{"id":11423,"date":"2024-05-31T14:53:02","date_gmt":"2024-05-31T14:53:02","guid":{"rendered":"https:\/\/temanmama.org\/?p=11423"},"modified":"2024-05-31T14:53:02","modified_gmt":"2024-05-31T14:53:02","slug":"mengapa-bentuk-kepala-bayi-menjadi-lonjong","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/temanmama.org\/?p=11423","title":{"rendered":"Mengapa Bentuk Kepala Bayi Menjadi Lonjong?"},"content":{"rendered":"<p>Kepala bayi yang baru lahir sering kali memiliki bentuk yang lonjong atau tidak rata. Fenomena ini sering kali menimbulkan kekhawatiran bagi orang tua baru. Namun, sebenarnya, kepala bayi yang lonjong adalah hal yang umum dan biasanya tidak perlu dikhawatirkan. Mari kita bahas lebih dalam mengapa kepala bayi bisa menjadi lonjong dan apa yang dapat dilakukan orang tua untuk membantu bayi mereka.<\/p>\n<h2><strong>Penyebab Bentuk Kepala Bayi Menjadi Lonjong<\/strong><\/h2>\n<h3><strong>1. <\/strong><strong>Proses Persalinan<\/strong><\/h3>\n<p>Selama persalinan normal (vaginal), kepala bayi harus melewati jalan lahir yang sempit. Untuk bisa melewati jalan lahir tersebut, tulang-tulang di kepala bayi saling tumpang tindih, membuat kepala bayi terlihat lonjong atau memanjang. Ini adalah proses yang normal dan alami untuk memudahkan kelahiran.<\/p>\n<h3><strong>2. Posisi Tidur<\/strong><\/h3>\n<p>Bayi yang sering tidur dengan posisi kepala yang sama dapat mengembangkan area datar atau lonjong pada kepala mereka. Hal ini dikenal sebagai plagiocephaly atau sindrom kepala datar. Plagiocephaly terjadi karena tengkorak bayi yang masih lunak dan fleksibel dapat berubah bentuk akibat tekanan yang terus-menerus di satu titik.<\/p>\n<h3><strong>3. Kelahiran Prematur<\/strong><\/h3>\n<p>Bayi yang lahir prematur memiliki tengkorak yang lebih lunak dan lebih mudah berubah bentuk dibandingkan bayi yang lahir cukup bulan. Ini membuat bayi prematur lebih rentan mengalami perubahan bentuk kepala.<\/p>\n<h2>Apakah Perlu Dikhawatirkan?<\/h2>\n<p>Sebagian besar kasus kepala lonjong pada bayi tidak berbahaya dan akan membaik seiring waktu. Tengkorak bayi akan mulai mengeras dan tulang-tulangnya akan menyatu, sehingga bentuk kepala yang lonjong akan perlahan kembali ke bentuk yang lebih bulat.<\/p>\n<p>Namun, jika orang tua merasa khawatir atau melihat bahwa perubahan bentuk kepala bayi tidak membaik seiring waktu, ada baiknya berkonsultasi dengan dokter anak. Dokter dapat memastikan bahwa tidak ada kondisi medis yang mendasari dan memberikan saran tentang cara terbaik untuk membantu memperbaiki bentuk kepala bayi.<\/p>\n<h2>Cara Membantu Membentuk Kepala Bayi<\/h2>\n<ol>\n<li><strong>Variasi Posisi Tidur<\/strong> Ubah posisi tidur bayi secara berkala. Cobalah untuk tidak selalu meletakkan bayi dalam posisi yang sama setiap kali tidur. Posisi tengkurap saat bayi terjaga dan diawasi juga bisa membantu mengurangi tekanan pada bagian belakang kepala.<\/li>\n<li><strong>Berikan Tummy Time<\/strong> Berikan waktu bermain tengkurap (tummy time) setiap hari. Ini tidak hanya membantu mencegah kepala datar tetapi juga memperkuat otot leher dan bahu bayi.<\/li>\n<li><strong>Bantal Khusus<\/strong> Beberapa bantal khusus yang dirancang untuk mencegah kepala datar dapat membantu, tetapi sebaiknya diskusikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum menggunakan bantal jenis ini.<\/li>\n<li><strong>Memperhatikan Posisi Saat Menyusui<\/strong> Saat menyusui, usahakan untuk mengubah posisi bayi dari satu sisi ke sisi lainnya untuk mencegah tekanan pada satu area kepala.<\/li>\n<\/ol>\n<p>Kepala bayi yang lonjong adalah hal yang umum terjadi dan biasanya tidak perlu dikhawatirkan. Dengan perhatian dan perawatan yang tepat, bentuk kepala bayi akan membaik seiring waktu. Jika ada kekhawatiran yang signifikan, selalu konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan saran dan penanganan yang tepat. Ingat, setiap bayi unik dan perkembangan mereka akan berbeda-beda.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kepala bayi yang baru lahir sering kali memiliki bentuk yang lonjong atau tidak rata. Fenomena ini sering kali menimbulkan kekhawatiran bagi orang tua baru. Namun, sebenarnya, kepala bayi yang lonjong adalah hal yang umum dan biasanya tidak perlu dikhawatirkan. Mari kita bahas lebih dalam mengapa kepala bayi bisa menjadi lonjong dan apa yang dapat dilakukan &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":11422,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[13],"tags":[],"class_list":["post-11423","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bayi"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.6 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Mengapa Bentuk Kepala Bayi Menjadi Lonjong? - TemanMama<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Kepala bayi yang lonjong adalah kondisi yang umum dan biasanya tidak memerlukan perawatan khusus. Dengan perawatan yang tepat dan perhatian dari orang tua, bentuk kepala bayi biasanya akan kembali ke bentuk yang lebih normal seiring waktu.