{"id":1332,"date":"2023-12-08T16:00:58","date_gmt":"2023-12-08T16:00:58","guid":{"rendered":"https:\/\/temanmama.org\/?p=1332"},"modified":"2023-12-08T16:01:35","modified_gmt":"2023-12-08T16:01:35","slug":"memahami-semua-hal-mengenai-pneumonia-pada-bayi-yang-baru-lahir","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/temanmama.org\/?p=1332","title":{"rendered":"Memahami Semua Hal Mengenai Pneumonia pada Bayi yang Baru Lahir"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pneumonia merupakan peradangan paru-paru yang disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus. Kondisi peradangan ini mengakibatkan paru-paru terisi oleh cairan. Karena alasan inilah yang membuat pneumonia juga biasa dikenal sebagai penyakit paru-paru basah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penyakit ini paling rentan dialami oleh bayi, sebab sistem imunitas atau kekebalan pada tubuh bayi masih dalam proses perkembangan. Pneumonia yang dialami oleh bayi mempunyai gejala yang sama dengan orang dewasa, yaitu batuk yang terjadi secara terus menerus.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bayi yang baru lahir atau bayi yang setidaknya masih berusia di bawah 28 hari pun bisa terserang pneumonia, adalah pneumonia neonatal.<\/span><\/p>\n<h3><strong>Pneumonia Neonatal<\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pneumonia neonatal adalah peradangan yang menyerang jaringan paru-paru pada bayi yang baru lahir, atau pada bayi yang berusia masih di bawah 28 hari. Peradangan paru-paru pada bayi yang baru lahir, seperti pneumonia neonatal ini adalah kondisi yang harus menjadi perhatian serius. Pasalnya, penyakit ini bisa berisiko mengancam nyawa si kecil.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk itu, bayi yang diketahui menderita penyakit ini harus segera mendapatkan penanganan medis agar terhindar dari berbagai risiko yang tidak diinginkan.<\/span><\/p>\n<h3><strong>Gejala Pneumonia Neonatal<\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gejala pneumonia sendiri beraneka ragam, tergantung dari tingkat keparahannya. Berikut ini merupakan beberapa gejala pneumonia neonatal yang diderita oleh bayi, seperti:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nafas bayi cenderung terlalu cepat.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bayi mengalami sesak nafas, sehingga bayi akan melakukan pernapasan cuping hidung.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bayi sering merintih.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bayi mengalami <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">chest indrawing<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> atau tarikan dinding dada pada bagian bawah.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bayi tidak mau menyusu.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bibir dan ujung jari bayi terlihat kebiruan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bayi mengalami kejang.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bayi mengalami penurunan kesadaran.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, bayi yang menderita pneumonia neonatal berisiko mengalami komplikasi penyakit lainnya, seperti sepsis, efusi parapneumonia, empiema, serta pneumotoraks.<\/span><\/p>\n<h3><strong>Penyebab Pneumonia Neonatal pada Bayi<\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan bayi menderita pneumonia saat ia baru lahir, di antaranya seperti:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ibu hamil mengalami pecah ketuban dini.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ibu mengalami infeksi pada saat waktu hamil, seperti infeksi cytomegalovirus dan korioamnionitis.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ibu pernah mengalami demam pada saat hamil.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bayi lahir dengan berat badan yang rendah.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bayi menjalani perawatan yang cukup lama di ruang perawatan intensif.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\">Bayi lahir secara prematur<\/li>\n<\/ul>\n<h3><strong>Cara Mencegah Pneumonia Neonatal<\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Karena itu, agar bayi bisa terhindar dari penyakit pneumonia neonatal, terdapat beberapa hal yang bisa TemanMama lakukan pada saat masa kehamilan, seperti:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">TemanMama menghadiri antenatal care atau ANC secara rutin.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Apabila TemanMama mengalami gangguan kesehatan pada saat hamil, seperti demam, segera periksakan diri ke dokter.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">TemanMama harus mengkonsumsi makanan dan minuman yang bergizi sehat selama masa kehamilan sesuai saran dokter.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">TemanMama harus menjaga kebersihan tubuh, seperti misalnya rutin mencuci tangan setiap saat setelah selesai beraktivitas dengan menggunakan air dan sabun.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h3><strong>Penanganan Pneumonia Neonatal<\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apabila si kecil mempunyai gejala-gejala yang mirip dengan pneumonia neonatal, maka TemanMama harus segera membawa si kecil ke rumah sakit agar ia segera mendapatkan penanganan medis.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pneumonia neonatal sebaiknya diobati di rumah sakit yang memiliki fasilitas lengkap dan dirawat oleh dokter spesialis anak. Pengobatan pneumonia neonatal tergantung dari kondisi si kecil dan asal penyebabnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa pengobatan yang TemanMama dan pasangan bisa lakukan apabila si kecil menderita pneumonia neonatal, yaitu:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Terapi antibiotik guna mengatasi infeksi, terlebih infeksi bakteri.