{"id":1179,"date":"2023-12-07T09:05:17","date_gmt":"2023-12-07T09:05:17","guid":{"rendered":"https:\/\/temanmama.org\/?p=1179"},"modified":"2023-12-07T09:05:17","modified_gmt":"2023-12-07T09:05:17","slug":"begini-cara-mengasuh-anak-hiperatif-yang-tepat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/temanmama.org\/?p=1179","title":{"rendered":"Begini Cara Mengasuh Anak Hiperatif yang Tepat"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Anak kecil biasanya memang selalu dipenuhi dengan tenaga yang lebih, sehingga membuatnya selalu berenergi dan tidak bisa diam. Meskipun si kecil menjadi anak yang aktif dan wajar di kategori usianya, orang tua tetap harus memperhatikan anak apakah perilaku aktif tersebut merupakan gejala <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Attention Deficit Hyperactivity Disorder<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> atau ADHD.<\/span><\/p>\n<h2><strong>Apa Itu <i>Attention Deficit Hyperactivity Disorder<\/i>?<\/strong><\/h2>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Attention Deficit Hyperactivity Disorder<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> merupakan istilah medis yang menunjukkan seseorang berperilaku impulsif dan hiperaktif. Perilaku ADHD atau hiperaktif biasanya terjadi saat masih kanak-kanak. Perilaku anak hiperaktif sendiri bisa dikategorikan menjadi dua jenis, yang pertama kurang memperhatikan (inatensi) dan yang kedua ialah tidak bisa diam ataupun tenang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Anak hiperaktif dengan kategori inatensi mempunyai perilaku seperti:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Perhatiannya mudah teralihkan dan memiliki konsentrasi yang pendek.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sering teledor saat mengerjakan suatu hal.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pelupa, mudah kehilangan sesuatu.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kesulitan dalam mencerna instruksi yang diberikan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kesulitan mengikuti kegiatan yang acaranya lama.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sedangkan, anak hiperaktif dengan kategori tidak bisa diam memiliki perilaku seperti:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak bisa bersikap tenang.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Selalu merasa gundah.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Senang menggerakkan tubuhnya secara berlebihan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Banyak berbicara.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak sabar dalam menunggu antrian dan sering bertindak tanpa memikirkan konsekuensinya.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><strong>Cara Mengasuh Anak Hiperaktif<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sayangnya, hingga kini belum ada obat yang bisa membantu mengendalikan perilaku anak hiperaktif. Namun, perilaku hiperaktif bisa dikendalikan dengan dukungan orang-orang terdekat dan peran orang tua dalam mengasuh anak yang tepat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berikut ini beberapa cara mengasuh anak hiperaktif agar ia bisa bersikap lebih tenang.<\/span><\/p>\n<h5><strong>1. Perbanyak Waktu Bersama Anak<\/strong><\/h5>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sesibuk apapun Anda, usahakan untuk selalu meluangkan waktu bermain dengan anak. Luangkan waktu untuk mengajak anak mengobrol setiap harinya, akan lebih baik apabila Anda selalu berada di sisinya. Berikanlah ia perhatian penuh dan berikan apresiasi saat ia melakukan hal yang positif.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, Anda juga bisa memperbanyak aktivitas bersama anak, seperti misalnya berolahraga ataupun jalan-jalan santai mengelilingi komplek.<\/span><\/p>\n<h5><strong>2. Membangun Hubungan Keluarga yang Harmonis<\/strong><\/h5>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hubungan antara setiap anggota keluarga memiliki peran yang besar dalam mengendalikan perilaku anak hiperaktif. Orang tua yang mempunyai ikatan dan hubungan yang kuat akan merasa lebih mudah dalam menghadapi perilaku anak hiperaktif.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk itu, usahakan untuk membangun dan menciptakan komunikasi yang sehat dengan anak Anda. Berikanlah tanggapan dengan lembut dan sabar setiap si kecil mengajak untuk berbicara.<\/span><\/p>\n<h5><strong>3. Menerapkan Disiplin pada Anak<\/strong><\/h5>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terapkanlah disiplin yang tegas, namun dengan penuh kasih sayang pada anak. Anda bisa melakukannya dengan menghargai dan memberikan apresiasi setiap perilaku baik yang dilakukan anak, dan mencegah anak saat ia ingin berperilaku negatif atau berperilaku impulsif.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan begitu, sedikit demi sedikit anak akan memahami mana perilaku yang baik dan mana perilaku yang buruk.<\/span><\/p>\n<h5><strong>4. Menerapkan Waktu Tidur yang Teratur<\/strong><\/h5>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hiperaktif bisa menyebabkan anak mengalami gangguan tidur, dan gangguan tidur bisa berdampak terhadap perilaku hiperaktif anak semakin memburuk. Karena itu, sangat penting untuk menerapkan waktu tidur yang teratur.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk membuat waktu tidur menjadi teratur, caranya bisa dengan membiasakan anak untuk tidur dan bangun pada waktu atau jam yang sama setiap harinya.