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/temanmama.org\/?p=11423\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Mengapa Bentuk Kepala Bayi Menjadi Lonjong? - TemanMama\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Kepala bayi yang lonjong adalah kondisi yang umum dan biasanya tidak memerlukan perawatan khusus. Dengan perawatan yang tepat dan perhatian dari orang tua, bentuk kepala bayi biasanya akan kembali ke bentuk yang lebih normal seiring waktu.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/temanmama.org\/?p=11423\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"TemanMama\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-05-31T14:53:02+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/kepalabayilonjong.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"650\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"488\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"N0tty\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"N0tty\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=11423#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=11423\"},\"author\":{\"name\":\"N0tty\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/64b9e3ca99c6a26fc49b719086cf664c\"},\"headline\":\"Mengapa Bentuk Kepala Bayi Menjadi Lonjong?\",\"datePublished\":\"2024-05-31T14:53:02+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=11423\"},\"wordCount\":452,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=11423#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/kepalabayilonjong.jpg\",\"articleSection\":[\"Bayi\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/temanmama.org\/?p=11423#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=11423\",\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=11423\",\"name\":\"Mengapa Bentuk Kepala Bayi Menjadi Lonjong? - TemanMama\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=11423#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=11423#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/kepalabayilonjong.jpg\",\"datePublished\":\"2024-05-31T14:53:02+00:00\",\"description\":\"Kepala bayi yang lonjong adalah kondisi yang umum dan biasanya tidak memerlukan perawatan khusus. Dengan perawatan yang tepat dan perhatian dari orang tua, bentuk kepala bayi biasanya akan kembali ke bentuk yang lebih normal seiring waktu.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=11423#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/temanmama.org\/?p=11423\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=11423#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/kepalabayilonjong.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/kepalabayilonjong.jpg\",\"width\":650,\"height\":488},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=11423#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/temanmama.org\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Mengapa Bentuk Kepala Bayi Menjadi Lonjong?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#website\",\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/\",\"name\":\"TemanMama\",\"description\":\"TemanMama menyajikan informasi parenting, Ibu dan Anak, kehamilan seputar hubungan keluarga serta tips bermanfaat lainnya untuk Mama.\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#organization\"},\"alternateName\":\"Teman Mama & Info Seputar Parenting\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/temanmama.org\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#organization\",\"name\":\"TemanMama\",\"alternateName\":\"Teman Mama Parenting Keluarga\",\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/logo.png\",\"contentUrl\":\"http:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/logo.png\",\"width\":536,\"height\":239,\"caption\":\"TemanMama\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/64b9e3ca99c6a26fc49b719086cf664c\",\"name\":\"N0tty\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/99e6904fede8030975183a9cf70862ee7f280597b5621917dcb97037a703ffdb?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/99e6904fede8030975183a9cf70862ee7f280597b5621917dcb97037a703ffdb?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"N0tty\"},\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/?author=3\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Mengapa Bentuk Kepala Bayi Menjadi Lonjong? - TemanMama","description":"Kepala bayi yang lonjong adalah kondisi yang umum dan biasanya tidak memerlukan perawatan khusus. Dengan perawatan yang tepat dan perhatian dari orang tua, bentuk kepala bayi biasanya akan kembali ke bentuk yang lebih normal seiring waktu.