{"id":10775,"date":"2024-05-21T14:44:41","date_gmt":"2024-05-21T14:44:41","guid":{"rendered":"https:\/\/temanmama.org\/?p=10775"},"modified":"2024-05-21T14:44:41","modified_gmt":"2024-05-21T14:44:41","slug":"kenali-faktor-risiko-yang-menyebabkan-ibu-mengandung-bayi-down-syndrome","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/temanmama.org\/?p=10775","title":{"rendered":"Kenali Faktor Risiko yang Menyebabkan Ibu Mengandung Bayi Down Syndrome"},"content":{"rendered":"<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Down Syndrome<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, atau biasa juga dikenal sebagai Sindrom Down, adalah kondisi genetik yang disebabkan oleh adanya salinan tambahan kromosom 21. Kondisi ini mempengaruhi perkembangan fisik dan intelektual seseorang. Meskipun penyebab pasti mengapa seorang ibu bisa mengandung bayi dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Down Syndrome<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> belum sepenuhnya dipahami, namun ada beberapa faktor yang diketahui bisa meningkatkan risiko kondisi ini.<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Nah<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, untuk lebih jelasnya, dalam artikel ini kita akan membahas mengenai beberapa faktor risiko yang bisa menyebabkan ibu mengandung bayi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Down Syndrome<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<h4><strong>1. Usia Ibu<\/strong><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Faktor risiko utama mengandung bayi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Down Syndrome<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah usia ibu saat kehamilan. Wanita yang hamil di usia 35 tahun ke atas memiliki risiko lebih tinggi untuk mengandung bayi dengan Down Syndrome. Risiko ini terus meningkat seiring bertambahnya usia ibu. Ini disebabkan karena sel telur pada wanita yang lebih tua cenderung mengalami kesalahan dalam proses pembelahan sel, yang dapat menyebabkan adanya kromosom tambahan.<\/span><\/p>\n<h4><strong>2. Riwayat Keluarga<\/strong><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meskipun sebagian besar kasus <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Down Syndrome<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> tidak bersifat turun-temurun, namun riwayat keluarga dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Down Syndrome<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> bisa sedikit meningkatkan risiko ini. Ada tipe <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Down Syndrome<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang disebut <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Translokasi Down Syndrome<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, di mana bagian dari kromosom 21 melekat pada kromosom lain. Jika salah satu orang tua adalah pembawa translokasi kromosom ini, maka risiko memiliki anak dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Down Syndrome<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> akan meningkat.<\/span><\/p>\n<h4><strong>3. Mutasi Genetik<\/strong><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kebanyakan kasus <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Down Syndrome<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> terjadi karena kesalahan acak dalam pembelahan sel selama perkembangan sperma, sel telur, atau embrio. Kesalahan ini bisa menyebabkan adanya kromosom 21 tambahan. Jenis <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Down Syndrome<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang paling umum disebut Trisomi 21, di mana setiap sel dalam tubuh anak memiliki tiga salinan kromosom 21.<\/span><\/p>\n<h4><strong>4. Faktor Lingkungan<\/strong><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meskipun belum ada bukti kuat yang menghubungkan faktor lingkungan langsung dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Down Syndrome<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, namun paparan terhadap racun dan zat berbahaya, paparan terhadap asap rokok, serta konsumsi alkohol selama masa kehamilan, diyakini bisa meningkatkan risiko mengandung bayi dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Down Syndrome<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<h4><strong>5. Kondisi Kesehatan Ibu<\/strong><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kondisi kesehatan ibu juga dapat mempengaruhi risiko ini. Misalnya, ibu dengan kondisi medis tertentu, seperti diabetes tipe 1 atau hipotiroidisme memiliki risiko yang sedikit lebih tinggi mengandung bayi dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Down Syndrome<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Meskipun demikian, penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk memahami sepenuhnya bagaimana kondisi kesehatan ibu mempengaruhi risiko <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Down Syndrome<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itulah beberapa faktor yang bisa menyebabkan ibu mengandung bayi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Down Syndrome<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Dengan memahami penyebab <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Down Syndrome<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan faktor-faktor risikonya, ini dapat membantu dalam perencanaan dan pengelolaan kehamilan yang lebih baik. Dengan penelitian yang terus berlanjut, diharapkan pemahaman kita tentang kondisi ini akan semakin mendalam, sehingga upaya pencegahan dan penanganan bisa menjadi lebih efektif.