<\/span><\/p>\n<h5><strong>5. Sabar<\/strong><\/h5>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak bisa dipungkiri, perilaku anak yang hiperaktif seringkali membuat orang tuanya menjadi kesal. Walaupun begitu, orang tua tetap dianjurkan untuk bersikap sabar dan tenang. Hindari membentak dan memarahi anak dengan hukuman fisik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Anda bisa meredakan perilaku anak dengan mengajarkan teknis pernapasan sederhana, yaitu dengan menghirup napas dalam-dalam dan melepaskannya secara perlahan, ulangi beberapa kali sampai anak merasa tenang<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Anak kecil biasanya memang selalu dipenuhi dengan tenaga yang lebih, sehingga membuatnya selalu berenergi dan tidak bisa diam. Meskipun si kecil menjadi anak yang aktif dan wajar di kategori usianya, orang tua tetap harus memperhatikan anak apakah perilaku aktif tersebut merupakan gejala Attention Deficit Hyperactivity Disorder atau ADHD. Apa Itu Attention Deficit Hyperactivity Disorder? Attention &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":1178,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[12,4],"tags":[],"class_list":["post-1179","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-balita","category-keluarga"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.6 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Begini Cara Mengasuh Anak Hiperatif yang Tepat - TemanMama<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Mengasuh dan mendidik anak hiperaktif diperlukan tenaga dan kesabaran yang ekstra. Agar ia bisa tumbuh secara optimal, orang tua perlu memahami perilaku anak.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/temanmama.org\/?p=1179\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Begini Cara Mengasuh Anak Hiperatif yang Tepat - TemanMama\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Mengasuh dan mendidik anak hiperaktif diperlukan tenaga dan kesabaran yang ekstra. Agar ia bisa tumbuh secara optimal, orang tua perlu memahami perilaku anak.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/temanmama.org\/?p=1179\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"TemanMama\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-12-07T09:05:17+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/WhatsApp-Image-2023-12-07-at-15.47.29.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1280\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"853\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"N0tty\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"N0tty\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=1179#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=1179\"},\"author\":{\"name\":\"N0tty\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/64b9e3ca99c6a26fc49b719086cf664c\"},\"headline\":\"Begini Cara Mengasuh Anak Hiperatif yang Tepat\",\"datePublished\":\"2023-12-07T09:05:17+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=1179\"},\"wordCount\":525,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=1179#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/WhatsApp-Image-2023-12-07-at-15.47.29.jpeg\",\"articleSection\":[\"Balita\",\"Keluarga\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/temanmama.org\/?p=1179#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=1179\",\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=1179\",\"name\":\"Begini Cara Mengasuh Anak Hiperatif yang Tepat - TemanMama\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=1179#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=1179#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/WhatsApp-Image-2023-12-07-at-15.47.29.jpeg\",\"datePublished\":\"2023-12-07T09:05:17+00:00\",\"description\":\"Mengasuh dan mendidik anak hiperaktif diperlukan tenaga dan kesabaran yang ekstra. Agar ia bisa tumbuh secara optimal, orang tua perlu memahami perilaku anak.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=1179#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/temanmama.org\/?p=1179\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=1179#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/WhatsApp-Image-2023-12-07-at-15.47.29.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/WhatsApp-Image-2023-12-07-at-15.47.29.jpeg\",\"width\":1280,\"height\":853},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=1179#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/temanmama.org\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Begini Cara Mengasuh Anak Hiperatif yang Tepat\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#website\",\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/\",\"name\":\"TemanMama\",\"description\":\"TemanMama menyajikan informasi parenting, Ibu dan Anak, kehamilan seputar hubungan keluarga serta tips bermanfaat lainnya untuk Mama.\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#organization\"},\"alternateName\":\"Teman Mama & Info Seputar Parenting\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/temanmama.org\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#organization\",\"name\":\"TemanMama\",\"alternateName\":\"Teman Mama Parenting Keluarga\",\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/logo.png\",\"contentUrl\":\"http:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/logo.png\",\"width\":536,\"height\":239,\"caption\":\"TemanMama\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/64b9e3ca99c6a26fc49b719086cf664c\",\"name\":\"N0tty\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/99e6904fede8030975183a9cf70862ee7f280597b5621917dcb97037a703ffdb?