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/temanmama.org\/?p=11423","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Mengapa Bentuk Kepala Bayi Menjadi Lonjong? - TemanMama","og_description":"Kepala bayi yang lonjong adalah kondisi yang umum dan biasanya tidak memerlukan perawatan khusus. Dengan perawatan yang tepat dan perhatian dari orang tua, bentuk kepala bayi biasanya akan kembali ke bentuk yang lebih normal seiring waktu.","og_url":"https:\/\/temanmama.org\/?p=11423","og_site_name":"TemanMama","article_published_time":"2024-05-31T14:53:02+00:00","og_image":[{"width":650,"height":488,"url":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/kepalabayilonjong.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"N0tty","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"N0tty","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=11423#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=11423"},"author":{"name":"N0tty","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/64b9e3ca99c6a26fc49b719086cf664c"},"headline":"Mengapa Bentuk Kepala Bayi Menjadi Lonjong?","datePublished":"2024-05-31T14:53:02+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=11423"},"wordCount":452,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=11423#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/kepalabayilonjong.jpg","articleSection":["Bayi"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/temanmama.org\/?p=11423#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=11423","url":"https:\/\/temanmama.org\/?p=11423","name":"Mengapa Bentuk Kepala Bayi Menjadi Lonjong? - TemanMama","isPartOf":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=11423#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=11423#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/kepalabayilonjong.jpg","datePublished":"2024-05-31T14:53:02+00:00","description":"Kepala bayi yang lonjong adalah kondisi yang umum dan biasanya tidak memerlukan perawatan khusus. Dengan perawatan yang tepat dan perhatian dari orang tua, bentuk kepala bayi biasanya akan kembali ke bentuk yang lebih normal seiring waktu.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=11423#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/temanmama.org\/?p=11423"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=11423#primaryimage","url":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/kepalabayilonjong.jpg","contentUrl":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/kepalabayilonjong.jpg","width":650,"height":488},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=11423#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/temanmama.org\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Mengapa Bentuk Kepala Bayi Menjadi Lonjong?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#website","url":"https:\/\/temanmama.org\/","name":"TemanMama","description":"TemanMama menyajikan informasi parenting, Ibu dan Anak, kehamilan seputar hubungan keluarga serta tips bermanfaat lainnya untuk Mama.","publisher":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/#organization"},"alternateName":"Teman Mama & Info Seputar Parenting","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/temanmama.org\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#organization","name":"TemanMama","alternateName":"Teman Mama Parenting Keluarga","url":"https:\/\/temanmama.org\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"http:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/logo.png","contentUrl":"http:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/logo.png","width":536,"height":239,"caption":"TemanMama"},"image":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/64b9e3ca99c6a26fc49b719086cf664c","name":"N0tty","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/99e6904fede8030975183a9cf70862ee7f280597b5621917dcb97037a703ffdb?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/99e6904fede8030975183a9cf70862ee7f280597b5621917dcb97037a703ffdb?s=96&d=mm&r=g","caption":"N0tty"},"url":"https:\/\/temanmama.org\/?author=3"}]}},"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/11423","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=11423"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/11423\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":11424,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/11423\/revisions\/11424"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/11422"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=11423"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=11423"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=11423"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}