{"id":10899,"date":"2024-05-22T21:39:31","date_gmt":"2024-05-22T21:39:31","guid":{"rendered":"https:\/\/temanmama.org\/?p=10899"},"modified":"2024-05-22T21:39:31","modified_gmt":"2024-05-22T21:39:31","slug":"bagaimana-cara-mendiagnosis-kehamilan-nonviable-atau-viable","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/temanmama.org\/?p=10899","title":{"rendered":"Bagaimana Cara Mendiagnosis Kehamilan Nonviable atau Viable?"},"content":{"rendered":"<p>Ketika seorang wanita mengalami kehamilan, penting untuk memastikan bahwa kehamilan tersebut berkembang dengan baik dan sehat. Namun, terkadang kehamilan dapat menjadi nonviable, yang berarti tidak dapat bertahan, atau viable, yang berarti dapat bertahan hidup. Mendiagnosis kehamilan nonviable atau viable memerlukan langkah-langkah tertentu yang dilakukan oleh tenaga medis. Berikut adalah cara mendiagnosis kedua jenis kehamilan tersebut:<\/p>\n<h4>1. Pemeriksaan Ultrasonografi<\/h4>\n<p>Pemeriksaan ultrasonografi adalah salah satu cara utama untuk mendiagnosis kehamilan nonviable atau viable. Dalam pemeriksaan ini, dokter menggunakan gelombang suara untuk membuat gambar organ reproduksi wanita dan janin. Dengan ultrasonografi, dokter dapat melihat apakah janin berkembang dengan normal, apakah ada detak jantung janin, dan apakah ada tanda-tanda kehamilan nonviable seperti janin yang tidak berkembang atau tidak ada detak jantung yang terdeteksi.<\/p>\n<h4>2. Tes Darah<\/h4>\n<p>Tes darah juga dapat membantu dalam mendiagnosis kehamilan nonviable atau viable. Tes darah dilakukan untuk mengukur kadar hormon hCG (human chorionic gonadotropin) yang diproduksi oleh plasenta selama kehamilan. Jika kadar hCG tidak naik sesuai dengan perkiraan atau turun secara signifikan, hal ini dapat menjadi indikasi kehamilan nonviable.<\/p>\n<h4>3. Pemeriksaan Fisik dan Riwayat Kesehatan<\/h4>\n<p>Selain itu, dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik dan mengumpulkan riwayat kesehatan pasien. Pemeriksaan fisik dapat mencakup pemeriksaan panggul untuk mengevaluasi ukuran rahim dan adanya tanda-tanda kehamilan normal atau tidak. Riwayat kesehatan dapat memberikan informasi tambahan tentang kondisi kesehatan pasien yang dapat memengaruhi kehamilan.<\/p>\n<h4>4. Pengawasan Lanjutan<\/h4>\n<p>Setelah mendiagnosis kehamilan nonviable atau viable, pengawasan lanjutan mungkin diperlukan tergantung pada kondisi spesifik pasien. Dokter dapat merekomendasikan pemantauan teratur melalui ultrasonografi atau tes darah untuk memantau perkembangan kehamilan.<\/p>\n<p>Mendiagnosis kehamilan nonviable atau viable melibatkan serangkaian langkah seperti ultrasonografi, tes darah, pemeriksaan fisik, dan pengawasan lanjutan. Penting untuk berkonsultasi dengan tenaga medis jika ada kekhawatiran tentang perkembangan kehamilan untuk mendapatkan diagnosis yang akurat dan perawatan yang sesuai.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ketika seorang wanita mengalami kehamilan, penting untuk memastikan bahwa kehamilan tersebut berkembang dengan baik dan sehat. Namun, terkadang kehamilan dapat menjadi nonviable, yang berarti tidak dapat bertahan, atau viable, yang berarti dapat bertahan hidup. Mendiagnosis kehamilan nonviable atau viable memerlukan langkah-langkah tertentu yang dilakukan oleh tenaga medis. Berikut adalah cara mendiagnosis kedua jenis kehamilan tersebut: &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":10900,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3,7],"tags":[],"class_list":["post-10899","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kehamilan","category-kesehatan"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.6 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Bagaimana Cara Mendiagnosis Kehamilan Nonviable atau Viable? - TemanMama<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Ketika seorang wanita mengalami kehamilan, penting untuk memastikan bahwa kehamilan tersebut berkembang dengan baik dan sehat. Namun, terkadang kehamilan dapat menjadi nonviable, yang berarti tidak dapat bertahan, atau viable, yang berarti dapat bertahan hidup. Mendiagnosis kehamilan nonviable atau viable memerlukan langkah-langkah tertentu yang dilakukan oleh tenaga medis.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/temanmama.org\/?p=10899\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Bagaimana Cara Mendiagnosis Kehamilan Nonviable atau Viable? - TemanMama\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Ketika seorang wanita mengalami kehamilan, penting untuk memastikan bahwa kehamilan tersebut berkembang dengan baik dan sehat. Namun, terkadang kehamilan dapat menjadi nonviable, yang berarti tidak dapat bertahan, atau viable, yang berarti dapat bertahan hidup. Mendiagnosis kehamilan nonviable atau viable memerlukan langkah-langkah tertentu yang dilakukan oleh tenaga medis.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/temanmama.org\/?p=10899\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"TemanMama\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-05-22T21:39:31+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/doctor-using-ultrasound-on-pregnant-woman-591405835-595195b43df78cae81c346ba.