{"id":1497,"date":"2023-12-10T23:27:14","date_gmt":"2023-12-10T23:27:14","guid":{"rendered":"https:\/\/temanmama.org\/?p=1497"},"modified":"2023-12-10T23:27:14","modified_gmt":"2023-12-10T23:27:14","slug":"pengaruh-makanan-berlemak-terhadap-otak-kecanduan-yang-mirip-dengan-kokain","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/temanmama.org\/?p=1497","title":{"rendered":"Pengaruh Makanan Berlemak terhadap Otak: Kecanduan yang Mirip dengan Kokain"},"content":{"rendered":"<p>Studi terbaru dari Scripps Research Institute mengungkapkan bahwa makanan berlemak dapat memengaruhi otak, memicu perilaku makan kompulsif seperti kecanduan. Dalam penelitian pada tikus, ditemukan bahwa konsumsi makanan tinggi lemak dan berkalori tinggi menyebabkan perubahan otak yang mirip dengan respons kecanduan narkoba.<\/p>\n<p>Dr. Paul J. Kenny, pemimpin penelitian, menjelaskan bahwa makanan berlemak dapat &#8220;mengunci&#8221; pusat kesenangan otak, mendorong makan kompulsif. Tikus yang diberi makan makanan berlemak secara berlebihan menunjukkan toleransi terhadap kenikmatan makanan, serupa dengan proses kecanduan narkoba.<\/p>\n<p>Dopamin, neurotransmitter yang berperan dalam pusat kesenangan otak, diidentifikasi sebagai faktor kunci. Dr. Gene-Jack Wang dari Laboratorium Nasional Brookhaven Departemen Energi AS menghubungkan perubahan perilaku makan dengan evolusi makanan yang dimurnikan, serupa dengan efek narkoba seperti kokain.<\/p>\n<p>Meskipun penelitian melibatkan tikus, hasilnya memberikan wawasan tentang kompleksitas hubungan antara makanan, otak, dan perilaku manusia. Faktor lingkungan, seperti ketersediaan makanan yang dimurnikan, juga memengaruhi kebiasaan makan. Temuan ini membuka pintu untuk pemahaman lebih lanjut dan potensi terapi baru terhadap kecanduan makanan dan obesitas.<\/p>\n<p>Sebagai penutup, perlu ditekankan bahwa pola makan yang sehat tidak hanya berpengaruh pada tubuh tetapi juga pada kesehatan otak dan kesejahteraan keseluruhan. Temuan ini mengundang kita untuk merefleksikan kembali kebiasaan makan sehari-hari dan bagaimana kita dapat membentuk pola makan yang mendukung kesehatan otak dan tubuh secara keseluruhan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Studi terbaru dari Scripps Research Institute mengungkapkan bahwa makanan berlemak dapat memengaruhi otak, memicu perilaku makan kompulsif seperti kecanduan. Dalam penelitian pada tikus, ditemukan bahwa konsumsi makanan tinggi lemak dan berkalori tinggi menyebabkan perubahan otak yang mirip dengan respons kecanduan narkoba. Dr. Paul J. Kenny, pemimpin penelitian, menjelaskan bahwa makanan berlemak dapat &#8220;mengunci&#8221; pusat kesenangan &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":1499,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7,6],"tags":[],"class_list":["post-1497","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kesehatan","category-life"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.6 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Pengaruh Makanan Berlemak terhadap Otak: Kecanduan yang Mirip dengan Kokain - TemanMama<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Penelitian terbaru dari Scripps Research Institute mengungkap bahwa makanan berlemak dapat memicu respons otak serupa dengan kecanduan narkoba. Studi pada tikus menunjukkan bahwa konsumsi makanan tinggi lemak menyebabkan perubahan otak, menciptakan kebiasaan makan kompulsif dan toleransi terhadap kenikmatan makanan, sebanding dengan efek kecanduan.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/temanmama.org\/?p=1497\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pengaruh Makanan Berlemak terhadap Otak: Kecanduan yang Mirip dengan Kokain - TemanMama\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Penelitian terbaru dari Scripps Research Institute mengungkap bahwa makanan berlemak dapat memicu respons otak serupa dengan kecanduan narkoba. Studi pada tikus menunjukkan bahwa konsumsi makanan tinggi lemak menyebabkan perubahan otak, menciptakan kebiasaan makan kompulsif dan toleransi terhadap kenikmatan makanan, sebanding dengan efek kecanduan.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/temanmama.org\/?p=1497\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"TemanMama\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-12-10T23:27:14+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/images-64.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"783\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"391\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Momore\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Momore\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=1497#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=1497\"},\"author\":{\"name\":\"Momore\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/ba5bfbb2dd2f0a32727dd4575e75e216\"},\"headline\":\"Pengaruh Makanan Berlemak terhadap Otak: Kecanduan yang Mirip dengan Kokain\",\"datePublished\":\"2023-12-10T23:27:14+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=1497\"},\"wordCount\":215,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=1497#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/images-64.jpeg\",\"articleSection\":[\"Kesehatan\",\"Life\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/temanmama.org\/?p=1497#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=1497\",\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=1497\",\"name\":\"Pengaruh Makanan Berlemak terhadap Otak: Kecanduan yang Mirip dengan Kokain - TemanMama\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=1497#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=1497#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/images-64.jpeg\",\"datePublished\":\"2023-12-10T23:27:14+00:00\",\"description\":\"Penelitian terbaru dari Scripps Research Institute mengungkap bahwa makanan berlemak dapat memicu respons otak serupa dengan kecanduan narkoba. Studi pada tikus menunjukkan bahwa konsumsi makanan tinggi lemak menyebabkan perubahan otak, menciptakan kebiasaan makan kompulsif dan toleransi terhadap kenikmatan makanan, sebanding dengan efek kecanduan.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=1497#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/temanmama.org\/?p=1497\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=1497#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/images-64.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/images-64.jpeg\",\"width\":783,\"height\":391},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=1497#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/temanmama.org\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Pengaruh Makanan Berlemak terhadap Otak: Kecanduan yang Mirip dengan Kokain\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#website\",\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/\",\"name\":\"TemanMama\",\"description\":\"TemanMama menyajikan informasi parenting, Ibu dan Anak, kehamilan seputar hubungan keluarga serta tips bermanfaat lainnya untuk Mama.