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Terapi simptomatik serta suportif, seperti memberikan oksigen tambahan, antipiretik, dan cairan.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Semoga artikel ini bisa menambah referensi TemanMama seputar pneumonia pada bayi, ya!<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pneumonia merupakan peradangan paru-paru yang disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus. Kondisi peradangan ini mengakibatkan paru-paru terisi oleh cairan. Karena alasan inilah yang membuat pneumonia juga biasa dikenal sebagai penyakit paru-paru basah. Penyakit ini paling rentan dialami oleh bayi, sebab sistem imunitas atau kekebalan pada tubuh bayi masih dalam proses perkembangan. Pneumonia yang dialami oleh &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":1331,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[13,7],"tags":[],"class_list":["post-1332","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bayi","category-kesehatan"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.6 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Memahami Semua Hal Mengenai Pneumonia pada Bayi yang Baru Lahir - TemanMama<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Bayi yang baru lahir atau bayi yang setidaknya masih berusia di bawah 28 hari bisa terserang pneumonia, adalah pneumonia neonatal. Simak semua uraian di sini!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/temanmama.org\/?p=1332\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Memahami Semua Hal Mengenai Pneumonia pada Bayi yang Baru Lahir - TemanMama\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Bayi yang baru lahir atau bayi yang setidaknya masih berusia di bawah 28 hari bisa terserang pneumonia, adalah pneumonia neonatal. Simak semua uraian di sini!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/temanmama.org\/?p=1332\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"TemanMama\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-12-08T16:00:58+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-12-08T16:01:35+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/WhatsApp-Image-2023-12-08-at-20.48.16-1.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1280\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"854\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"N0tty\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"N0tty\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=1332#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=1332\"},\"author\":{\"name\":\"N0tty\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/64b9e3ca99c6a26fc49b719086cf664c\"},\"headline\":\"Memahami Semua Hal Mengenai Pneumonia pada Bayi yang Baru Lahir\",\"datePublished\":\"2023-12-08T16:00:58+00:00\",\"dateModified\":\"2023-12-08T16:01:35+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=1332\"},\"wordCount\":518,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=1332#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/WhatsApp-Image-2023-12-08-at-20.48.16-1.jpeg\",\"articleSection\":[\"Bayi\",\"Kesehatan\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/temanmama.org\/?p=1332#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=1332\",\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=1332\",\"name\":\"Memahami Semua Hal Mengenai Pneumonia pada Bayi yang Baru Lahir - TemanMama\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=1332#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=1332#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/WhatsApp-Image-2023-12-08-at-20.48.16-1.jpeg\",\"datePublished\":\"2023-12-08T16:00:58+00:00\",\"dateModified\":\"2023-12-08T16:01:35+00:00\",\"description\":\"Bayi yang baru lahir atau bayi yang setidaknya masih berusia di bawah 28 hari bisa terserang pneumonia, adalah pneumonia neonatal. Simak semua uraian di sini!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=1332#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/temanmama.org\/?p=1332\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=1332#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/WhatsApp-Image-2023-12-08-at-20.48.16-1.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/WhatsApp-Image-2023-12-08-at-20.48.16-1.jpeg\",\"width\":1280,\"height\":854},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=1332#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/temanmama.org\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Memahami Semua Hal Mengenai Pneumonia pada Bayi yang Baru Lahir\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#website\",\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/\",\"name\":\"TemanMama\",\"description\":\"TemanMama menyajikan informasi parenting, Ibu dan Anak, kehamilan seputar hubungan keluarga serta tips bermanfaat lainnya untuk Mama.\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#organization\"},\"alternateName\":\"Teman Mama & Info Seputar Parenting\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/temanmama.org\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#organization\",\"name\":\"TemanMama\",\"alternateName\":\"Teman Mama Parenting Keluarga\",\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/logo.png\",\"contentUrl\":\"http:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/logo.png\",\"width\":536,\"height\":239,\"caption\":\"TemanMama\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/64b9e3ca99c6a26fc49b719086cf664c\",\"name\":\"N0tty\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/99e6904fede8030975183a9cf70862ee7f280597b5621917dcb97037a703ffdb?