{"id":10719,"date":"2024-05-20T13:58:13","date_gmt":"2024-05-20T13:58:13","guid":{"rendered":"https:\/\/temanmama.org\/?p=10719"},"modified":"2024-05-20T13:58:13","modified_gmt":"2024-05-20T13:58:13","slug":"shaken-baby-syndrome-pengertian-penyebab-dan-gejalanya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/temanmama.org\/?p=10719","title":{"rendered":"Shaken Baby Syndrome: Pengertian, Penyebab, dan Gejalanya"},"content":{"rendered":"<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Shaken baby syndrome<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (SBS) atau sindrom bayi terguncang adalah bentuk kekerasan terhadap anak yang serius dan bisa mengancam nyawa. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Shaken baby syndrome<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> terjadi ketika seorang bayi atau balita diguncang dengan keras, sehingga menyebabkan cedera otak yang parah. Sindrom ini seringkali tidak terlihat karena tidak meninggalkan tanda-tanda fisik yang jelas, tetapi dampaknya bisa sangat merusak perkembangan fisik dan mental anak.<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Nah<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, untuk lebih jelasnya, dalam artikel ini kita akan membahas mengenai pengertian, penyebab, dan gejala <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">shaken baby syndrome<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<h3><strong>Apa Itu <i>Shaken Baby Syndrome<\/i>?<\/strong><\/h3>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Shaken baby syndrome<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> terjadi ketika seorang anak diguncang dengan keras, sehingga membuat otaknya bergerak maju mundur di dalam tengkorak. Gerakan ini dapat merobek pembuluh darah kecil di otak dan menyebabkan pembengkakan serta perdarahan. Karena bayi masih memiliki otot leher yang lemah dan kepala yang relatif besar serta berat dibandingkan dengan tubuh mereka, maka bayi sangat rentan terhadap cedera jenis ini.<\/span><\/p>\n<h3><strong>Penyebab <i>Shaken Baby Syndrome<\/i><\/strong><\/h3>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Shaken baby syndrome <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">biasanya terjadi akibat pengasuh atau orang tua merasa frustasi karena tidak bisa menenangkan bayi yang menangis terus-menerus. Karena kurangnya pengetahuan tentang akibat fatal dari mengguncang bayi, pengasuh atau orang tua mungkin menganggap tindakan ini sebagai cara untuk membuat bayi berhenti menangis.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, otot leher bayi yang masih lemah dan struktur otak yang masih rentan membuat mereka sangat berisiko mengalami cedera serius dari guncangan yang keras.<\/span><\/p>\n<h3><strong>Gejala <i>Shaken Baby Syndrome<\/i><\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gejala <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">shaken baby syndrome<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> bisa bervariasi, tergantung pada tingkat keparahan cedera yang dialami. Namun, ada beberapa gejala <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">shaken baby syndrome<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang umum terjadi, di antaranya:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li><b> Kesulitan Bernapas: <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">Gejala pertama yaitu bayi mungkin akan menunjukkan tanda-tanda kesulitan bernapas atau pola napas yang tidak teratur.<\/span><\/li>\n<li><b> Kehilangan Kesadaran: <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">Gejala berikutnya yaitu bayi bisa mengalami kehilangan kesadaran atau terlihat sangat mengantuk dan sulit untuk dibangunkan.<\/span><\/li>\n<li><b> Muntah-muntah: <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">Muntah yang terjadi tanpa alasan yang jelas sering menjadi tanda bahwa ada sesuatu yang salah pada otak bayi.<\/span><\/li>\n<li><b> Kejang: <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">Gejala berikutnya yaitu bayi bisa mengalami kejang, yang merupakan tanda adanya gangguan serius pada otak.<\/span><\/li>\n<li><b> Kulit Pucat atau Kebiruan: <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">Kurangnya oksigen yang diterima oleh bayi dapat menyebabkan kulit bayi menjadi pucat atau kebiruan.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Shaken baby syndrome<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah kondisi serius yang dapat menyebabkan kerusakan permanen atau kematian pada bayi dan anak kecil. Karena itu, memahami gejala dan penyebab kondisi medis ini sangat penting untuk mencegah terjadinya cedera ini. Selain itu, edukasi dan dukungan bagi orang tua, pengasuh, maupun kerabat terdekat adalah kunci untuk mengurangi insiden <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">shaken baby syndrome<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> agar bisa melindungi kesehatan dan keselamatan anak-anak.