akan berkurang sesudah perceraian, beragam perubahan juga harus dijalani oleh anak, seperti pindah sekolah atau pindah rumah, berbagai perubahan ini bisa membuat anak semakin stres.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Anak <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">broken home<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> juga sangat rawan mengalami gangguan kecemasan dan depresi. Karena itu, apabila hal ini tidak ditangani dengan serius, kondisi ini dapat meningkatkan risiko anak untuk mengalami gangguan atau masalah mental, memakai narkoba, bahkan bisa membuat anak melakukan percobaan yang bisa mengakhiri hidupnya sendiri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gangguan kecemasan dan depresi yang diakibatkan oleh masalah mental tersebut bisa mengganggu aktivitas anak, seperti anak menjadi uring-uringan, anak menjadi tidak mau untuk pergi ke sekolah atau tidak mau bermain dengan teman-temannya.<\/span><\/p>\n<h5><strong>4. Masalah Pendidikan dan Keuangan<\/strong><\/h5>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Anak yang berasal dari keluarga <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">broken home<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, kerap kali mengalami masalah finansial yang kurang stabil apabila dibandingkan dengan anak-anak yang berasal dari keluarga yang harmonis. Selain itu, prestasi anak <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">broken home<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> di sekolah juga mempunyai kemungkinan untuk menurun.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Prestasi yang menurun tersebut bisa terjadi karena anak rawan mengalami gangguan belajar, anak sulit untuk fokus atau berkonsentrasi, serta ia menjadi tidak termotivasi lagi untuk belajar setelah orang tuanya berpisah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itulah beberapa dampak psikologis yang bisa dialami oleh anak <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">broken home<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Apabila Anda tidak mau anak mengalami dampak seperti itu, Anda bisa bekerja sama dengan mantan pasangan untuk memberi dukungan pada anak.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Broken home merupakan istilah yang bisa diartikan sebagai anak-anak dengan orang tua yang bercerai atau keluarganya yang berantakan. Hal ini bisa berdampak serius terhadap kondisi psikologis anak. Anak-anak yang berasal dari keluarga broken home lebih mungkin mengalami masalah psikologis daripada anak-anak yang orang tuanya rukun dan tinggal bersama-sama. Keluarga yang tercerai-berai atau berantakan bisa membuat &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":1715,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4,6,11],"tags":[],"class_list":["post-1716","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-keluarga","category-life","category-tumbuh-kembang"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.6 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Dampak Psikologis yang Bisa Dirasakan Anak yang Mengalami Broken Home - TemanMama<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Anak-anak yang berasal dari keluarga broken home lebih mungkin mengalami masalah psikologis daripada anak-anak yang orang tuanya rukun dan tinggal bersama-sama. Keluarga yang tercerai-berai atau berantakan bisa membuat situasi di dalam rumah penuh dengan konflik dan membuat anak menjadi tidak nyaman.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/temanmama.org\/?p=1716\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Dampak Psikologis yang Bisa Dirasakan Anak yang Mengalami Broken Home - TemanMama\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Anak-anak yang berasal dari keluarga broken home lebih mungkin mengalami masalah psikologis daripada anak-anak yang orang tuanya rukun dan tinggal bersama-sama. Keluarga yang tercerai-berai atau berantakan bisa membuat situasi di dalam rumah penuh dengan konflik dan membuat anak menjadi tidak nyaman.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/temanmama.org\/?p=1716\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"TemanMama\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-12-12T15:53:33+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/WhatsApp-Image-2023-12-12-at-14.01.29.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1280\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"766\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"N0tty\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"N0tty\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=1716#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=1716\"},\"author\":{\"name\":\"N0tty\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/64b9e3ca99c6a26fc49b719086cf664c\"},\"headline\":\"Dampak Psikologis yang Bisa Dirasakan Anak yang Mengalami Broken Home\",\"datePublished\":\"2023-12-12T15:53:33+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=1716\"},\"wordCount\":517,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=1716#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/WhatsApp-Image-2023-12-12-at-14.01.29.jpeg\",\"articleSection\":[\"Keluarga\",\"Life\",\"Tumbuh Kembang\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/temanmama.org\/?p=1716#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=1716\",\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=1716\",\"name\":\"Dampak Psikologis yang Bisa Dirasakan Anak yang Mengalami Broken Home - TemanMama\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=1716#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=1716#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/WhatsApp-Image-2023-12-12-at-14.01.29.jpeg\",\"datePublished\":\"2023-12-12T15:53:33+00:00\",\"description\":\"Anak-anak yang berasal dari keluarga broken home lebih mungkin mengalami masalah psikologis daripada anak-anak yang orang tuanya rukun dan tinggal bersama-sama. Keluarga yang tercerai-berai atau berantakan bisa membuat situasi di dalam rumah penuh dengan konflik dan membuat anak menjadi tidak nyaman.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=1716#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/temanmama.org\/?p=1716\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=1716#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/WhatsApp-Image-2023-12-12-at-14.01.29.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/WhatsApp-Image-2023-12-12-at-14.01.29.jpeg\",\"width\":1280,\"height\":766},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=1716#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/temanmama.org\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Dampak Psikologis yang Bisa Dirasakan Anak yang Mengalami Broken Home\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#website\",\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/\",\"name\":\"TemanMama\",\"description\":\"TemanMama menyajikan informasi parenting, Ibu dan Anak, kehamilan seputar hubungan keluarga serta tips bermanfaat lainnya untuk Mama.