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/99e6904fede8030975183a9cf70862ee7f280597b5621917dcb97037a703ffdb?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"N0tty\"},\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/?author=3\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Memahami Semua Hal Mengenai Pneumonia pada Bayi yang Baru Lahir - TemanMama","description":"Bayi yang baru lahir atau bayi yang setidaknya masih berusia di bawah 28 hari bisa terserang pneumonia, adalah pneumonia neonatal. Simak semua uraian di sini!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/temanmama.org\/?p=1332","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Memahami Semua Hal Mengenai Pneumonia pada Bayi yang Baru Lahir - TemanMama","og_description":"Bayi yang baru lahir atau bayi yang setidaknya masih berusia di bawah 28 hari bisa terserang pneumonia, adalah pneumonia neonatal. Simak semua uraian di sini!","og_url":"https:\/\/temanmama.org\/?p=1332","og_site_name":"TemanMama","article_published_time":"2023-12-08T16:00:58+00:00","article_modified_time":"2023-12-08T16:01:35+00:00","og_image":[{"width":1280,"height":854,"url":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/WhatsApp-Image-2023-12-08-at-20.48.16-1.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"N0tty","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"N0tty","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=1332#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=1332"},"author":{"name":"N0tty","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/64b9e3ca99c6a26fc49b719086cf664c"},"headline":"Memahami Semua Hal Mengenai Pneumonia pada Bayi yang Baru Lahir","datePublished":"2023-12-08T16:00:58+00:00","dateModified":"2023-12-08T16:01:35+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=1332"},"wordCount":518,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=1332#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/WhatsApp-Image-2023-12-08-at-20.48.16-1.jpeg","articleSection":["Bayi","Kesehatan"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/temanmama.org\/?p=1332#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=1332","url":"https:\/\/temanmama.org\/?p=1332","name":"Memahami Semua Hal Mengenai Pneumonia pada Bayi yang Baru Lahir - TemanMama","isPartOf":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=1332#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=1332#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/WhatsApp-Image-2023-12-08-at-20.48.16-1.jpeg","datePublished":"2023-12-08T16:00:58+00:00","dateModified":"2023-12-08T16:01:35+00:00","description":"Bayi yang baru lahir atau bayi yang setidaknya masih berusia di bawah 28 hari bisa terserang pneumonia, adalah pneumonia neonatal. Simak semua uraian di sini!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=1332#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/temanmama.org\/?p=1332"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=1332#primaryimage","url":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/WhatsApp-Image-2023-12-08-at-20.48.16-1.jpeg","contentUrl":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/WhatsApp-Image-2023-12-08-at-20.48.16-1.jpeg","width":1280,"height":854},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=1332#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/temanmama.org\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Memahami Semua Hal Mengenai Pneumonia pada Bayi yang Baru Lahir"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#website","url":"https:\/\/temanmama.org\/","name":"TemanMama","description":"TemanMama menyajikan informasi parenting, Ibu dan Anak, kehamilan seputar hubungan keluarga serta tips bermanfaat lainnya untuk Mama.","publisher":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/#organization"},"alternateName":"Teman Mama & Info Seputar Parenting","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/temanmama.org\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#organization","name":"TemanMama","alternateName":"Teman Mama Parenting Keluarga","url":"https:\/\/temanmama.org\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"http:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/logo.png","contentUrl":"http:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/logo.png","width":536,"height":239,"caption":"TemanMama"},"image":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/64b9e3ca99c6a26fc49b719086cf664c","name":"N0tty","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/99e6904fede8030975183a9cf70862ee7f280597b5621917dcb97037a703ffdb?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/99e6904fede8030975183a9cf70862ee7f280597b5621917dcb97037a703ffdb?s=96&d=mm&r=g","caption":"N0tty"},"url":"https:\/\/temanmama.org\/?author=3"}]}},"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1332","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1332"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1332\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1335,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1332\/revisions\/1335"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/1331"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1332"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1332"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1332"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}