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"750\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"422\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Momore\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Momore\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=10899#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=10899\"},\"author\":{\"name\":\"Momore\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/ba5bfbb2dd2f0a32727dd4575e75e216\"},\"headline\":\"Bagaimana Cara Mendiagnosis Kehamilan Nonviable atau Viable?\",\"datePublished\":\"2024-05-22T21:39:31+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=10899\"},\"wordCount\":292,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=10899#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/doctor-using-ultrasound-on-pregnant-woman-591405835-595195b43df78cae81c346ba.webp\",\"articleSection\":[\"Kehamilan\",\"Kesehatan\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/temanmama.org\/?p=10899#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=10899\",\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=10899\",\"name\":\"Bagaimana Cara Mendiagnosis Kehamilan Nonviable atau Viable? - TemanMama\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=10899#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=10899#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/doctor-using-ultrasound-on-pregnant-woman-591405835-595195b43df78cae81c346ba.webp\",\"datePublished\":\"2024-05-22T21:39:31+00:00\",\"description\":\"Ketika seorang wanita mengalami kehamilan, penting untuk memastikan bahwa kehamilan tersebut berkembang dengan baik dan sehat. Namun, terkadang kehamilan dapat menjadi nonviable, yang berarti tidak dapat bertahan, atau viable, yang berarti dapat bertahan hidup. Mendiagnosis kehamilan nonviable atau viable memerlukan langkah-langkah tertentu yang dilakukan oleh tenaga medis.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=10899#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/temanmama.org\/?p=10899\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=10899#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/doctor-using-ultrasound-on-pregnant-woman-591405835-595195b43df78cae81c346ba.webp\",\"contentUrl\":\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/doctor-using-ultrasound-on-pregnant-woman-591405835-595195b43df78cae81c346ba.webp\",\"width\":750,\"height\":422},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=10899#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/temanmama.org\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Bagaimana Cara Mendiagnosis Kehamilan Nonviable atau Viable?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#website\",\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/\",\"name\":\"TemanMama\",\"description\":\"TemanMama menyajikan informasi parenting, Ibu dan Anak, kehamilan seputar hubungan keluarga serta tips bermanfaat lainnya untuk Mama.\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#organization\"},\"alternateName\":\"Teman Mama & Info Seputar Parenting\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/temanmama.org\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#organization\",\"name\":\"TemanMama\",\"alternateName\":\"Teman Mama Parenting Keluarga\",\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/logo.png\",\"contentUrl\":\"http:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/logo.png\",\"width\":536,\"height\":239,\"caption\":\"TemanMama\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/ba5bfbb2dd2f0a32727dd4575e75e216\",\"name\":\"Momore\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6e56d3a9c2f84cc2c39e02aebd6a966edc0c8b44d9a1cd182ab38dda76fd79de?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6e56d3a9c2f84cc2c39e02aebd6a966edc0c8b44d9a1cd182ab38dda76fd79de?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Momore\"},\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/?author=2\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Bagaimana Cara Mendiagnosis Kehamilan Nonviable atau Viable? - TemanMama","description":"Ketika seorang wanita mengalami kehamilan, penting untuk memastikan bahwa kehamilan tersebut berkembang dengan baik dan sehat. Namun, terkadang kehamilan dapat menjadi nonviable, yang berarti tidak dapat bertahan, atau viable, yang berarti dapat bertahan hidup. Mendiagnosis kehamilan nonviable atau viable memerlukan langkah-langkah tertentu yang dilakukan oleh tenaga medis.