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Down Syndrome, atau biasa juga dikenal sebagai Sindrom Down, adalah kondisi genetik yang disebabkan oleh adanya salinan tambahan kromosom 21. Kondisi ini mempengaruhi perkembangan fisik dan intelektual seseorang. Meskipun penyebab pasti mengapa seorang ibu bisa mengandung bayi dengan Down Syndrome belum sepenuhnya dipahami, namun ada beberapa faktor yang diketahui bisa meningkatkan risiko kondisi ini. Nah, &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":10774,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-10775","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kehamilan"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.6 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Kenali Faktor Risiko yang Menyebabkan Ibu Mengandung Bayi Down Syndrome - TemanMama<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Faktor risiko ibu mengandung bayi Down Syndrome, 1. Usia Ibu, 2. Riwayat Keluarga, 3. Mutasi Genetik, 4. Faktor Lingkungan, 5. Kondisi Kesehatan Ibu.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/temanmama.org\/?p=10775\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Kenali Faktor Risiko yang Menyebabkan Ibu Mengandung Bayi Down Syndrome - TemanMama\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Faktor risiko ibu mengandung bayi Down Syndrome, 1. Usia Ibu, 2. Riwayat Keluarga, 3. Mutasi Genetik, 4. Faktor Lingkungan, 5. Kondisi Kesehatan Ibu.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/temanmama.org\/?p=10775\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"TemanMama\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-05-21T14:44:41+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/WhatsApp-Image-2024-05-21-at-16.31.57.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1500\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1000\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"N0tty\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"N0tty\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=10775#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=10775\"},\"author\":{\"name\":\"N0tty\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/64b9e3ca99c6a26fc49b719086cf664c\"},\"headline\":\"Kenali Faktor Risiko yang Menyebabkan Ibu Mengandung Bayi Down Syndrome\",\"datePublished\":\"2024-05-21T14:44:41+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=10775\"},\"wordCount\":402,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=10775#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/WhatsApp-Image-2024-05-21-at-16.31.57.jpeg\",\"articleSection\":[\"Kehamilan\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/temanmama.org\/?p=10775#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=10775\",\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=10775\",\"name\":\"Kenali Faktor Risiko yang Menyebabkan Ibu Mengandung Bayi Down Syndrome - TemanMama\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=10775#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=10775#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/WhatsApp-Image-2024-05-21-at-16.31.57.jpeg\",\"datePublished\":\"2024-05-21T14:44:41+00:00\",\"description\":\"Faktor risiko ibu mengandung bayi Down Syndrome, 1. Usia Ibu, 2. Riwayat Keluarga, 3. Mutasi Genetik, 4. Faktor Lingkungan, 5. Kondisi Kesehatan Ibu.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=10775#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/temanmama.org\/?p=10775\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=10775#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/WhatsApp-Image-2024-05-21-at-16.31.57.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/WhatsApp-Image-2024-05-21-at-16.31.57.jpeg\",\"width\":1500,\"height\":1000},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=10775#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/temanmama.org\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Kenali Faktor Risiko yang Menyebabkan Ibu Mengandung Bayi Down Syndrome\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#website\",\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/\",\"name\":\"TemanMama\",\"description\":\"TemanMama menyajikan informasi parenting, Ibu dan Anak, kehamilan seputar hubungan keluarga serta tips bermanfaat lainnya untuk Mama.\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#organization\"},\"alternateName\":\"Teman Mama & Info Seputar Parenting\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/temanmama.org\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#organization\",\"name\":\"TemanMama\",\"alternateName\":\"Teman Mama Parenting Keluarga\",\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/logo.png\",\"contentUrl\":\"http:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/logo.png\",\"width\":536,\"height\":239,\"caption\":\"TemanMama\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/64b9e3ca99c6a26fc49b719086cf664c\",\"name\":\"N0tty\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/99e6904fede8030975183a9cf70862ee7f280597b5621917dcb97037a703ffdb?