\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#organization\"},\"alternateName\":\"Teman Mama & Info Seputar Parenting\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/temanmama.org\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#organization\",\"name\":\"TemanMama\",\"alternateName\":\"Teman Mama Parenting Keluarga\",\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/logo.png\",\"contentUrl\":\"http:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/logo.png\",\"width\":536,\"height\":239,\"caption\":\"TemanMama\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/ba5bfbb2dd2f0a32727dd4575e75e216\",\"name\":\"Momore\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6e56d3a9c2f84cc2c39e02aebd6a966edc0c8b44d9a1cd182ab38dda76fd79de?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6e56d3a9c2f84cc2c39e02aebd6a966edc0c8b44d9a1cd182ab38dda76fd79de?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Momore\"},\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/?author=2\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pengaruh Makanan Berlemak terhadap Otak: Kecanduan yang Mirip dengan Kokain - TemanMama","description":"Penelitian terbaru dari Scripps Research Institute mengungkap bahwa makanan berlemak dapat memicu respons otak serupa dengan kecanduan narkoba. Studi pada tikus menunjukkan bahwa konsumsi makanan tinggi lemak menyebabkan perubahan otak, menciptakan kebiasaan makan kompulsif dan toleransi terhadap kenikmatan makanan, sebanding dengan efek kecanduan.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/temanmama.org\/?p=1497","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Pengaruh Makanan Berlemak terhadap Otak: Kecanduan yang Mirip dengan Kokain - TemanMama","og_description":"Penelitian terbaru dari Scripps Research Institute mengungkap bahwa makanan berlemak dapat memicu respons otak serupa dengan kecanduan narkoba. Studi pada tikus menunjukkan bahwa konsumsi makanan tinggi lemak menyebabkan perubahan otak, menciptakan kebiasaan makan kompulsif dan toleransi terhadap kenikmatan makanan, sebanding dengan efek kecanduan.","og_url":"https:\/\/temanmama.org\/?p=1497","og_site_name":"TemanMama","article_published_time":"2023-12-10T23:27:14+00:00","og_image":[{"width":783,"height":391,"url":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/images-64.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Momore","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Momore","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=1497#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=1497"},"author":{"name":"Momore","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/ba5bfbb2dd2f0a32727dd4575e75e216"},"headline":"Pengaruh Makanan Berlemak terhadap Otak: Kecanduan yang Mirip dengan Kokain","datePublished":"2023-12-10T23:27:14+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=1497"},"wordCount":215,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=1497#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/images-64.jpeg","articleSection":["Kesehatan","Life"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/temanmama.org\/?p=1497#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=1497","url":"https:\/\/temanmama.org\/?p=1497","name":"Pengaruh Makanan Berlemak terhadap Otak: Kecanduan yang Mirip dengan Kokain - TemanMama","isPartOf":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=1497#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=1497#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/images-64.jpeg","datePublished":"2023-12-10T23:27:14+00:00","description":"Penelitian terbaru dari Scripps Research Institute mengungkap bahwa makanan berlemak dapat memicu respons otak serupa dengan kecanduan narkoba. Studi pada tikus menunjukkan bahwa konsumsi makanan tinggi lemak menyebabkan perubahan otak, menciptakan kebiasaan makan kompulsif dan toleransi terhadap kenikmatan makanan, sebanding dengan efek kecanduan.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=1497#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/temanmama.org\/?p=1497"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=1497#primaryimage","url":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/images-64.jpeg","contentUrl":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/images-64.jpeg","width":783,"height":391},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=1497#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/temanmama.org\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Pengaruh Makanan Berlemak terhadap Otak: Kecanduan yang Mirip dengan Kokain"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#website","url":"https:\/\/temanmama.org\/","name":"TemanMama","description":"TemanMama menyajikan informasi parenting, Ibu dan Anak, kehamilan seputar hubungan keluarga serta tips bermanfaat lainnya untuk Mama.","publisher":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/#organization"},"alternateName":"Teman Mama & Info Seputar Parenting","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/temanmama.org\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#organization","name":"TemanMama","alternateName":"Teman Mama Parenting Keluarga","url":"https:\/\/temanmama.org\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"http:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/logo.png","contentUrl":"http:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/logo.png","width":536,"height":239,"caption":"TemanMama"},"image":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/ba5bfbb2dd2f0a32727dd4575e75e216","name":"Momore","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6e56d3a9c2f84cc2c39e02aebd6a966edc0c8b44d9a1cd182ab38dda76fd79de?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6e56d3a9c2f84cc2c39e02aebd6a966edc0c8b44d9a1cd182ab38dda76fd79de?s=96&d=mm&r=g","caption":"Momore"},"url":"https:\/\/temanmama.org\/?author=2"}]}},"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1497","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1497"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1497\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1500,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1497\/revisions\/1500"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/1499"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1497"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1497"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1497"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}