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/temanmama.org\/?p=10899","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Bagaimana Cara Mendiagnosis Kehamilan Nonviable atau Viable? - TemanMama","og_description":"Ketika seorang wanita mengalami kehamilan, penting untuk memastikan bahwa kehamilan tersebut berkembang dengan baik dan sehat. Namun, terkadang kehamilan dapat menjadi nonviable, yang berarti tidak dapat bertahan, atau viable, yang berarti dapat bertahan hidup. Mendiagnosis kehamilan nonviable atau viable memerlukan langkah-langkah tertentu yang dilakukan oleh tenaga medis.","og_url":"https:\/\/temanmama.org\/?p=10899","og_site_name":"TemanMama","article_published_time":"2024-05-22T21:39:31+00:00","og_image":[{"width":750,"height":422,"url":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/doctor-using-ultrasound-on-pregnant-woman-591405835-595195b43df78cae81c346ba.webp","type":"image\/webp"}],"author":"Momore","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Momore","Est. reading time":"2 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=10899#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=10899"},"author":{"name":"Momore","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/ba5bfbb2dd2f0a32727dd4575e75e216"},"headline":"Bagaimana Cara Mendiagnosis Kehamilan Nonviable atau Viable?","datePublished":"2024-05-22T21:39:31+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=10899"},"wordCount":292,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=10899#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/doctor-using-ultrasound-on-pregnant-woman-591405835-595195b43df78cae81c346ba.webp","articleSection":["Kehamilan","Kesehatan"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/temanmama.org\/?p=10899#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=10899","url":"https:\/\/temanmama.org\/?p=10899","name":"Bagaimana Cara Mendiagnosis Kehamilan Nonviable atau Viable? - TemanMama","isPartOf":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=10899#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=10899#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/doctor-using-ultrasound-on-pregnant-woman-591405835-595195b43df78cae81c346ba.webp","datePublished":"2024-05-22T21:39:31+00:00","description":"Ketika seorang wanita mengalami kehamilan, penting untuk memastikan bahwa kehamilan tersebut berkembang dengan baik dan sehat. Namun, terkadang kehamilan dapat menjadi nonviable, yang berarti tidak dapat bertahan, atau viable, yang berarti dapat bertahan hidup. Mendiagnosis kehamilan nonviable atau viable memerlukan langkah-langkah tertentu yang dilakukan oleh tenaga medis.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=10899#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/temanmama.org\/?p=10899"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=10899#primaryimage","url":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/doctor-using-ultrasound-on-pregnant-woman-591405835-595195b43df78cae81c346ba.webp","contentUrl":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/doctor-using-ultrasound-on-pregnant-woman-591405835-595195b43df78cae81c346ba.webp","width":750,"height":422},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=10899#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/temanmama.org\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Bagaimana Cara Mendiagnosis Kehamilan Nonviable atau Viable?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#website","url":"https:\/\/temanmama.org\/","name":"TemanMama","description":"TemanMama menyajikan informasi parenting, Ibu dan Anak, kehamilan seputar hubungan keluarga serta tips bermanfaat lainnya untuk Mama.","publisher":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/#organization"},"alternateName":"Teman Mama & Info Seputar Parenting","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/temanmama.org\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#organization","name":"TemanMama","alternateName":"Teman Mama Parenting Keluarga","url":"https:\/\/temanmama.org\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"http:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/logo.png","contentUrl":"http:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/logo.png","width":536,"height":239,"caption":"TemanMama"},"image":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/ba5bfbb2dd2f0a32727dd4575e75e216","name":"Momore","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6e56d3a9c2f84cc2c39e02aebd6a966edc0c8b44d9a1cd182ab38dda76fd79de?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6e56d3a9c2f84cc2c39e02aebd6a966edc0c8b44d9a1cd182ab38dda76fd79de?s=96&d=mm&r=g","caption":"Momore"},"url":"https:\/\/temanmama.org\/?author=2"}]}},"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10899","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=10899"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10899\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":10901,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10899\/revisions\/10901"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/10900"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=10899"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=10899"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=10899"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}