KehamilanKesehatan

5 Infeksi yang Menyebabkan Cacat Bawaan pada Bayi

Infeksi selama kehamilan dapat menjadi penyebab utama terjadinya cacat bawaan pada bayi. Beberapa infeksi dapat menyebabkan dampak yang serius pada perkembangan janin, bahkan mengakibatkan cacat bawaan yang mengancam nyawa. Berikut adalah lima infeksi yang dapat menyebabkan cacat bawaan pada bayi:

  1. Rubella (Campak Jerman): Infeksi rubella pada ibu hamil dapat menyebabkan cacat bawaan yang dikenal sebagai sindrom rubella kongenital. Bayi yang lahir dari ibu yang terinfeksi rubella memiliki risiko tinggi mengalami gangguan pendengaran, kebutaan, kelainan jantung, dan masalah perkembangan lainnya.
  2. Sitomegalovirus (CMV): Infeksi sitomegalovirus pada ibu hamil dapat menyebabkan cacat bawaan yang beragam, termasuk gangguan pendengaran, gangguan penglihatan, serta masalah perkembangan motorik dan intelektual.
  3. Toxoplasmosis: Infeksi toxoplasmosis pada ibu hamil dapat mengakibatkan cacat bawaan yang serius pada bayi, seperti kerusakan pada otak dan mata, serta masalah neurologis lainnya. Kontak dengan kotoran kucing yang terinfeksi atau konsumsi daging yang belum dimasak merupakan dua cara umum penularan toxoplasmosis.
  4. Herpes Simpleks Virus (HSV): Infeksi herpes simplex pada ibu hamil dapat berisiko menyebabkan infeksi pada bayi yang baru lahir, yang dapat mengakibatkan komplikasi serius seperti gangguan neurologis dan masalah pernapasan.
  5. Virus Zika: Infeksi virus Zika pada ibu hamil dapat menyebabkan cacat bawaan yang dikenal sebagai sindrom virus Zika kongenital. Cacat bawaan tersebut meliputi mikrosefali (ukuran kepala yang kecil), gangguan perkembangan otak, serta masalah penglihatan dan pendengaran.

Penting bagi ibu hamil untuk menghindari paparan terhadap infeksi-infeksi tersebut dengan menjaga kebersihan, menghindari kontak dengan orang yang sakit, dan mengikuti anjuran medis yang tepat. Konsultasikan dengan dokter secara teratur selama kehamilan untuk mendeteksi dini dan mengelola risiko infeksi yang dapat membahayakan perkembangan janin.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button