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/99e6904fede8030975183a9cf70862ee7f280597b5621917dcb97037a703ffdb?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"N0tty\"},\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/?author=3\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Kenali Faktor Risiko yang Menyebabkan Ibu Mengandung Bayi Down Syndrome - TemanMama","description":"Faktor risiko ibu mengandung bayi Down Syndrome, 1. Usia Ibu, 2. Riwayat Keluarga, 3. Mutasi Genetik, 4. Faktor Lingkungan, 5. Kondisi Kesehatan Ibu.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/temanmama.org\/?p=10775","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Kenali Faktor Risiko yang Menyebabkan Ibu Mengandung Bayi Down Syndrome - TemanMama","og_description":"Faktor risiko ibu mengandung bayi Down Syndrome, 1. Usia Ibu, 2. Riwayat Keluarga, 3. Mutasi Genetik, 4. Faktor Lingkungan, 5. Kondisi Kesehatan Ibu.","og_url":"https:\/\/temanmama.org\/?p=10775","og_site_name":"TemanMama","article_published_time":"2024-05-21T14:44:41+00:00","og_image":[{"width":1500,"height":1000,"url":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/WhatsApp-Image-2024-05-21-at-16.31.57.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"N0tty","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"N0tty","Est. reading time":"2 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=10775#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=10775"},"author":{"name":"N0tty","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/64b9e3ca99c6a26fc49b719086cf664c"},"headline":"Kenali Faktor Risiko yang Menyebabkan Ibu Mengandung Bayi Down Syndrome","datePublished":"2024-05-21T14:44:41+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=10775"},"wordCount":402,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=10775#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/WhatsApp-Image-2024-05-21-at-16.31.57.jpeg","articleSection":["Kehamilan"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/temanmama.org\/?p=10775#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=10775","url":"https:\/\/temanmama.org\/?p=10775","name":"Kenali Faktor Risiko yang Menyebabkan Ibu Mengandung Bayi Down Syndrome - TemanMama","isPartOf":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=10775#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=10775#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/WhatsApp-Image-2024-05-21-at-16.31.57.jpeg","datePublished":"2024-05-21T14:44:41+00:00","description":"Faktor risiko ibu mengandung bayi Down Syndrome, 1. Usia Ibu, 2. Riwayat Keluarga, 3. Mutasi Genetik, 4. Faktor Lingkungan, 5. Kondisi Kesehatan Ibu.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=10775#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/temanmama.org\/?p=10775"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=10775#primaryimage","url":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/WhatsApp-Image-2024-05-21-at-16.31.57.jpeg","contentUrl":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/WhatsApp-Image-2024-05-21-at-16.31.57.jpeg","width":1500,"height":1000},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=10775#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/temanmama.org\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Kenali Faktor Risiko yang Menyebabkan Ibu Mengandung Bayi Down Syndrome"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#website","url":"https:\/\/temanmama.org\/","name":"TemanMama","description":"TemanMama menyajikan informasi parenting, Ibu dan Anak, kehamilan seputar hubungan keluarga serta tips bermanfaat lainnya untuk Mama.","publisher":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/#organization"},"alternateName":"Teman Mama & Info Seputar Parenting","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/temanmama.org\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#organization","name":"TemanMama","alternateName":"Teman Mama Parenting Keluarga","url":"https:\/\/temanmama.org\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"http:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/logo.png","contentUrl":"http:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/logo.png","width":536,"height":239,"caption":"TemanMama"},"image":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/64b9e3ca99c6a26fc49b719086cf664c","name":"N0tty","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/99e6904fede8030975183a9cf70862ee7f280597b5621917dcb97037a703ffdb?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/99e6904fede8030975183a9cf70862ee7f280597b5621917dcb97037a703ffdb?s=96&d=mm&r=g","caption":"N0tty"},"url":"https:\/\/temanmama.org\/?author=3"}]}},"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10775","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=10775"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10775\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":10776,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10775\/revisions\/10776"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/10774"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=10775"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=10775"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=10775"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}