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Shaken baby syndrome (SBS) atau sindrom bayi terguncang adalah bentuk kekerasan terhadap anak yang serius dan bisa mengancam nyawa. Shaken baby syndrome terjadi ketika seorang bayi atau balita diguncang dengan keras, sehingga menyebabkan cedera otak yang parah. Sindrom ini seringkali tidak terlihat karena tidak meninggalkan tanda-tanda fisik yang jelas, tetapi dampaknya bisa sangat merusak perkembangan &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":10718,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[13],"tags":[],"class_list":["post-10719","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bayi"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.6 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Shaken Baby Syndrome: Pengertian, Penyebab, dan Gejalanya - TemanMama<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Shaken Baby Syndrome atau sindrom bayi terguncang adalah bentuk kekerasan terhadap anak yang bisa mengancam nyawa. Ketahui penyebab dan gejalanya di sini!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/temanmama.org\/?p=10719\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Shaken Baby Syndrome: Pengertian, Penyebab, dan Gejalanya - TemanMama\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Shaken Baby Syndrome atau sindrom bayi terguncang adalah bentuk kekerasan terhadap anak yang bisa mengancam nyawa. Ketahui penyebab dan gejalanya di sini!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/temanmama.org\/?p=10719\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"TemanMama\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-05-20T13:58:13+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/WhatsApp-Image-2024-05-20-at-16.28.05.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1500\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1001\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"N0tty\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"N0tty\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=10719#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=10719\"},\"author\":{\"name\":\"N0tty\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/64b9e3ca99c6a26fc49b719086cf664c\"},\"headline\":\"Shaken Baby Syndrome: Pengertian, Penyebab, dan Gejalanya\",\"datePublished\":\"2024-05-20T13:58:13+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=10719\"},\"wordCount\":400,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=10719#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/WhatsApp-Image-2024-05-20-at-16.28.05.jpeg\",\"articleSection\":[\"Bayi\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/temanmama.org\/?p=10719#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=10719\",\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=10719\",\"name\":\"Shaken Baby Syndrome: Pengertian, Penyebab, dan Gejalanya - TemanMama\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=10719#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=10719#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/WhatsApp-Image-2024-05-20-at-16.28.05.jpeg\",\"datePublished\":\"2024-05-20T13:58:13+00:00\",\"description\":\"Shaken Baby Syndrome atau sindrom bayi terguncang adalah bentuk kekerasan terhadap anak yang bisa mengancam nyawa. Ketahui penyebab dan gejalanya di sini!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=10719#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/temanmama.org\/?p=10719\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=10719#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/WhatsApp-Image-2024-05-20-at-16.28.05.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/WhatsApp-Image-2024-05-20-at-16.28.05.jpeg\",\"width\":1500,\"height\":1001},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/?p=10719#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/temanmama.org\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Shaken Baby Syndrome: Pengertian, Penyebab, dan Gejalanya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#website\",\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/\",\"name\":\"TemanMama\",\"description\":\"TemanMama menyajikan informasi parenting, Ibu dan Anak, kehamilan seputar hubungan keluarga serta tips bermanfaat lainnya untuk Mama.\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#organization\"},\"alternateName\":\"Teman Mama & Info Seputar Parenting\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/temanmama.org\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#organization\",\"name\":\"TemanMama\",\"alternateName\":\"Teman Mama Parenting Keluarga\",\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/logo.png\",\"contentUrl\":\"http:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/logo.png\",\"width\":536,\"height\":239,\"caption\":\"TemanMama\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/64b9e3ca99c6a26fc49b719086cf664c\",\"name\":\"N0tty\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/99e6904fede8030975183a9cf70862ee7f280597b5621917dcb97037a703ffdb?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/99e6904fede8030975183a9cf70862ee7f280597b5621917dcb97037a703ffdb?