\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#organization\"},\"alternateName\":\"Teman Mama & Info Seputar Parenting\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/temanmama.org\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#organization\",\"name\":\"TemanMama\",\"alternateName\":\"Teman Mama Parenting Keluarga\",\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/logo.png\",\"contentUrl\":\"http:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/logo.png\",\"width\":536,\"height\":239,\"caption\":\"TemanMama\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/64b9e3ca99c6a26fc49b719086cf664c\",\"name\":\"N0tty\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/99e6904fede8030975183a9cf70862ee7f280597b5621917dcb97037a703ffdb?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/99e6904fede8030975183a9cf70862ee7f280597b5621917dcb97037a703ffdb?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"N0tty\"},\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/?author=3\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Dampak Psikologis yang Bisa Dirasakan Anak yang Mengalami Broken Home - TemanMama","description":"Anak-anak yang berasal dari keluarga broken home lebih mungkin mengalami masalah psikologis daripada anak-anak yang orang tuanya rukun dan tinggal bersama-sama. Keluarga yang tercerai-berai atau berantakan bisa membuat situasi di dalam rumah penuh dengan konflik dan membuat anak menjadi tidak nyaman.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/temanmama.org\/?p=1716","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Dampak Psikologis yang Bisa Dirasakan Anak yang Mengalami Broken Home - TemanMama","og_description":"Anak-anak yang berasal dari keluarga broken home lebih mungkin mengalami masalah psikologis daripada anak-anak yang orang tuanya rukun dan tinggal bersama-sama. Keluarga yang tercerai-berai atau berantakan bisa membuat situasi di dalam rumah penuh dengan konflik dan membuat anak menjadi tidak nyaman.","og_url":"https:\/\/temanmama.org\/?p=1716","og_site_name":"TemanMama","article_published_time":"2023-12-12T15:53:33+00:00","og_image":[{"width":1280,"height":766,"url":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/WhatsApp-Image-2023-12-12-at-14.01.29.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"N0tty","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"N0tty","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=1716#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=1716"},"author":{"name":"N0tty","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/64b9e3ca99c6a26fc49b719086cf664c"},"headline":"Dampak Psikologis yang Bisa Dirasakan Anak yang Mengalami Broken Home","datePublished":"2023-12-12T15:53:33+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=1716"},"wordCount":517,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=1716#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/WhatsApp-Image-2023-12-12-at-14.01.29.jpeg","articleSection":["Keluarga","Life","Tumbuh Kembang"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/temanmama.org\/?p=1716#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=1716","url":"https:\/\/temanmama.org\/?p=1716","name":"Dampak Psikologis yang Bisa Dirasakan Anak yang Mengalami Broken Home - TemanMama","isPartOf":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=1716#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=1716#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/WhatsApp-Image-2023-12-12-at-14.01.29.jpeg","datePublished":"2023-12-12T15:53:33+00:00","description":"Anak-anak yang berasal dari keluarga broken home lebih mungkin mengalami masalah psikologis daripada anak-anak yang orang tuanya rukun dan tinggal bersama-sama. Keluarga yang tercerai-berai atau berantakan bisa membuat situasi di dalam rumah penuh dengan konflik dan membuat anak menjadi tidak nyaman.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=1716#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/temanmama.org\/?p=1716"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=1716#primaryimage","url":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/WhatsApp-Image-2023-12-12-at-14.01.29.jpeg","contentUrl":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/WhatsApp-Image-2023-12-12-at-14.01.29.jpeg","width":1280,"height":766},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=1716#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/temanmama.org\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Dampak Psikologis yang Bisa Dirasakan Anak yang Mengalami Broken Home"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#website","url":"https:\/\/temanmama.org\/","name":"TemanMama","description":"TemanMama menyajikan informasi parenting, Ibu dan Anak, kehamilan seputar hubungan keluarga serta tips bermanfaat lainnya untuk Mama.","publisher":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/#organization"},"alternateName":"Teman Mama & Info Seputar Parenting","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/temanmama.org\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#organization","name":"TemanMama","alternateName":"Teman Mama Parenting Keluarga","url":"https:\/\/temanmama.org\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"http:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/logo.png","contentUrl":"http:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/logo.png","width":536,"height":239,"caption":"TemanMama"},"image":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/64b9e3ca99c6a26fc49b719086cf664c","name":"N0tty","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/99e6904fede8030975183a9cf70862ee7f280597b5621917dcb97037a703ffdb?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/99e6904fede8030975183a9cf70862ee7f280597b5621917dcb97037a703ffdb?s=96&d=mm&r=g","caption":"N0tty"},"url":"https:\/\/temanmama.org\/?author=3"}]}},"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1716","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1716"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1716\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1717,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1716\/revisions\/1717"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/1715"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1716"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1716"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1716"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}