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/99e6904fede8030975183a9cf70862ee7f280597b5621917dcb97037a703ffdb?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"N0tty\"},\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/?author=3\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Begini Cara Mengasuh Anak Hiperatif yang Tepat - TemanMama","description":"Mengasuh dan mendidik anak hiperaktif diperlukan tenaga dan kesabaran yang ekstra. Agar ia bisa tumbuh secara optimal, orang tua perlu memahami perilaku anak.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/temanmama.org\/?p=1179","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Begini Cara Mengasuh Anak Hiperatif yang Tepat - TemanMama","og_description":"Mengasuh dan mendidik anak hiperaktif diperlukan tenaga dan kesabaran yang ekstra. Agar ia bisa tumbuh secara optimal, orang tua perlu memahami perilaku anak.","og_url":"https:\/\/temanmama.org\/?p=1179","og_site_name":"TemanMama","article_published_time":"2023-12-07T09:05:17+00:00","og_image":[{"width":1280,"height":853,"url":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/WhatsApp-Image-2023-12-07-at-15.47.29.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"N0tty","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"N0tty","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=1179#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=1179"},"author":{"name":"N0tty","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/64b9e3ca99c6a26fc49b719086cf664c"},"headline":"Begini Cara Mengasuh Anak Hiperatif yang Tepat","datePublished":"2023-12-07T09:05:17+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=1179"},"wordCount":525,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=1179#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/WhatsApp-Image-2023-12-07-at-15.47.29.jpeg","articleSection":["Balita","Keluarga"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/temanmama.org\/?p=1179#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=1179","url":"https:\/\/temanmama.org\/?p=1179","name":"Begini Cara Mengasuh Anak Hiperatif yang Tepat - TemanMama","isPartOf":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=1179#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=1179#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/WhatsApp-Image-2023-12-07-at-15.47.29.jpeg","datePublished":"2023-12-07T09:05:17+00:00","description":"Mengasuh dan mendidik anak hiperaktif diperlukan tenaga dan kesabaran yang ekstra. Agar ia bisa tumbuh secara optimal, orang tua perlu memahami perilaku anak.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=1179#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/temanmama.org\/?p=1179"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=1179#primaryimage","url":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/WhatsApp-Image-2023-12-07-at-15.47.29.jpeg","contentUrl":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/WhatsApp-Image-2023-12-07-at-15.47.29.jpeg","width":1280,"height":853},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=1179#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/temanmama.org\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Begini Cara Mengasuh Anak Hiperatif yang Tepat"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#website","url":"https:\/\/temanmama.org\/","name":"TemanMama","description":"TemanMama menyajikan informasi parenting, Ibu dan Anak, kehamilan seputar hubungan keluarga serta tips bermanfaat lainnya untuk Mama.","publisher":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/#organization"},"alternateName":"Teman Mama & Info Seputar Parenting","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/temanmama.org\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#organization","name":"TemanMama","alternateName":"Teman Mama Parenting Keluarga","url":"https:\/\/temanmama.org\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"http:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/logo.png","contentUrl":"http:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/logo.png","width":536,"height":239,"caption":"TemanMama"},"image":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/64b9e3ca99c6a26fc49b719086cf664c","name":"N0tty","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/99e6904fede8030975183a9cf70862ee7f280597b5621917dcb97037a703ffdb?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/99e6904fede8030975183a9cf70862ee7f280597b5621917dcb97037a703ffdb?s=96&d=mm&r=g","caption":"N0tty"},"url":"https:\/\/temanmama.org\/?author=3"}]}},"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1179","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1179"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1179\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1180,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1179\/revisions\/1180"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/1178"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1179"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1179"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1179"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}