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"N0tty\"},\"url\":\"https:\/\/temanmama.org\/?author=3\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Shaken Baby Syndrome: Pengertian, Penyebab, dan Gejalanya - TemanMama","description":"Shaken Baby Syndrome atau sindrom bayi terguncang adalah bentuk kekerasan terhadap anak yang bisa mengancam nyawa. Ketahui penyebab dan gejalanya di sini!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/temanmama.org\/?p=10719","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Shaken Baby Syndrome: Pengertian, Penyebab, dan Gejalanya - TemanMama","og_description":"Shaken Baby Syndrome atau sindrom bayi terguncang adalah bentuk kekerasan terhadap anak yang bisa mengancam nyawa. Ketahui penyebab dan gejalanya di sini!","og_url":"https:\/\/temanmama.org\/?p=10719","og_site_name":"TemanMama","article_published_time":"2024-05-20T13:58:13+00:00","og_image":[{"width":1500,"height":1001,"url":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/WhatsApp-Image-2024-05-20-at-16.28.05.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"N0tty","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"N0tty","Est. reading time":"2 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=10719#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=10719"},"author":{"name":"N0tty","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/64b9e3ca99c6a26fc49b719086cf664c"},"headline":"Shaken Baby Syndrome: Pengertian, Penyebab, dan Gejalanya","datePublished":"2024-05-20T13:58:13+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=10719"},"wordCount":400,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=10719#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/WhatsApp-Image-2024-05-20-at-16.28.05.jpeg","articleSection":["Bayi"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/temanmama.org\/?p=10719#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=10719","url":"https:\/\/temanmama.org\/?p=10719","name":"Shaken Baby Syndrome: Pengertian, Penyebab, dan Gejalanya - TemanMama","isPartOf":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=10719#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=10719#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/WhatsApp-Image-2024-05-20-at-16.28.05.jpeg","datePublished":"2024-05-20T13:58:13+00:00","description":"Shaken Baby Syndrome atau sindrom bayi terguncang adalah bentuk kekerasan terhadap anak yang bisa mengancam nyawa. Ketahui penyebab dan gejalanya di sini!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=10719#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/temanmama.org\/?p=10719"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=10719#primaryimage","url":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/WhatsApp-Image-2024-05-20-at-16.28.05.jpeg","contentUrl":"https:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/WhatsApp-Image-2024-05-20-at-16.28.05.jpeg","width":1500,"height":1001},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/temanmama.org\/?p=10719#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/temanmama.org\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Shaken Baby Syndrome: Pengertian, Penyebab, dan Gejalanya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#website","url":"https:\/\/temanmama.org\/","name":"TemanMama","description":"TemanMama menyajikan informasi parenting, Ibu dan Anak, kehamilan seputar hubungan keluarga serta tips bermanfaat lainnya untuk Mama.","publisher":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/#organization"},"alternateName":"Teman Mama & Info Seputar Parenting","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/temanmama.org\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#organization","name":"TemanMama","alternateName":"Teman Mama Parenting Keluarga","url":"https:\/\/temanmama.org\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"http:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/logo.png","contentUrl":"http:\/\/temanmama.org\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/logo.png","width":536,"height":239,"caption":"TemanMama"},"image":{"@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/64b9e3ca99c6a26fc49b719086cf664c","name":"N0tty","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/temanmama.org\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/99e6904fede8030975183a9cf70862ee7f280597b5621917dcb97037a703ffdb?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/99e6904fede8030975183a9cf70862ee7f280597b5621917dcb97037a703ffdb?s=96&d=mm&r=g","caption":"N0tty"},"url":"https:\/\/temanmama.org\/?author=3"}]}},"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10719","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=10719"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10719\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":10720,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10719\/revisions\/10720"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/10718"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=10719"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=10719"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/temanmama.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=10719"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}